She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
apartemen rahasia Midea.


__ADS_3

# Selamat menikmati kembali episode nya ya readers..


"bisa ga kamu jelasin ke bu'de siapa itu Jasmine yang sebenarnya?". tanya Mona yang semakin ingin tau tentang kehidupan masa lalunya Jasmine.


"hmmm... gimana ya ngomong nya. yah anaknya dulu sederhana banget sih. baik sama seperti mamanya yang di katakan orang juga baik". jelas Retha.


"cuma itu aja. kamu ceritain aja deh gimana pertemuan kamu sama dia waktu itu?". pinta Mona.


"wah bisa lama bu'de buat nyeritain nya. bisa sampe sore loh. nanti pak de bisa marah kalau bu'de kelamaan disini". jawab Retha jujur.


"udah kamu tenang aja Tha. hari ini free. si pak de lagi pergi sama teman lamanya. pulangnya juga sorean sama kayak abang kamu itu. jadi bu'de suka berasa kesepian meskipun ada Keyra. habisnya si Keyra ujung ujungnya minta main sama anaknya si Indra". komentar Mona panjang lebar.


"oh masih di sini kak Memeynya? ". tanya Retha.


"iya. katanya lagi ngurusin harta warisan si kakek yang di tawarin ke dia berupa klinik pengobatan dan apotik China". celoteh Mona.


"mmm.. jadi bang Indranya bolak balik dong antara Bdg dan Mdn". timpal Retha.


"iya gitu sih. tapi ga tiap hari juga cuma seminggu dua kali. kadang pun seminggu sekali". sahut Mona.


"loh kok ngomongin si Indra sih Tha. tadi kan ceritanya soal si Jasmine. bahas dia lagi aja yuk?". protes Mona.


"hehe iya juga sih bu'de. jadi bu'de maunya aku mulai dari mana nih? ". tanya Retha.


"yah seperti bu'de bilangin tadi". sahut Mona.


"ya udah. aku mulai nih". sahut Retha.


"iya Tha". jawab Mona yang mulai kehabisan rasa sabarnya.


Retha menarik dalam nafasnya dan mulai menceritakan awal mula I bertemu dengan sahabatnya itu. sementara Mona mendengar dengan seksama kisah hidup perempuan yang namanya begitu akrab di telinga nya.


sampai akhirnya Mona menanyakan soal ibunya Jasmine kepada Retha terutama namanya.


"Naminka bu'de. kmi biasanya manggilin almarhum dengan sebutan mama Inka". sahut Retha.


"Naminka? ". tanya Mona memastikan pendengaran nya.

__ADS_1


"iya". sahut Retha.


"ohh.. terus Tha? ". pinta Mona agar Retha melanjutkan cerita nya.


Retha pun melanjutkan cerita perjalanan hidupnya Jasmine hingga sekarang ini. yang menjadi pertanyaan buat Mona adalah tentang ayah biologisnya Dee.


"jadi ayah nya Dee yang sebenarnya ga tinggal di sini toh?". tanya Mona.


"iya bu'de". sahut Retha.


pertanyaan demi pertanyaan kembali mencuat di otak Mona mengenai ayah biologisnya Dee.


"kasihan juga ya Dee jauh dari ayah kandung nya". bathin Mona.


...----------------...


Alan menjemput majikannya untuk pergi bersama dengannya ke suatu tempat yang telah di rahasiakan bersama.


sementara Andra terlalu kepo dengan urusan mendadak sahabatnya itu lantaran dia tidak menerima laporan apapun mengenai pekerjaan.


"gue heranlah sama si boss ini. memang nya ada investor baru ya yang mau gabung sama produk baru kita? ". tanya Andra.


"bukan gitu boss. lu nya mendadak nyuruh gue gantiin elu di sini. udah tau gue masih sibuk di Brstg. kan masih itungan cuti gue nya". kekeh Andra.


"lambe mu. udah ah banyak tanyak lo. pokoknya nanti si Satria suruh kirim terus ya laporan pabriknya sekalian lu check". pesan Justin.


"mmmm. bawel". sahut Andra cuek yang kini berfokus pada ponselnya yang berdering nyaring.


Andra tersenyum sumringah tatkala sang istri yang menelpon memberitahukan jadwal makan siang di rumah. sementara Justin langsung ngeloyor pergi menuju rooftop kantor nya, dimana sebuah heli telah menunggu nya untuk membawanya terbang ke Jkt.


tak lama kemudian...


Heli mendarat tepat di atas rooftop kantor pusat KBC. Justin turun dan langsung menuju ruangan kantor pribadi nya. ia memeriksa beberapa file sesaat untuk di kirim ke laptop pribadinya yang ada di ruangan kerja di apartemennya. setelahnya ia dan Alan pergi ke suatu tempat di mana Dea bersembunyi selama pelariannya dari rumah sakit jiwa.


selama dalam perjalanan menuju apartemen rahasia Midea. Justin memandang ke arah pohon pohon rimbun yang nampak teduh jika di siang hari. tetapi jika di malam hari pastilah suasana di kawasan ini tampak seram jika kita berjalan sendirian.


"bagaimana bisa ada orang yang mau tinggal di daerah seperti ini Alan? ". gumamnya berdecak heran.

__ADS_1


"pastinya orang orang yang memang tidak mau di ketahui identitas nya oleh publik pak. atau bisa jadi yang tinggal di sini adalah buronan atau pun simpanan seseorang". ujar Alan menjelaskan.


"yah mungkin kamu ada benarnya". komentar Justin menanggapi pernyataan Alan.


Alan terus saja mengemudikan mobilnya hingga sampailah mereka di tempat tujuan.


Justin begitu terkesima akan bangunan mewah yang menjulang tinggi di hadapannya tetapi tampak lengang di sekitar nya. seolah olah tak berpenghuni sama sekali.


akan tetapi melihat dari taman yang tertata rapi, pastilah apartemen ini terurus dengan baik. Alan memasuki area parkir yang berada di basecamp dari apartemen tersebut.


Alan sebagai penunjuk jalan berada di depan dengan diikuti sang majikan di belakang nya. mereka memasuki lift dan menekan tombol menuju lantai teratas dari apartemen yang mereka pijaki saat ini.


beberapa saat kemudian bunyi lift berbunyi menandakan jika roda lift mentok berada di lantai teratas dari apartemen tersebut.


"apa kamu yakin Lan? jika Midea berada di sini dalam persembunyian nya saat itu?". tanya Justin kurang yakin.


karena yang ia tau jika Dea tak mampu membayar apartemen semewah ini. lantaran dulunya ia sendiri yang memblokir aset keuangan untuk Dea sehingga Dea tak bisa macam macam dengan keuangan yang di milikinya.


"iya pak saya menurut pembicaraan satpam di sini. saya juga menelusuri melalui alat penyadap yang pernah di pasang di kamar bapak". jelas Alan seraya terus berjalan ke arah apartemen di mana sebelumnya ia telah mencari sidik jari Dea melalui gagang pintu dari dua apartemen yang Alan curigai sebelum nya.


"ini pak hasil sidik jari pada gagang pintu apartemen yang berada di ujung sana". lanjut Alan seraya menunjukkan hasil scan sidik jari Dea yang lebih dominan pada gagang pintu dari apartemen tersebut.


Justin mengambil ponsel Alan dan melihat hasil dari scan sidik jari dari yang di sebutkan Alan sebelum nya.


"unbelievable". gumamnya tak percaya pada apa yang di lihat pada hasil laporan di ponsel Alan.


"me too sir". sahutnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem


terimakasih


Follow my ig


Hazhilka279

__ADS_1


#Hazhilka


__ADS_2