She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Di pernikahannya Andra 2


__ADS_3

# semoga happy tuk membaca kembali ya readers 😘.


suasana tampak syahdu saat waktu memasuki acara sakral di mana kini Andra berhadapan dengan Darmawan dengan tangan yang saling menjabat. sementara Cindy menunduk haru. Jantung sepasang pengantin itu berdegup kencang. apa lagi Andra yang saat ini di minta untuk mengucapkan kalimat sakral yang akan mengikat mereka selamanya dalam pernikahan.


"saya terima nikahnya Cindy Allesia Harahap dengan mas kawin tersebut di bayar tunai". Andra mengucapkan kalimat sakral tersebut dengan lantang dalam satu tarikan nafas.


"saaaaaaahhhh". pekik para saksi yang hadir.


Darmawan tersenyum lega dan bangga. pada akhirnya ia bisa melepaskan putri bungsunya kepada laki laki yang di harapkan putrinya dan dirinya.


"semoga samawa nak". ucap Darmawan haru seraya melepaskan jabatan tangannya.


"makasih pa". sahut Andra yang ikut tersenyum lalu menatap ke dalam netranya Cindy yang terlihat mengkristal yang juga sedang menatap dirinya dengan tersenyum haru.


sementara Justin dan Indra juga tersenyum haru. fikiran Justin menerawang ke masa ia mengucapkan ijab kabul di hadapan seluruh keluarga untuk Namira, istri yang ia cintai. sedangkan Indra menatap sang istri yang duduk bersebrangan dengan pihak perempuan. mereka saling bersitatap dan tersenyum. masing masing mereka teringat momen momen indah saat mereka menikah dulu.


...----------------...


Di dalam sebuah taxi dalam perjalanan pulang ke paviliunnya Satria. Midea dan Dean saling bersidekap dengan kepala Dean yang menyender di bawah ketiak bundanya.


"bunda masih sakit perutnya?". tanya Dean seraya mendongakkan wajahnya menatap pada bundanya yang masih memeluk tubuh kecilnya seraya mengusap usap pelan rambut lembutnya.


"sedikit sayang". sahut Dea tersenyum.


setelah acara sakral Andra dan Cindy selesai Midea memutuskan untuk pulang dengan taxi. selain karena suasana hatinya yang tidak bisa berkompromi dengan keadaan. dan juga karena ia memang sengaja menghindari bertemu dengan Justin dan keluarganya.


"kenapa aku bisa baperan saat acara ijab kabulnya mereka berlangsung. apa karena aku yang dulu nya di nikahi secara keterpaksaan atau aku nya yang cemburu karena tidak bisa mendapatkan impian menikah secara mewah seperti mereka". bathinnya bersiteru.


"hah. lupakan Midea tak ada gunanya kamu memikirkan masa lalu. sekarang cukup kamu dan anakmu saja". otak Midea kembali memunculkan logikanya.


Midea menghembuskan nafasnya secara kasar. ia melihat ke putranya yang masih nyaman dalam pelukan nya.


suara getaran ponsel Midea membuyarkan lamunannya. ia merogoh ke tas dompet nya yang berwarna senada dengan gaun renda pink softnya. ia melihat beberapa panggilan tak terjawab dari teman temannya Jasmine.


Midea mengetikkan pesan ke Retha jika dirinya pamit pulang duluan karena tak enak badan. dan juga memberitahu kan jika Dean juga ikut pulang bersamanya.


sementara di tempat pesta pernikahannya Cindy dan Andra berlangsung. Retha membaca balasan pesan dari Midea di ponselnya.

__ADS_1


Satria mendekati sang istri karena melihat wajah sang istri yang tampak serius dan merasa cemas .


"kenapa dek?. udah tau di mana Jasmine dan Dean? ". tanya Satria.


"mereka pulang bang. karena Jasmine sakit katanya". sahut Retha risau.


"Jasmine sakit?? "!. pekik Satria.


"iya bang. dia ngasih pesan begitu. nih pesannya". sahut Retha seraya menunjukkan isi chatnya.


"oohh.. mungkin dia salah makan sesuatu. tadi aku sempat tanya Dean sama Keyra katanya nemenin Jasmine ke toilet. katanya sakit perut". ujar Satria tersenyum agar sang istri berhenti mengkhawatirkan sahabat nya itu.


"ooohh.. mungkin dianya takut kerepotan bolak balik ke toilet kali. makanya dia fikir di rumah aja lebih baik dan lebih nyaman". balas Retha.


"ya udah lah dek. ga apa apa. biar aja dia istirahat dirumah". sahut Satria lalu mengajak sang istri untuk berfoto bersama dengan seluruh staf KBC.


Justin memanggil adik sepupunya itu untuk segera bergabung saat seluruh staf telah berkumpul menunggu pasutri tersebut. semuanya telah dengan pasangannya masing masing. baik Satria dan istri, Indra dan istrinya bahkan mr. Alex yang juga bersama dengan istrinya. hanya Justin yang di temani oleh sang putri.


melihat pemandangan itu tentu saja terlihat menyimpang di mata sang fotografer.


"ini istrinya mana ya? ". celetuk sang fotografer yang nota bene kurang informasi mengenai profil dunia bisnis lantaran sudah dua tahun lebih Justin menghilang dalam dunia bisnis di Indonesia.


"maaf bang kita lanjutkan saja pemotretan nya ya? ". ujar Indra yang memberitahukan sang fotografer secara tak langsung.


Indra langsung tau perasaan hati Justin jika menyinggung sesuatu yang berhubungan dengan Namira seperti tadi pagi saat Andra menyindir soal bocil untuk Justin. Justin tersenyum mengangguk menatap sahabat nya itu sebagai pengungkapan terimakasih secara tak langsung.


sementara sang fotografer langsung mengerti akan hal yang di maksud oleh Indra. ia pun memainkan kamera digitalnya dan mengarahkan berbagai pose pada objeknya itu. meskipun setelah hasilnya ia sudah tahu akan ada keganjilan di sana. tetapi ia pun harus bersikap profesional.


setelah melakukan sesi pemotretan maka para sahabat sahabat Andra pun berpencar termasuk Justin. mereka meninggalkan pasangan pengantin itu di pelaminan. Jika Justin memilih pergi mengikuti keinginan Keyra untuk mengambilkannya icecream di meja hidang yang telah di sediakan.


sedangkan Retha dan Satria menatap dari kejauhan kegiatan ayah dan anak itu.


"Dek kamu ingat ga yang di katakan fotografer tadi? ". Satria mencoba membangkitkan momen yang terjadi beberapa saat lalu.


"ingat. kenapa bang? ". tanya Retha.


"kasian aja sama bang Justin nya". ucap Satria

__ADS_1


"jadi mau gimana? kan bang Justinnya aja yang belum mau menikah karena sayang sama keyranya". sahut Retha.


"iya sih. tapi seandainya status nya Jasmine jelas. abang berniat menjodohkan mereka secara tak langsung". ujar Satria yang tiba tiba tercetus ide yang menurutnya bagus.


"apa??!! ". pekik Retha menatap sang suami.


Satria tersenyum seraya meletakkan satu jari ke bibirnya sendiri sebagai tanda agar Retha diam.


"abang ini yang benar aja bang?. lagian belum tentu bang Justinnya mau". ujar Retha yang sedikit keberatan.


"ehhh.... belum kita coba". balas satria.


"belum tentu juga kan Jasminenya mau. apa lagi status nya Jasmine apakah sudah single parent atau masih istri sah dari seseorang". ujar Retha yang sedikit memelankan suaranya karena takut terdengar di telinga orang lain.


Satria pun terdiam. hati kecilnya membenarkan perkataan dari sang istri. tetapi jika seandainya Jasmine itu memang single parent. maka ia sudah pasti akan melakukan seperti menurut idenya tanpa sepengetahuan mereka berdua.


Dan pastilah mereka berdua terlihat serasi jika di sandingkan menurut bayangan Satria. apa lagi masing masing mereka memiliki anak anak yang lucu dan menggemaskan. terlebih keponakan nya itu sudah dekat dengan bundanya Dean itu. pastilah rumah tangga mereka akan bahagia.


"perfect family". gumam Satria tersenyum yang sedang membayangkan rumah tangga yang ia bangun untuk abang sepupunya itu.


sementara Retha melihat sang suami tersenyum senyum sendiri menimbulkan pertanyaan di benaknya.


"bang". panggil Retha.


"ya". sahut Satria yang seketika membuyarkan lamunannya.


"menghayal apaan sih. ngayal jorok ya? ". tanya Retha seraya memicingkan matanya.


"hehehe..iya maen jorok sama adek. abis ini kita pulang langsung maen yuk? ". ajak Satria gemas menahan hasrat yang muncul gara gara ucapan istri cantik dan pintar nya barusan.


"ihhhh.... abang malu di dengerin orang". bisik Retha seraya mendelikkan matanya.


tetapi Satria tak perduli ia tetap membisikkan kata kata mesum ke telinga sang istri hingga tanpa yang membuat tubuh Retha jadi meremang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2