
## Selamat menikmati kembali episode nya ya readers..
untuk sesaat Retha berhenti dan membiarkan Dea di bawa pergi oleh polisi. tetapi karena hatinya belum terima Retha kembali masuk ke rumah untuk mengambil kunci mobil nya seraya menelpon sang suami agar menolong sahabatnya itu.
langkah kaki Retha yang terburu buru dengan nafas yang tak beraturan saat menerima telpon dari Satria.
"bang. Jasmine". sahut Retha dengan nada terdengar cemas dan terisak.
"iya kenapa dengan Jasmine. kamu ga apa apa kan sayang". tanya Satria cemas.
tapi belum sempat Retha menjawab pertanyaan dari suaminya. ia spontan berteriak memanggil nama Jasmine saat tubuh Dea di masukkan ke dalam mobil tahanan polisi yang biasa di gunakan untuk menangkap para penjahat.
"Jasmine!!! Jasmine!!!". Jasmine!! suara Retha terdengar memekik keras hingga terdengar memekakkan telinga bagi yang menempelkan ponselnya saat itu dari sebrang telpon.
Retha berjalan tergesa gesa menyusul gerombolan polisi yang sudah membawa Dea masuk ke mobil dinas tersebut. saking buru burunya dia melangkah, tanpa sadar pot bunga yang terbuat dari keramik itu tersenggol oleh pahanya dan jatuh pecah berantakan.
"Jasmine!!. Jasmine!! pekiknya di sore itu.
tetapi mobil polisi berlalu dengan gesit meninggalkan Retha yang baru saja mencapai pintu gerbang. ia melihat irinhan mobil polisi tersebut mulai menghilang berbelok ke jalan raya. Retha kembali ke halaman rumah dan memasuki mobilnya untuk menyusul karibnya ke kantor polisi.
Retha tidak bisa membiarkan temannya itu menginap di penjara malam ini.
...----------------...
sesampainya di kantor polisi Retha menemui orang yang datang kerumahnya tadi.
"pak. pak tolonglah pak. teman saya yang bernama Jasmine itu jangan di tangkap apa lagi sampai jadi tahanan pak". mohon Retha.
"ga bisa mbak. itu sudah ada perintah tugasnya!". sahut petugas itu tegas.
"iya seharusnya ada proses nya dulu pak. pemanggilan sebagai saksi gitu bukan langsung langsung sebagai tersangka dan langsung main borgol". cerocos Retha dengan wajah memelas.
"semua sudah melalui proses ya bu. tersangka itu memang wanita yang sudah masuk DPO dari tiga tahun lalu!!". jelas petugas itu lebih tegas.
"tapi pak... itu fitnah pak..fitnah. emangnya dia buat apa kok main main DPO sembarangan segala". protes Retha keras.
"eh bu.. jangan mengganggu petugas ya. nanti ibu juga bisa di adili. ngerti!". hardik petugas tersebut yang mulai kehilangan kesabaran nya.
__ADS_1
tetapi Retha terus merengek meminta temannya itu di bebaskan. ga hanya itu Retha pun meminta tolong pada abangnya yang bekerja di kantor kejaksaan agar melobi orang yang ia kenal di kepolisian untuk membebas kan Dea segera.
tentu saja hal ini membuat satu keluarga Syahrul Ramadhan Lubis tersebut geger peri hal mengenai permintaan Retha yang tidak biasa nya.
"kau ada di mana sih dek. kenapa pulak kau mohon mohon satu kampung minta di bebaskan. kau pikir aku kepala kepolisian apa yang main bebas bebasin orang segala". jelas Reza
"abaaaang tolong laaaah.... ". rengek Retha yang membuat satu kepolisian menjadi kesal karenanya.
"oi bu berisik. eh apa tak bisa kau bawak tukang onar ini keluar. kalau tak bisa kau kerengkengin aja sama kawannya itu. sama sama tukang onar. pusing kali kepalaku dengar suara nya". sungut petugas senior kepada bawahan nya.
akhirnya beberapa petugas senior pun turun tangan dan meminta Retha keluar kantor dengan sopan. tetapi Retha masih saja terus membandelkan dirinya seperti seorang pejuang hak yang tidak rela jika tanahnya di gusur paksa oleh pemerintah.
"lepas jangan pegang pegang ya. ga sopan tau". hardik Retha saat dua polisi memegang lengan Retha untuk menggeret nya keluar.
"ya kalau gitu ibu keluar aja sana. biar kami bisa bekerja dengan baik". sahut salah satu petugas junior tersebut masih sopan.
"ga. saya mau teman saya itu juga di bebaskan. dia itu bukan yang seperti kalian tuduhkan tau!! ". hardik Retha.
perdebatan antara Retha dan petugas tersebut masih saja berlanjut. hingga akhirnya beberapa petugas senior yang sudah menahan kesal sedari tadi pun mengambil tindakan. mereka akhirnya menggeret Retha masuk ke dalam sel dimana ia di gabungkan oleh beberapa perempuan lainnya yang membuat masalah kriminal lainnya.
sementara Dea sendiri masih berada di ruangan penyidik untuk di mintai keterangan agar bisa mendapatkan bukti bukti dari dirinya mengenai kasus yang lama terjadi dan juga kasus baru berupa pemalsuan identitas.
Retha menangis saat sadar jika dirinya tidak bisa berbuat apa apa lagi karena sudah di bui oleh polisi karena kecerobohannnya juga membuat ke onaran di kantor ini.
suara getaran ponselnya membuat dirinya berhenti menangis. ia sedikit lega karena ponsel yang ada di saku celana kulotnya tak di sita pihak kepolisian. ia mengambil ponsel tersebut dan matanya berbinar senang saat siapa yang menelpon dirinya. ia pun dengan cepat menekan tanda hijau di layar ponsel nya.
"hallo bang". sahut Retha terisak.
"Retha.. Retha.... kamu kenapa dek. kamu di mana sayang?? ". ucap Satria dengan rentetan pertanyaan.
meskipun perasaan hatinya tadi begitu cemas dan khawatir akan keadaan dirinya dan twmannya. tetapi kini rasa khawatir itu sudah sedikit mereda saat mendengar suara suaminya.
"bang...bang. ..". panggil Retha masih terisak.
"dek.. jangan nangis lagi ya... kamu harus tenang sayang. jelasin ke abang. kenapa?". terus kamu sekarang ada di mana Tha,??? ". tanya Satria yang mulai khawatir lagi saat mendengar isak tangis dirinya.
"abang kesini ya... sekarang?? ". pinta Retha memohon.
__ADS_1
"iya.. iya.. abang ke situ. tapi kamu di mana dek?? ". tanya Satria yang berusaha menenangkan istrinya yang masih terisak itu.
"abang tolongin kita sekarang ya. bebasin kita sekarang ya bang". pinta Retha yang terus terisak.
"iya dek.. iya sayang.. abang tolongin kamu sekarang. tapi kamu ada di mana? ". tanya Satria yang mulai tidak sabaran.
"tolongin Jasmine sekarang ya bang". racau Retha yang masih terisak dan panik.
"iya sayang..iya..kamu ada dimana Tha??. jawab??". mohon Satria dalam kecemasan nya.
"di kantor polisi baaaaang.... wua... wua.... wu". Retha menangis sejadi jadinya.
"hah. apa??! ". kenapa bisa dek?!!". pekik Satria kaget.
"aku di tangkap polisi baaaang.... si Jasmine juga..... tolong kami baaaang... si Jasmine di ruangan tertutup bang. aku takut baaaang. takut si Jasmine di siksa baaaaang... wua... wua... wua.... ". tangis Retha kembali.
"oi.. berisik". hardik petugas yang berada jarak dua meter dari sel tahanan sementara tersebut.
sementara dari seberang telpon perasaannya Satria tak karuan mendengar tangisan Retha yang merengek dan mengiba iba seperti tadi. ia pun dengan segera bergegas menyusul Retha ke kantor polisi.
Di sepanjang perjalanan ia menelpon abang iparnya, Reza untuk membuat surat jaminan pembebasan atas nama istrinya.
sementara Reza sendiri sedang mengendarai mobilnya menuju kantor polisi di mana adek perempuan satu satunya di tahan. yang sebelum nya ia mencari informasi dari koleganya di kepolisian mengenai kasus adiknya itu.
"oalah kau dek. cantik cantik dan pintar kadang ada bengak bengak nya juga. ngapain lah kau cari cari ribut di kantor polisi. di tuntut pasal sama mereka baru tau rasa kau dek. untung si mama tak tau. coba kalau mama tau kau macem gini. bah abis lah kau dek". sungut Reza seraya membelokkan stirnya memasuki halaman kantor kepolisian tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem
terimakasih
Follow my ig
Hazhilka279
#Hazhilka
__ADS_1