
# semoga happy tuk membaca kembali ya readers 😘.
setelah acara pesta pernikahan Cindy dan Andra selesai. Satria dan Retha segera pulang untuk melihat keadaan Dea. sesampainya dirumah mereka melihat Dea dan Dean dalam kondisi baik baik saja. akhirnya mereka pun memilih untuk menuntaskan hasrat mereka malam ini
Hal ini sangat berbeda dengan pasangan pengantin baru yang menginap di sebuah kamar hotel mewah yang telah di dekorasi dengan apik. Cindy keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobenya sedangkan Andra menatapnya dengan wajah yang di tekuk. pasalnya baru juga sore tadi sang istri mendapatkan haidnya kembali. alhasil malam ini ia gagal mendapatkan malam pertama nya.
"hmmm... cantik sih tapi sayang mesti nunggu minggu depan". sungut di hatinya.
"mas kita tidur yuk? ". ajak Cindy kepada suaminya itu.
"cuma tidur doang. samimawon kayak belum kawin". bathinnya mendumel kesal.
tetapi demi Cindy ia pun menuruti untuk menemaninya tidur di malam ini. sebab ia pun tidak mungkin meninggalkan istrinya di malam pengantin mereka.
...----------------...
esoknya
setelah Andra mengajak istrinya kembali pulang ke apartemennya. ia memutuskan untuk kembali ngantor seperti biasa. ia akan mengajukan cuti setelah even khusus untuk mahasiswa tersebut.
Justin dan Indra saling memandang heran satu sama lain saat mereka melihat sahabatnya itu ngantor seperti biasa meskipun hari ini terlambat.
"lu ga cuti Ndra. kan jadwal honeymoonnya belum habis. kok lu ngantor? ". tanya Justin saat mereka menyusul Andra masuk ke ruangan wakil ceo itu.
"di tunda sampe minggu depan". sahut Andra cuek.
Justin melirik Indra. sedangkan Indra mengangkat kedua bahunya karena tidak tau harus berkata apa.
"maksudnya lu mau cutinya minggu depan aja gitu?. ya ga bisa dong Ndra. minggu depan kita kan udah memang harus persiapan buat nyari calon SDM baru. kalau lu cuti minggu depan gimana lu bisa nyaman ngejalani cutinya". ujar Justin.
"abis event gue ambil cuti sama bini gue ke itali sekalian gue mau nonton moto gp" sahut Andra yang sedang membuka laptopnya.
"oohhh. emangnya cuti honeymoonnya yang di kasih dari perusahaan kurang banyak ya?". tanya Justin seraya menatap Andra lalu melirik Indra sekilas.
Andra menarik dalam nafasnya dan berkata
"bukan itu. tamunya bini gue datang kemaren sore".
Justin dan Indra mengernyitkan dahinya sesaat lalu mereka tersenyum dan akhirnya tertawa geli secara bersamaan setelah tau maksud perkataan sahabat nya itu. sementara Andra mendengus kesal melihat kelakuan para sahabat nya yang ga ada akhlak menurutnya.
"sialan lu pada. temen lagi susah lu ketawain". dumel Andra melirik mereka tajam dengan ujung matanya.
"sabar ndra. sabar ya. kan cuma seminggu". Indra menenangkan Andra.
__ADS_1
"iya bro. ntar lu bakalan rasain deh nikmat nya syurga dunia. seperti pepatah bilang akan indah pada waktunya". kekeh Justin.
"iya bener dra. sabar aja ya? ". timpal Indra yang ikut mengekeh.
"preeet.... bancrit lu pada". omel Andra lalu bangkit dari duduknya ke arah pintu keluar.
"ehh lu mau kemana bro. baru juga mulai kerjaan lu? ". tanya Justin seraya mengejar Andra dan di susul Indra di belakang Justin.
"mau ngopi. butek kepala gue". sahut Andra sewot.
"kita temenin ya? ". tawar Indra.
"ga usah entar lu ejek lagi". tolak Andra malas.
"nggak. tenang aja. kita selalu dukung lo kok ya ga Tin". bujuk Indra.
"iya mas bro". sahut Justin.
lalu ketiganya pun pergi ke kafe favoritnya Andra yang dulunya pun sering mereka singgahi.
...----------------...
hari ini Dea ke pabrik KBC bersama Satria. Satria meminta Dea menggunakan baju lab khusus untuk memasuki ruangan steril tersebut.
Dea begitu terpana akan ruangan lab tersebut. lab ini begitu besar dari yang ia bayangkan.
Dea mengangguk pelan. lalu mengikuti instruksi Satria. hari itu Dea menghabiskan waktunya di lab KBC seharian.
...--------------...
malamnya..
Andra kembali ke apartemennya. ia mendapati Cindy yang menunggu nya di ruang makan dengan masakan khas rumahan. Andra mengernyitkan dahinya heran. karena selama ia mengenal Cindy belum pernah sekalipun Cindy memasak untuknya.
"kamu yang masakin ini semua? ". tanya Andra penasaran.
"iya mas. yuk makan dulu? ". ajak Cindy seraya menarik lengan Andra dan mendudukkan nya di kursi makan.
lalu Cindy menyendokkan nasi dan lauk pauknya ke piring suaminya.
"nih cobain ya? ". ujar Cindy.
lalu Andra mencicipi masakan istrinya itu dalam satu suap. dan rasanya cukup enak dan pas di lidahnya. sedangkan Cindy menantikan komentar dari sang suami tentang masakannya.
__ADS_1
"rasanya.......... ". Andra sengaja menjeda kalimatnya karena ingin melihat wajah panik sang istri jika ia bercanda sedikit.
"kenapa mas? ". ga enak ya? ". tanya Cindy dengan wajah yang sudah terlihat masam dan panik karena melihat reaksi suami yang terlihat tersiksa dengan rasa masakannya.
"Enak kok yang. beneran sumpah rasanya pas di lidah aku". sahut Andra seraya tersenyum jahil dengan mulut yang masih mengunyah.
"ihhh... mas... jahil banget sih". celetuk Cindy dengan hati yang berbunga.
"becanda yang. biar kamunya ngejalani hidup jangan serius banget". kekeh Andra.
beberapa jam kemudian...
Cindy keluar dari kamar mandi menggunakan gaun tidur yang membuat Andra kecil terjaga.
"aishhhh..... lu lagi. udah tau kita berdua ga bisa nyentuh tu body selama enam hari ke depan masih aja lu bangun". Andra bergumam kecil seolah berbicara pada kembarannya.
Cindy melirik sang suami. ia tersenyum geli melihat tingkah sang suami yang terlihat kesal karena belum bisa menyentuh nya hingga saat ini.
"mas kenapa sih? ". tanya nya pura pura lugu seraya mendekat dan duduk di sampingnya.
"ga ada". sahut Andra yang menahan hasrat karena harum tubuh istrinya yang menggoda imannya.
Cindy melirik ke boxer sang suami yang terlihat menggembung di tengahnya. lalu ia menghirup aroma di leher suaminya seraya mengelus pelan pipi suaminya.
"mas parfumnya wangi banget. aku suka". desahnya seraya sengaja menghembus kan nafasnya yang freshmint.
"mmmm... ya... ". sahutnya pelan tetapi hatinya semakin geregetan menahan hasrat karena tingkah istrinya.
sedangkan Cindy semakin menunjukkan aksinya untuk menggoda sang suami. ia mengelus pelan pipi hingga tangan lembutnya turun meraba dada bidang suaminya. tentu saja hal ini membuat Andra semakin blingsatan akan tindakan liar Cindy.
"kamu mau ngapain Cin? ". tanya Andra seraya menahan tangan sang istri yang semakin menurun.
Cundy tersenyum semakin nakal. tetapi Andra semakin tajam menatap wajah sang istri lalu ia menyerbu bibir Cindy yang terlihat menggoda baginya.
maka pasangan pengantin itu semakin liar dalam cumbuannya terlebih Andra yang semakin tak kuasa menahan hasrat nya untuk menikmati keseksian tubuh sang istri.
cumbuannya semakin menurun ke dua gunung yang begitu pas di telapak tangannya bahkan kini ia menarik ke bawah gaun tidur yang berenda tersebut. tetapi baru juga ia ingin menarik segitiga pengaman milik sang istri.
"****". makinya kesal.
malam ini Andra kembali gagal untuk melakukan unboxing di malam kedua nya sebagai suami.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem
terimakasih