She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Mimpi mimpinya Alma


__ADS_3

## wellcome back readers. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


beberapa hari sebelumnya...


Alma menceritakan tentang mimpinya ke Danang semalam yang bertemu dengan Naminka dan juga Jasmine. Di mimpi itu Alma melihat Naminka tampak bahagia memeluk putrinya itu.


Tetapi ada hal yang menyedihkan di akhir mimpinya bahwa Naminka meminta tolong pada Alma untuk menyelamatkan putrinya sekali lagi.


"menurut Uda itu pertanda apo ya?". Tanya Alma pada suaminya yang penyabar itu.


"hmmm....entahlah ambo pun indak tau dek. Apo jangan jangan soal kasus Midea ya?".ujar Danang diakhiri pertanyaannya yang tidak yakin.


"apo hubungannyo dengan kito uda. Si Midea itu yang jahat sama kito. Lagian dia itu orang lain. Dulu sudah kito orang yang menolong dia saat dia melahirkan Dee". Sahut Alma bernada protes.


"mmm...iyo juga sih". Sahut Danang bingung.


"ngomong ngomong soal Dee. Ambo kok jadi rindu yo sama anak itu". Celoteh Danang tiba tiba.


Alma tersenyum tipis. Sebenarnya pun di hatinya Alma membenarkan perkataan suaminya itu. Bahwa ia juga merindukan bocah itu. Apa lagi anak itu sudah berusia tiga tahun sekarang. Pastilah bocah itu bertambah pintar dan lucu.


"ambo juga rindu uda". Alma berucap pelan seraya menatap ke depan di mana rumah Naminka masih terlihat jelas dari teras samping di mana mereka sedang bersantai menikmati pagi ini.


"tapi masalah nyo dia bukan cucu kito. Cucu orang lain uda". Lanjut Alma pasrah yang merasa kesepian di masa tua tanpa ada gelak tawa dari cucu cucu tercinta.


"seandainya mimpi ambo semalam menjadi kenyataan bahwa Naminka dan Jasmine masih ada hingga sekarang. Sudah Pastilah ambo bahagia melihat mereka bahagia karena Naminka bisa melihat Jasmine wisuda dan sudah menjadi sarjana dan di tambah lagi....".ucap Alma.


Tetapi ia terpaksa menghentikan ucapannya karena suaminya berdehem dan berdecak seraya menggeleng gelengkan kepalanya heran mendengar hayalan sang istri karena mimpinya.


" ehemm..ck...ck..ck...rancak banna lah hayalan istri ku ini. ya sudahlah sayang. lupakanlah sajo mimpi mimpi itu dek. Paling cuma bunga tidurmu sajo dek". Komentar Danang mengakhiri perbincangan pagi menjelang siang itu.


Satu, dua hari atau pun tiga hari Alma bisa memendam resahnya akan mimpi tersebut karena ia mengikuti perkataan suaminya jika itu hanyalah bunga tidur belaka.


Akan tetapi sudah tiga malam berturut turut ini mimpi tentang Naminka dan Jasmin pun bermunculan lagi meskipun itu adalah sepenggal sepenggal memori saat Naminka dan Jasmine masih ada di sisi mereka.


"tante bermimpi mereka lagi Ren?". Curhat Alma ke Rendy saat di jumat sore itu.


"om Danang tau?". Tanya Rendy.


Alma menggeleng pelan seraya berkata"indak ambo kasih tau".


"kenapa tante?". Takut om Danang kepikiran kayak tante juga?". Tanya Rendy memastikan fikirannya.


"paling nanti oom kamu bilang cuma bunga tidur sajo". Sahut Alma pasrah.


"mungkin bisa jadi tante???". Sahut Rendy untuk menenangkan hati perempuan yang sebaya dengan mamanya itu.


"entah lah Ren". Sahut Alma lemah nan pasrah jika mengingat curhatan hatinya kepada suaminya itu tempo lalu.


Mereka terdiam untuk beberapa detik.


"Rendy". Panggil Alma kembali.


"ya tante". Sahut Rendy pelan.

__ADS_1


"besok jadi awak pulang ke Mdn?". tanya Alma.


"jadi tante". Sahut Rendy.


"tante boleh ikut kamu ga?". Tanya Alma.


"boleh saja. tante memang harus butuh refreshing biar ga sumpek di dapur terus". ungkap Rendy yang melihat keadaan tante Alma yang terlihat tidak rileks selama ini.


Alma tersenyum simpul. Pada hal di hatinya ia resah karena memikirkan wanita yang pernah memanggilnya dengan sebutan "mama". Untuk pertama kalinya dalam hidupnya.


"Midea. Apo awak baik baik sajo di sana. Semoga awak bisa menjalani hukuman awak dengan baik". doa Alma di hatinya.


Besok paginya...


Setelah mendapatkan ijin dari suaminya atas saran Rendy. karena sebelumnya Danang agak keberatan melepaskan sang istri ke kota lain sendirian apa lagi di luar propinsi seperti ini.


Tetapi karena Rendy telah berjanji akan menjaga Alma dengan baik di sana. maka Danang pun melepaskan kepergian sang istri untuk merefreshingkan kepalanya yang telah di penuhi segala macam fikiran tentang mimpi mimpinya selama ini.


"hati hati yo. Manfaatkan baik baik dua hari untuk refreshing, shoping, makan makan enak di sano yo". Pesan Danang bercampur guyonan ringan.


"he he he..uda ini. Ado sajo". Sahut Alma bercampur kekehan kecil.


"kan tak apo". Sahut Danang.


"Rendy. Pokonya nanti awak bikin senang lah tante kau ini di sano". Pinta Danang.


"beres om. Tenang aja om. Ga usah khawatir. Pokoknya ntar tante sama mama tak temanin jalan jalan sama shoping shoping deh". Sahut Rendy mengiyakan sesuai rencana yang ia fikirkan sebelumnya.


hampir dua jam kemudian ...


Alma dan Rendy pun tiba di kota Medan. dengan menggunakan taxi Rendy membawa Alma untuk menginap di rumahnya saat ini.


"nanti merepotkan mamamu Ren". Alma mengajukan keberatannya karena ia pikir akan mengganggu ketenangan mamanya Rendy.


"ya enggaklah tante. Aku udah bilang kok. Tante Alma ikut sama aku pulang ke sini". Bantah Rendy.


"tenang aja ya tante. Sekarang kita pulang untuk istirahat dulu. Ntar sore atau malam kita kemon go go in the hoy kemana aja tante suka". ucap Rendy bernada canda.


"Hahaha..kamu ini bisa sajo nak Rendy". Kekeh Alma.


Sering dengan taxi mereka yang melaju menuju komplek perumahan elit sayup sayup terdengar sirine ambulance yang melaju kencang menuju sebuah rumah sakit yang terkenal lengkap dan akurat alat alat medis nya.


Bukan hanya itu saja bahkan Dokter dokter di sana memiliki jam terbang tinggi dalam menangani pasien pasiennya.


Seketika pikiran Alma menerawang jauh ke masa masa di mana Naminka dan dirinya masih bekerja secara aktif sebagai perawat yang memiliki licensi.


"ingat masa lalu ya tante". Celetuk Rendy yang akan seakan tau pemikiran Alma.


"ahh awak Ren. Bisa sajo menebak pikiran ambo". Sahut Alma tersipu saat pria muda yang seperti anaknya bisa menebak isi kepalanya.


"hehe...karena tante tadi seperti penasaran suara ambulan dari mana kan?". Terka Rendy kembali.


"ingat Almarhumah mama Naminka pastinya. Iya kan?". Rendy menerka untuk ke sekian kalinya.

__ADS_1


Alma kembali tersenyum simpul karena apa yang di ucapkan pemuda itu benar adanya. Akhirnya taxi itu pun berhenti di depan rumah orang tua Rendy yang telah di sambut oleh mamanya Rendy.


Alma di persilahkan masuk untuk beristirahat dalam kamar tamu yang sudah di persiapkan. begitu pun Rendy yang ingin merebahkan tubuhnya sejenak ke kamar kesayangannya.


Baru juga beberapa menit ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang kamar. Dering ponselnya menunda rencananya untuk memejamkan mata. ia melihat panggilan telpon dari Arjun.


"hmm...tau aja ni orang kalau aku pulang. Pasti kau mintak bantuan aku untuk part time malam minggu. Sabar lah angkel mutu. Biarlah aku mandi mandi dulu". Dumelnya seraya menatap ponselnya dengan layar yang masih on call.


Baru juga ia ingin menggeser layar ponselnya ke atas. Arjun memutuskan sambungan panggilannya.


Ting. Ting. ting. Suara nada pesan ke ponselnya. Rendy pun membuka pesan bergambar tersebut. Sontak pupil matanya melebar melihat foto wanita malang yang dulunya di kira adalah sahabat mereka.


Arjun


"aku sama Retha ada di rumah sakit yang tak jauh dari rumahmu. Kau kesini lah. lihat si Dea. Kasihan kali kami lihatnya. Kritis kata dokternya".


Rendy masih bergeming menatap foto Dea yang telah di pasangi selang oxygen itu dan beberapa alat medis lainnya. Hal ini sungguh membuat Rendy menjadi iba melihat kondisi bundanya Dee itu.


Tiba tiba ia kepikiran tentang mimpi mimpi nya tante Alma tentang Jasmine.


Arjun


"Ren".


Arjun


"Ren"


Arjun


"Rendy. Oi!"


Rendy tersadar dari lamunannya saat nada pesan ketiga berdenting kembali untuk ketiga kalinya.


Rendy


"ya. Aku kesana sekarang"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan menshare link nya.


Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers


Di ig Hazhilka


Di NT Hazhilka279


#Hazhilka


ig Zhil olshop


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2