
# wellcome back readers. Selamat menikmati kembali episode kali ini ya readers???.
Persidangan naik banding untuk Midea pun telah di luluskan. Yang artinya keputusan hukuman untuk Midea bisa berubah jika Midea dapat membuktikan bahwa putusan sidang sebelumnya adalah keliru, sehingga nantinya Midea bisa saja di putuskan tidak bersalah oleh hakim nantinya.
Sagita tersenyum senang mendapatkan pengumuman seperti ini. Sebab memang tak mudah untuk mengajukan banding pada kasus pidana atau pun perdata. Apa lagi jika dirinya dan timnya kekurangan bukti dan saksi.
Tetapi kali ini ia yakin bisa memenangkan kasus banding dari klien barunya Midea Hasxander. Terlebih ia mendapatkan saksi dan bukti bahwa Midea tak sepenuhnya bersalah untuk kasusnya dalam pemalsuan identitas.
Midea membaca kembali berkas yang di buat oleh Sagita mengenai pengajuan banding dirinya yang telah diluluskan oleh pihak pengadilan. Ia akui kinerja Gita memang patut di acungin jempol.
"jika ini berhasil apakah aku bisa mendapatkan hak asuh anakku kembali?". Tulis Dea.
"ya semoga saja Dea. Kita doakan saja ya". Sahut Gita.
"kapan di mulai persidangannya kembali?". Tulis Midea tak sabar.
"akan ku beritahu segera Dea. Kau doakan saja agar semua berjalan lancar". Sahut Gita tersenyum.
"Dea".panggilnya pelan.
"bisa tidak kita berbicara non formal. Maksud aku. Aku ingin kamu berbicara kembali seperti biasa saat di pengadilan nanti. aku ingin kamu juga bisa mengungkapkan semua uneg uneg kamu yang kamu pendam selama ini Dea". Pinta Gita seraya menatap kliennya itu.
Midea hanya bergeming menatap ke sebuah kertas yang terisi banyak tulisannya.
"kenapa harus memyembunyikan suaramu Midea. Teriaklah dengan lantang dan ungkapkan semua yang ada di hatimu". Ucap Gita memberi semangat pada klien barunya.
Midea tersenyum simpul. karena ia masih malas untuk membuka mulutnya. rasanya ia sudah lelah jika harus berteriak tanpa ada yang memperdulikan apa Isi hatinya.
"mungkin selama ini kau memang lelah karena terus berteriak tanpa ada yang mau mendengarkan bukan?". Ucap Gita kembali.
Midea langsung menatap Gita heran yang langsung bisa menebak apa yang ada di pikirannya.
" jangan takut Dea. kali ini. akan ada yang mendengarkanmu. Percayalah". Ucap Gita yakin seraya memberi semangat pada kliennya itu.
Beberapa hari yang lalu...
Sagita melihat Retha yang baru saja keluar kafenya Arjun. Ia memgikuti Retha hingga ke pusat perbelanjaan. kali ini ia mencoba mengorek informasi dari sahabatnya Jasmine itu.
Ia berpura pura berbelanja untuk kebutuhan dapur mengikuti apa yang Retha lakukan sekarang ini. Sampai Sagita berpura pura bentrok di rak yang sama maka ia pun mencoba beramah tamah dengan adik letingnya itu.
"Retha ya?". Gita pura pura menerka yang sebenarnya ia sudah mengetashui jika wanita cantik yang berhijab ini adalah Retha, adik letingnya.
Retha mengernyitkan dahinya sesaat.
"masih ingat?". Tanya Gita kembali seraya menunjuk pada dirinya sendiri.
"kakak ini yang kemarin di rumah sakit kan?". Tanya Retha.
"iya juga. Tapi ada yang lebih spesifik lagi". Sahut Gita.
"apa ya?". Tanya Retha seraya mengingat ingat kejadian yang lalu.
__ADS_1
"yang dulunya satu kost sama almh.Jasmine"
ucapnya kembali seraya mengingatkan soal masa lalu mereka.
Retha membuka lebar kelopak mata nya kala mengingat saat mereka membuat surprise party untuk ulang tahun Jasmine yang ke dua puluh tahun saat itu.
"mmm..kak Gita??". tanya Retha memastikan.
"iya". Sahut Gita seraya menganggukkan kepalanya.
"yang dulunya pernah sama sama ikut surprise party untuk ulang tahunnya Jasmine kan?". Tanya Retha kembali untuk memastikan.
"iya bener". Sahut Gita sumringah.
"apa kabar kak?". Tanya Retha kembali.
"baik. baik". Sahut Gita sumringah.
" Retha gimana?.". Tanya Sagita.
"nih yang kakak lihat". Sahut Retha seraya menunjukkan tubuh rampingnya.
"udah nikah kamu nya?". Tanya Sagita kembali.
"udah kak. Tapi belum punya baby". Sahut Retha.
"nanti ada. Tenang aja". Ucap Gita.
"seandainya mereka masih ada ya Tha. Mungkin ga akan ada sampai orang yang menyamar menjadi Jasmine ya Tha?". Celetuk Gita.
Retha tersenyum kecil mendengar perkataan kakak letingnya itu. Seketika ia teringat tentang bundanya Dee itu.
"kak. Apakah kasus pemalsuan identitas bisa untuk naik banding?". Tanya Retha tiba tiba.
Tentu saja hal ini membuat seorang Sagita terhenyak.
"tentu saja. Asalkan ia bisa menemukan bukti dan saksi yang kuat untuk mengajukan banding".jelas Gita.
"meskipun kasusnya berlapis?". Tanya Retha kembali.
"kasusnya berlapis?". Maksudnya ada kejahatan lain yang ia lakukan?". Tanya Gita penasaran.
"iya kak. Aku udah pernah tanya hal ini sama bang Reza. Katanya mungkin sulit". Sahut Retha.
Gita tersenyum.
"ga ada yang ga mungkin jika kita mau terus berusaha.". Sahut Gita.
"kenapa dek?". Tanya Gita.
"aku punya teman kak. Kasusnya banyak dan di kenai pasal berlapis sebelumnya. Dan kini ia di jatuhi hukuman empat tahun penjara karena kasus pemalsuan identitas". Retha mencoba menjelaskan secara detail.
__ADS_1
"hanya saja yang belum bisa aku terima adalah apakah harus selama itu dia di hukum untuk seseorang yang mengalami sakit yang cukup parah. Bahkan kata dokter kemungkinan akan bertambah parah jika ia tidak di rawat secara intensif.
"apa dia seorang napi yang di rawat kemarin di rumah sakit dan di bawah pengawasan dokter master?". Tanya Sagita diam diam menyelidik.
"kakak tau?". Tanya Retha.
Sagita tersenyum. Ia sudah mengira jika Retha pasti akan menanyakan hal ini pada nya. Gita memang tau jika di hati seorang Retha tak kan setega itu pada orang yang pernah dekat padanya. Meskipun orang tersebut pernah berbuat salah padanya.
Tetapi Gita yakin. Retha akan memaafkan Midea dan akan membantunya kali ini. Apa lagi jika Gita bisa menjelaskan kembali kronologi kejadian yang pernah di ceritakan Dea sebelumnya saat seseorang yang bernama tante Alma yang mengira Dea adalah Jasmine.
"aku harus membujuk Retha agar menemui dan membujuk tante Alma agar bisa menjadi saksi utama. Karena beliaulah awal semula perkara ini terjadi". bathin Gita.
...----------------...
Selama menunggu persidangan yang akan di buka kembali untuk kasus Dea. Gita terus mengumpulkan informasi dan juga bukti bukti yang bisa mengurangi masa hukuman Dea.
sementara di kafenya, Arjun mendengarkan cerita anak buahnya yang belakangan ini sering kedatangan wanita cantik dan keseringan mengorek informasi mengenai teman temannya Arjun.
"ceweknya gimana?". Tanya Arjun yang mulai menyelidik.
"yang pernah abang kasih gratis tempo lalu bang". Sahut salah satu anak buahnya.
"eh yang mana pastinya. Kan banyak bang Arjun kasih gratis kalau untuk pelanggan pertama yang baru datang". Timpal anak buahnya yang lain.
"itu loh bang yang abang kasih sendiri pesanannya". Sahut anak buahnya yang lain.
"oi itu juga banyak yang bang Arjun layanin sendiri kalau untuk teman temannya. Gimana sih kau". bantah yang lain.
"yang abang pernah bersihin bibirnya waktu makannya belepotan saos martabak bang". Timpal seorang kasir yang memang memperhatikan Sagita sedari awal berkunjung kesini saat sendirian.
Arjun pun melihat sang kasir yang tersenyum senyum mengingat gelagat sang boss yang tiba tiba perhatian pada seorang cewek. Bukannya ia juga tak melihat Arjun perhatian pada temannya yang lain.
tetapi kali ini ia merasakan ada yang berbeda dari bossnya saat ia menunjukkan perhatian ada cewek cantik yang bolak balik datang kesini mencari informasi dengan modus membeli makanan dan cemilan serta kopi di setiap harinya.
Arjun kembali ke dapur melanjutkan rutinitasnya mengsangrai kopi yang baru saja tiba dari gayo, Aceh tengah yang ia pesan langsung dari para petani di sana.
"Sagita". Gumamnya pelan seraya tersenyum kecil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya.
Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers
Di ig Hazhilka
Di NT Hazhilka279
#Hazhilka
ig Zhil olshop
__ADS_1
Terima kasih.