She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
serangan (2)


__ADS_3

#. selamat membaca...


Braaaaaaak...


suara tabrakan antara mobil dan motor mengagetkan mereka yang ada di situ. Ningsih membuka matanya perlahan dia pun sempat bingung dengan keadaan yang terjadi. karena baru beberapa detik yang lalu ia terduduk pasrah jika ia akan di tabrak oleh salah satu dari pembegal motor tersebut.


ternyata yang ia lihat justru sebaliknya. satu dari pembegal motor yang akan menabrak dirinya justru kini terkapar dan tertindih motornya.


ketiga teman pembegal tersebut segera membantu temannya. bukannya mereka menyesali perbuatan mereka. malah mereka menantang Andra yang baru saja keluar dari mobilnya dengan niat untuk menolong Ningsih.


"oi sompret lu". salah satu dari mereka berteriak marah kepada Andra.


bukk...


satu bogem mentah mendarat di pipi kiri Andra yang gagal mengelak. laki laki yang bertubuh kurus itu menatap sinis dan senang karena merasa menang melihat sudut bibir Andra sedikit berdarah.


"aissshh". desah Andra kesal seraya mengusap darah yang keluar di sudut bibirnya dengan ibu jarinya.


ia menatap para begal dengan ujung matanya. Andra mulai mengambil ancang ancang mengeluarkan ilmu bela dirinya selama belajar di bangku sekolahan. ketika para begal mulai melakukan penyerangan untuk kedua kalinya.


Andra memasang pertahanan dan melakukan penyerangan balik ketika para begal mendekat.


bukk.. bukkk... satu begal jatuh terkena bogeman tangan kekarnya. dan kyaaaat... di ikuti begal yang ke dua yang menyerangnya dari sisi kanan. insting Andra langsung menendang kuat tepat di perutnya. dua begal terkapar di tanah, menyisakan satu begal yang menunjukkan kemampuan bela dirinya.


Andra bersiap menangkis serangan begal ketiga. lawan masih seimbang. tetapi Andra tak menyerah begitu saja ia tetap mempertahankan dan menyerang balik dengan menggunakan taktik ketika begal tersebut lengah Andra langsung menyerangnya di bagian perut begal tersebut. mendapat serangan tiba tiba seperti tadi membuat begal tersebut kewalahan.


sementara begal yang tertindih motor tadi melihat kedua temannya tersungkur lemas ke tanah sedang kan yang satunya lagi sedang bergelut dengan seseorang yang menabrak nya tadi. ia melihat temannya teman sudah mulai kewalahan menghadapi laki laki yang bermobil tadi. ia mencoba bangun dengan tubuh tertatih dan berjalan dengan kaki yang pincang.


begitu pun Ningsih yang sedari tadi menyaksikan kejadian yang menegangkan di hadapannya. ia berusaha bangun dan menahan sakit di kedua lututnya. Ningsih segera berjalan cepat ketika begal yang tertindih motor tadi mengeluarkan sesuatu yang tajam dari kantong celananya.

__ADS_1


Ningsih yang tau bahwa kemana tujuan pisau cutter lipat itu mendarat. dengan sisa sisa tenaga ia berusaha berjalan lebih cepat agar bisa mencegah begal tersebut menjalankan aksinya.


pikiran Ningsih berfokus pada begal pincang yang mendekati Andra yang masih saja bergelut dengan begal lainnya. Ningsih melihat begal pincang itu berjalan menyelinap dengan tatapan penuh dendam. matanya membidik ke tubuh Andra yang terlihat tegap itu. ia juga melihat jelas sebuah pisau cutter lipat tergenggam erat di tangannya.


Ningsih yang tau bahwa nyawa Andra sedang terancam. ia semakin mempercepat langkah kakinya tanpa memperdulikan jika lututnya semakin banyak mengeluarkan darah. yang ia pikirkan saat ini adalah bagaimana caranya agar pisau tersebut tidak menancap di tubuh pria yang ia sukai.


Ningsih dan begal pincang tersebut semakin mendekat ke arah Andra yang masih fokus menghadapi lawannya, hingga akhirnya jarak begal pincang tersebut berada sejengkal dari tubuh Andra yang memang posisi terdekat untuk bisa menancapkan pisau tersebut.


sedangkan tubuh Ningsih menempel di punggung Andra dengan maksud menangkis tangan begal tersebut yang telah bersiap untuk menikam Andra. tetapi sayangnya tangan Ningisih kalah cepat dari tangan begal tersebut. begal pincang tersebut dengan sekuat tenaga menikam perut Ningsih yang ia pikir adalah perutnya Andra.


akkhh.... jeritan dari seseorang yang merasakan sakit karena tusukan pisaunya yang membidik tepat mengenai perut seseorang.


awalnya ia tersenyum senang karena merasa telah mendapatkan mangsanya. tetapi ketika ia menatap korbannya ia terhenyak karena telah salah sasaran. bukannya Andra yang tertikam melainkan perempuan yang menjadi korban begalnya.


sementara Andra yang telah memberikan tinju terdahsyatnya pada lawannya, yang sehingga begal itu pun tersungkur jatuh mengikuti dua temannya yang telah terkapar duluan karena dirinya.


"pak Andra". panggilnya pelan dengan nafas yang mulai terlihat berat, seraya memegang perutnya yang diantara jari jarinya terselip gagang pisau yang masih menancap di sana.


entah kenapa darah Andra begitu mendidih menyaksikan pemandangan miris di depannya ia melirik tajam ke begal pincang tadi. ia mendekat cepat dan dengan kasar ia meraup kerah kaos begal tersebut. hingga akhirnya....


bukk... bukk.. bukk... bukk... bukk...saat itu juga beberapa bogem mentah dari Andra mendarat di rahangnya sembari mengucapkan makian kepada begal tersebut.


"b*ngs*t. k*r*ng*j*r. ta*k lu. ga punya otak".


Andra terus memukul keras begal pincang tersebut hingga begal pincang itu benar benar terkapar tak berdaya.


akhirnya tiga sekuriti pabrik dan juga beberapa warga yang menemani sekuriti tersebut. tiba di lokasi. mereka segera meringkus para begal yang KO tersebut untuk di serahkan ke pihak kepolisian setempat.


Andra berbalik melihat Ningsih yang masih posisi duduk menyender ke ban mobilnya. wajahnya mulai terlihat pucat serta matanya yang sayu.

__ADS_1


Andra buru buru mendekati Ningsih dan lalu mengangkat tubuhnya. dan menidurkan di jok belakang mobilnya. ketika ia hendak keluar untuk menyetir. Ningsih menahan lengan nya.


seperti mengerti apa yang dipinta Ningsih. Andra segera memanggil salah satu sekuriti pabrik untuk menyetir mobilnya menuju rumah sakit.


"segera ke rumah sakit pak". titah Andra seraya menunjuk ke arah kemudi mobilnya.


"ya pak". sahut sekuriti tersebut mengerti.


lalu sekuriti tersebut pun bergegas masuk ke mobil untuk mengendarai mobil majikannya.


sementara Andra mengambil kepala Ningsih untuk di letakkan di atas pahanya sebagai bantalan. ia mengambil banyak tisu untuk menahan perut Ningsih agar darah tidak terus mengalir. entah kenapa untuk malam ini Andra mengalah dan menuruti keinginan Ningsih untuk menemaninya di jok belakang.


"pak Andra". panggilnya pelan.


"jangan banyak bicara Ning. sebaiknya kamu diam agar darahmu tidak terus keluar.


Ningsih menggeleng kan kepalanya. dengan nafas yang tersengal sengal ia berkata


"la..la.. ci kedua di...di. kamar kost aku". ucapnya seraya menahan sakit.


"to..lo..ng ti..tip un..tuk me..re..ka. ka.... lau... ba.. pak.. pu.. pu... lang ke.. su... ma.. tra..


"kamu ngomong apa Ning". sahut Andra.


Ningsih tak mengindahkan perkataan Andra. karena netranya mulai terasa berat yang msu tak mau ia harus memejamkan matanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


jangan lupa untuk nge like, vote, komen, rate, n favoritnya ya...

__ADS_1


__ADS_2