
# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
sambil menyantap makanan ala kadarnya hasil masakan simple nya. Justin diam diam memperhatikan putranya itu yang kini sudah mulai lahap dalam menyantap.
"enak Dee?". Tanya Justin hati hati.
"mmm..enak tapi cuma nacinya aja yang enak ". Sahut Dean polos dan terkesan cuek.
Justin pun hanya bisa membisu seraya memperhatikan putranya yang masih lugu itu.
"hmm...nasib nasib yang sulit untuk bisa ngambil hati anak sendiri". Keluhnya di hati.
Setelah Dean selesai dengan makannya. Justin segera membereskan piring piring kotor tersebut. ia menemani Dean menggambar sesaat sebelum meminta bocah itu untuk masuk ke kamar nya Justin.
di kamar Justin. bocah itu mengikuti arahan Daddy nya untuk menyikat giginya sendiri dan menggunakan piyama tidurnya.
"selesai". Ujar Justin setelah di rasa beres membenahi tempat tidurnya dan juga putra nya.
"sekarang Dee bobo ya?". Udah malam. Besok kita ke kantor Daddy lagi". ajak Justin.
"kita kapan nyusul kak keyla nya?". Tanya Dean tiba tiba.
"lusa sayang. Besok Daddy beresin kerjaan Daddy dulu yang di sini. baru kita nyusul kak Keyra nya. Okey?". Sahut Justin menjelaskan pada putranya itu.
"sekarang kita bobo dulu ya?". Titah Justin.
"iya". Sahut Dean.
Justin menarik kecil sudut bibirnya melihat sikap Dean yang patuh seharian ini meskipun terkadang timbul sikap ngambek ngambek nya. Tetapi satu harian bersama Dean hari ini adalah cukup menyenangkan untuk Justin.meskipun dirinya juga merasa cemburu lantaran sering di banding bandingkan dengan pria yang Dean panggil papa.
Paginya....
Seperti biasa setelah Justin membereskan pakaian Dean dan juga bekal susunya untuk di bawa ke kantornya nanti.
Justin menepati janjinya untuk membuatkan Dean nasi goreng ala dirinya. Kali ini ia meracik sendiri bumbu nasi gorengnya dan tidak lagi mengandalkan sebuah konten memasak di jaringan internet.
Sementara Dean menyaksikan Daddy nya itu sedang merajang bawang dan cabe ijo sebagai bumbu ongsengan.
"biasanya bunda pake bakso sama sosis". Ujar Dean tiba tiba mengomentari masakan Justin yang sedari tadi ia perhatikan jika Justin tak mengeluarkan sosis dan bakso dari lemari es nya.
Justin terdiam sesaat lalu tersenyum.
__ADS_1
"oke. Daddy tambahi sosis dan juga bakso nya". Sahut Justin yang ingin memuaskan putranya itu.
Selesai ia merajang keseluruhan bumbu tambahan. Maka waktunya kini untuk menumis bumbu rajangan tersebut lalu menggoreng nasi yang sudah di masak sebelumnya.
netra bocah tampan itu masih berfokus pada kegiatan Justin yang menurut Dean terlihat sedikit repot dengan cara memasak Justin yang tidak beraturan. Hal ini sangat berbeda dengan papa Arjun nya saat memasak.
"biasanya papa kalau masak apinya ga sebesar itu". Celoteh Dean bersifat kritik.
Justin menghentikan adukan nasi gorengnya sesaat lalu tubuhnya setengah berbalik ke arah Dean.
"apinya kebesaran makanya tangan nya Daddy kepanasan kan?". Celoteh Dean polos seraya menopang kedua pipi gembulnya dengan kedua tangannya.
Justin terkekeh mendengar dirinya kembali di kritik oleh anak kandung nya sendiri. Justin melipat kedua bibirnya ke dalam. lalu kembali melanjutkan kegiatan memasak nya seraya melakukan apa yang di kritik Dean, yaitu mengecilkan api kompornya.
Beberapa menit kemudian ...
Nasi goreng ala Daddy Justin telah matang sempurna lengkap dengan potongan topingnya berupa udang, bakso, sosis dan suwiran ayam goreng.
Justin menata nasi goreng tersebut di atas piring keramik putih lalu membubuhi telur mata sapi di atasnya dan juga udang yang di dicelup ke dalam adonan berupa tepung terigu dan kuning telur yang diencerkan dengan air bersuhu dingin lalu digoreng dengan minyak goreng yang banyak hingga berwarna kuning muda, yang biasa di sebut dengan tempura.
"ta..da..udah siap nasi goreng ala Daddy Justin. Nih di coba ya sayang. Khusus untuk anak Daddy yang paling tampan dan pintar". Ujar Justin seraya menyodorkan satu piring nasi goreng ke arah Dean.
Dean menatap tampilan nasi goreng tersebut
Bak seperti peserta yang ikut lomba masak yang sedang di nilai oleh dewan juri, Justin hanya bisa terperangah mendengar pertanyaan Dean dan juga melihat sikap putranya itu.
"ga ada sayang. Daddy ga bisa bikin bawang gorengnya. kalau soal kerupuk, di sini belum ada yang jual sayang. Kalau pun ada ga sebanyak di Indonesia sayang. Susah nyarinya". Ujar Justin menjelaskan alasan nya.
"Dee makan yang ada aja dulu ya please...Daddy kan udah capek masak khusus buat kamu loh sayang". Bujuk Justin.
"iya deh. Dee makan sekarang". Sahut Dean yang ogah ogahan mengambil sendok.
Justin tersenyum saat bocah itu menyuapi satu sendok nasi goreng buatan nya ke mulut nya. Dengan santai Dean mengunyah nasi goreng buatan Daddy nya.
Justin bergeming menatap putranya yang sedang menikmati sarapannya. Ia masih menunggu komentar selanjutnya dari bocah kritis itu.
Sementara Dean yang sudah mengunyah beberapa kali suapan nasi dengan telur mata sapi dan juga tempura udang nya. sontak menatap Justin dan bertanya saat ia tau jika nasi goreng di piring Justin masih utuh.
"kok Daddy ga makan?". Takut di bilang ga enak ya?". Celoteh Dean tiba tiba.
"hehe..iya Daddy makan. Ngomong ngomong nasi goreng buatan Daddy gimana?". Enak ga?. Tanya Justin penasaran.
__ADS_1
"enak sih. tapi tempulanya lebih enak buatan bunda dan papa". Sahut Dean jujur.
Justin menelan salivanya kasar mendengar komentar Dean yang lagi lagi membanding kan hasil masakannya dengan bunda dan laki laki yang Dean panggil papa.
"tapi ini udah enak kok. Dee cuka. mmm... Yummy. Its so delicious". Ungkap Dean jujur seraya memasukkan satu suapan sendok nasi goreng tersebut.
Justin tersenyum sumringah. Karena merasa sudah ada lampu hijau dari Dean soal masakannya. Maka Justin pun semangat menghabiskan nasi goreng buatannya juga.
Seketika ia teringat saat kehamilan kedua Namira yang mana saat itu ia sangat menyukai masakan yang berbau ikan dan seafod itu. Bahkan apa yang di makan Dean sekarang ini adalah pada saat ia mengalami masa ngidam.
Terlebih soal nasi goreng yang sering Justin masak sendiri saat kepingin makan di tengah malam buta.
Justin baru menyadari jika saat itu masa ngidam yang di alami nya adalah karena kehamilan Dea yang mengandung Dean. Karena apa yang Justin makan saat itu sangat bertolak belakang dengan keinginan nya Namira jika menyangkut soal ngidam.
Dirinya lebih cenderung menyukai masakan Sumatera dari pada masakan yang mama nya masak. Justin menarik dalam nafasnya seraya tersenyum.
"berarti saat itu kamu ingin Daddy makan apa yang kamu ingin makan ya sayang?". Gumam Justin di hatinya.
seketika ia teringat akan Dea. Seraya menatap diam diam wajah Dean. Timbul pertanyaan di dalam hatinya Bagaimana seorang Midea menjalani masa ngidamnya sendiri. Apakah Dea makan dengan baik meskipun saat itu ia sedang melarikan diri darinya. Mengingat semua uang milik Midea ia bekukan hingga Dea harus membayar belanjaannya dengan ponselnya.
Justin kembali teringat peristiwa berdarah di mana Midea menjatuhkan dirinya sendiri dari lantai tiga gudang pabriknya. saat ia mencoba menghukum Midea.
"Berarti saat itu calon bayi atas nama Mykehl Deansyah sudah mulai tumbuh di rahim Midea". Justin mulai berspekulasi mengenai peristiwa itu.
bathinnya mulai bergemuruh pilu. Kini tenggorokannya tercekat mengingat peristiwa demi peristiwa penyebab Midea kabur darinya hingga wanita itu menyebrang ke Sumatera dan mengubah identitasnya.
"udah habis". Celetuk Dean tiba tiba yang menyadarkannya dari lamunannya akan Midea.
Justin melihat piring makan Dean yang memang kosong tak bersisa. Ia tersenyum senang. Masakannya kini sudah mulai di sukai putranya itu meskipun saat ini hanya sebatas nasi goreng saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem
terimakasih
Follow my ig
Hazhilka279
#Hazhilka
__ADS_1