She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Justin dan masa lalunya


__ADS_3

# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


Lembar demi lembar bacaan Justin di diary dari seorang Midea selesai sudah di mana terakhir kalinya Midea menuliskan saat mereka berdua berencana bertemu di sebuah kafe pinggiran kota Jkt. Yah di situlah Justin bertemu dan menatap Midea yang saat itu terlihat cantik baginya.


saat itu memang dirinya yang mengajak bernegoisasi dengan niat untuk mengembali kan Midea ke rumah sakit jiwa untuk melakukan perawatan kembali.


pantas saja saat itu Midea beraksi seperti tokoh wanita yang ada di film nya "Tomb Rider". Menembaki setiap orang dengan senjata biusnya agar bisa melarikan diri kembali.


Justin menghela nafasnya sesaat. berhari hari ia melakukan pencarian terhadap istri gilanya itu, tetapi tetap saja tidak menemukan hasil saat itu. tahun itu dan tahun berikutnya Midea seperti hilang di telan bumi.


Justin kini menyadari jika pelarian Midea dari dirinya saat itu adalah di mana kondisi Midea sedang hamil. Justin mengurut pelan kening nya seraya menutup matanya membayangkan kondisi Midea yang tengah hamil Dean saat itu.


"Midea...seandainya saat itu kamu kasih tau kalau kamu sedang hamil. Aku tidak akan mengejarmu dan aku akan berlaku baik padamu". Gumam Justin.


dua jam berlalu tanpa di sadari Justin jika ia telah melewati jam istirahatnya sendiri. Justin pun berniat menutup buku diary itu saat di rasa tak ada lagi tulisan tangan Dea di halaman berikutnya. Karena menurut laporan Alan tempo lalu jika Dea tak pernah kembali lagi ke apartemennya setelah insiden terakhir waktu itu.


Itu berarti Midea tidak pernah menulis lagi setelah itu. Justin membolak balikkan buku diary tersebut seraya iseng melihat lihat halaman belakangnya. Tiba tiba netra terpaku pada tulisan tangan Dea yang lain . Segera Justin membuka lebar halaman terakhir yang di tulis Dea.


*Midea adalah sebuah nama yang entah milik siapa di sandangkan pada ku. yang semenjak aku menyandangnya seluruh hidupku merasa hampa lalu menderita. Benarkah nama ku Midea?? Dan benarkah aku seorang Midea Hasxander???*.


"karena di saat aku merenung sendiri. Aku merasa aku bukan lah aku"


serr...darah Justin berdesir saat membaca kalimat akhir dari tulisan tangan seorang Midea Hasxander.


drt..drt...drt....suara getaran ponsel Justin yang berada di atas nakas mengalihkan pandangannya. Ia melihat panggilan masuk dari sang papa.


"ya pa". Sapa Justin saat menyentuh tombol hijau.


"kamu masih di kantor?". Tanya Arfan.


"ya masih pa". Sahut Arjun.


"papa sudah memeriksa ballroom di mana nanti malam acara kamu di selenggarakan. insya Allah semua lancar. nanti sore kamu sudah bisa nyusul papa kesini. Papa sudah suruh OB siapin kamar kamu" jelas Arfan dari seberang ponsel Justin.


"iya pa. Terima kasih". Sahut Justin.


sambungan ponsel pun terputus saat ayah dan anak itu menyudahi pembicaraan mereka. Lalu suara ketukan pintu terdengar dari luar kamar. Justin segera menyimpan buku diary Midea di laci nakasnya dan langsung bangun dari ranjangnya untuk membuka pintu kamarnya.


"Daddy...". Pekik Keyra senang.

__ADS_1


"hay my little girl. Sama siapa ke sini hah?". Tanya Justin heran seraya celingak celinguk ke seluruh ruangan kantornya.


Lalu pintu masuk terdorong ke dalam dan terlihatlah Dean dan juga Mona yang ikutan masuk ke dalam.


"mama...Dee ..". Pekik Justin pelan dengan senyum yang sumringah.


"tadi papa telpon. Mama di minta nemenin papa ke acara perjamuan makannya kamu. terus mama pikir sekalian ajalah bawa anak anak ke sini. Sekalian bareng sama kamu berangkatnya". Jelas Mona.


"oh ya udah. Aku sebentar lagi ke sana. Tinggal beresin kerjaan sedikit lagi. Mama istirahat aja dulu sama anak anak di kamar". Saran Justin seraya membuka pintu kamar pribadinya.


Mona celingak celinguk memasuki kamar tersebut sementara dua bocah tersebut sedang asyik menonton serial kartun di televisi yang terdapat di sudut ruangan tersebut.


"mama ke spa di gedung sebelah kantor kamu aja ya?. Anak anak mama titip di sini. Kamu lagi ga repot kan?". Ujar Mona.


"ya ga lah ma. Aku cuma rapiin satu file aja kok ma. Setelah itu aku nyusul papa ke hotel". Ujar Justin.


"ya udah. Mama berangkat ya?". Pamit Mona seraya melangkah ke pintu ke luar.


Sementara Justin melanjutkan sisa pekerjaan nya seraya mengawasi sepasang buah hati yang sedang asyik berceloteh tatkala menonton serial kartun kesukaan mereka. Sesekali terdengar gelak tawa mereka. Justin tersenyum bahagia melihat pemandangan indah itu.


...----------------...


Setibanya di sana Mona meminta Justin untuk segera merefreskan dirinya sejenak di kamar sebelum memulai acara nanti malam.


" biar anak anak yang jadi urusan mama ya. Kamu beresin dulu penampilan kamu". Titah Mona.


Justin pun menuruti titah sang mama. Ia keluar dari lift menyusuri koridor hotel. Seketika ia teringat malam badai di beberapa tahun lalu. Malam pertama yang ia rasakan sekaligus malam dalam kenikmatan dosa pada seorang gadis yang entah siapa dan kini entah di mana.


Justin menarik dalam nafasnya untuk mengatur degup jantung yang berdebar debar saat memasuki kamar pribadinya. Kamar yang menjadi saksi bisu dimana kali perbuatan bejat yang ia lakukan untuk pertama kalinya meskipun itu tanpa sengaja karena di jebak oleh beberapa kolega yang mendengki padanya.


"pufff". Keluh Justin melepas penat di tubuh dan di kepalanya yang kini menumpuk dengan pemikiran masa lalunya dan juga tentang Midea.


Justin segera masuk ke kamar mandi dan merilekskan sejenak dirinya di bath up hangat hingga ia terlelap untuk beberapa menit.


Beberapa menit kemudian...


Justin terjaga dari tidur singkatnya. ia pun segera menuntaskan ritual mandinya. Lalu masuk ke wardrobenya di mana sebuah tuxedo telah di sediakan Mona untuk acara malam ini.


Setelah menunaikan salah satu fardhu nya. Segera Justin menyetel penampilan nya dalam setelan tuxedo hasil rancangan dari salah satu desaigner ternama di indonesia.

__ADS_1


Setelah di rasa cukup rapi dan sempurna Justin segera menemui sang mama di ruang suite president nya, di mana anak anaknya berada.


"Daddy". Pekik Keyra senang saat melihat Daddy nya masuk ke ruangan omanya.


"hey girl. so beautiful you are". Puji Justin bangga saat melihat penampilan cantik putrinya itu.


"udah siap kamu Tin?". Tanya Mona saat keluar dari kamar pribadinya.


Justin melirik ke arah mamanya dan menatap takjub pada putra tampannya.


"are you ready Justin?". Come on". Ajak Arfan setelah di rasa semua selesai dengan penampilan keluarga itu.


"oke pa". Sahut Justin seraya mengajak Keyra mendekati Dean dan meminta Dean untuk menggenggam tangannya.


Dean awalnya ragu lalu menatap Mona.


"ya udah pergi sama kakak dan Daddy sana". titah Mona yang tau akan tatapan cucunya itu.


Lalu Dean pun menuruti titahnya Mona. Ia menggenggam tangan kanan Justin dimana tangan kiri Justin sudah ada Keyra yang menggenggam erat tangan Daddynya itu.


Lalu seluruh keluarga Ardiansyah berjalan keluar dari ruangan pribadi Arfan menuju ke ballroom hotel dimana acara perjamuan dan peluncuran iklan online di luncurkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Next chap


PerasaanJustin yang mulai melunak dalam menatap Midea


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem.


terimakasih


Follow my ig


Hazhilka279


#Hazhilka

__ADS_1


 


__ADS_2