
# selamat menikmati episode ini
Justin mengerjapkan matanya perlahan setelah tersentak bangun karena bermimpi tentang Midea. ia melihat waktu menunjukkan pukul tiga pagi di jam dinding kamar tersebut.
"ya tuhan...ternyata lama juga aku ketiduran nya". gumamnya.
Justin mengambil ponselnya diatas nakas. ia membuka layar kunci dan terlihat wajah istri dan putri kecilnya. ia melihat belasan panggilan tak terjawab dari sang istri dan juga Alan dari satu jam yang lalu.
Justin juga membalas pesan istrinya dan juga Alan jika tadi ia ketiduran. kini ia bersiap untuk pulang meskipun pekerjaan nya masih menumpuk.
Di sepanjang perjalanan menuju rumahnya. Justin memikir kan Midea. perasaan tak enak hati muncul begitu saja kepada istri gilanya itu.
"mungkin karena aku melihat rekaman cctv tadi makanya terbawa mimpi". fikirnya seraya menggeleng kan kepalanya.
lalu ia pun berfokus pada jalanan dan berusaha melupakan mimpinya tentang Dea.
...----------------...
"bun.. bunda... bunda Jasmine bangun bun". panggil seorang perawat seraya menepuk pelan pipi Dea.
sementara tangisan bayi laki laki yang memiliki bobot empat puluh satu kilo itu memenuhi ruangan dan juga terdengar hingga keluar dari ruang persalinan di rumah sakit tempat Rendy bertugas.
Dea membuka matanya perlahan. rasa lelah dan kantuk masih mendominasi nya. seorang perawat menyapa dirinya begitu matanya terbuka.
"bun.. kita lakukan IMD dulu ya?!". ujar sang perawat.
Dea masih bergeming tetapi netranya mencari tangisan yang ia duga adalah bayinya. lalu seorang bidan yang lain membawa seorang bayi yang masih polos ke hadapan Dea. Dea tersenyum melihat wajah bayi tersebut.
"ini dia baby boynya bunda". ucap bidan yang masih muda itu. seraya meletakkan bayi tampan tersebut di atas tubuh Dea untuk melakukan IMD.
Dea menyambut dengan suka cita bayi miliknya. ia mendekapnya lalu perlahan menuntun sang bayi agar mencari ****** payudara miliknya. dengan di bantu oleh bidan muda tadi Dea dengan cepat, bisa menyusui bayinya untuk pertama kali.
"awww". pekiknya seraya tertawa geli dengan menahan sakit karena isapan si bayi yang begitu kuat.
"ga apa apa bunda. memang begitulah yang kita rasakan untuk pertama kalinya. nanti lama lama akan terbiasa dan kita bener bener menikmati moment moment seperti ini". ujar sang bidan tersebut.
"makasih bu". sahut Dea.
lalu Dea menatap wajah sang bayi tampan tersebut. ada perasaan haru dan bahagia sekaligus sedih bercampur menjadi satu. tanpa sadar kedua netra pekatnya mengkristal.
selama menyusui fikrannya menerawang dimana tadinya ia begitu penuh perjuangan melahirkan bayinya hingga tanpa ia sadar jika perawat mengatakan dirinya sempat tertidur sebentar setelah melahirkan bayinya. samar ia memang mendengar tangisan itu sebelum dirinya tertidur dan sempat bermimpi menggendong bayinya meskipun hanya beberapa menit saja.
"ternyata mimpi bunda menjadi kenyataan sayang. bunda barusan saja bermimpi menggendong kamu seperti ini". ucap Dea pelan seraya menyusui bayinya sambil menatap dalam wajah tampan bayinya.
rasa sakit yang tadinya amat menyiksa dirinya kini hilang begitu saja setelah melihat bayi yang selama ini di tunggunya.
sementara di ruang tunggu Alma dan suaminya dan juga Rendy hampir tak sabaran melihat keadaan Dea dan bayinya setelah mendengar tangisan kuat sang bayi di beberapa menit yang lalu.
seorang perawat memberitahu jika Dea sudah melahirkan dengan selamat dan sehat.
__ADS_1
"Alhamdulilah". sambut ketiganya.
"boleh Ambo liat?". tanya Alma antusias.
"satu orang dulu yo. nanti mengganggu si babynya yang lagi nyusui". jawab perawat tersebut.
Alma melihat Rendy dan Danang untuk berpamitan masuk pertama menjenguk Dea.
kedua lelaki itu menganggukan kepalanya. Alma tersenyum sumringah melangkah masuk ke ruang persalinan tersebut.
Di ruang persalinan. Alma begitu terharu melihat ibu dan bayinya itu. ia menatap lama wajah sang bayi yang masih menyusui itu. ia tak menyangka jika bayi laki laki itu bakalan setampan ini, seperti bayi bayi bule.
"Masya Allah Jasmine.. gantuang banna anakmu nak". seru Alma bahagia.
Dea tersenyum sumringah melihat Alma yang datang menjenguknya.
"tante". panggil Dea bahagia.
"Jasmine selamat yo. awak udah jadi ibu sekarang". Alma memberi selamat pada Dea
"terimakasih tante. ini juga karena tante yang udah nemenin aku selama ini".balas Dea.
"iyo Jasmine. itu sudah kewajiban tante sayang" . Sahut Alma.
lalu netranya kembali menatap wajah tampan si bayi tersebut.
setelah di rasa cukup menyusui maka si bayi pun di bersihkan begitupun Dea agar bisa di tempatkan ruang khusus untuk ibu pasca melahirkan.
tak lama kemudian Dea dan bayinya di pindahkan ke ruang persalinan VVip yang telah di pesankan oleh Rendy sebelumnya.
"ini ruangannya bunda Jasmine". sambut Rendy.
"wahh seperti nyo nyaman banna ruangan ini Ren? ". ucap Alma.
"iyo tante. huss jangan ribut ribut. ini aku minta khusus sama direktur nya langsung. karena sebenarnya ruangan ini baru siap jadi belum di resmikan". ujar Rendy.
"ohh pantes sajo masih sepi". ujar Alma.
"iya tan. tapi ruangan ini udah komplit kok. kalau perlu apa apa ada tombol di sisi brankar buat panggilin perawatnya sekalian ada telepon ruangan jadi nanti kamu bisa langsung kasih tau ke perawatnya apa yang kamu butuhin ya? ". jelas Rendy.
Dea tersenyum dan mengangguk.
"makasih ya Ren". ucap Rendy.
"iya Jasmine. semoga kamu menjadi ibu yang the best untuk anak kamu".
"Aamiin. makasih Ren". sahut Dea.
setelah bayi Midea di adzankan oleh Danang maka mereka bertiga secara bergantian menggendong bayi tampan itu.
__ADS_1
sementara Midea yang masih merasa lelah dan kantuk di biarkan tidur oleh Alma.
"ganteng nyo ini cucu atok". ujar Danang seraya meletakkan bayi itu ke box bayi.
"iya om. kayak anak bule ya? ". timpal Rendy yang juga ikut ikutan melihat bayi Dea tersebut.
lalu Rendy mengambil ponselnya dan mengabadikan momen tersebut ke ponselnya lalu ia juga tak lupa mengunggah foto babynya Midea ke laman sosial pribadinya.
disitu Rendy menuliskan
"kelahiran pertama si bayi tampan. selamat datang ke dunia keponakan pertamaku".
dan tak lama kemudian laman sosial milik Rendy banjir komentar dan menyukai foto bayi yang berpipi tembem tersebut. para netizen yang masih bergadang pun memberikan selamat untuk Rendy.
begitupun Arjun yang langsung menelpon Rendy saat itu juga.
"oi Ren. gimana kau jadi teman. si Jasmine melahirkan aku baru taunya sekarang". omel Arjun ketika Rendy menerima telponnya.
"selo bang. si Jasmine baru saja melahirkan satu jam yang lalu. saat itu kami semua lagi panik paniknya karena si Jasmine udah kebelet melahirkan". balas Rendy.
"kau kemarilah cepat. biar jumpa kau sama keponakan baru". lanjut Rendy.
"besoklah aku kesana. pas kebetulan hari libur". sahut Arjun.
"oke aku tunggu". sahut Rendy.
besok sorenya Arjun langsung menuju rumah sakit dimana Midea di rawat. Arjun langsung menatap wajah si bayi tampan itu lalu dia berujar
"ngomong ngomong bayinya di kasih nama apa Jasmine? ". sahut Arjun.
...----------------...
nb". thor butuh masukan tentang nama bayinya Midea. ada ide ga?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mohon dukungannya untuk novel ini berupa like
vote
komen
rate
favorit
poin
terimakasih
__ADS_1