
# Selamat menikmati episode ini kembali ya readers.
Midea menatap dirinya di kaca. memperhatikan penampilan yang di buat sesederhana mungkin. malam ini Midea di paksa ikut Satria dalam acara temu akrab dengan Ceo KBC. bahkan Retha juga mendukung Midea untuk hadir di acara tersebut.
"seperti nya rencananya abang bakalan di mulai ni seperti nya ya? ". ujar Retha seraya menelisik ke wajah Andra.
"hehehe... tau aja adek ini. kan pucuk di cinta ulam pun tiba". sahut Satria sembari mengekeh.
Retha memonyongkan bibirnya dan langsung di kecupnya dengan mesra. Retha terhenyak
"ihhh.. nakal". cibir Retha manja.
"hehe... kan cuma sama adek nakalnya". kekeh Satria.
"udah gih sana. entar mahasiswa nya nunggu lama". ujar Retha.
"iya. ini juga mau berangkat". ucap Satria.
...----------------...
di sebuah apartemen mewahnya. Justin merapikan kemejanya kembali dan menyemprotkan sedikit parfum yang berbau citrus tersebut. sedangkan Keyra merapikan kaos kaki di atas sepatu Daddynya.
"anak Daddy yang pinter, cantik dan baik hati pula". puji Justin tatkala melihat kelakuan sang putri.
"nih sudah siap. Daddy mau pake sekarang?". tawar Keyra seraya menyodorkan sepasang kaos kaki berwarna grey tersebut.
Justin tersenyum dan mengambil kaos kaki tersebut dari tangan Keyra. ia menggunakan nya seraya di temani oleh putrinya.
setelah selesai dan rapi. Justin beranjak dari kamarnya sambil menggenggam tangan Keyra.
"kakak ga apa ni. Daddy tinggal di rumahnya om Indra? ". tanya Justin.
"sebenarnya aku mau ke rumah om Satria sih. tapi kejauhan Ntar Daddy nya telat. aku maen sama kak Meyra aja". sahut Keyra santai.
Justin tersenyum. lalu ia pun pergi ke unit apartemen yang letaknya hanya beberapa pintu dari apartemen mewahnya.
Justin memberitahukan pada Indra jika dirinya sudah di depan pintu apartemen nya.
Indra pun dengan sigap membukakan pintu apartemennya. Indra dan Istri pun menyambut Keyra dengan gembira. akhirnya Justin bisa pergi ke tempat tujuan nya malam ini.
Justin menstarter mobilnya ke sebuah restoran hotel mewah yang terletak tak begitu jauh dari apartemennya. sesampainya di sana ia di sambut oleh Satria dan para mahasiswa yang berprestasi lainnya.
__ADS_1
netra Justin mencari sosok gadis yang ia kagumi selama ini. sementara Satria memberitahu kan jika mahasiswi yang satu lagi sedang berada di toilet.
tak lama kemudian Midea kembali ke meja yang telah di tentukan. Justin menatap tampilan mahasiswi yang terlihat sederhana tetapi tetap anggun di matanya. bahkan polesan bedak dan lipstik memang terlihat natural di tambah dengan kacamata baca yang masih terlihat bola mata hitam pekat yang indah milik gadis itu.
"ini Jasmine bang". ucap Satria memperkenalkan mereka berdua.
Justin mengangguk dan tersenyum sedangkan Midea hanya mengangguk pelan dengan jantung berdegup kencang. meskipun ia telah berusaha memperlihatkan sikap setenang mungkin, tetapi tetap saja ia tak mampu menutupi rasa canggung dan takutnya.
Justin membuka mukadimahnya untuk acara penghargaan kecil malam itu. setelah selesai ia pun mempersilahkan para mahasiswa tersebut untuk menyantap hidangan yang telah di sediakan.
Justin diam diam melirik Midea yang terlihat terlatih dalam menggunakan table mannernya. bahkan di saat menyantap hidangannya pun terlihat dengan anggunnya, seolah olah gadis itu telah di latih seperti seorang yang profesional.
"gimana makanannya? ". tanya nya pada mahasiswa yang ada di hadapannya yang secara tak langsung ia bertanya pada Jasmine.
"enak pak. lezat pak". sahut mahasiswa mahasiswa tersebut.
sedangkan Midea hanya diam dan menikmati daging asli yang telah di asapi dengan bumbu khas tersebut. sesekali ia mengernyitkan dahinya saat ada sesuatu yang bumbu yang kasar terasa di lidahnya.
tetapi Midea memilih diam saja dan menikmati sajian yang menurut nya bernilai 9,5 karena bumbunya yang kurang di haluskan tersebut.
Justin memperhatikan tingkah polah dari gadis itu yang sedang menikmati santapanya. ia menarik kecil sudut bibirnya dan merasa puas akan sajian yang ia sajikan untuk malam ini.
Satria tersenyum di dalam hatinya karena usaha yang di rencana kan beberapa minggu lalu sedikit menampakkan hasil. ia melihat Justin memiliki rasa ketertarikan pada mahasiswinya itu.
"semoga berjodoh". bathinnya berharap.
beberapa saat kemudian..
Satria menceritakan kisah pertemuan bundanya Dean itu dengan istrinya. Retha begitu antusias saat mendengar nya. Retha pun berharap temannya itu mendapatkan pendamping hidup seperti Justin yang selama ia kenal memiliki sifat romantis dan penyayang terhadap pasangan hidupnya.
hanya saja Retha tampak ragu mengingat status sahabat nya itu belum diketahui dengan pasti.
"bang. kalau seandainya suaminya Jasmine kembali gimana dong? ". tanya Retha yang mulai ragu dan cemas.
"hmm.. tinggal kita beri pilhan pada Jasmine dan juga pengertian pada nya agar bisa memilih mana yang terbaik. toh selama lebih dari dua tahun Jasmine tidak di nafkahi siapa siapa kan? ". kecuali tante Alma". tutur Satria menjelaskan panjang lebar.
"sebenarnya istri yang tidak di nafkahi lahir dan bathinnya melebihi dari yang di tetapkan hukum Allah, wajib mengajukan cerai pada suaminya". lanjutnya
"nah ini sudah jauh melebihi dari yang di tetapkan bukan? " ujar Satria.
"hmmm.... tapi kita kan ga punya hak bang mencampuri urusan rumah tangga mereka". ucap Retha.
__ADS_1
"iya sih. kita ga nyuruh si Jasmine buat menceraikanmu suaminya. tetapi sudah lebih dari dua tahun kan. suaminya ga jelas ada di mana dan dia siapa. lalu apakah Jasmine bakalan sanggup hidup tanpa pendamping selamanya?". ucap Satria.
"ketika kita tua nanti pastilah kita butuh teman untuk menghabiskan hari hari tua kita. dan abang merasa kalau bang Justin itu adalah orang yang tepat untuk Jasmine". lanjutnya.
"ga berani komentar banyak bang. takut kecewa. mending kita selidiki dulu siapa ayah Dee yang sebenarnya. baru deh kita tuntut laki laki tersebut untuk pertanggung jawaban akan masa depan Jasmine dan anaknya". ujar Retha.
"kalau mereka ga punya hubungan pernikahan lagi. baru deh kita bisa menjodohkan bang Justin sama Jasmine". lanjutnya.
"iya sayang. nanti abang minta tolong sama teman teman abang dulu untuk mencari tau siapa suami Jasmine yang sebenarnya". ucap Satria.
"atau kita coba pancing Jasmine dulu untuk menceritakan kisah hidupnya sebelum melahirkan Dee". lanjutnya.
Retha terdiam dan sedang berfikir keras untuk mencari cara agar bagaimana Jasmine mau membuka suara mengenai kisah hidupnya pasca kecelakaan itu.
"dek. kok bengong sih? ". panggil Satria saat melihat istri cantiknya itu bengong.
"lagi mikir bang". sahut Retha.
"udah ntar ntar aja mikirnya. sekarang fikirkan kita berdua dulu yok? ". ajak Justin yang langsung menggamit pinggang sang istri ke dalam pangkuannya.
"ihh apaan sih.. genit deh". kekeh Retha yang tau akan maksud sang suami.
"hehe.. cuma sama kamu sayang". sahut Satria terkekeh.
tanpa menunggu balasan dari istrinya. Satria langsung menyerang bibir istrinya dengan lembut. sehingga keduanya pun mulai semakin terbakar gairah. selanjutnya terserah readers ajalah. authornya lagi males berfantasi soal gituan. 😃
...----------------...
Midea bersyukur jika malam ini Jika Justin tak menunjukkan tanda tanda jika mengenal siapa dirinya yang sebenarnya. mungkin untuk sementara dirinya aman tetapi bukan berarti dia merasa nyaman. tetap saja ia harus waspada saat Justin mulai menunjukkan kecurigaannya.
Midea menatap Dean yang berbaring di sampingnya. ia mengecup lembut pipinya.
"bunda akan melindungi kamu sayang. bagaimana pun caranya".
sementara Justin tersenyum senang melihat keyra yang terlelap di sampingnya. pertemuan nya dengan mahasiswi yang bernama Jasmine menaik kan gairah moodnya saat ini. ada sesuatu hal yang tak bisa ia ungkapkan. mungkin hatinya sudah mulai terisi senyum Jasmine yang misterius itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem
terimakasih
__ADS_1