She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
kepanikan


__ADS_3

sesampainya di parkiran. Rendy membuka pintu mobilnya untuk Dea. Dea masuk dan memasang safebealtnya nya sendiri. Rendy masuk dan menstarter mobilnya meninggalkan parkiran rumah sakit tersebut.


sesampainya di restoran. Rendy dan Dea turun dari mobil dan mereka masuk ke dalam Resto milik tante Alma tersebut. sementara Rendy memesan nasi padang kesukaannya. ketika ia hendak mengambil tempat duduk, ia melihat sepasang suami istri yang menantikan pesanan mereka. ia pun menghampiri mereka.


"Merry? ". terka Rendy.


pasutri tersebut melihat ke arah Rendy. dimana yang pria mengerutkan dahinya. sementara yang wanita terbeliak matanya melihat teman satu letingnya di perkuliahan dulu.


"Rendy?? ". sahut Merry sumringah.


bagaimana tidak setelah hampir tiga tahun berada di luar negri ikut suami dan baru saja menyelesaikan studynya kembali. Merry begitu kangen pada masakan indonesia khususnya daerah Sumatera. dan kebetulan sang suami yang memiliki saham di cabang perusahaan KBC mengajaknya untuk ikut menghadiri rapat pemilik saham di kota yang pernah ia tinggali dulu.


Rendy dan Merry saling bersalaman ria dan melepaskan rasa bahagia mereka karna kembali bersua setelah berpisah cukup lama.


"Ren.. ini kenalkan suami aku. mas Alex. mas ini teman aku satu alumni dulunya". Merry memperkenalkan mereka.


"Rendy."


"Alex".


mereka saling bersalaman. hanya sesaat mereka sempat berbasa basi. setelahnya Rendy membiarkan pasutri itu menikmati hidangan yang telah di sediakan oleh pramusaji Restoran Jasmine dan tante Alma itu.


Rendy masih ingat kata kata tante Alma. agar untuk sementara Jasmine di rahasiakan dulu keberadaan nya. agar Jasmine bisa tenang dalam menjalani proses kehamilan nya.


"biarlah aku ikuti apa pesan tante Alma. suatu hari akan ada masanya mereka yang mengenal Jasmine ku beri tau". bathin Rendy.


ia memperhatikan Jasmine dari balik kaca dapur. ia tersenyum melihat temannya itu bersemangat dalam melakukan aktifitasnya di dapur, meskipun perutnya sudah mulai terlihat buncit.


"banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu Jasmine. bagaimana teman teman kita merasa sedih karena kehilangan kamu saat itu". bathin Rendy.


...----------------...


Andra duduk di samping brankar di mana ibunya terbaring lemah dengan selang infus di tangannya.


Ningsih masuk dengan membawa bekal makanan dari rumah.


"pak. ini ada makanan dari rumah, mbak Indri yang masak. di makan dulu pak. mumpung masih anget". ujar Ningsih.

__ADS_1


Andra hanya melirik sekilas. lalu ia kembali menatap sang ibu yang masih tertidur. sudah dua hari ini Andra menemani ibunya di rumah sakit. yang terkena vonis penyakit tekanan darah tinggi.


masih terngiang di memory Andra tentang ancaman si ibu yang tak mau makan jika Andra tak pulang. sementara si Bapak marah besar terhadapnya lantaran terlalu cuek kepada ibunya. Andra menghadapi dilema. jika tak pulang dan menikah dengan gadis pilihan ibunya. ibunya akan mogok makan.


"Dra". panggil ibunya pelan yang baru saja terjaga dari tidurnya, lantaran mendengar suara Ningsih.


"iya bu". sahut Andra dan segera mendekatkan wajahnya ke Andra.


"ibu haus nak". ibunya berucap lemah.


"ini bu". Andra mengambil gelas yang telah terisikan air oleh Ningsih. lalu meminumkannya ke ibunya. setelah di rasa cukup. Andra memberikan kembali gelas tersebut ke Ningsih.


si ibu bangun dari tidurnya dan duduk menyender di kepala brankar. Andra menyusun bantal meletakkan di belakang punggung sang ibu. lalu ia kembali duduk di bangku yang berada di samping brankar.


"Dra. sini duduk dekat ibu. Ning. kamu juga". ibunya memanggil mereka berdua. agar duduk lebih dekat. tepatnya di samping kakinya.


"ibu kan belum pulih bener. ga usah pikirin macem macem dulu deh bu". ujar Andra.


...----------------...


"kapan ni kita reunian. mumpung aku di sini lho. soalnya mas Alex cuma sebentar di sininya.". ujar Merry.


"ntar aku hubungi kamu kalau aku ke MDN. minggu ini deh kayaknya aku kesana. sekalian kita mampir di Resto si Arjun.". sahut Rendy.


"oiya. wah keren tuh anak. berawal hobi masak sampai bisa buka Resto sendiri. eh apa nama Restonya ya. ntar aku singgah deh".ujar Merry antusias.


"nama dia sendiri". balas Rendy.


"hehehe keren. makanan india ya? ". terka Merry.


"exactly". balas Rendy.


"mmm. seru pastinya kalau ketemu tu anak.". ujar Merry.


"ya gitu lah". balas Rendy.


"tetapi akan ada hal yang lebih seru lagi Mer. tapi sayangnya aku belum bisa cerita sekarang". bathin Rendy.

__ADS_1


ia melirik ke arah pintu menuju dapur. memastikan Jasmine masih berada di dalam. ia takut jika Jasmine memunculkan dirinya sekarang akan terjadi kehebohan takutnya. karena bukan apa apa. ia masih teringat kepanikan Merry ketika ada sesuatu yang tak beres terjadi.


ia teringat ketika acara pensi. dimana insiden kakinya keseleo. teriakannya bikin heboh satu kampung. untung saja ada Jasmine yang menyelamatkan penampilan mereka yang hampir batal karena insiden Merry.


...----------------...


"apa bu. menikah sekarang!! ". pekik Andra.


"iya le. mumpung ibu masih bisa melihat kamu disini. besok besok kalau kamu balik lagi ke Sumatra. belum tentu kamu kembali dan menikahi Ningsih". sahut ibunya.


"ahh ga bu. saya ndak mau!! ". Andra membantah keras.


"Andra!! ". panggil si Bapak keras. yang baru saja masuk ke ruangan tersebut.


"kamu ya jadi anak. ga bisa apa sedikit aja bikin seneng hati orang tua. kami ini sudah mengalah ya. ndak memaksa kamu untuk tinggal disini dan mengurus usaha keluarga itu. tetapi paling tidak kamu penuhi permintaan ibumu. sekali saja nak". omel si Bapak dan diakhiri dengan permohonan kepada putra satu satunya.


Andra menghela nafasnya. lalu melirik tajam ke arah Ningsih yang mulai tertunduk takut karena tatapan tajam Andra kepadanya.


"baik. saya bersedia. cuma nikah kan. ga usah pake resepsi resepsian. saya ga punya cuti lama lama". sahut Andra lalu beranjak pergi dari ruangan pintu dengan membanting pintu keras.


"astafirullah". pekik mereka yang tinggal di ruangan VVIP tersebut bersamaan.


sementara Andra teriak frustasi. ia tidak pernah membayangkan jika nasib pernikahan nya akan seperti ini. menikah dijodohkan dengan perempuan yang ga ada cantik cantiknya sama sekali.


Andra bergidik ngeri. apa lagi membayangkan malam pertamanya bersama Ningsih.


"ihhh... amit amit gue making lovenya sama cewe begituan". dumelnya.


sementara si ibu mulai merasa bertenaga karena jawaban si anak lelakinya. meskipun Andra tidak ikhlas menjalani pernikahan ini. yang penting ia sudah tenang. paling tidak di hari tuanya sekarang. kedua anaknya sudah memiliki pendamping. masalah cucu biarlah ia menyerah kan semuanya kepada sang khalik. toh saat ini pun Indri, putri kandungnya sedang mengandung cucu mereka.


"Ningsih. mulai sekarang kamu sudah bisa bersiap siap ya. penampilan kamu juga bisa dirubah untuk tampil lebih cantik di hadapan suami kamu nantinya". si ibu memberi saran pada calon mantunya.


"iya bu". sahut Ningsih.


...----------------...


jangan lupa untuk nge like, komen, vote and rate ya..

__ADS_1


__ADS_2