
# selamat menikmati kembali..
Retha mengajak Satria menemui tante Alma di rumahnya Jasmine. tante Alma yang tau jika Satria datang hari ini dari Rendy menyambut mereka di rumah tersebut.
Setelah saling menyapa dan menanyakan kabar masing masing. maka Satria pun menanyakan tentang Jasmine pada tante Alma.
"seperti yang istri awak ceritokan selama ini. seperti itulah Jasmine sekarang". ucap Alma seraya menghela nafasnya.
Satria pun juga ikut menghela nafasnya dan tersenyum miris.
"sekarang dia dimana tante? ". tanya Satria yang sedari awal dia masuk kerumah ini tetapi tidak melihat mahasiswinya itu.
"dia di kamar bayi. sedang menyusui anak nyo. sebentar ambo lihat dulu". ujar Alma.
lalu Alma menyusul Dea di kamar bayi dan ia pun memberitahukan perihal Satria. sementara Dea yang baru saja menidurkan bayinya di box bayi hanya membisu. karena dalam ingatannya ia memang tidak pernah mengenali Satria seperti yang di ceritakan Alma padanya.
"ayok kita ke depan dulu sebentar".ajak Alma seraya menarik lengan Dea.
tanpa bisa membantahnya, Dea pun mengikuti Alma menuju ruang tamu dimana ia melihat Retha dan seorang pria tampan berwajah campuran blasteran bule dan batak yang memiiki mata sedikit sipit.
Satria tersenyum melihat Dea. ia menelisik ke seluruh tubuh Dea yang di kiranya Jasmine sekarang sedikit berisi di bandingkan hampir empat tahun yang lalu saat terakhir mereka menghabiskan waktu bersama dalam penelitian dan mengikuti seminar khusus di Jkt.
"apa kabar Jasmine? ". tanya Satria.
"baik". sahut Dea datar dengan jawaban yang sedikit lama.
Satria hanya bisa tersenyum memaklumi jika Dea bersikap demikian kepada nya. sama seperti yang di ceritakan oleh mereka yang ketika pertama kali bertemu dengan mahasiwinya ini.
Retha yang melihat situasi yang canggung dan kurang bersahabat bagi Dea akhirnya mencoba mencairkan suasana tersebut dengan memperkenalkan Satria sebagai suaminya dan juga sekaligus dosen mereka dulu.
"ohh". sahut Dea datar dengan tatapan mata yang polos.
sementara Retha hanya menggigit bibir bawahnya mendengar jawaban sahabatnya itu yang terkesan cuek. Retha salah perkiraan. ia pikir sahabat nya ini akan merespon senang. tapi Retha lupa jika sahabatnya bisa saja terluka lantaran mendengar kata suami.
sedangkan Alma terdiam dengan pikirannya yang buntu. sebab ia juga kehilangan akal untuk membuat Dea senang. atau setidaknya putri angkatnya itu minimal tersenyum berjumpa dengan orang orang baru meskipun sebenarnya dulu mereka saling mengenal.
suara tangisan bayi terdengar dari dalam kamar bayi.
"maaf. bayiku menangis. aku permisi dulu". ujar Dea datar dengan niat menghindar.
sebenarnya Dea sendiri cukup merasa risih di hadapkan pada orang orang yang mengenal Jasmine.
sementara Alma, Satria dan Retha. mereka bertiga saling bersitatap setelah Dea meninggalkan mereka.
__ADS_1
"maaf yo nak. jika sikap Jasmine begitu". ujar Alma yang merasa tak enak hati.
"ga apa tante. saya sudah maklumi". ujar Satria tersenyum.
lalu Alma menawarkan makanan dan minuman yang tersedia di prasmanan.
"ajak suamimu makan Tha". titah Alma.
"iya tante. yuk bang". ajak Retha ke Satria.
...----------------...
Dea baru saja memasuki kamar bayinya. ia melihat dua jomblo tampan sedang bermain dengan bayinya seraya membereskan popoknya.
"kalian bisa gantiin popoknya Dean?". tanya Dea heran kepada dua jomblo tampan tersebut.
"siapa nama bayinya? ". Rendy bertanya seraya mendekatkan telinga kirinya ke Dea.
"Dean Ren. namanya Mykehl Deansyah. di panggil Dean. ga dengar tadi waktu pak kyainya nyebutin nama bayinya si Jasmine pas doa tadi?!". ujar Arjun.
"ga. kan aku tadi datangnya telat karena jemput bang Satria". balas Rendy.
"iya juga sih". sahut Arjun terkesan bloon.
"aku bawa keluar ya?". tanya Rendy.
Dea bergeming karena masih ragu memberikan jawaban. lalu Arjun menarik lengan Dea membawanya keluar kamar.
"ayok ikut kita aja kalau kamu ga percaya". ujar Arjun.
bak seperti kerbau di cucuk hidung nya, Dea pun mengekori Rendy dari belakang menuju ke ruang tamu dimana Retha, Satria, Alma dan Kanita berkumpul. bahkan pak salim dan Danang juga ikut duduk bersila ketika melihat Rendy yang menggendong bayi Dean ikut duduk bersama mereka.
lalu semuanya berebut meminta untuk menggendong bayi tampan tersebut. sungguh pemandangan haru yang di liat Dea tentang bayinya.
baru beberapa hari yang lalu ia mendengki pada putrinya Namira karena menjadi idola di keluarga Ardiansyah. tetapi saat ini mungkin rasa dengki itu memudar karena ia melihat bayinya yang menjadi rebutan semua orang yang pernah datang melihat bayinya.
Dea menarik sudut bibirnya lalu mengusap titik air mata yang tertahan di sudut matanya.
antrian rebutan menggendong bayi masih berlanjut hingga tibalah giliran Satria yang sedari tadi masih bersabar untuk menggendong bayi tersebut.
Satria menatap dalam bayi tampan yang lebih dominan ke bule itu. ia mengernyitkan dahinya lalu tanpa sepengetahuan Dea Satria menatap Dea. ia membandingkan wajah Dea yang lebih ke wajah asia selatan dengan bayinya yang lebih ke pada turunan eropa itu.
"apa Jasmine suaminya orang Eropa ya? " tanya Satria di dalam hatinya.
__ADS_1
"ganteng ya bang? ". komen Retha yang melihat Satria asyik menatap wajah sang bayi.
"iya kayak abang". puji Satria untuk dirinya sendiri lantaran memiliki keturunan eropa dari mamanya. hanya nasib yang tak berpihak padanya karena gen papanya yang nota bene keturunan asli darah batak dan china lebih dominan mengalir di tubuhnya.
"hmmm. muji diri sendiri ga tanggung tanggung". sungut Retha.
"ya iya lah. kalau bukan diri sendiri yang muji siapa lagi. mengharapkan istri yang muji. bah tunggu lah kita transferkan dulu ke Atm nya dia!". celetuk Satria.
Retha memelototkan matanya menatap sang suami. lalu ia mencubit kecil perut sang suami yang masih ramping itu.
"aww sakit dek". Satria mengadu.
"biarin. siapa suruh bukak bukak kartu disini". ujar Retha sewot.
sementara mereka yang mendengar celotehan pasutri itu menjadi tertawa geli. begitu pun Dea yang melihat pasangan yang menurutnya bahagia.
"wahh gawat kali ini si ummi". timpal Rendy.
"ummi? ". tanya Satria seraya menatap sang istri.
"iya Ummi. dia ngaku gitu untuk si baby Dean". sahut Rendy.
"hehe. belajar manggil nama yang baik kalau nanti jadi orang tua". kekeh Retha.
Satria tersenyum dan berkata
"boleh. sekarang pun bisa kita panggil diri kita Abi dan ummi untuk bayi Dean. kan kita juga orang tuanya. ya kan Dean? ". ujar Satria seraya menatap bayi yang tersenyum itu sementara matanya masih tertutup.
"hmmm... nular deh. tapi di aminkan sajalah". timpal Arjun.
"Aaamiin". serentak semuanya mengaminkan.
"jadi ini acara kikahan sekalian pengukuhan Abi dan Ummi untuk bayi Dean. ya begitu Jasmine. awak setuju sayang?". ujar Alma.
"setuju". sahut Dea tersenyum haru.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon dukungan untuk novel ini berupa
like, rate, vote, komen, favorit dan poin 😊
terimakasih
__ADS_1