She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
rahasia Ningsih


__ADS_3

#selamat membaca kembali...


di sebuah kamar Hotel mewah di kota Jgj. seorang pria paruh baya bertanya pada asistennya.


"bagaimana perkembangan putri saya?". tanyanya seraya memandang keluar jendela kaca dari kamar hotel tersebut.


"selama ini yang saya pantau. kondisi nya mulai stabil pak. setelah proses pendonoran darah dari bapak dilakukan tadi malam". sahut sang asisten.


"good job. pantau terus. pastikan putriku baik baik saja" titahnya.


"baik pak. kalau begitu saya permisi". pamit si asisten.


sepeninggalnya asisten tersebut. pria paruh baya tersebut bergeming memikirkan sang putri nya yang masih terbaring di rumah sakit.


dalam hatinya. ia sangat menyesal telah mengusir putrinya dari rumah ketika setahun yang lalu ia kembali dari pelarian nya. meskipun setelah mengusir putrinya tersebut ia menyuruh orangnya untuk memantaunya secara diam diam.


karena sebenarnya ia pun takut jika terjadi apa apa pada putri nya. bukan karena kurangnya pertolongan dari orang orang. tetapi sulitnya mencari pendonor yang bergolongan darah yang sama dengan putrinya. dalam keluarganya hanya dirinya lah yang menurunkan darah langka tersebut kepada anak anaknya. karena itu ia harus menjaga mereka dengan extra.


dan ia sangat bersyukur jika selama ini putri nya tinggal dan hidup layak dalam lingkungan keluarga Airlangga. ia pun juga turut bangga jika putri nya menjadi perempuan yang mandiri tanpa harus menyandang gelar status keluarga dan pendidikan nya.


"papa bangga sama kamu sayang. papa akan bawa kamu kembali pulang setelah kamu pulih". gumamnya.


"papa mohon. bertahan lah". harapnya.


...----------------...


sekembalinya dari rumah Indri. Andra menerima surat dari kepolisian mengenai perihal pemanggilan nya sebagai saksi dari peristiwa kriminal semalam.


lalu ia memilih masuk ke kamar nya untuk mandi dan mengganti pakaiannya. selama berada di kamarnya, ia merenung memikirkan kembali kata kata mbaknya. lalu ia keluar kamar untuk menemui ibunya yang berada di ruang keluarga.


"bu". panggil Andra.


"ya. ada apa? ". sahut si ibu yang baru saja tiba setelah pulang dari rumah sakit menjenguk Ningsih.


"ada yang mau aku tanyakan tentang Ningsih". sahut Andra.


"iya. tanyakan saja". balas si ibu seraya mengambil posisi duduk menghadap televisi.


"dulu waktu pertama kali ibu bertemu dengan Ningsih penampilan nya bagaimana?". tanya Andra hati hati.


si ibu mengernyitkan dahinya. lalu menatap putra satu satunya tersebut.

__ADS_1


"memang nya ada apa le?". tanya si ibu penasaran.


"ga ada bu. cuma pingin tau aja". sahut Andra.


lalu si ibu mengatur nafasnya dan mulai bercerita kepada putranya tersebut.


"pertama kali ibu ketemu Ningsih itu di mesjid. dia pingsan tiba tiba. wajahnya babak belur. tangannya penuh luka dan lecet. sepertinya habis kena jambret. wong kalau di liat dari pakaiannya ga dekil dekil amat sih". jelas si ibu.


"lalu ibu bawa kerumah sakit dimana mbakmu bekerja". lanjut si ibu.


sementara Andra masih menyimak cerita si ibu.


"menurut keterangan dokter waktu itu, si Ningsih pingsan karena kelelahan di tambah luka nya yang mulai infeksi. jadi ya harus di rawat inap dulu selama tiga hari". jelas si ibu.


"terus nama Ningsih yang sebenarnya siapa? memang namanya beneran Ningsih? " tanya Andra dengan rasa penasaran.


"iya". sahut si ibu.


"memangnya ada apa sih? ". tanya si ibu.


"ga ada. cuma untuk kelengkapan berkas polisi aja besok". dusta Andra.


"oalah. ibu pikir untuk apa toh". sahut si ibu.


"untuk kelengkapan berkas nikahan. mana tau kamu berubah pikiran karena kasian. ga masalah buat ibu. toh nanti kamunya juga lama lama bakalan jatuh cinta sama Ningsih". sahut si ibu yakin.


"isss ibu ini sama si mbak sama aja". dumelnya lalu pergi menuju kamarnya meninggalkan si ibu sendirian.


"jangan takabur le. benci bisa jadi cinta lo. apa lagi kamu punya utang nyawa lo sama dia". teriak si ibu yang melihat putranya memasuki kamar.


besok paginya...


setelah memberikan kesaksian di kantor kepolisian selama beberapa jam, Andra pun pamit pulang setelah berbincang bincang sejenak dengan beberapa anggota kepolisian di sana.


ketika hendak menstarter mobilnya sebuah notifikasi email masuk ke ponselnya. ia membuka laman email dan melihat email kiriman dari sekretarisnya.


ia membacanya dengan seksama. lalu netranya terpaku pada nama terakhir dari silsilah keluarga tersebut. tiba tiba ia teringat sesuatu, lalu Andra buru buru menstarter mobil nya menuju ke kost kostnya Ningsih.


setiba di kost nya Ningsih. Andra mencari tau lebih dalam siapa Ningsih yang sebenarnya. serta apa yang di rahasiakan nya selama ini. entah kenapa Andra merasa Ningsih telah membohongi semua orang. Andra terus mencari sesuatu yang bisa membuktikan dugaannya selama ini.


Andra menghembus kasar nafasnya saat tidak menemukan apapun di setiap laci milik Ningsih. lalu netranya menuju ke sebuah lemari pakaian milik Ningsih. ia pun membuka lemari tersebut dan memeriksa setiap detilnya hingga akhirnya ia menemukan sebuah kotak berwarna biru yang terletak di lantai dasar dari lemari pakaian tersebut.

__ADS_1


Andra membungkukkan tubuhnya untuk mengambil kotak biru tersebut. ia membukanya dan melihat dua buku diary yang terdapat di dalamnya.


ia mengambil salah satu dari diary tersebut dan membukanya. lalu Andra mendudukkan bokongnya di pinggir ranjang milik Ningsih. dan ia pun mulai membaca kalimat demi kalimat dari isi diary tersebut.


awalnya yang ia baca terlihat biasa biasa saja. hanya kesan ketika Ningsih tinggal dan bekerja dalam lingkungan keluarga nya. sampai Ningsih merasa bahagia di jodohkan oleh dirinya. hingga ia membuka diary yang kedua.


Andra membaca tanggal bulan dan waktu bahkan tahun dari diary tersebut. dimana tertera tahun yang terjadi hampir empat tahun yang lalu.


ia membuka lembar pertama. dimana ia tau jika Ningsih pernah berkuliah dan di wisuda. tentu saja hal ini semkin membuat Andra penasaran saja. dan semakin ingin membuka rahasia Ningsih.


...----------------...


Indri masuk ke ruang Vvip dimana Ningsih dirawat. ia memeriksa keadaan Ningsih kembali setelah dokter spesialis bedah memberi keterangan padanya mengenai kondisi Ningsih.


ia mengecek setiap alat yang berhubungan dengan kesehatan Ningsih. setelah di rasa aman dan kondisi Ningsih stabil. Indri berniat kembali ke ruang prakteknya.


baru selangkah ia beranjak dari ranjang Ningsih. Indri mendengar gumaman gumaman dari bibir Ningsih. Indri membalikkan tubuhnya menatap Ningsih. ia memperhatikan gerak tubuh Ningsih yang gelisah dalam tidurnya. samar samar ia mendengar kata kata yang keluar dari bibir Ningsih.


Indri mendekatkan telinganya ke bibir Ningsih agar bisa mendengar lebih jelas kata kata yang keluar dari Ningsih.


Indri semakin mengerutkan keningnya tatkala ia mendengar dua nama yang di sebut Ningsih dalam gumamannya.


"Cindimin? ". ujar Indri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mohon dukungannya untuk Novel ini berupa


like


vote


komen


rate


favorit


Hadiah


😊😉

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2