She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Impian


__ADS_3

Rendy dan Arjun terus membujuk Retha agar berhenti menangis. hampir satu jam mereka berdua menemani dan mendengar kan curhatan Retha tentang Jasmine.


satu setengah jam yang lalu..


Arjun dan Rendy terpaksa pergi meninggalkan Restoran karena panggillan telpon dari Retha yang meminta mereka berdua menemaninya


di sebuah taman terdekat dari restoran Sumatera. awalnya Retha hanya ingin mendengar cerita dari versi masing masing temannya tentang kisah pertemuan mereka dengan Jasmine setelah tiga tahun.


awalnya Retha hanya terisak kecil mendengar kisah dari Rendy yang bertemu Jasmine dalam keadaan sudah di rawat di rumah sakit. tetapi begitu ia mendengar kisah dari Arjun tentang Jasmine. mau tak mau suka tak suka duo lelaki tampan tersebut harus mendengarkan tangisan Retha yang pecah dan terdengar keras seperti saat ini.


"udah dong Tha nangisnya. nanti di sangka orang kita berdua yang jahat sama kau". bujuk Rendy.


tetapi wanita cantik itu terus saja menangis terisak isak di tengah kedua temannya yang bolak balik memberinya tissue sebagai penghapus air mata dan cairan yang meleleh keluar dari hidung nya yang disebut tipe Nubian Nose.


"iya Tha. mau sampe kapan kau menangis terus. acha... nyesal aku ceritain semuanya". keluh Arjun.


"aku sedih tau ga sih. harusnya dia memiliki masa depan dan karier yang lebih baik dari kita. bukan.... "Retha tak melanjutkan kata katanya.


tetapi kedua temannya mengerti akan arah pembicaraan Retha mengenai Jasmine.


"ini kan dia juga lagi membangun masa depannya Tha?? ". sahut Arjun.


"jadi tukang masak dengan kehamilan tanpa suami gitu?? ". kesal Retha.


"loh apa yang salah??". sambar Arjun heran.


"kamu ga tau apa pun tentang impian nya Jasmine Arjun". Sahut Retha yang memandang tajam ke Arjun.


Arjun mengernyitkan dahinya.


"dia ingin menemukan obat yang ampuh untuk menyembuhkan penyakit mamanya. dan juga untuk semua orang yang mengalami penyakit yang sama dengan mamanya". sahut Retha.


"itulah kenapa selama tiga tahun yang lalu ia mati matian berjuang mengikuti penelitian sana sini dengan bang Satria. agar ia bisa tau lebih banyak mengenai kandungan obat obatan. ". sahut Retha yang semakin terisak.


Arjun dan Rendy hanya mampu terdiam mendengar kisah Retha tentang cita citanya Jasmine.


"tapi.... sekarang.... kalian lihat kan semua sangat bertolak belakang dari impiannya selama ini dan juga impiannya Almarhumah mama Inka". sambung Retha kembali.


"mama Inka itu pingin banget bisa liat anaknya di wisuda. kalian ga tau kan??". Retha melanjutkan kata katanya dan diakhiri dengan isak tangis yang lebih kuat.

__ADS_1


Arjun terdiam sedih mendengar Impian Jasmine yang lain. sementara Rendy masih berusaha menenangkan sahabatnya itu.


"Tha". panggil Rendy pelan.


"buka Restoran dengan nama Sumatera itu juga impian Jasmine Tha". Rendy berujar kembali.


"kita bertiga bukannya ga pingin Jasmine menyelesaikan kuliahnya dan mewujudkan impian dia yang lain. cuman si Jasmine itu kan lagi hamil terus dia juga lagi sakit. kalau kita orang maksain otaknya berfikir buat nyelesaikan rumus rumus dan juga skripsi yang udah di kerjainnya tiga tahun yang lalu. lama lama sakitnya tambah parah Tha??? ". jelas Rendy secara gamblang.


"iya Tha".timpal Arjun.


"makanya kita mewanti wanti Jasmine untuk ga mengingat masa lalunya. jika dia udah terpancing ingat sesuatu. dia bakal terus maksain diri sampai kepalanya mengalami sakit yang luar biasa. yang lebih parahnya kalau udah kumat sakit kepala nya di bakal... ".


Arjun terpaksa menghentikan kata katanya karena Retha mengangkat satu telapak tangannya agar Arjun berhenti bicara.


"jangan lanjutkan Jun. aku tau itu". potong Retha.


"terus apa yang harus kita lakukan sekarang". Retha bertanya kepada dua temannya.


"ga ada Tha. selain berdoa untuk kesembuhan Jasmine dan terus menyemangati nya dalam kondisi apa pun. jalani apa yang di sarankan dokter". Jelas Arjun.


Retha memandang lurus ke depan memperhatikan orang orang yang berlalu lalang sementara pikirannya mengarah ke sahabat nya


"Jasmine". gumamnya sedih.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


dan juga banyaknya peneliti baru yang melakukan presentasi mereka dalam memunculkan produk produk baru. tentu saja hal ini membuat daftar kesibukan Justin semakin bertambah. hingga akhirnya ia meminta bantuan sepupunya sebagai penanggung jawab di pabrik KBC untuk menangani bagian presentasi.


"bang. ini udah aku pilihin yang bisa di jadikan produk terbaru buat kita". sepupunya memberikan beberapa kertas yang berisikan hasil untuk pembuatan produk mereka selanjutnya.


"oke. mksh ya dek" sahut Justin yang terus sibuk membaca file di laptopnya.


"apa masih banyak bang yang harus di benahi apa?. bukannya bang Andra udah beresin sebelum cuti? ". tanya sepupunya seraya menampung kopi dari mesin kopi milik Justin dan ia juga membawa satu cangkir kopi espresso tersebut ke hadapan Justin dan di sambut Justin dengan menyeruputnya sekali.


"sedikit lagi sih. ini karena besok mau rapat sama mr. Alex aja. biar berkas kita semakin sempurna di mata beliau. dan Cuan masuk lagi deh. kalau cuan masuk banyak kamu bisa mewujudkan impian kamu yang lainnya". sahut Justin seraya menaik turunkan alisnya.


"memangnya kalau kita pakai biaya sendiri apa ga bisa bang? ". tanya Sepupunya tersebut.


"ya bisa sih. hanya saja sedari awal abang dan kawan kawan membangun perusahaan ini adalah modal kepercayaan dari investor kita. terutama mr. Alex yang banyak membantu untuk mendirikan perusahaan ini sedari nol". sahut Justin.

__ADS_1


"bukannya KBC maju karena produknya bang? ". tanya sepupunya kembali.


"itu juga salah satunya. tetapi untuk membangun suatu perusahaan yang solid dan tetap bertahan lama kita juga butuh masukan masukan dari pebisnis handal seperti mr. Alex juga". sahut Justin.


"apakah Mr. Alex juga salah satu investor terbesar di sini? ". tanya Sepupunya penasaran.


"iya. termasuk salah satunya setelahnya baru diikuti yang lain". jelas Justin.


Sepupunya itu manggut mangut mengerti.


"oiya Keyra kapan balik ke sini bang. jadi kangen". tanya sepupunya kembali.


Justin yang asyik mengetik di laptopnya seketika menghentikan jemarinya sebentar. ia tersenyum mengingat putri cantiknya.


"kata neneknya cuma lima hari sih". sahut Justin. dan memandang sepupunya tersebut.


"tapi jika urusan yang disini cepat selesai. rencananya bakal nyusul mereka ke sana". sahut Justin yang mulai memperhatikan layar laptopnya kembali.


"naik apa bang? ". Heli, mobil atau pesawat? ". tanya sepupunya penasaran.


"belum tau. kemungkinan kereta". sahut Justin.


"yah kirain Heli". sahut sepupunya kecewa.


Justin mengernyitkan dahinya. "kenapa? ".


"karena aku punya impian. pingin naik Heli sama istri" kekehnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


hai readers makasih ya udah ngikuti cerita nya midea. ada yang penasaran tentang Jasmine ya?.


di tunggu aja ya di chapter selanjutnya... love you full readers.


tetap di like ya


di komen


di rate

__ADS_1


di vote


dan tekan ❤


__ADS_2