
# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
di kediaman Kehl Ardiansyah...
"habis ini mama sama papa mau bawa anak anak ke Bdg ya?". Ujar mona membuka percakapan.
"buat apa ma?". Tanya Justin keberatan.
"bunda astrid sekarang itu lagi ada di bdg". Sahut Mona.
"jadi mama pikir sekalian aja bersilaturahmi bawa anak anak". lanjutnya.
Justin terdiam sesaat lalu menatap putranya. Sebenarnya hari ini ia berencana membawa putranya itu menemui bundanya sebentar. Setidaknya memberi semangat pada Midea untuk menjalani sidang bandingnya hari ini.
Menurut informasi dari pengacaranya yang di Mdn. Jika hari ini adalah keputusan hakim yang terakhir kalinya pada sidang banding tersebut.
Justin berharap Midea bisa di bebaskan setelah mengirim bukti bukti tersebut ke pengacara tambahan untuk Midea.
dua hari sebelumnya....
Alan di minta oleh Justin untuk memberikan berkas yang di kumpulkan oleh Alan selama ini kepada pengacara Justin yang berada di Mdn.
"Serahkan ini pada pengacara saya yang di Mdn. Katakan pada beliau agar membantu Midea untuk sidang bandingnya kali ini". Titah Justin pada asistennya itu.
"kamu berangkat sekarang juga. Agar beliau bisa mempelajari kasusnya dan bisa membantu Dea segera dan katakan juga pada pak Ridwan agar merahasiakan ini dari Dea. Katakan saja jika pak Ridwan melakukan ini atas nama sukarela". Lanjutnya.
"baik pak". Sahut Alan.
Akhirnya dengan menaiki heli. Alan segera menemui pengacara bossnya itu untuk menyerahkan berkas yang di bawa. sebelumnya pengacara yang bernama Ridwan silalahi tersebut yang telah di hubungi oleh Justin sebelumnya menyambut baik kedatangan Alan.
"saya terima ini. Saya pelajari dulu semuanya hari ini. Segera setelahnya baru saya temui Midea dan pengacaranya. Sampaikan begitu pada pak Justin. Katakan juga bahwa besok adalah sidang keputusan untuk Midea". Ujar Ridwan menjelaskan.
"baik pak". Sahut Alan.
"pak. sebelumnya pak Justin berpesan agar bapak merahasiakan ini dari Midea dan mengatakan pada nya bahwa bapak bekerja sukarela". titah Alan.
"oh begitu. Baik akan saya lakukan seperti yang pak Justin minta". Sahut pengacara senior tersebut mengiyakan meskipun ia heran.
Sepeninggal nya Alan, Ridwan langsung mempelajari berkas dan data data milik Dea yang telah di kumpulkan oleh Alan sebelum nya. hanya beberapa jam saja berkas milik Dea telah di pelajari oleh pengacara senior itu. Lalu Ia pun dengan segera menghubungi pengacara yang mendampingi Midea.
Ridwan mengajukan dirinya sebagai pengacara pendamping untuk juniornya itu atas nama sukarelawan seperti permintaan Justin. Mendengar pernyataan dari seniornya sontak membuat Gita terhenyak kaget. Baginya ini mukjizat tuhan untuk dirinya yang memiliki niat tulus membantu orang lain yang kesulitan.
__ADS_1
"ya tuhan. Mimpi apa aku semalam di hubungi sama senior papan atas seperti pak Ridwan. lalu pak Ridwan mau membantuku sebagai pengacara pendamping di persidangan nanti. terimakasih tuhan.terima kasih untuk bantuanMu hari ini". Sagita berucap syukur menurut keyakinannya.
present day....
"apa ga bisa di tunda besok ma?". Tanya Justin berharap.
"kenapa harus besok sih Tin. Kalau bisa berangkat sekarang ya sekarang aja. Soalnya papa juga mau properti papa yang disana. Iya kan pa?". Ujar Mona serya melirik Arfan mengharapkan dukungan.
"iya. Karena biar cepat urusannya selesai. Kamu ga keberatan kan?. Kalau anak anak ikut kita?". Tanya Arfan.
"enggak". Sahut Justin datar.
Hari ini biarlah dia mengalah dulu sampai akhirnya nanti sidang tersebut berhasil di menangkan oleh istrinya itu.
...----------------...
Sidang banding lanjutan dari kasusnya Midea di laksanakan kembali. Seperti biasa Sagita memberi semangat pada wanita itu dengan tetap tersenyum meskipun situasi yang di hadapi nya kini semakin sulit lantaran Gita menerima laporan dari hasil pemeriksaan dokter tempo lalu saat ia melakukan pemeriksaan kepada Midea terkait kondisinya yang terlihat bingung beberapa hari yang lalu.
Dokter memberikan jawaban terkait dengan otak Midea yang mulai mengalami gejala kemunduran terkait dengan ditemukan banyaknya zat sedative yang berefek samping pada otaknya. Sehingga Midea mulai terlihat seperti orang linglung saat ini.
Meskipun sebelum memulai sidang Midea telah di beri obat yang tepat dari resep dokter yang menangani Midea selama ini. Akan tetapi tetap saja Sagita khawatir terhadap kondisi wanita malang itu. Seperti yang terlihat sekarang Midea celingak celinguk seperti orang yang baru pertama kali datang kesini.
"tidak lama lagi kamu akan menjadi milikku Dea sayang". Gumamnya menyeringai.
"suruh saksi yang lain untuk bersiap memojok kan wanita itu dan juga pengacaranya buat mereka tak berkutik di depan pengadilan sama seperti sidang sebelumnya di tiga hari yang lalu". Titahnya pada anak buahnya.
Kini para hakim masuk dan duduk di tempat yang semestinya. Salah satu hakim memanggil terdakwa agar duduk di kursi pesakitan. Lalu menanyakan keadaan Midea dan tetap melanjutkan sidang meskipun saat itu Gita dan Ridwan melihat ada kejanggalan dalam sikap Midea yang sedikit linglung itu.
lalu hakim meminta Jaksa penuntut umum membaca kan surat dakwaannya seperti biasa. Setelahnya menghadirkan para saksi saksi lawan yang semakin memojokkan Midea.
Saat sidang terus berlanjut dengan situasi yang semakin memojokkan Midea. melalui ponselnya, Retha di beri tahukan oleh abang kandung nya tentang kondisi Midea dan sidangnya yang riskan.
sudah lima belas menit lamanya wanita cantik itu mondar mandir di depan ruang lab menunggu hasil laporan tes Dna Midea dan Jasmine yang di ajukan olehnya sendiri seminggu yang lalu.
"kak bisa cepetan dikit ngetik laporannya. Udah Di tunggu ni mbak. Telat dikit nantinya jadi sia sia kak". Rengek Retha pada bagian administrasi.
"iya mbak. ini udah selesai". Sahut petugas tersebut seraya menyerahkan amplop coklat yang berisi hasil tes Dna tersebut.
Seraya berjalan cepat Retha membuka hasil lab tersebut. Tangannya gemetaran dengan jantung berdegup kencang tatkala netranya membaca hasil tes tersebut.
"ya Allah..ya rabb". Pekiknya seraya mengatup mulutnya dengan netranya yang mulai mengkristral haru.
__ADS_1
Lalu dengan langkah cepat Retha segera menyusul ke kantor pengadilan negeri Mdn dimana sidang banding Midea di laksanakan hari ini. dan menurut informasi dari abangnya bahwa sidang putusan pengadilan untuk banding dari Kasus Midea akan di putuskan hari ini.
"ya Allah tolonglah hambamu yang telah teraniaya karena keadaan selama ini". Doanya di dalam hati seraya netranya yang terus berfokus pada jalanan.
Beberapa jam terlewati di sidang yang semakin memanas tersebut. Ridwan memberikan bukti bukti baru yang menunjuk kan jika Midea adalah korban dari kesalah pahaman seseorang yang menganggapnya Jasmine. karena ia sendiri mengalami amnesia semenjak kecelakaan yang menimpanya di enam tahun yang lalu.
pernyataan demi pernyataan di utarakan kepada hakim. Bahkan jaksa ikut membantah pernyataan yang di ajukan sagita. sidang di jeda beberapa menit saja untuk merefreskan pikiran sejenak sebelum sidang di putuskan.
sementara Justin masih mondar mandir di kantor pusatnya yang di Jkt. Ia masih menunggu Alan untuk mengambil hasil dari lab dari tes Dna yang di ajukan sebelumnya pada laboratorium yang terkenal akurat dan tercepat di indonesia.
beberapa saat kemudian..
Alan datang membawa hasil tes tersebut dan langsung menyerahkan amplop putih tersebut pada majikannya itu.
"ini pak"..ujarnya.
"terima kasih Alan". ucap Justin seraya mengambil amplop tersebut.
Ia sempat menatap netra Alan sekilas. ada terselip sesuatu yang membuatnya haru dan terpancar jelas di sorot mata asistennya itu. Hal ini membuat Justin penasaran untuk segera membuka amplop tersebut.
Mungkin asistennya itu telah mengetahui hasilnya sebelum ini. Segera Justin membuka dan membaca hasilnya. jantungnya berdegup kencang, Tangannya gemetaran, darahnya berdesir hebat. Seluruh sendinya melemah dan hampir terjatuh karena.
Dengan sigap Alan memegang lengan bossnya itu agar tidak terjatuh ke belakang. lalu ia membantu Justin untuk duduk di kursi kebesarannya.
"ya Allah. Ya rabb. Maafkan hamba yang tak pernah berlaku adil padanya". Bathinnya bergejolak pilu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya.
Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers
Di ig Hazhilka
Di NT Hazhilka279
#Hazhilka
ig Hazhilka279
Terima kasih.
__ADS_1