
sore ini Justin menemani Namira memeriksakan kandungan ke dokter langganan mereka. di ruang tunggu Justin dan Namira terlihat mesra dan bahagia bagi orang orang yang melihatnya. hingga salah satu pasien bertanya
"anak pertama ya pak? ". celetuknya
Justin dan Namira yang mendapat pertanyaan seperti itu melirik sang istri dan menjawab dengan jujur
"anak kedua". sahutnya
"oohh.." balas pasien tersebut.
akhirnya giliran Justin dan Namira tiba. mereka berdua masuk ke ruangan tersebut. dan di minta untuk berbaring di brankar agar bisa dilakukan peng USG an.
okey mama... liat sini... itu dia si baby nya. masih kecil banget kan. baru pemrosean pembentukan organ dalam ya ma... "ujar sang Dokter kandungan tersebut memberitahu kepada Namira dan suaminya.
Justin yang sedari terus berada di samping istri kecilnya terlihat bahagia melihat pergerakan janin kecilnya di dalam layar monitor.
"ini saya resepkan multivitamin agar mamanya sehat dan juga babynya ya. mengenai mual mualnya tetap di lanjutkan makan ya ma. jangan sampai kosong perutnya. kasihan dedeknya entar mal nutrisi lagi". jelas sang Dokter.
"tuh yang. dengar ga. makanya kalau aku maksain kamu makan. kamu nurut yang.. ". omel Justin.
sang Dokter tersenyum mendengar omelan dari suami pasiennya, sedangkan Namira memanyunkan bibirnya.
pemeriksaan selesai. Justin dan Namira keluar dari ruangan tersebut. mereka bergegas menebus resep di apotik. selama proses tunggu di apotik. Justin memposting foto sang istri yang sedang di USG dan juga hasil USGnya di laman media sosial miliknya.
ia menuliskan "menanti sang buah hati yang kedua semoga selamat hingga lahiran". yang tak lama di aminnkan oleh para netizen.
.
...----------------...
pagi ini setelah selesai meracik semua bumbu. Dea pamit pada Alma untuk memeriksakan kandungannya.
__ADS_1
"hati hati yo di jalannyo. nanti kalau sudah selesai telpon tante. biar nanti si ubay tante suruh jemput kamu nanti yo". ucap Alma
"ga apa tante. aku bisa kok nanti pulangnya sendiri. tinggal panggil Taxinya lagi" ujar Dea yang tak ingin merepotkan siapapun.
"ya sudah kalau begitu. hati hati sajo pokoknya". ujar Alma.
Dea pergi dengan menggunakan taxi menuju rumah sakit yang tak jauh dari Restoran nya. ia mendaftar dan menunggu di salah satu ruang poli kandungan. selama proses menunggu Dea melihat ibu ibu hamil yang memeriksakan dirinya di temani oleh suaminya. berbeda dengan dirinya yang hanya datang sendiri. Dea tidak ambil perduli. Dea langsung memainkan ponselnya. ia membuka salah satu laman sosial dengan menggunakan fake account tanpa memasang foto profilnya yang baru.
Ia mengetikkan satu nama dalam pencariannya. dan terlihatlah foto foto Justin yang terlihat gagah dalam balutan setelan kerjanya. Dea tersenyum melihat pria yang menjadi suaminya tersebut.
Dea akui jika ia begitu terpana dan langsung menyukai Justin ketika pertama kali melihatnya. Dea mengelus elus perutnya, sementara tangan yang satunya masih memegang ponselnya. dengan mata yang tak pernah lepas dari foto pria yang telah menjadi ayah dari anak yang di kandungnya sekarang.
hingga netranya tertuju pada dua foto yang baru di posting oleh Justin kemarin sore. foto yang menampakkan istrinya yang sedang melakukan USG dan yang satunya hasil USG.
di foto tersebut Justin menuliskan sesuatu dengan pengharapan kepada keduanya. Dea tersenyum miris mengingat dirinya hanya seorang diri dalam memeriksakan kandungannya. tanpa status kejelasan bayi yang di kandungnya apakah di akui atau tidak oleh keluarga Kehl Ardiansyah tersebut.
sakit. tentu saja Dea rasakan. perlakuan yang jauh berbeda yang ia dapatkan dari suaminya. ini adalah kehamilan pertamanya, seharusnya ia juga merasakan perlakuan yang istimewa dari Justin. sama yang seperti Justin lakukan kepada istri keduanya.
"nyonya Jasmin". seorang perawat memanggil
Dea bangun dari duduknya dan mengikuti perawat tersebut untuk masuk ke ruangan tersebut. Dea di persilahkan duduk.
"nyonya Jasmine". panggil sang Dokter. sambil melihat status medisnya. ia melihat ke arah Dea dan tersenyum.
"kita periksa dulu ya? ". ujar sang Dokter yang di panggil Dokter Meta tersebut.
sang perawat meminta Dea membuka penutup perutnya untuk di olesi gel sebelum melakukan USG. setelahnya Dokter Meta memainkan alat USG tersebut di atas perut Dea yang mulai menggelembung padat karna si janin sudah mulai tumbuh besar. alhasil perut Dea tidak lagi rata seperti dulu.
Dea di minta menatap layar monitor. ketika Dokter menscroll perutnya dan menunjukkan bentuk janinnya yang mulai mengembang sempurna. Dea terpaku menatap tubuh sang bayi yang begitu ia impikan selama ini. apa lagi ketika Dokter memperdengarkan detak jantung si bayi yang teratur. hatinya menghangat, bola matanya mengkristal haru.
"Alhamdulilah semuanya sehat ya bun.. dengan bobot yang normal di usia kehamilan seperti ini. tetap jaga pola makan ya bun.. semoga dedek bayi nya sehat terus hingga ia tiba di dunia" . jelas Dokter Meta tersenyum. lalu di aminkan bersama sama.
__ADS_1
"oiya bunda datangnya sendiri aja nih. ga di temenin suaminya? " tanya sang Dokter ber basa basi. seraya menulis kan beberapa nama obat di resepnya.
"ga Dok. saya datang sendiri". ucap Dea sambil tersenyum kecut.
"ini resepnya ya bun.. semua multivitamin untuk bunda dan si dedek bayinya. jangan lupa diminum ya bun.. semoga lancar sampai lahiran". doa sang Dokter.
"iya Dok. terima kasih. saya permisi". ucap Dea dan mengundurkan diri.
Dea keluar dari ruangan tersebut dan bernafas lega. jika tadi rasa sesak menyeruak di dadanya karena pertanyaan Dokter tentang suaminya, begitu menohok dirinya. untungnya Dea bukanlah seseorang yang baperan, yang apa apa di tanggapi dengan tangisan dan curhatan ke sembarang orang mengenai ironi hidupnya.
Dea cukup bisa mengontrol suasana hatinya jika ada sesuatu yang membuat dirinya tersudutkan seperti tadi. yah meskipun orang bertanya hanya sekedar ber basa basi atau menunjukkan perhatian kecil. tetapi tetap saja hal pribadi mengenai dirinya dan masa lalunya yang buruk tetaplah menjadi luka bathin yang ia rasa seumur hidup.
...----------------...
Dea menyerahkan resep ke instalasi farmasi di rumah sakit tersebut. dimana Rendy melihat Dea di salah satu ruang tunggu. Rendy datang menyapanya
"Jasmine." panggilnya senang.
Midea tersenyum melihat temannya Jasmine ini. ia melihat Rendy menyuruhnya menunggu dari balik kaca apotik tersebut. Dea hanya menganggukkan kepalanya pelan.
tak lama kemudian Rendy datang dengan membawa satu kresek putih berisi paket obat milik Dea.
"ni bumil. diminum teratur ya vitaminnya". ujar Rendy yang kemudian memberi keterangan cara pemakaian nya.
"thanks ya Ren". ucap Dea sumringah.
"yuk ku antar pulang". tawar Rendy.
"kamu kan masih dinas? ". ujar Dea.
"udah masuk jadwal isoma kok. jadi aman. ayok". ajak Rendy yang langsung menarik lengan Dea untuk mengikuti nya ke parkiran.
__ADS_1
...----------------...
jangan lupa buat nge like, vote, komen and rate ya ...