She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Cemburu


__ADS_3

# Selamat menikmati episode ini kembali ya readers.


saat di jalanan pulang Justin bertanya pada Keyra mengenai bundanya Dean. khususnya mengenai pekerjaan bundanya Dean.


"kok kamu nanya nanya bundanya Dean sih Justin? ". tanya Mona heran dan penasaran.


"ga ada ma. cuma nanya doang kali aja besok besok mana tau jumpa di jalan bisa teguran sapa". ucap Justin kikuk.


"yang bener kamu". ujar Mona seraya memicingkan matanya.


"apaan sih ma. nanya aja ga boleh". gerutu Justin mulai kesal karena di curigai sang mama.


sementara Keyra saling menatap tak mengerti akan pembicaraan Daddy dan omanya. Mobil memasuki kawasan pertengahan kota Mdn di mana mobil mobil berdesakan saling memburu untuk segera tiba di tempat tujuan.


Mona yang merasa perutnya mulai meronta teringat pada seseorang yang dulunya pernah memberikan kartu nama nya dan juga merekomendasikan cafe dan restonya untuk di singgahi saat dirinya berada di kota ini.


"pa. kita ke resto yang di jalan sini yok? ". ajak Mona pada suaminya yang sedang menyetir seraya menunjukkan sebuah kartu nama pada suaminya itu.


"memang itu restoran apaan sih ma? ". tanya Arfan yang melirik kartu nama itu sekilas.


"mmm. belum tau juga sih makanya mama mau coba". sahut Mona.


"ya udah terserah mama aja deh". ujar Arfan.


lalu Arfan membelokkan ke arah jalanan yang di maksud istrinya melalui petunjuk GPS yang terpasang di mobil mewah tersebut.


sementara Justin memperhatikan jalanan yang hampir sering dia lewati saat bersama Andra dan Satria jika di ajak ke sebuah restoran yang khusus menyediakan masakan khas asia selatan tersebut.


"emang mama mau ajak kita makan di mana sih ma? ". tanya Justin penasaran.


"ke CR Arjun". sahut Mona.


"oh ke situ. masakan khas orang orang asia selatan tu ma. memangnya mama mau makan? ". tanya Justin.


ia teringat saat mamanya dulu pernah makan kari yang di buat super duper pedas yang membuat mamanya harus bolak balik ke kamar mandi. semenjak itu mamanya sedikit trauma jika harus berhadapan dengan masakan khas orang india tersebut.


"mama mau coba yang di restoran ini. kenalan baru mama waktu jalan jalan ke Pdg sama bunda Astrid dulu". ujar Mona.


"kenalan baru??. laki laki atau perempuan?? ". tanya Arfan seraya memicingkan matanya.


"ya elah papa. kalau laki laki mama juga tau diri papa. yah ga mungkin lah mama dua in papa yang baik hati terus tajir melintir lagi". celetuk mona yang merasakan aroma kecemburuan dari sang suami.


"ceee...i ...leh... papa masih suka cemburuan ya rupanya sama mama. cinta berat ni si papa sama mama kayaknya". celetuk Justin.

__ADS_1


"apaan sih kalian. papa kan cuma nanya kok di tanggapi begitu sih". kilah Arfan.


"ngaku aja kenapa sih pa. cemburu juga ga apa. biar cintanya makin tua makin membara". ujar Justin berpuitis ria.


"hehehe..mana mau papa kamu ngaku dia kan orangnya gengsian. sok cool, sok cuek pada hal butuh". kekeh Mona.


"ahh...sudahlah.. ya papa ngaku. udah senang kaliannya. puas??! ". sahut Arfan yang mulai gerah karena di pojokkan oleh anak dan istrinya yang ia cintai.


"hahahaha... papa papa..". kekeh Justin geli.


tanpa terasa petunjuk mobil memberitahukan jika lokasi yang di tuju hampir mendekati dengan jarak beberapa meter saja dari jalan yang mereka lalui.


"itu pa Restonya". tunjuk Justin saat melihat pamflet yang terpampang di sisi jalan depan cafe tersebut.


Arfan pun membelokkan mobilnya memasuki area parkir kafe tersebut. mereka turun dan memasuki CR tersebut dan mengambil tempat duduk yang menurut mereka nyaman.


...----------------...


Di dapur kafe, Rendy masih asyik menata kebab yang berisikan daging tersebut. sementara Arjun mengolah kembali daging sapi yang sempat habis lantaran banyak nya orderan via online pada jumat sore itu.


"Jun. habis ni. mana lagi? ". tanya Rendy sembari mencolek mayonaise dan mengulumnya dengan menggunakan jari telunjuknya.


"jorok bang. cuci tangan abis tu. ngalah ngalahin si Dee lu". cibir Arjun tatkala melihat tingkah Rendy persis sama dengan Dean jika di hadapkan pada saos coklat dan mayonaise saat dirinya membuat toping pada makanannya.


"hehehe... ya iya lah..aku kan ayah nya". kekeh Rendy bangga lalu berjalan menuju wastafel untuk mencuci tangannya.


wajar sih jika sedikit banyak kelakuan Dean mirip Rendy. karena bagaimana pun sedari di dalam rahim bundanya hanya Rendy yang setia mendampingi bundanya Dean itu hingga Dean lahir ke dunia ini.


bahkan jika Rendy pulang ke Mdn pun Dean yang selalu dekat dengan Rendy bukan dirinya.


"Cemburu??". mungkin ada terselip rasa itu buat mereka berdua. mengingat jika Dean kemari pun ia hanya memiliki sedikit waktu untuk menemani Dean. selebihnya hanya Rendy yang bisa menemani Dean.


...----------------...


beberapa saat kemudian


"mmmm.. perfecto..lezato..ga salah mama singgah ke sini". ucap Mona puas setelah menikmati masakan kari dan roti canai ala asia selatan itu.


"jadi ga trauma lagi ni ceritanya ". cibir Justin.


"kalau masakannya pas gini ya enggaklah malah besok besok rencananya mau singgah lagi nyobain makanan yang lain". sahut Mona.


"kenapa ga sekalian sekarang aja ma. mumpung masih di sini. puas puasin makannya". sahut Arfan menyindir lantaran ia melihat sang istri yang begitu lahap makannya untuk sore ini.

__ADS_1


"udah kenyang pa. udah full ini perutnya". sahut Mona.


"ohh... kirain masih bisa di muatin". cibir Arfan.


"ihh.. si papa. geser dikit". titah Mona seraya berdiri dari duduk nya.


"mau kemana ma?". tanya Justin.


"mau ke toilet". sahut Mona.


"mau puk ya ma? ". tanya Arfan bernada canda.


"kebelet pipis". sahut seraya Mona mendelik kan matanya dan ngeloyor pergi meninggalkan bapak dan anak yang tengah mencandai dirinya.


bersamaan dengan itu pula mobil Satria baru saja tiba di parkira CR nya Arjun. Satria yang membawa sang istri, Dean dan Dea berinisiatif untuk singgah dan bersantai sejenak di CR milik mahasiswa nya itu.


saat Satria hendak masuk ke kafe, tiba tiba Midea berasa ingin ke toilet untuk melepas kan hajatnya sesaat. sedangkan Dean memilih ikut Satria dan Retha ke dalam kafe.


tiba di dalam kafe Dean yang sudah hafal betul letak denah kafe langsung saja menjumpai Arjun di dapur.


"eh Dee.. mau kemana? ". tanya Retha.


"mau liat papa di dapur". sahut Dean yang terus saja berjalan ke arah dapur dan meninggalkan pasutri itu di meja pelanggan.


Dean berjalan riang menuju dapur yang tentu saja melewati meja makan Justin dan keluarganya. sontak hal ini membuat Justin terkejut saat melihat batita tersebut yang tiba tiba berada disini sendiri. Justin meraih lengan Dean pelan dan memanggil nya


"Dee?!". kamu kok bisa di sini nak? ". mana om Satria? ". tanya Justin seraya menahan lengan Dean.


tetapi Dean dengan segera menepis tangan Justin dan berlari ke arah dapur bersamaan dengan Rendy yang keluar dari dapur.


"Ayah". pekik Dean yang segera memeluk paha Rendy.


"ya ampun anak ayah datang juga. kirain ga datang karena mau ke tempat bunda". ujar Rendy seraya mengangkat Dean untuk di gendong nya.


sementara Justin melihat pemandangan yang terjadi di hadapan nya hanya menatap yang sulit di artikan. mungkinkah ia cemburu pada pasangan ayah dan anak itu mengingat yang di panggil Dean adalah bunda. bukankah pasangan bunda adalah ayah seperti panggilan pasangan mertuanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem


terimakasih


Follow my ig

__ADS_1


Hazhilka279


#Hazhilka


__ADS_2