She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
kenangan


__ADS_3

Retha memperhatikan Dea yang sedang sibuk meracik bumbu untuk masakannya hari ini. pagi ini ia sengaja lebih memilih mengikuti Arjun ke restoran Sumatera dari pada menerima ajakan tante Kanita ke butiknya. ia ingin lebih mengakrabkan dirinya kembali seperti dulu dengan Sahabatnya itu, meskipun dengan cara yang baru.


Dea yang sedari tadi mondar mandir mencicipi makanan yang di masak Arjun dan tante Alma. bahkan juga Dea mencoba mencicipi makanan yang di masak oleh seorang koki yang kini bekerja di Restoran mereka. hingga akhirnya dia di minta duduk pada satu meja yang berada di sudut dapur dengan berbagai macam rempah di hadapannya.


Retha juga melihat bagaimana interaksi Dea pada rempah rempah tersebut. bahkan ia teringat suatu kenangan bagaimana Jasmine merespon dengan tangannya jika ada sesuatu yang kurang pada makanan tersebut. tetapi kali ini yang ia lihat memang berbeda. Jasmine yang sudah bisa bicara dengan santai, Retha melihat bagaimana ia berkomentar melalui mulutnya tentang makanan makanan tersebut.


"sebenarnya hal apa yang sudah kau lalui selama tiga tahun ini Jasmine? ". bathinnya.


"apakah kau menukar semua kehidupanmu hanya demi suaramu bisa kembali dan juga bayi yang kau kandung tersebut? ". bathinnya kembali bertanya. seraya terus memandangi Dea yang tersenyum santai.


"siapa yang membuat hidupmu menjadi seperti ini Jasmine? ". Retha memalingkan wajahnya sedih.


sedih karena ia tidak bisa menghabiskan waktu untuk bernostalgia bersama sahabat nya yang sudah lama menghilang tersebut. jangan kan untuk berbincang tentang kenangan masa lalu dengannya. mengingatkannya saja pun tak boleh. sungguh ironi memang seolah olah Jasmine harus membuang semua kenangan masa lalunya.


"Retha". Panggil Alma lembut.


"mau makan apa? ". ini sudah tante siapkan. ini adalah salah satu menu yang mau kita bagikan untuk fakir miskin dan juga anak yatim besok". Alma menarik lengan Retha ke salah satu meja makan di ruang pengunjung di dekat dapur.


Retha melihat beberapa piring dan mangkuk, yang berisikan makanan yang telah di masak oleh dua sahabatnya dan tante Alma.


"acaranya mau di adakan di mana tante? ". tanya Retha penasaran.


"Jasmine maunya di adakan disini. khusus keluarga dan sahabat saja. dia tidak mau yang besar besar acaranya. dia bilang yang penting doanya. ya sudah tante ikuti saja kemauan ibu hamil". sahut Alma dengan kekehan kecil.


"kalau besok acaranya. berarti tante ga pulang kerumah ni ceritanya? ". tanya Retha kembali.


"iya. Alhamdulilah pak Salim dan istrinya ngasih kita izin untuk menginap di salah satu kamar hotel ini". sahut Alma dengan mata berbinar.


"nanti malam tante mau lanjut masak untuk besok. kalian bantu tante ya? ". untuk membuat dekor dekat taman situ. untuk acara siraman besok pagi". pinta Alma.


"iya tante. aku juga mau ikut acaranya Jasmine besok". Sahut Retha diakhiri dengan senyuman.


ia mengeluarkan ponselnya dan melihat dekorasi yang bagus untuk acara tujuh bulanan di salah satu laman EO yang ada di kota tersebut. setelah meminta persetujuan tante Alma tentang pilihan dekorasi, akhirnya ia memesan dekor tersebut. dan memintanya untuk di pasang di taman belakang Restoran tersebut.


...----------------...


Astrid menyandarkan punggungnya ke sofa kamar. ia mengatur nafasnya sejenak.


"capek juga ya yah pada hal bukan kita yang punya hajat". keluh Astrid ke pada suaminya yang masih menggendong Keyra yang tertidur.


"yah namanya pesta nda. ya pasti capeklah apa lagi kita datang dari jauh". sahut Jason seraya meletakkan Keyra di atas ranjang hotel.


"apa malam ini kita harus balik ke sana lagi yah. buat kumpul kumpul keluarga? ". Astrid meminta pendapat.

__ADS_1


"liat nanti lah nda. liat keyranya dulu bangunnya jam berapa. kasian dia. tuh lihat. pulas banget tidurnya karena kecapekan main sama sepupunya yang lain" Jason menunjukkan pada istrinya kondisi cucu perempuan mereka saat ini.


Astrid tersenyum melihat Keyra yang tertidur pulas. ia mendekati ranjang dan mengelus rambut keyra yang lembut.


"lagi bobo kaya gini pun bikin gemes ya yah?". gumam Astrid sembari mencium pipi cucunya yang gembul.


"hehehe iya nda". sahut Jason dengan kekehan kecilnya.


...----------------...


Malam hari....


Justin tersenyum senang melihat kiriman foto foto dan video anak gadis kecilnya dalam acara keluarga besar mertuanya tadi siang. ia pun tak lupa mengirim balik ke istrinya.


ting. pesan chat masuk ke salah satu apk chat di ponsel Justin.


Namira


"kak yang ini udah di kirimin semua dari ayah sama bunda. aku udah lihat"


Justin


"oh.. sudah ya 😀. berarti kakak telat dong. maaf ya. tadi masih sibuk. ngejar deadline. biar besok bisa jemput Keyra, bunda dan ayah sekalian".


Namira


Justin


"Alhamdulilah udah yang. tinggal satu rapat lagi yang harus di hadiri besok pagi terus beresin sisa kerjaan sedikit lagi".


Namira


"ga capek kak?. disitu habis kerja. disitu juga kakak jadwalin berangkat jemput Keyra ke Pdg.


Justin


"yah gimana ya. capek sih. tapi anggap aja jalan jalan yang".


Namira


😊. ya udah kakak hati hati ya. cepat balik ke Jkt ya. aku kangen ni. si adek juga".


Justin

__ADS_1


"iya yang. tetap makan banyak ya. istirahat yang cukup. kakak juga kangen banget sama kamu. pingin jenguk si adek"


Namira


"kak!!. ihhh..".


Justin


😕


Namira


"😃. makanya cepat pulang! ".


Justin


"😃. iya yang di usahakan cepat pulang. I ❤❤❤ u my little wife"


Namira


😊. I love you too kak. saranghae my yopo. ❤❤❤💋.


ponsell namira pun di posisi offline.


Justin tersenyum sumringah membaca balasan chat terakhir istri kecilnya tersebut. ia membayangkan kenangan bersama Namira dulu dan pufft. sesuatu telah menegang dan mengeras di bawah sana ketika terlintas kenangan panas yang di habiskan di ranjang bersama Namira.


"ahh... Namira". gumamnya.


lalu ia pun segera ke kamar mandi untuk meredakan hasratnya yang tiba tiba muncul karena istrinya.


...----------------...


Retha memperhatikan mini dekor untuk acara siraman besok pagi yang telah siap di kerjakan oleh karyawan EO tersebut.


sementara Dea membuat cemilan dari sisa tepung di dapur. ia hanya cukup mendidihkan air dan memasukkan minyak, gula, garam dan vanili. lalu mencampurkannya dengan tepung terigu di dalam panci tadi yang telah ia matikan apinya. lalu mengaduknya hingga tercampur rata.


Dea terus saja asyik membulatkan adonan lalu ia mendiamkan nya selama sepuluh menit.


setelahnya ia memasukkan adonan ke dalam piping bag dan semprotkan ke minyak panas. bahkan hingga tahap penggorengan pun ia lakukan sendiri.akhirnya cemilan churros dengan taburan gula halus telah siap di sajikan.


hari ini ia hanya ingin mengucapkan rasa terima kasihnya melalui cemilan yang ia buat kepada mereka yang telah membantu dan memberinya harapan dan kenangan baru selama ini. meskipun ia sadar ini hanya bersifat sementara sampai Jasmine yang asli kembali


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


hai readers tetap di like, vote, komen dan rate nya ya


saranghae my readers. be your favorit novel please...


__ADS_2