
# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
Saat Alan kembali ke kantor pusat bersamaan Juga Justin menelponnya. Lalu menanyakan kabar mengenai persidangan Midea.
Lalu Alan pun menceritakan apa yang ia curi dengar kepada atasannya itu. Menurut yang ia duga.
"Begitulah pak yang saya dengar saat itu". Jelas Alan.
"fine. Terima kasih untuk infonya. Mulai dari sekarang aku ingin kamu melaporkan segala hal yang berhubungan dengan Midea. Apa pun itu". Titah Justin.
"baik pak".sahut Alan.
setelah sambungan telpon itu selesai, Justin menghubungi pada salah satu lawyernya yang berada di kota Mdn saat membuat surat hak asuh untuk putranya.
setelah sambungan telepon itu tersambung lalu Justin menceritakan mengenai permasalahan hukum Midea yang sedang naik banding dan menanyakan sudah sejauh mana perkembangannya.
"masih menjalani tahap sidang pak. Belum ada keputusan dari hakim mengenai ia bisa di ringankan hukuman atau tidak pak". Jelas pengacara tersebut.
"ohh..baiklah. Kalau saya boleh tau apakah pengacaranya masih orang yang dulu atau pengacara yang baru?". Tanya Justin penasaran.
"sepertinya sudah di ganti pak. Memang pengacara yang dulu itu pun saya lihat kurang greget alias cari aman saja karena kasus Midea ini kan kasus pasal berlapis melihat banyaknya bukti dan saksi terdahulu saat ia melarikan diri". Jelas sang pengacaranya Justin.
Justin terdiam sesaat lalu berucap"ya pak terimakasih untuk informasinya".
"ya sama sama pak Justin". Balas sang pengacara.
Justin memikirkan kembali perkataan sang pengacara soal penjelasan kasus Midea yang berlapis. Jika Midea berhasil di tahap banding ini itu berarti Midea bisa bebas dengan segera. Tetapi jika Midea kalah itu berarti hukuman untuk Midea bisa lebih berat lagi dan bisa jadi Midea akan lebih lama mendekam di penjara.
Itu berarti Midea dan Dee akan lebih lama berpisah.
"puff". Keluhnya.
"Dea..Dea..kenapa harus banding jika pada nanti akhirnya kamu kalah dan di hukum lebih berat lagi. Kenapa tidak kamu tidak jalani saja hukuman yang ada Dea. sehingga dengan begitu kamu akan cepat selesai dan bebas dari remisi yang kamu dapatkan jika berkelakuan baik". Gumam Justin.
...----------------...
__ADS_1
esok paginya saat keluarga Ardiansyah berkumpul di meja makan seperti biasa lalu Arfan menanyakan mengenai model dari istri kolega papanya itu.
"jadi kamu menggunakan model dari istrinya kolega papa Tin?".
"jadi pa. Sudah di buat kok kontrak kerjasama nya". Sahut Justin.
"lusa papa mau balik ke Jkt. Mau ngecheck properti yang di sana sekalian mau singgah ke tempat Jason yang di bdg. mama mau ikut?". Tanya Arfan ke istrinya.
"ya mau dong pa. Tapi anak anak gimana ya?". Tanya Mona meminta dua pendapat orang dewasa tersebut.
"sama aku aja ma. Biar aku yang beresin keperluan mereka". Sahut Justin.
"ga kewalahan kamu nantinya. mana harus ngantor, ngurus anak. Biar papa sama mama aja yang bawa mereka. sekalian papa mau bawa Dee dan Keyra nyekar ke aunty dan mommynya". Protes Arfan sekaligus memberi saran.
"bener juga apa kata si papa. Biar aja ya nak si Keyra dan Dee ikut kita". Timpal mona mendukung pendapat suaminya itu.
sementara Justin hanya bisa membisu karena kurang setuju dengan saran dari kedua orang tuanya itu. Karena niat di hatinya adalah ingin lebih mendekatkan dirinya pada putra nya itu. Meskipun malam kemarin Dee tidur bareng sama dia tetapi anak itu tetap yang di cari bundanya.
Bahkan saat ini Dean masih suka duduk di samping Keyra dan Mona , meskipun Justin sudah membujuk anak itu agar bersedia duduk di sampingnya.
"iya". Sahut Justin seraya meminum susu murninya.
"kamu di tinggal sendirian boleh kan?". Tanya Mona memastikan.
"liat nanti ya ma. Nanti kita bahas lagi. Sekarang sudah waktunya anak anak berangkat ke sekolah. Yok Kak, ayok Dee". Ajak Justin seraya mengambil tas kerjanya.
lalu Mona pun segera bangkit dari duduknya membereskan tas dan peralatan sekolah mereka masing masing.
Sepeninggalnya mereka, Mona dan Arfan berdiskusi kembali mengenai rencana mereka.
"menurut papa si Justin bakalan setuju ga?". Dengan saran kita.". Tanya Mona ragu.
"mmm...belum tau juga ma. Karena kan tu anak belum kasih jawaban pasti. Butuh waktu buat mikir mikir dulu lah". Sahut Arfan.
"yah mama kan butuh kepastian. Biar mama juga bisa beres beres gitu loh pa. Coba berangkatnya mendadak tiba tiba anak di bawa, mama kan belum punya persiapan untuk merek". Sahut Mona.
__ADS_1
"udah ga usah di pikirin. Yang penting mana packing aja barang barang kita yang mau di bawa selama beberapa hari di sana. Kalau punya anak anak yah tinggal mama packing aja di koper terpisah khusus anak anak ini. Gitu aja kok repot sih ma??". Sahut Arfan santai.
"ihh..si papa. Ga asik tau ga?". Dumel Mona seraya beranjak dari duduknya sekaligus membereskan piring kotor yang ada di meja makan.
Sementara di sepanjang perjalanan menuju sekolahnya anak anak. Keyra mengomel soal Daddynya yang diam saja saat oma dan opa nya tanya tentang kepulangan mereka berdua ke indonesia.
"kenapa sih Daddy diem aja. Jawab dong. Kakak kan mau juga ikut oma ke indonesia". Celoteh Keyra.
"hmm..nanti aja ya kita bahas. Kakak sama Dee sekolah dulu. Kan sayang kalau ntar banyak kali liburnya". Saran Justin seraya melirik Dean yang tetap anteng duduk di belakag jok mobilnya.
hal ini memang sangat berbeda dengan kakaknya yang sedang timbul mode kritis nya.
hal itu wajar sih mengingat mereka di lahirkan dari dua wanita yang berbeda.
Di mana satunya bersifat manja dan ceria tetapi memang itu yang Justin suka dari seorang Namira yang dulunya ia nikahi dengan usia yang masih sangat muda.
Sementara sifatnya Dean kini terlihat lebih dominan menurun dari dirinya yang bersifat cuek dan hanya mau berteman pada seseorang yang cukup membuat dirinya merasa nyaman saja.
akan tetapi terkadang Justin menyadari jika sifat nya Dean bisa sangat ceria jika berkumpul atau saat ia bervideo call dengan Arjun lelaki yang ia panggil papa. Dan ia juga mengakui jika ada rasa cemburu terselip di hatinya saat Dean begitu akrab dalam perbincangan video call tersebut.
karena itu juga lah Justin merasa keberatan dengan saran dari papa dan mamanya yang akan membawa Dean pergi selama beberapa hari. Itu berarti Justin akan kehilangan kesempatan untuk mengakrabkan diri dengan putranya lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
Mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem
terimakasih
Follow my ig
Hazhilka279
#Hazhilka
__ADS_1