
# selamat menikmati episode ini
"Jasmine mencoba memaksakan dirinya mengingat sesuatu dari sepenggal memorynya yang terlintas". ucap Alma terisak.
"maksud tante gimana? ". a..ku...aku ga ngerti". tanya Satria gusar.
baru juga Alma membuka mulutnya.
tiba tiba suara tuas pintu di buka dari dalam ruang CT scan tersebut.
"keluarganya ibu Jasmine? ". tanya seorang perawat.
"iya". sahut mereka bertiga.
"mari ke ruangan sebelah". ajak perawat tersebut.
maka Satria Retha dan Alma mengikuti langkah perawat tersebut. mereka di persilahkan duduk di depan meja dokter Radiologi tersebut.
"silahkan duduk pak, ibu".
sementara Dokter masih memperhatikan hasil CT scan hari ini. lalu ia pun menghela nafasnya sesaat sebelum menjelaskan hasil pemindaian Ct scan tersebut.
"maaf ya pak bu. sebelumnya apakah pasien sudah pernah di periksa?". tanya sang dokter.
"sudah dokter. kenapa dokter? ". sahut Alma diakhiri dengan tanya.
"pernah di obati dengan terapi? ". tanya dokter tersebut.
Alma menggelengkan kepalanya lantaran ia teringat Jika Dea sedang hamil.
"saat itu kondisi pasien sedang hamil dokter". jelas Alma.
"apakah sebelumnya pasien suka mengkonsumsi obat yang berefek pada kinerja otaknya. seperti sedative mungkin ? ". tanya dokter.
Alma bergeming. selama dalam pengawasannya Jasminenya tak pernah mengkonsumsi sembarangan obat apalagi obat obatan yang bersifat menenangkan. Alma menggelengkan kepalanya.
"tidak pernah Dok. selama setahun lebih dalam pengawasan saya. Jasmine tidak pernah mengkonsumsi obat obatan yang bersifat sedative Dok". jelas Alma.
Dokter pun menghela nafasnya sesaat.
"baiklah bu. seharusnya pasien di obati dari pertama ia mendapatkan benturan pertama di kepalanya. tetapi yang saya lihat di bagian sini pasien tidak pernah mendapatkan pengobatan apa pun. benturan yang di alaminya menyebabkan ia sulit untuk mengingat sesuatu". jelas Dokter.
"sebelumnya sudah ada dokter yang menjelaskan ini pastinya kan? ". tanya Dokter tersebut.
"sudah Dok". sahut Alma.
"baiklah saya perjelas lagi lebih rinci". sahut Dokter tersebut.
selama mereka bertiga mendengar penjelasan dari Dokter tentang hasil pemeriksaan Dea. bathin Retha dan Alma bergemuruh, begitu pun Satria. ia menggenggam kuat telapak tangan Retha.
bahkan Alma pun memeluk Dean erat. titik air mata dari kedua perempuan cantik tersebut tidak bisa di bendung.
__ADS_1
"jadi satu satunya agar ia bisa selamat dari mencederai dirinya adalah jangan sampai pasien memaksakan ingatannya. sudah pernah di peringatkan oleh Dokter yang menangani pasien Jasmine sebelumnya bukan? ". tanya sang Dokter.
"sudah Dokter. keterangan Dokter sebelumnya juga sama yang seperti Dokter katakan sekarang ini". sahut Alma.
"baiklah. saya minta mulai sekarang ikutlah kelas terapi". saran Dokter tersebut.
"membangkitkan memori saat ia tidur akan lebih aman. karena ia tidak akan mengalami kesakitan yang lebih parah dari pada ia mencoba mengingat di kala sadar". jelas Dokter tersebut panjang lebar.
"hanya itu yang bisa saya jelaskan untuk hari ini. selebihnya kami akan mengobservasi pasien lebih lanjut". ujar sang Dokter.
"untuk sementara kami akan memindahkan pasien di rawat inap". ujar Sang Dokter menutup pertemuan hari itu.
"baik Dok. terimakasih Dokter". sahut mereka bertiga.
...----------------...
Justin baru saja menyelesaikan satu buku bacaan favoritnya mengenai psikologis anak. ia memang sengaja membaca buku buku yang di referensikan khusus bagi yang berstatus single parent seperti dirinya.
jika Daddy daddy yang lain lebih memilih menikah lagi dalam merawat dan membesarkan anaknya. tetapi tidak bagi Justin untuk sekarang ini. fikirannya hanya berfokus pada pertumbuhan dan perkembangan usia putrinya yang di tahap gold age ini.
Justin melihat jam di dinding ruang baca nya. waktu menunjukkan pukul dua siang waktu melbourne. itu berarti waktunya Keyra harus bobo siang.
Justin beranjak dari duduknya untuk mencari anak gadisnya yang katanya tadi ijin bermain di teras belakang rumah.
"Keyra". panggil Justin saat melewati ruang makan menuju teras.
"Keyra". panggilnya kembali saat tidak mendapati putrinya di sana.
"Keyra". panggilnya sedikit kencang.
bukkk.
suara gaduh terdengar dari rumah kecil yang berada di sudut taman. Justin pun segera menghampiri rumah kecil tersebut. rumah ini biasanya di jadikan gudang sebagian, tetapi sebagiannya lagi tempat peristirahatan jika bosan berada di rumah induk.
"Keyra" panggilnya saat sudah dekat di rumah induk.
"Keyra". panggilnya kembali saat memasuki rumah kecil tersebut.
"Daddy". Keyra memanggil Justin.
Justin segera menoleh ke kanan di mana ia melihat putrinya berselonjor di lantai dengan buku album photo jaman dulu saat ia masih kecil.
"hey girl what are you doing here dear? ". tanya Justin ke putrinya.
"I look this picture. who is this Daddy? ". tanya Keyra dengan matanya yang polos persis seperti Namira.
Justin tersenyum pada wajah polos itu dan melirik foto foto dirinya dan ada Nadira di sana.
"hmmm. this is my picture. when I was child". jelas Justin.
"and who is this Daddy? ". tanya Keyra kembali seraya menunjukkan foto Nadira kecil yang terlihat identik dengan Namira kecil.
__ADS_1
sepenggal memory terlintas tentang Nadira ketika mereka masih kecil dan juga Namira yang masih bayi saat itu. jika seandainya dua wanita istimewa itu lahir di tahun yang tidak terlalu jauh berbeda mungkin bisa jadi mereka di katakan oleh orang orang terlahir kembar.
"this is your aunty". jelas Justin.
"my aunty? ". tanya Keyra meminta keyakinan.
"ya sayang. itu adalah bibi kamu. bibi Nadira kakak dari mommy kamu sayang". jelas Justin.
"dimana sekarang bibi Nadira Daddy?". tanya Keyra.
Justin tersenyum miris jika harus mengingat sepenggal memorynya yang tragis.
"in heaven". sahut Justin.
"heaven?. same as mommy".tanya Keyra polos.
"ya. you're right". sahut Justin.
"I wanna go to heaven Daddy". celoteh Keyra.
sontak hal ini mengejutkan dirinya. lalu Justin mencoba memberi penjelasan pada putrinya.
"suatu hari kita pasti kesana. asalkan kita memenuhi tugas tugas yang Allah berikan untuk kita dulu. jika tugas tugas itu sudah kita penuhi. maka Allah akan memberikan kita hadiah syurga". jelas Justin.
"tugas apa Daddy? ". tanya Keyra kembali.
"belajar dan berdoa". sahut Justin memberikan penjelasan ringan untuk anak sekecil Keyra yang sesuai porsinya.
"Dan juga bobo siang". timpal Mona tiba tiba muncul di rumah kecil itu, yang sedari tadi memang mencari cucunya itu untuk di ajak tidur siang.
"iss.. oma". keluh Keyra seraya cemberut.
"eehh baru juga Daddy jelasin tugas untuk masuk syurga. kok ga mau lakuin". tegur Justin.
"iya Daddy. aku mau". sahut Keyra.
Justin dan Mona tersenyum melihat tingkah Keyra. lalu Mona menggendong cucunya itu masuk ke rumah induk dan menidurkan Keyra di kamarnya.
sementara Justin membereskan album album foto yang berserakan di lantai karena ulah putrinya yang serba ingin tau. setelah menyusun album yang terakhir netra Justin menangkap sesuatu yang putih di duga kain yang sangat lebar di dalam sebuah bungkusan plastik transparan. ia meraih plastik persegi empat tersebut yang memiliki resleting di sepanjang pinggirannya.
Justin perlahan membuka resleting yang agak macet tersebut akibat jarang di buka. ia pun mengambil kain putih tersebut dan melebarkan nya.
sontak ia terkejut dengan sesuatu yang dulu ia anggap istimewa. kembali sepenggal memory berputar di kepalanya.
apakah itu?? ".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mohon dukungannya untuk novel ini ya readers. berupa like, vote, komen, rate, fav dan poin.
terimakasih
__ADS_1