She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Dee yang masih jadi rebutan


__ADS_3

# selamat menikmati episode kali ini ya readers....


"assallammualaikum". Ucap sepasang suami istri paru baya tersebut di depan pintu masuk.


Mona dan Arfan tersenyum ramah dan mereka pun masuk ke dalam rumah tersebut saat yang empunya rumah menyuruhnya masuk dan duduk. Mona dan Arfan melihat Justin sekilas dengan raut wajah yang bete. tentu saja kedua orang tua itu tau apa tujuan putranya itu datang kesini, terlebih saat Satria memberitahukan mereka jika putranya itu datang kesini membuat keonaran dirumah keluarga besan adiknya.


mereka tak banyak bicara dan hanya sedikit berbasa basi di awal pembicaraan mereka tentang maksud kedatangan mereka. Arfan yang memiliki karakter yang pintar dalam menjalin suatu hubungan lewat komunikasi verbal seperti ini bisa langsung mencairkan suasana yang tadinya tegang karena ulah anaknya.


Keluarga Retha memang awalnya terkejut setelah mengetahui kebenaran tentang Dee, apa lagi mereka membawa bukti tambahan dari hasil tes DNA nya Mona dan Keyra. Dan memang benar adanya jika mereka sekeluarga satu kandung dan Dee adalah salah satu bagian dari pewaris Kehl Ardiansyah tersebut.


Retha yang sengaja menguping dari ruang keluarga terhenyak kaget seraya mengatup kan mulutnya. Ia tak percaya pada apa yang di dengarnya saat ini. Ia langsung masuk ke kamar dimana Dee di tidurkan oleh adik bungsunya itu.


"jika memang begitu pak Arfan, saya tidak akan menghalangi kalian untuk melihat dan mengajak Dee tinggal bersama kalian. Itu memang hak bapak sebagai kakek kandungnya". Sahut Syahrul.


"tapi untuk sekarang ini. Biarkan Dee bersama kami dulu untuk beberapa hari. Biarlah kami atau pun Satria dan Retha sebagai abi dan uminya yang akan menjelaskan pada anak itu". Lanjut Syahrul menjelaskan dengan bijak.


"iya bu. Tidak mudah anak sekecil Dee untuk menerima orang baru masuk ke dalam kehidupannya sekarang......". Jelas mamanya Retha tetapi belum juga ia selesai ngomong Justin langsung memotong perkataan orang tua tersebut.


"tapi bu...kami bukan...". Kalimat Justin terpotong karena Arfan dan Mona menegurnya dengan memanggil namanya bersamaan seraya mendelikkan mata mereka.


"maaf ma..pa...". Sahut Justin langsung menunduk karena tau kesalahannya.


Sementara Reza tersenyum miring melihat kelakuan Justin yang menurutnya yang tidak memiliki sopan santun itu.


"Biar lah kami yang menjelaskan padanya secara perlahan nanti ya bu. Ibu tenang saja kami tidak akan menghalang halangi ibu dan sekeluarga untuk membawa Dee pulang kerumah kalian". Lanjut Mona menjelaskan kata katanya yang tertunda tadinya.


"iya bu. Kami mengerti. Kami pun tidak akan memaksa Dee untuk ikut bersama kami sekarang. Kami percaya pada ibu dan sekeluarga bahwa kalian sangat sayang pada Dee, cucu kami". Sahut Mona seraya tersenyum.


Akhirnya dua keluarga itu pun berbincang ringan dan meminta masing masing dari putra mereka untuk bersalaman dan meminta maaf. Awalnya kedua pria tampan tersebut memiliki gengsi yang tinggi tetapi karena hardikan dari masing masing kedua orang tuanya itu pun mereka mengalah juga.

__ADS_1


"maaf". Ucap keduanya berbarengan lalu keduanya pun tersenyum lucu.


Sementara dari dalam kamar yang paling dekat dengan ruang tamu, Retha mulai meneteskan air mata karena hari hari berikutnya tak ada lagi batita tampan itu bersamanya.


"sabar kak. mudah mudahan setelah ini kakak di kasih baby kakak sendiri". Ujar Tama yang seakan tau isi hati kakak cantiknya itu.


Retha tersenyum masygul menatap balik sang adiknya yang masih remaja tetapi bertingkah dewasa.


sementara suasana di ruang tamu telah mencair dengan dua pria yang telah berbaikan, akhirnya keluarga Ardiansyah itu pun pamit pulang dan menantikan kabar dari keluarga Syahrul akan kesiapan Dee untuk mereka jemput pulang.


#Yah dia mengakui soal kecerobohannya tentang etika dalam mengambil sesuatu di rumah orang. Saat itu ia terlalu bersemangat setelah mendapatkan tanda tangan dari Dea mengenai hak asuh yang jatuh secara mutlak kepadanya.


Bahkan ia melupakan soal psikologis Dee yang sudah tak bertemu ibunya selama hampir dua bulan lamanya.


"ingat Justin. Mengambil anak dari seseorang yang telah membuatnya nyaman slama ini, itu tidak mudah nak. Apa lagi Dee itu baru aja sembuh dari sakit karena kangen sama bundanya. Untung aja keluarga itu pintar berbohong dengan mengatakan pada Dee kalau bundanya sedang belajar ke luar negri". Jelas Mona panjang lebar.


"belajarlah dari kesalahan saat Keyra di tinggal mommynya. Begitu juga Dee Justin". Lanjutnya memberi pengertian pada putranya.


"aku ingin menghabiskan waktu bersama dengan putraku yang terlewati begitu saja selama beberapa tahun belakangan ini ma". Lanjut Justin melemah seraya merebahkan bokongnya di sofa tamu dengan pasrah.


Mona menghela nafasnya sesaat. lalu menghampiri putranya dan mengelus kepalanya lembut.


"sabar Tin. Semua butuh proses. Meskipun kamu pernah menjadi Hero di matanya. Tetapi orang yang terlama dan terdekat selama hidupnya itu yang tetap menang sayang yaitu bundanya, umminya". Ujar Mona menenangkan sang putra.


Mendengar nasehat dari mamanya Akhirnya Justin pun mengalah dengan membiarkan mama ikut dengannya menjemput Dee.


Selama perjalanan ke rumah keluarga Retha Justin hanya terdiam menatap jalanan. rencana manisnya buyar seketika saat mamanya ikut campur.


"udah ga usah cemberut gitu. Masih ada waktu untuk berduaan dengan putra kamu itu. Yang penting Dee nya pulang sama kita dulu. Ngerti kan maksud mama". Jelas Mona yang tau isi kepala anaknya.

__ADS_1


"hmmmm". Jawab Justin malas.


Sesampainya di sana Mona di sambut baik oleh mamanya Retha yang sebelumnya Mona telah memberitahukan jika ia yang datang menjemput cucunya itu.


sementara Justin celingak celinguk tak sabaran ingin melihat wajah putranya yang sangat ia rindukan.


Mona yang melihat gelagat Justin langsung mencoel gemas paha putranya itu.


"sabar Tin". Ujarnya tegas.


Dari ruang keluarga terdengar derap langkah kaki kecil menggunakan sepatu khusus yang berukuran seumur Dee.


"Oma....". Panggil Dean yang berdiri di pintu masuk ruang tamu.


Mona dan Justin langsung melihat ke arah Dean yang telah gagah dengan setelan casual dan pasangan sepatu yang mengkilap rapi.


"hallo sayang...sini sama oma". Sambut Mona yang memintanya untuk mendekat ke arahnya seraya merentangkan kedua tangannya lebar lebar.


Dean mendongakkan wajahnya ke arah Tama yang sedang menggenggam tangan mungil nya. Yang seolah meminta ijin pada oomnya itu untuk pergi menghadap Mona. Tama yang tau maksud dari tatapan Dean pun tersenyum dan melepaskan genggaman tangannya dan merelakan Dean untuk menghampiri Mona.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem


terimakasih


Follow my ig


Hazhilka279

__ADS_1


#Hazhilka


 


__ADS_2