
# Selamat menikmati episode ini kembali ya readers.
"plak. plak. plak. plak". serangan tamparan bertubi tubi datang menghampiri kedua pipi pria yang telah gagal membawa Dea ke hadapannya.
"bodoh. tolol. ga becus. gitu aja ga bisa kamu bereskan. dasar tolol. badan aja kamu besarin otak kamu ga berfungsi". maki Sonya pada anak buahnya.
lalu ia menatap kesal ke pria yang satunya lagi.
"kamu juga sama begoknya seperti dia. kalau begini caranya bagaimana kita bisa mencari tau dia Midea yang sebenarnya atau bukan. bodoh kamu. bodoh". maki Sonya kesal seraya menunjuk nunjuk ke kepala pria yang menunduk itu.
"maaf madam. tapi saya bisa mendapatkan sehelai rambut dari perempuan itu. mungkin dengan ini kita bisa membuktikan siapa dia yang sebenarnya madam". ujar sang bodyguard seraya menyerahkan satu plastik yang berukuran kecil dimana terdapat sehelai rambut milik Dea di dalamnya.
Sonya terdiam seraya mengambil satu plastik kecil itu. ia memperhatikan helai rambut yang hitam dan lurus itu. ia tersenyum menyeringai karena ia sudah tau apa yang akan ia lakukan pada rambut itu.
"mmm... good". gumamnya.
"pesankan tiket VVIp ke Jkt. kita kembali sore ini juga". titah Sonya seraya mengusir kedua bodyguard tersebut dengan kibasan tangannya.
"Midea. kamu pikir aku bisa melepaskan kamu begitu saja hah?. dasar wanita tak tau di untung masih syukur kamu waktu itu aku tampung saat Evan mendepakmu dari agencynya". gerutu Sonya kesal mengingat kejadian empat tahunan yang lalu.
Flashback
"Dea. Dea. kamu mau kemana. kamu harus tinggal di sini sama tante aja. tante yang akan mengurus kamu sayang". bujuk Sonya saat melihat koper koper Dea keluar dari kamar apartemen miliknya.
"aku butuh ketenangan tante. tante jangan mengusik aku. apa lagi tante tanpa persetujuan aku membuat janji kencan dengan sembarangan lelaki yang tidak pernah aku temui sama sekali". hardik Dea kesal.
Sonya tersenyum smirk mendengar perkataan Dea yang menurut nya sok suci.
"hah. apa kamu bilang Dea. sembarangan?".
tanya Sonya mencibirnya.
"dengar ya Dea. mereka bukan lelaki sembarangan. mereka orang orang berkelas. lagian hari gini kamu masih bisanya milih milih lelaki yang mau kamu kencani". cibir Sonya.
__ADS_1
Dea melirik tajam Sonya dengan kedua ujung matanya. tetapi Sonya semakin tidak perduli dengan sikap Dea.
"dengar ya Dea. kamu pikir kamu tinggal selama disini itu ga pake biaya hah. sadar dong kamu. kamu itu berasal dari mana. kamu adalah sampah yang di pungut Evan di jalanan lalu aku yang membuat kamu menjadi seorang bintang di kelas atas". ujar Sonya geram.
"ya untuk itu aku ucapkan terimakasih tante. tapi untuk kali ini aku mohon. beri aku waktu. aku butuh ketenangan. masalah uang dan segala macam biaya yang tante keluarkan untuk aku. akan aku kembalikan sesegera mungkin okey tante". ujar Dea seraya membujuk Sonya.
"cih. dengan apa? ". kamu pikir kamu bisa melunasi nya dengan sekejap. lagi pula dengan cara apa sayang kecuali dengan tubuhmu yang mulai tak terawat itu". cibir Sonya.
"ahh... sudahlah Midea. bakat mu hanya sebatas di atas panggung catwalk dan di depan kamera saja sayang. selebihnya ck.. ck... ck... tidak ada. nol sayang. itu pun jika bukan aku yang melatihmu selama ini tentu saja kau bukan apa apa Dea". lanjut Sonya yang semakin merendahkan Dea.
"sekarang mana agency lain yang mau menerima kamu sayang. setelah perusahaan sebesar KBC mendepak mu dari produk mereka". ujar Sonya semakin geregetan melihat sikap Dea yang belum tampak melunak.
"cukup tante biar aku sendiri yang menentukan hidupku. aku sudah tidak ada hubungannya dengan kalian mulai dari sekarang. aku bebas menentukan jalan hidup aku sendiri tante". pekik Dea seraya menyeret dua koper besarnya menuju pintu keluar dari apartemen Sonya.
tentu saja Sonya tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. ia mencegah Dea keluar dari apartemennya dengan mencekal lengan Dea. sehingga terjadi tarik menarik antara dirinya dan Dea sampai akhirnya Sonya kalah kuat dari Dea yang memberontak keras dengan mendorong dirinya hingga terjatuh ke lantai dengan pipi nya yang sedikit sobek karena tergesek ujung meja.
melihat dirinya yang jatuh serta Dea yang tidak ambil perduli dan memilih pergi tanpa berinisiatif menolong dirinya membuat Sonya semakin meradang ia menyusul Dea keluar tetapi karena ia kalah cepat akhir nya ia pun hanya mengeluh kesal karena terlambat mencegah Dea yang sudah memasuki lift.
setelahnya ia mengelap bekas darah akibat luka goresan di pipinya.
"dasar brengsek. awas aja ya Midea akan aku kejar kamu kemana pun". sungut Sonya.
sementara di dalam bus menuju pulang ke rumahnya. Midea teringat kembali saat di mana ia di depak dari agencynya. saat itulah Midea mulai benar benar terpuruk. di mana ia butuh tempat tinggal dan juga uang untuk melunasi semua hutang yang di anggap oleh tante Sonya atas biaya hidup dirinya selama menumpang hidup dengan tante Sonya.
saat itulah Midea semakin nekat memoroti uang yang Justin transfer ke rekeningnya untuk melunasi hutang hutangnya pada tante Sonya yang memang belum pun semua terbayarkan olehnya.
"ya rabb. aku tau aku seorang pendosa. tapi boleh tidak aku hidup tenang untuk kali ini saja demi anakku". doa Dea di hatinya.
setelah tiba di kediaman Satria..
Retha menyambut bahagia Midea setelah tau kabar dari sang suami bahwa sahabat nya itu telah berhasil melewati satu tahap yang paling menyulitkan bagi setiap mahasiswa.
"Jasmine....". pekiknya senang saat Midea memasuki gerbang rumahnya.
__ADS_1
Midea tersenyum senang di sambut bahagia oleh Retha.
"selamat ya sayang. akhirnya skripsi kamu selesai juga". ujar Retha seraya memeluk Midea.
"makasih Ta. makasih". sahut Midea bahagia seraya membalas pelukan sahabatnya Jasmine itu.
"kapan rencana daftar sidangnya ni". ujar Retha sumringah.
"sebentar lagi Tha. mungkin beberapa hari lagi Tha. aku juga takut kalau harus di sidang duluan Tha. jadi biar aku cari informasi dulu deh pengalaman mereka yang udah pernah di sidang". sahut Dea.
"tenang aja bun. yang penting kita nya harus bisa menguasai materi dan isi skripsi kita. dan berdoa agar di permudah jalannya oleh Allah. insya Allah akan di permudah semua
nya oleh Allah.
"Aamiin". sahut kedua nya.
"yok.. masuk.. aku udah tes masak lho resep yang pernah kamu bagikan ke aku. dan hari ini Dee bantuin aku". ujar Retha sumringah.
"bantu ngerusuhi maksudnya? ". tanya Midea kurang yakin terhadap putranya itu.
karena yang Midea tau Dee memang suka ngerusuhi saat dirinya memasak dapur. meskipun akhirnya Dee bakalan lalai saat di beri sesuatu yang berasal dari bahan makanan yang bisa membuatnya lalai dalam permainan masak memasaknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem
terimakasih
Follow my ig
Hazhilka279
#Hazhilka
__ADS_1