
# selamat membaca..
beberapa hari tlah terlewati hingga Dea pun menyelesaikan masa nifasnya. Dea kembali ke Restoran dan membantu Alma seperti biasanya. meskipun Alma menyarankan agar Dea fokus pada bayinya saja. tetapi Dea tidak mau berpangku tangan.
bagaimana pun Dea ingin membalas jasa orang tua itu yang sudah menolongnya selama ini meskipun dengan tenaganya.
pagi ini seperti biasanya. setelah Dea membereskan baby Dean dan bersiap untuk ke restoran. suara ketukan pintu terdengar dari luar. Dea bergegas mencari tau siapa yang datang. ia mengintip dari jendela kaca rumah dan mengetahui bahwa Rendy yang datang menjemputnya. memang sebelumnya Rendy mengirim pesan bahwa dia akan mengantar Dea ke restoran.
Dea membuka pintu dan menyambutnya.
"kenapa harus repot repot sih Ren??. pada hal aku bisa naik taxi". ujar Dea.
"ga merasa di repotin kok. lagian hari ini kan hari sabtu. aku cuma check list faktur barang doang kok. cuma beberapa kali tanda tangan trus selesai deh". sahut Rendy.
"udah siap?. yuk berangkat? ". tanya Rendy.
"oke". sahut Dea.
lalu Dea menuju kamar bayi di susul Rendy untuk mengambil tas bayi sementara Dea menggendong baby Dean yang baru saja terjaga dari tidurnya.
"eh anak bunda udah bangun ya??. sambut Dea sumringah.
"hehe tau aja kalau mau di ajak pergi sama bundanya". kekeh Rendy seraya menggantungkan tas bayi tersebut ke pundaknya.
"yuk kita berangkat jagoan". ajak Rendy.
...----------------...
setibanya Dea di Restoran. ia langsung di sambut Alma dan kanita yang langsung mengajaknya masuk ke salah satu kamar hotel yang berada paling dekat dengan Restoran.
"ada apa ya tante. kok aku di ajak kesini?". tanya Dea heran.
"ayok di buka". pinta Kanita.
Dea menatap heran kedua orang tua itu. tetapi ia tetap melakukan apa yang di minta oleh Kanita.
"taaaada... ". suara Kanita dan Alma begitu pintu kamar tersebut di buka.
Dea menatap tak percaya apa yang di lihatnya pagi ini. kamar tamu yang luas dan mewah telah di sulap sebagian dari ruangan tersebut menjadi sebuah kamar bayi yang maskulin.
Dea menatap haru ke sebuah papan nama yang di gantung di atas box bayi, yang terukir dengan nama anaknya dengan tulisan
__ADS_1
"welcome to our baby. MyKehl Deansyah".
"tante ini maksudnya apa? ". tanya Dea heran.
"ini adalah hadiah dari kami. Retha, Arjun, Rendy dan juga tante Kanita sayang. oh iya yang itu khusus box bayi dari teman kamu yang satunya lagi". jelas Alma
"siapa? ". tanya Dea heran.
lalu ponsel Dea berbunyi. ia melihat sebuah video call masuk dari Retha. Dea pun mengangkatnya.
"hai Jasmine". sapa Retha.
"hai juga. makasih ya buat hadiahnya". sahut Dea dan menunjukkan seluruh isi kamar pada Dea.
"iya Jasmine. tapi box bayi itu di pesan khusus dari itali lho untuk bayi kamu. mau tau dari siapa? ". ujar Retha.
"siapa? ". tanya Dea penasaran.
"nih orangnya". sahut Retha dan menunjukkan ponselnya ke wajah Merry.
...----------------...
sebulan yang lalu
tetapi bukan Merry namanya jika ia tidak bisa merayu sang suami agar bisa ikut kemana sang suami pergi. apa lagi jika menyangkut pulang ke Mdn dimana ia berasa sangat kangen dengan kota ini.
Alex yang dasarnya memang memiliki sifat yang bucin abis sama sang istri. jadinya mau tak mau Alex mengalah dan menuruti permintaan sang istri dengan membawa serta sang istri pulang ke Mdn setelah meminta pendapat dari Dokter ahli.
setiba di kota Mdn. tentu saja Merry yang memiliki sifat rame akan menelpon sahabat sahabatnya dulu terutama Retha yang selalu ada ketika di pinta untuk bergosip ria.
yang pastinya lah dengan bermodal cemilan dan asem mangga sebagai pelengkap di kala mereka berbagi cerita.
sehingga dari sinilah Retha memulai untuk menceritakan semua tentang kejadian yang terjadi beberapa bulan belakangan ini kepada Merry. bahkan termasuk kisah hidup Jasmine sekarang yang otomatis membuat mood calon ibu yang sedang hamil tua itu berubah menjadi melow seketika.
"ya Tuhan kok bisa kek gitu hidupnya. jahat kali lakiknya yang ninggalin dia lagi hamil sampek melahirkan pun tak di liat oleh suaminya. k*r*ng *j*r kalilah itu lakik". maki Merry seraya terisak.
"husss. kau jangan maki maki. kau itu lagi hamil tak baik buat anak kau. bayi kau itu udah bisa dengarnya dia apa yang kau ucapkan barusan". ujar Retha menenangkan.
"palak kali aku dengarnya". ujar Merry berang.
"iya. tapi kita kan ga tau lakiknya ninggalin dia atau meninggal dunia. soalnya si Jasmine ga pernah cerita kisah hidup dia selama empat tahun belakangan ini Mer". jelas Retha.
__ADS_1
"ohh. jadi belum jelas toh kebenaran nya". sahut Merry.
"belum. makanya jangan menjudge sesuatu yang belum pasti dulu. okey bumil??!". sahut Retha.
...----------------...
"hallo Jasmine". sapa Merry sumringah.
Dea bergeming dengan kebingungannya. ia memang tidak mengenali perempuan yang sedang memvideo callnya saat ini. meskipun sebelumnya Retha telah memberitahu tentang teman Jasmine yang satu lagi.
"ya tuhan. berapa banyak teman baik si Jasmine sih. kenapa ada lagi? ". tanya Dea di hatinya.
"itu Merri sayang. kawan kalian jugo waktu kuliah dulu". jelas tante Alma ketika mengintip ponsel Dea.
"ohhh. iya.. Merry. hai apa kabar? ". ujar Dea salah tingkah lantaran ketahuan jika sikapnya tak mengenali salah satu temannya.
lalu perbincangan di video call itu pun bermulai meskipun kebanyakan Merry dan Retha yang mendominasi. sementara Dea hanya mampu kebanyakan menjawab dengan kata kata "iya dan tidak".
jika pun ada kata kata yang lain iya hanya bisa menjawab sekedarnya. sungguh saat ini Dea memang merasa amat canggung menghadapi salah satu teman dari Jasmine ini yang paling banyak bicaranys dari pada Retha.
setelah cukup lama mereka memvideo call akhirnya mereka menutup perbincangan tersebut karena bayi Dean mulai merasa gelisah karena kehausan.
"nanti kita kumpul kumpul lagi ya kalau kau ke Mdn. kabar kabari aku. doain aku supaya gampang lahirannya kek kau ya Jasmine". pesan Merry.
"iya". sahut Dea tersenyum.
video call itu pun berakhir. lalu Dea mengambil baby Dean dari gendongan Kanita dan menyusuinya di kamar itu juga. di temani Alma dan Kanita yang masih asyik memperhatikan tingkah gemas bayi tampan itu ketika menyusui.
"makasih buat semuanya ya tante". ucap Dea tiba tiba seraya menatap kedua wanita paruh baya itu.
"iyo Jasmine. ini semua memang rezeki anakmu. jadi syukurilah yo". sahut Alma.
"iya apalagi ada hadiah istimewa dari italy untuk baby Dean yang ganteng. ya kan nak?". timpal Kanita yang mengajak bayi itu bicara.
"eeehhh senyum dia nyo uni". kekeh Alma yang melihat baby Dean tersenyum.
"iyo. berarti dia ngerti". sahut Kanita.
pagi itu benar benar membuat Dea bahagia karena bayinya. meskipun di keluarga suaminya Dea tak pernah di anggap. tetapi di sini semua mengistimewakan dirinya terlebih bayinya.
"sungguh beruntung hidup kamu Jssmine. aku jadi iri". gumam Dea di hatinya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mohon dukungannya untuk novel ini berupa like, vote, komen, rate, fav and poin.