
# selamat menikmati episode ini
saat tengah asyik berseloroh dan mengingat tentang masa lalu tiba tiba dua jomblo tampan ini di kejutkan dengan panggilan baru untuk mereka berdua dari anak batita yang mereka anggap keponakan sendiri.
"yah.. pa.. ". panggil Dean seraya melambaikan tangannya.
"yah...pa..??? ". dua jomblo itu mencoba mengulang pernyataan batita itu.
sementara Dea mengernyitkan dahinya dan mencoba bertanya kembali kepada putranya seraya membenarkan kata kata Dean barusan.
"Ayah.... papa...??? ".
Dean mengangguk anggukkan kepalanya.
"ayyah... papa.. ". sahut Dea dengan suara cadelnya seraya menunjukkan dua jomblo tampan di hadapan mereka.
"Dee.. itu om Arjun sama om Rendy". Dea mencoba memperbaiki kekeliruan putranya.
"gak". sahut Dean seraya menggeleng kan kepalanya.
"bukan nak". bantah Dea.
"biarin ajalah Jasmine. kita ga keberatan kok. ya kan Jun? ". ungkap Arjun.
"yapz. bener banget. MyKehl Deansyah adalah anak kita bersama. karena kita yang menjaga dan merawat anak ini dari dia masih di perut bundanya hingga menjadi seorang lelaki kecil yang tampan seperti ini. ya kan Jagoan?". sahut Rendy seraya mendekat lalu membungkukkan tubuhnya dan berkata
"toss dulu kita". Rendy membuka telapak tangannya dan menunjukkan lima jari ke hadapan Dean.
Dean pun menunjukkan telapak tangannya dan merapatkan ke telapak tangan Rendy.
"anak pinter". sahut Rendy tatkala batita itu membalas yang Rendy minta.
melihat pemandangan tersebut, Arjun pun tak mau kalah. ia pun melakukan hal yang sama pada Dean.
"sini toss juga sama papa Arjun". timpal Arjun.
segera juga disambut oleh Dean. melihat pemandangan seru itu juga, Satriapun lebih tak mau kalah. ia pun melakukan dan meminta hal yang sama pada batita itu.
"cieee.....abi Satria ga mau kalah". celetuk Retha.
akhirnya suasana pesta yang di buat secara kekeluargaan dan tetanggaan pun jadi meriah karena tingkah lucu para bocah dan om om jomblo tersebut.
dan bukan hanya itu saja Dean yang menggemaskan itu pun meminta pada Dea untuk memotongkan kue ulang tahunnya dan dengan tangannya sendiri pula ia menyuapi orang orang yang selama di anggap dekat dengannya.
hal ini membuat Dea menitikkan air mata haru melihat sifat anak batitanya yang mulai mengerti akan kasih sayang yang tulus untuk dirinya.
"terimakasih ya Allah. Engkau memberikan kebahagiaan pada aku dan anakku. meskipun aku tau jika kebahagiaan ini adalah milik Jasmine yang sebenarnya". bathinnya bersyukur.
__ADS_1
meskipun Dea tak tahu entah sampai kapan ia merasakan kebahagiaan ini. kebahagiaan semu karena dirinya yang palsu tapi begitu syahdu di dalam kalbu.
malamnya..
Dean baru saja tertidur lelap di kelonan sang bunda karena kelelahan. seharian ini Dean asyik bermain bersama teman teman barunya. sementara Retha dan yang lain masih di sibukkan membereskan rumah. tak butuh waktu lama akhirnya rumah tersebut kembali seperti semula.
"puff... akhirnya selesai juga". ujar Retha seraya menghembus kasar nafasnya.
sementara Satria membawa beberapa gelas minuman hangat yang terbuat dari campuran jahe merah yang telah di seduh dengan air panas sebelumnya untuk melepaskan rasa penat dan lelah.
"terima kasih bang". sahut Rendy mengambil dan memberikan gelas satunya lagi pada Arjun.
mereka pun meneguk minuman tersebut secara bersamaan.
"buka kadonya dong". pinta Arjun seraya melirik pada tumpukan kado kado tersebut.
"Itukan kadonya si Dee ngapain di buka". sahut Rendy.
"penasaran coy. isinya apaan kalau untuk anak anak jaman now". celetuk Arjun.
"paling mainan". sahut Rendy.
"mainan apaan. ada yang mini gitu". ujar Arjun seraya menunjukkan kado berbungkus warna biru bermotif ikan diantara kado kado yang lainnya yang berukuran lebih besar dari kado tersebut.
"kepo amat sih kau. besok aja kita kesini lagi. lagian yang ulang tahun udah tidur. besok kita tunggu tu bocah bangun. baru kita buka kadonya sama sama". sahut Rendy.
"ya betul tu. biar kita liat reaksi imutnya si Dee kalau lagi buka kado. ya kan Ayah Rendy?". ungkap Retha.
"nah sekarang untuk papa Arjun. mari kita pulang berhubung sudah malam karena bunda Jasmine mungkin sudah tidur bersama si buah hati. sedangkan umi Retha juga butuh ME TIME with her hubby, Abi Satria". ajak Rendy seraya merangkul bahu karibnya dan membawanya pergi dari rumah Retha.
sementara Retha tersenyum senyum malu. sedangkan Satria langsung merangkul pundak sang istri dan berkata pada dua jomblo tampan tersebut.
"terimakasih atas pengertiannya"
"hmmm... yang bucin". sahut Arjun.
"hahaha...kita pulang ya Tha". Kekeh Rendy dan langsung berpamitan.
"makasih ya untuk bantuannya hari ini". ucap Retha.
"yo sama sama Tha". balas Rendy seraya naik ke mobil Arjun.
besok siangnya setelah jadwal makan siang Dean selesai. Dea berencana mengajak putranya itu jalan jalan ke rumah mainan yang berada tak jauh dari rumahnya.
akan tetapi baru juga ia memilih baju untuk di pakai sang putra. Dea terpaksa menghentikan aktivitasnya lantaran Dean masuk membawa kado yang berukuran segi empat. dan meminta Dea untuk membukanya.
"nda.. nda.. ". panggil Dean
__ADS_1
"ya nak. ada apa sayang? " tanya Dea seraya melihat ke arah putranya.
"kak.. kak...". ucap Dean seraya menyerah kan sebuah kado yang ada di tangannya.
"kenapa nak? ". tanya Dea seraya mengambil kado tersebut.
"kak.. nda.. kak". pinta Dean.
"di buka ya? ". tanya Dea kembali.
"ya". sahut Dean manggut manggut.
" ya udah bentar ya. kita panggil umi dulu". sahut Dea lalu menggenggam tangan Dean untuk memanggil Retha di rumah induk.
setibanya di rumah Retha. Dea mengungkap kan kan keinginan Dean. lalu Retha pun membuat panggilan grup video call. tak lama muncullah dua jomblo tampan yang sekarang memiliki panggilan baru dari Dean.
"ayah... papa.. ". panggil Dean dengan senang.
"hai boy... mau unboxing ya? ". tanya Rendy begitu melihat Dean berselonjor di antara kado kadonya.
"hai boy.. tunggu papa dong. biar papa kesitu". titah Arjun yang masih menggunakan celemeknya.
"kelamaan Jun. kau aja masih bercelemek gitu". sahut Retha.
"anaknya ga sabaran ni? ". lanjut nya.
"sabar dong umi. mau di bawain kebab ga? ". sahut Arjun.
"hehehe mau dong". kekeh Retha.
"Jasmine. mau aku bawain apa ni? ". tanya Arjun ke Dea.
Dea mengangkat kedua bahunya. karena ia bingung untuk memilih cemilan yang di tawarkan Arjun.
"aku baru buat eskrim durian sama kolak durian. mau ga? ". tanya Arjun.
"Jun. sekalian ya martabak duriannya". timpal Rendy.
"beres. udah siap ni. tinggal packing. trus on the way deh.
"Dee mau eskrim?". tawar Arjun seraya menunjukkan es krim cup yang telah di labeli dengan nama CR dirinya.
"es cem es cem nda.. es cem". ucap Dean seraya menunjukkan pada layar ponsel milik Retha.
"oke sayang. papa bawain buat kamu ya". ucap Arjun.
lalu Arjun pun pamit dari grup video callnya Retha. ia lebih memilih melanjutkan pekerjaannya untuk mempacking makanan makanan milik karibnya.
__ADS_1
selang satu jam kemudian..
Arjun dan Rendy tiba di rumah Retha. di weekend ini mereka semua berkumpul untuk melakukan unboxing ria dari kado milik Dean.