
#selamat membaca....
"Jus... Justin". desisnya pelan dengan darah yang berdesir.
Justin menyeringai. dan berkata "Hellow my crazy wife".
seketika itu juga beberapa orang yang berpakaian hitam putih dan putih putih muncul dari belakang tubuh Justin. masing masing dari mereka mengeluarkan sebuah pistol yang sama ketika Dea menembak Justin beberapa bulan lalu.
tap...tap...tap... beberapa tembakan bius mengarah ke Dea tepat di dadanya. Dea merasakan kantuk yang luar biasa. ia melihat Justin tersenyum puas melihat dirinya yang mulai terkulai dan Pandangan Dea menghitam.
...----------------...
Dea terhenyak. ia terjaga dari tidurnya. ia mencoba menenangkan jantungnya yang berdegup kencang. lalu ia bangun untuk menyenderkan tubuhnya ke Headdboard. ia mengelus pelan perutnya untuk menenangkan bayinya yang menggeliat di dalam perutnya.
ia larut dalam lamunan tentang mimpinya yang terjadi barusan.
"Justin". gumamnya pelan.
tok tok tok
suara gedoran pintu membuyarkan lamunannya pagi itu. Jantungnya berdegup kencang kembali.
suara getaran ponsel Dea berbunyi di atas nakas. ia melihat nama panggilan salah satu temannya Jasmine di ponselnya. ia sedikit lega karena Rendy memberitahu jika ia sudah datang untuk menjemputnya.
Dea membuka pintu rumah. ia sedikit kaget karena yang datang bukan hanya Rendy tetapi dua teman Jasmine lainnya, Retha dan Arjun.
"hai bumil. baru bangun ya? ". sapa Retha dengan wajah ceria.
Dea tersenyum kikuk. dan hanya mematung di depan pintu melihat mereka yang datang menghampiri nya di pagi itu.
"Jasmine". Arjun memanggilnya seraya melambaikan telapak tangannya ke wajah Dea.
Dea tersentak dan langsung melirik ke arah Arjun.
"kita ga di suruh masuk ni? ". tanya Retha basa basi.
"ahh.. iya... si..silahkan masuk". sahut Dea gugup.
Retha masuk diikuti Rendy dan Arjun.
"kalian mau minum apa? ". tanya Dea kikuk.
"ga usah Jasmine. kita kesini cuma mau jemput kamu kok". sahut Arjun.
"oh.. iya.. aku.. mandi dulu.. sebentar ya? ". sahut Dea kikuk.
Dea masuk ke kamar dan menyegerakan dirinya untuk mandi. setelah nya Dea memilih baju dan pashmina nya di lemari Jasmine.
suara pintu di ketuk dari luar. Retha memanggil Jasmine. meminta ijin masuk.
__ADS_1
"hai Jasmine. maaf ya aku masuk terus". ujar Retha tersenyum.
"kamu ga marahkan? ". tanya Retha memastikan.
Dea menggeleng pelan. ia kembali menatap rak lemari yang berisikan jilbab dan pashmina.
"mau aku bantu cari? ". tanya Retha yang mengetahui jika Dea kesulitan dalam memachingkan hijab dengan pakaiannya.
Retha melihat keseluruhan isi lemari dari Jasmine. netranya menangkap satu jilbab warna putih dengan satu corak bunga anggrek hitam di ujung jilbab tersebut. ia mengambilnya dan memperhatikan jilbab tersebut. Jilbab ini yang sering di gunakan Jasmine ketika mereka masih kuliah dulunya.
"pakai ini ya? ". saran Retha setelah melihat warna baju Dea yang cocok dengan jilbab tersebut.
"aku ga ngerti cara pakainya". ucap Dea datar.
"aku bantu". sahut Retha. lalu ia memasang kan jilbab tersebut di kepala Dea.
"jilbab ini mirip banget sama punya nya temen aku. dulu ia sering menggunakan ini kalau kuliah". lirihnya seraya terus memasangkan jilbab tersebut di kepala Dea.
sementara Dea mematung bingung. ia tidak tau harus menjawab apa. pikirannya hanya bertumpu pada mimpi buruknya tadi.
Dea di hadapkan pada kaca cermin oleh Retha.
"cantik kan? ". puji Retha tersenyum melihat hasil karyanya.
Dea juga ikut tersenyum melihat penampilan nya yang lebih anggun pada pagi ini.
"yok". ajak Retha.
mereka berdua keluar dari kamarnya Jasmine. lalu segera masuk mobilnya Rendy untuk mengantar Retha dan Arjun ke bandara.
...----------------...
Justin dengan segera menyudahi sarapannya pagi ini. agar bisa menggendong Keyra sebelum bertemu Direktur rumah sakit umum kota Pdg pagi ini.
"loh kok udah siap. itu daging rendangnya masih ada di piring. kan sayang ga di habisin. mubajir loh nak". tegur Astrid yang melihat cara makan menantunya.
"udah nda. aku udah kenyang. sini nda Keyranya". pinta Justin. lalu ia bangun dari kursinya memutari meja untuk mengambil Keyra dari pangkuan sang mertua. agar mertua nya tersebut bisa menikmati sarapannya.
Keyra yang tengah menikmati cemilan cookies buatan Dea, tampak anteng dalam pangkuan papanya. Justin mencandai putrinya dengan berpura pura meminta makanan yang ada di tangannya. Keyra tersenyum seakan mengerti dan memberi cookiesnya untuk Justin. akhirnya mereka berdua berbagi cookies pagi itu.
...----------------...
"hati hati ya. kasih kabar kalau udah nyampe". pesan Dea. yang masih di peluk Retha.
"jaga diri kamu baik baik disini. kasih kabar juga kalau udah lahiran. biar aku juga punya alasan ikut Arjun lagi kemari". sahut Retha dengan netranya yang mengkristal. ia masihp saja memeluk erat Dea yang di anggapnya Jasmine itu.
"udah yuk Tha. masa boarding nya udah lewat tu. kapan kapan kita balik lagi sama bang Satria". hibur Arjun.
akhirnya Retha melepaskan pelukannya. Dea tersenyum dan mengangguk pelan.
__ADS_1
"hati hati ya bro. jagain si Retha sampe selamat ke tangan suaminya". pesan Rendy.
"pastilah. kau jaga si Jasmine sampe dia punya bodyguard meskipun masih kecil". pesan Arjun dengan canda.
"Insya Allah bro". sahut Rendy tersenyum.
suara pengumuman penerbangan pesawat terdengar. akhirnya dua pasang sahabat tersebut saling melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan.
setelah di pastikan kedua temannya masuk ke pesawatnya. Rendy mengajak Dea keluar dari tempat itu. Rendy yang melihat Dea kesusahan dalam berjalan sehingga sering ketinggalan di belakang Rendy. akhirnya Rendy menarik lengan Dea dan menggenggam telapak tangan Dea agar bisa berjalan beriringan disisinya.
Dea menatap Rendy dengan perasaan yang sulit untuk di artikan. ia melihat ke bawah ke arah di mana tangannya di genggam oleh Rendy. perlakuan seperti ini adalah yang pertama baginya. ia merasa nyaman dan di muliakan seperti wanita kebanyakan yang tangannya di genggam oleh pasangannya seperti yang ia lihat saat ini. karena selama ini hanya dalam mimpinya saja jika ia di perlakukan secara tulus.
tiba di parkiran Rendy membuka pintu mobil untuk Dea. setelah memastikan safetybealt terpasang. Rendy melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit tempat ia bertugas.
selang setengah jam kemudian.
Rendy memarkirkan mobilnya di parkiran. Dea turun dari mobilnya Rendy. dan pamit pada Rendy
"aku ke poli dulu ya Ren? ". pamitnya
"tunggu biar aku antar". sahutnya.
"ga usah Ren. kamu udah telat kan. nanti aku nyusul kamu ke Apotik ya? ". tolak Dea. "
"ok". Rendy pun mengalah. ia membiarkan Dea berjalan menuju poli sendiri.
Dea berjalan pelan di koridor rumah sakit. tiba beberapa langkah menuju poli kandungan. netranya menangkap sosok yang baru tadi pagi hadir di mimpinya kembali. setelah sekian lama semenjak konferensi pers tersebut.
kini bukan hanya hadir di mimpi nya saja. melainkan ia hadir di hadapannya.
"Justin". desis Dea dengan perasaan campur aduk.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
selamat menjalankan ibadah puasa ya readers.
tetap semangat untuk
like
vote
komen
rate
❤
love u full my Readers...
__ADS_1