She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
seperti nya Aku telah melihatnya


__ADS_3

# selamat menikmati episode ini ya the readers...


beberapa jam yang lalu..


Justin baru saja tiba di kota mdn. sang pilot mendaratkan helinya di atas rooftop gedung kantor cabangnya.


setelah menginjakkan kakinya di atas rooftop gedung itu. Heli tersebut meninggalkan Justin sendirian. tak lama kemudian pintu lift yang menuju ruang di bawahnya terbuka. pengawal gedung menjemput Justin atas arahan Andra, menuju ruangan kantor Justin yang telah di siapkan.


tiba di ruangan pribadi miliknya Andra pun menunggu sahabatnya itu di ruangan tersebut.


"Hallo bro Tin tin. apa kabar ". sapa Andra yang gokil seperti biasa.


Andra langsung merangkul Justin erat, sementara Justin tersenyum membalas pelukan Andra.


"gue baik bro". sahut Justin seraya melepaskan pelukan mereka.


"oiya ngomong ngomong selamat ya. akhirnya lu jadi penganten juga. gue pikir lu bakalan jadi bujang lapuk selamanya". seloroh Justin.


"ahh.. sialan lu. doain temen kayak gitu". protes Andra.


"ini berkas titipan Indra buat lu". ujar Justin seraya memberikan berkas tersebut pada Andra.


"oh jadi juga ternyata". gumam. Andra seraya melihat berkas di halaman pertama".


Andra terhenyak begitu mendapati tanggal presentasi buat mahasiswa hanya berselisih sepuluh hari dari jadwal pernikahannya.


"bah.... berarti aku cuma bisa dapat cuti sepuluh hari. alah mak tak sampai dua minggu penuh pun". sungut Andra.


"sabar bro. demi kebersamaan". tutur Justin seraya menepuk nepuk pelan punggung Andra.


"oiya gimana latihan ijab kabul lu. lancar ga?. tanya Justin.


"Alhamdulilah sih. sejauh ini ya lancar lancar aja. cuma gue takut nervous pas hari H nya. karena kebanyakan kata orang sih gitu. lu dulu gimana Tin waktu nikah sama Alm. Namira". tanya Andra yang ia hanya Namira istri pertama dan terakhirnya.


Justin bergeming. sebab ia memang tidak pernah merasakan kegugupan saat ijab kabul. pernikahannya dengan Namira adalah pernikahan kedua dan ia sudah tau rasanya bagaimana menghadapi situasi saat proses ijab kabul. sedangkan pernikahan nya dengan Midea adalah pernikahan yang tidak pernah di inginkan. saat itu ia yang ia pikirkan hanya dua pengharapan, yaitu proses ijab kabul tersebut tidak pernah terjadi atau proses ijab kabul itu cepat selesai. sehingga ia pun dengan segera bisa menceraikan Midea setelah bisa membongkar kelicikan Midea.


"Oi bro". panggil Andra yang melihat sahabatnya itu melamun.


"ahh.. ya.. kenapa? ". tanya Justin linglung.


"bengong lu. ingat almarhumah ya? ". tanya Andra prihatin.


Justin tersenyum simpul. ia sengaja tak menyahut dan membiarkan Andra berspekulasi dengan pemikiran nya sendiri terhadap dirinya.

__ADS_1


"lu ga ada rencana buat nikah lagi Tin? ". cari ibu pengganti buat si Keyra?". tanya Andra.


"belum tau lagi Ndra. gue belum sempat mikir ke situ. prioritas gue sekarang adalah masa depan dan kebahagiaan Keyra". ujar Justin Seraya tersenyum simpul.


"okey. gue hargai keputusan lu. gue salut sama kesetiaan lu. karena rata rata kebanyakan seorang lelaki bakalan menikah lagi setelah istrinya mati, tanpa mau memperdulikan perasaan anak anaknya". tutur Andra kagum.


"yuk kita ngopi. kan udah lama kita ga ngopi bareng di tempat biasa kita dulunya ngumpul kalau lagi bosen". ajak Andra.


"gue rencananya mau ke rumah Satria sekarang. sekalian mau jemput anak gue". tolak Justin halus.


"sebentar aja bro. kan deket aja kok. setelah ini lu boleh pergi". ajak Andra bersikeras seraya merangkul pundak Justin dengan tangan kanannya.


akhirnya Justin pun menuruti permintaan sahabat gokilnya itu saat dirinya diseret pelan oleh Andra keluar dari ruangan nya menuju coffeshop favoritnya Andra.


"dasar pemaksa lu". omel Justin.


"gue kan belajar dari lu juga keles". kekeh Andra.


Justin hanya mendengkus melirik sahabat nya itu. perkataan Andra memang benar adanya. diantara mereka bertiga keseringan Justin lah yang lebih dominan terhadap mereka.


...----------------...


Jadwal kuliah Midea akhirnya selesai juga di sore itu. dengan membawa pulang beberapa buku dari perpustakaan dan makalah untuk ia baca di rumah di saat senggang. hal ini ia lakukan untuk penyempurnaan skripsinya Jasmine.


Midea sudah bertekad jika seandainya Jasmine kembali ia akan membawa putranya pergi menghilang selamanya dari mereka. toh saat ini ia sedang berusaha untuk memenuhi impian almarhum mamanya Jasmine. dengan menjadikan Jasmine seorang sarjana.


sementara dari seberang jalan seseorang yang mencari informasi tentang keberadaan Jasminenya terhenyak pada sosok yang sedang serius menatap pada ponselnya. dialah Andra yang dulunya sering memperhatikan Jasmine diam diam saat ia nongkrong di kafe favoritnya.


Andra berdiri mematung untuk memastikan tentang penglihatannya tetapi pandangannya terhalang pada orang orang yang berdiri di depan wanita yang ia fikir adalah Jasmine.


"sepertinya aku telah melihatnya". itulah yang Andra fikirkan saat ini.


sedangkan Justin menyadari jika dirinya saat ini berjalan sendirian memasuki kafe. ia pun membalikkan tubuhnya ke arah belakang untuk mencari sahabatnya yang menghilang. Justin mengernyitkan dahi tatkala melihat sahabatnya itu berdiri mematung menatap ke arah jalan.


"Dra". panggilnya.


tetapi yang di panggil tak bergeming. tetap saja pandangan Andra pada arah jalan di mana segala macam kendaraan masih berlalu lalang di sana. jika pun ada yang berhenti hanyalah sebuah bis kota yang baru saja berhenti di halte yang bersebrangan dengan kafe ini. bis itu masih menunggu penumpang yang telah menunggu bis kota tersebut di halte sedari tadi.


"dia lihat apa sih? ". bathin Justin penasaran.


"oi Andra". panggilnya dengan suara yang lebih keras.


sontak hal ini membuat Andra menoleh seketika dan juga beberapa orang yang mendengar teriakan Justin.

__ADS_1


"ngapain lo. ayok sini" pekik Justin.


tanpa Justin ketahui seseorang bernetra hitam pekat melihat sekilas padanya dan langsung membuang wajahnya menatap lurus ke arah punggung supir bus dengan jantung yang berdegup kencang.


beberapa menit lalu..


sebuah bis kota berhenti tepat di depan nya. seperti biasa Midea membiarkan orang orang berdesakan memasuki bis kota tersebut di karenakan takut tidak kebagian tempat duduk. setelah di rasa sedikit lengang barulah Midea masuk dan menduduki satu bangku kosong yang terletak di sudut kaban paling belakang dari bis kota tersebut.


Midea sempat melihat pria yang terpaku menatap jalan dan seiring pria itu menoleh ke belakang. netra Midea mengikuti ke arah pandangan pria itu di mana seorang sosok yang begitu familiar dalam ingatannya tentang pria yang menghancurkan hati dan hidupnya tersebut. pria yang lebih dari dua tahun tanpa ia tahu kabar dan keberadaannya.


bahkan Midea sendiri tidak pernah berharap lagi berjumpa dengan pria tersebut. Midea buru buru memalingkan wajahnya menatap ke depan.


"sepertinya aku telah melihatnya".itulah yang Dea fikirkan saat ini.


seiring dadanya bergemuruh dan bis kota melaju meninggalkan halte tersebut. tanpa Midea tahu ada sepasang netra yang berwarna biru sama seperti warna netra putranya menatap ke arah bis dimana Midea duduk saat ini.


Dialah Justin yang saat beberapa menit lalu memanggil sahabatnya Andra yang melamun menatap jalan. tanpa di sengaja netranya pun melihat ke arah bis dan menangkap seorang sosok yang juga ikut dalam pencahariannya sebagai tersangka pembuat keonaran dalam hidupnya.


Justin terus menatap wanita yang berhijab putih tersebut yang menatap ke arah punggung orang orang yang duduk di depannya.


Justin mengernyitkan dahinya. menajamkan dan memastikan penglihatannya bahwa yang ia lihat mungkin saja salah. akan tetapi bathinnya berkata bahwa itu adalah Dia.


"sepertinya aku telah melihatnya". itulah yang Justin fikir saat ini.


lamunannya berhenti tatkala Andra mendekatinya.


"sorry bro. udah bikin lu nunggu. yok masuk". ajak Andra.


mereka berdua pun masuk ke kafe tersebut dengan masing masing berfikiran bahwa


"sepertinya aku telah melihatnya". itulah yang mereka fikirkan saat ini.


insting kedua pria itu pun sama. bahwa mereka telah melihat masing masing wanitanya.


...----------------...


the next chapter..


bagaimana ya perasaan dan instingnya Justin sebagai seorang ayah jika bertemu dengan putra biologisnya. dan bagaimana juga perasaannya Andra terhadap Cindy jika ia tau kalau Midea yang di anggapnya Jasmine telah kembali.


lalu apa yang di lakukan Justin jika ia bertemu dengan Midea. apakah hatinya akan luluh dan memaafkan Midea atas semua kesalahan nya di masa lalu atau justru bertindak semakin membenci Midea karena di anggapnya menipu orang orang banyak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Mohon dukungannya untuk novel ini dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya dan jangan lupa untuk share linknya ya readers yang cakep...


terimakasih


__ADS_2