
setelah menempuh perjalanan yang menghabiskan lebih dari belasan jam. akhirnya Retha, Rendy dan Arjun tiba dengan selamat di di perbatasan kota Pdg di pagi hari.
"welcome to ranah minang Retha" sapa Arjun dengan gaya seperti tour guide pada umumnya.
sementara Rendy masih tertidur pulas di jok belakang setelah mengemudi cukup lama dalam perjalanan tersebut.
Retha tersenyum senang. ia menurunkan kaca jendela serta mematikan Ac mobil. bahkan Arjun mengikuti yang Retha lakukan. ia menurunkan kaca jendela di sisi kanannya menghirup udara kota yang belum terkontaminasi oleh asap knalpot kendaraan bermotor. bahkan mentari pun belum menampakkan dirinya untuk bertugas di hari ini.
"hmmmm segarnya". gumam Retha seraya menghirup kembali udara di pagi itu.
"kau malam ini menginap di rumah tante ku saja ya?. aku udah hubungi beliau kalau kau datang dan menginap di sini". ujar Arjun yang tiba tiba memberi saran ke Retha.
"ga usah lah. nanti merepotkan tante mu. aku menginap di hotel saja". tolak Retha secara halus.
"tak apa. lagian kau itu perempuan menginap di hotel sendirian. kalau ada apa kejadian susah nanti. nanti kita berdua di salahkan sama pak Satria". Arjun menolak permintaan Retha.
"kamu ini. mendoakan teman seperti itu. bukannya doain yang baik juga". sahut Retha.
"ga gitu Tha. ini kan aku mewanti wanti. lebih aman kau nginap di rumah tanteku sajalah". Arjun membujuk Retha.
"ya sudahlah". Retha akhirnya mengalah.
setelah satu jam terlewati akhirnya mereka sampai di rumahnya tante Arjun. Tante Arjun yang telah mengetahui kedatangan keponakan dan teman temannya itu menyambut mereka dengan riang gembira.
"acha... my sweetu". Sambut seorang wanita paruh baya yang bernama Kanita kepada ponakannya.
"aunty.. "Kaise ho hab ?" tanya Arjun seraya memeluk erat tantenya
"like you see sweetu. kamu bagaimana?". Kanita bertanya dalam pelukan ponakannya. seraya mengelus elus punggung ponakan kesayangan itu.
sementara Retha tersenyum kagum melihat keakraban tante dan ponakan ini. lalu ia melihat Retha dan melepaskan pelukan mereka.
"ini pasti Retha? ". Kanita menerka seraya memperhatikan wajah Retha.
"iya aunty. yang dulunya juga sering main kerumah sama teman temanku yang lain". sahut Arjun.
"ahh iya. yang teman ceweknya ada empat orang itu kan? " terka Kanita mencoba mengingat ingat kembali masa lalu dimana masa Arjun masih menyandung status mahasiswa.
"ya bener sekali aunty". sahut Arjun.
"kok makin cantik aja ya. udah merit kamunya? "tanya Kanita kembali.
__ADS_1
"Alhamdulilah. udah tante". sahut Retha seraya mengangguk kan kepalanya.
"hmmm.. cepet kalilah. kalau ga bisa sama si Arjun". jawab Kanita dengan mimik di buat sedih.
"hah. aunty ini. ada ada saja lah. semua perempuan yang tante jumpai selalu tante ajak nikah untuk aku". dumel Arjun.
Kanita tertawa mendengar celotehan ponakan yang sudah di anggapnya anak. sementara
Retha di buat kikuk karena perkataan tante nya Arjun.
"kau ini. aunty bercanda sayang. mana mungkinlah aunty maksa kamu menikah jika kau tak mau. memangnya aunty seperti keluarganya si Cindy apa". Kanita menimpali omelan ponakannya itu.
suara deheman menyadarkan mereka. mereka melihat arah suara deheman tersebut. ternyata pak Salim suami dari tante Kanita mendengar celotehan mereka sedari tadi.
"aduh istriku ini. ada tamu datang bukannya di suruh masuk, di kasih makan dulu bukan. malah di ajak mengobrol". tegur pak Salim seraya menggeleng kan kepalanya melihat kelakuan istrinya.
"ups sorry abi. umi lupa. ayo masuk". ajak Kanita kepada Retha untuk masuk ke rumahnya.
Retha menganggukkan kepalanya. setelah bersalaman dengan pak Salim. ia baru teringat sesuatu. ia menghentikan langkahnya.
"Jun". panggilnya ke Arjun.
"apa". sahut Arjun yang juga ikut menghentikan langkahnya melihat Retha di hadapannya yang tiba tiba mematung. lalu berbalik menghadap dirinya.
"oh iya".pekik Arjun seraya menepuk jidatnya. lalu ia lun bergegas ke halaman dimana mobilnya di parkir.
saking asyiknya mengobrol. mereka lupa jika ada teman mereka yang terlelap tidur karena kelelahan dalam menyetir sepanjang perjalanan mereka dari kota Mdn hingga hampir mendekati perbatasan propinsi Riau dengan sumatra barat.
Arjun menekan kunci dan membuka pintu belakang mobil. lalu menepuk pelan pipi sahabatnya itu.
"Ren. bangun Ren". Arjun memanggilnya.
setelah berkali kali di lakukan, akhirnya Rendy membuka matanya.
"kenapa? ". Rendy bertanya dengan setengah sadar.
"udah sampe". sahut Arjun.
"oh. udah ya". ujar Rendy seraya mengucek ucek pelan kedua matanya yang masih tampak mengantuk tersebut.
Rendy akhirnya turun dari mobil. ia berjalan mengikuti Arjun. masuk ke dalam rumah untuk membersihkan diri dan sarapan.
__ADS_1
...----------------...
Justin yang baru saja selesai bervideo call dengan sang istri, memberi kabar jika dirinya dan yang ikut bersamanya telah tiba dengan selamat. dan setelahnya Justin membereskan beberapa barang miliknya ke lemari apartemen yang di belinya ketika masih lajang. setelah selesai ia menemui sang mertua di kamar yang satunya.
"Ayah mana bun? ". tanya Justin. karena ia tidak melihat ayah mertuanya.
"tu di kamar mandi. memang kebiasaan ayahmu kalau mandi pasti harus ke kloset dulu. "sahut Astrid.
"pantes. suara air di kamar mandi pun ga kedengaran". kekeh Justin
"oh ya bunda sama Ayah. mau makan apa?. biar ku pesenin go food aja siang ini". ucapnya lalu mengambil Keyra yang tadinya sedang bermain di atas ranjang mertua, lalu meminta di gendong papanya.
"terserah kamu aja lah. masakan rumahan aja ya Justin. Ayah ga suka kalau yang Junkfood Junkfood gitu". pinta Astrid
"iya nda. pilihan spesifiknya apa ni bunda? ". tanya Justin kembali seraya mencium gemas pipi anaknya yang gembul.
"tumisan tumisan berkuah aja Justin. sama ikan di bakar gitu". pinta sang Bunda.
"oke nda" sahut Justin mantap.
setelah memesan beberapa makanan melaui apk di ponselnya. ia pun mengajak sang putri bermain dengannya.
"tin". panggil Astrid ke menantunya seraya menutup pintu kulkas.
"iya nda". sahut Justin dan melihat ke ibu mertuanya yang berada di ruangan dapur.
"bisa ga sekalian kamu mesanin bahan makanan. untuk bunda masak nanti malam sama besok pagi. kulkasnya bener bener kosong ini". pintanya seraya melihat Justin dari balik meja racikan dapur.
"bunda catat aja yang perlu di beli. nanti setelah makan aku keluar untuk belanja di swalayan dekat sini". sahut Justin yang terus saja bermain dengam Keyra.
"kamu ga repot Tin. bukannya besok udah harus ngantor? ". ujar Jason yang baru keluar dari kamar dan mendengar percakapan istri dan menantunya itu.
"ga kok pa. karena file udah di susun Andra semua sebelum dia cuti. besok cuma penandatangan aja. sekalian ngecheck gitu sebelum rapat lusanya. jadi kalau ayah sa bunda mau kita bisa jalan jalan bentar malam ini sebelum bunda sama ayah berangkat besok ke Pdg. ". jelas Justin.
"ya boleh juga tuh idenya". sahut Jason.
"mau kan nda?". ga capek kan?". lanjutnya dengan bertanya pada istrinya.
Astrid mengangguk pelannya seraya tersenyum lebar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
jangan lupa untuk memberikan cinta kalian kepada penulis berupa like, vote, komen, rate dab