She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Kangen


__ADS_3

# selamat Membaca kembali


Namira begitu senang ketika bisa berjalan jalan dengan kedua orang tuanya. meskipun itu hanya sebatas shoping atau makan makan di mall. ia kangen dengan suasana di mana mereka bertiga menghabiskan waktu bersama ketika Namira belum menikah.


"Ochi sabar nak. tungguin bunda". panggil Astrid sedikit teriak.


"kayak anak kecil ya nda Namiranya kalau tingkahnya begitu". Jason mengomentari tingkah putri bungsunya yang terlihat imut meskipun perutnya buncit.


Astrid tertawa kecil seraya melirik suaminya. lalu mempercepat langkahnya menyusul putri nya.


Namira menghentikan langkahnya di depan sebuah toko perlengkapan bayi.


"mau cari apa lagi nak? ". tanya Astrid yang ikut berdiri di depan toko tersebut.


"mau cuci mata bunda". ujar Namira yang netranya tak lepas dari setelan kemeja lengkap dengan blazer anak cowok plus sepatunya.


lalu Namira masuk ke dalam toko tersebut dan meminta pada penjaga toko agar menunjukkan barang barang branded terbaru untuk anak cowok.


sementara Astrid tersenyum senang melihat tingkah putrinya yang telah menjadi ibu di usianya masih sangat muda. terlebih Astrid mendengar jika putrinya minta di tunjukkan barang barang untuk anak cowok.


"mungkin cucuku yang kedua laki laki". bathin Astrid.


cukup lama juga Namira berada di toko perlengkapan bayi tersebut. hampir setengah toko ia membeli setelan untuk anak cowok. ia pun tak lupa membeli banyak untuk putrinya, Keyra.


Astrid tidak bisa melarang apa yang di lakukan Namira saat ini. meskipun hari ini Namira sudah menghabiskan uang puluhan juta dalam satu toko untuk perlengkapan baju orang dewasa sebelumnya.


tidak itu saja ia telah membelanjakan uangnya untuk ia berikan kepada anggota keluarga Ardiansyah dan juga dirinya serta ayahnya.


"apa karena masih keinginan ngidam makanya belanjaan nya jor jor an gini? ". bathinnya.


tetapi di sisi lain di hati kecilnya, ia melihat Namira yang tampak bahagia di saat ini. Astrid merasakan firasat yang lain. tetapi buru buru ia tepiskan pikiran buruk itu.


"mudah mudahan feeling ku salah. ya Allah berilah kesehatan dan kelancaran untuk persalinan nya nanti". doa Astrid.


...----------------...


ting.

__ADS_1


sebuah notifikasi masuk dari sebuah bank yang memberitahukan jika pengeluaran hari ini melewati batas yang di tentukan. Justin mengernyitkan dahinya heran. Justin memang tidak mempermasalahkan soal uang yang keluar jika menyangkut untuk keluarganya. terlebih yang menghabiskannya adalah istri yang sangat ia cintai.


hanya saja hari ini ia begitu heran dengan sifat Namira yang akhir akhir ini terlihat berbeda dari biasanya. Namira bukanlah tipe seseorang yang suka belanja. karena selama ia berumah tangga dengannya tak pernah sekalipun Namira keluar rumah hanya untuk menghabiskan uang untuk dirinya sendiri. Meskipun Justin sering kali meminta Namira untuk memanjakan dirinya sendiri. tetapi berbagai alasan selalu di tolak oleh Namira.


Namira lebih suka mendatangkan orang khusus dari salon langganan mamanya. atau pun mamanya yang mengajak Namira untuk melakukan ME TIME bersama.


hal ini sangat berbeda dengan Midea yang pantang di beri uang. dengan sekejap ia akan menghabiskan uang saat itu juga.


...----------------...


Justin tiba di rumah lebih cepat. ia menghampiri Keyra dan berniat mencium nya tetapi di tahan oleh si mama.


"mandi dulu sana. baru boleh cium anak kamu. baru juga pulang entah dari mana aja. semua kuman pada nempel di tubuh kamu tu. mandi sana gih! ". titah Mona.


"namanya juga kangen sama anak. susah banget sih. baru juga pulang langsung di omeli. cium anak sendiri aja ga di bolehin. posesif amat jadi nenek". dumel Justin berlalu naik ke tangga menuju kamar mewahnya.


"nanti anak kamu sakit. yang repot siapa?!. satu rumah juga kan?! ". hardik Mona ke anaknya yang sudah mencapai lantai dua.


"iya iya". sahut Justin sedikit teriak.


"dasar anak sekarang. di bilangin ga dengar". dumel Mona.


"papa kamu tuh Keyra. bikin kesal oma aja deh. bandel kan?. kamu jangan gitu ya kalau udah besar nanti". Mona berdialoque dengan cucu pertamanya.


"kya". Keyra pun mengoceh kembali membalas omelan Mona.


"anak pinter". puji Mona lalu mencium pipi tembemnya Keyra.


tak lama kemudian..


setelah mandi Justin langsung mengambil Keyra dari pangkuan mamanya dan menggendong Keyra untuk mengajak nya bermain.


"Namira belum pulang juga ya ma? ". tanya Justin yang sedari tiba di rumah ia belum melihat istrinya itu.


"belum. mungkin dia masih belum puas jalan jalannya. biarin ajalah dulu. kan ada ayah sama bundanya. kali aja masih kangen kangenan". ujar Mona.


beberapa jam kemudian

__ADS_1


Justin yang mulai berasa kangen dengan istrinya pun mulai resah di karenakan sudah habis maghrib Namira belum juga pulang. ia berniat menelpon sang istri untuk menanyakan kabar. tetapi baru juga ia melakukan panggilan keluar. Justin mendengar suara Namira mengucapkan salam.


Mona yang baru saja membereskan makanan Keyra ikut menyahut salam Namira. dan berniat menyambut Namira melalui cucunya.


"mama udah pulang sayang. yuk kita liat mama bawa pulang apa untuk kamu". ujar Mona ke cucunya.


begitu ia masuk ke ruang tengah. Mona melebarkan kelopak matanya melihat pemandangan yang belum pernah ia lihat sebelumnya.


Namira pulang dengan membawa banyak paperbag. begitupun Astrid dan Jason. bukan itu saja bahkan dua sekuriti yang bertugas pun ikut masuk membawa barang barang hasil pemburuan Namira di pusat perbelanjaan.


Justin dan Mona terbengong heran melihat begitu banyak barang belanjaan dan paperbag yang tergeletak di ruang tengah itu. sementara Namira tanpa perduli terus saja memerintahkan para sekuriti untuk meletakkan barang barang tersebut ke sisa ruangan yang ada.


"Justin". panggil Mona pelan yang berdiri disamping Justin seraya terus memandangi Namira yang terlihat bahagia.


"iya ma". sahut Justin yang terpaku menatap istrinya yang masih sibuk dengan barang belanjaannya.


"Namira hari ini kenapa ya? ". ga pernah pernah istri kamu shopingnya gila gila an seperti ini". tanya Mona heran.


Justin hanya menggeleng kan kepalanya dengan netra yang tak lepas memandangi Namira dan berkata pelan


"ga tau ma".


berbagai pertanyaan dan pernyataan bersarang di fikiran nya saat ini. pantas saja pihak bank memberitahukan soal biaya pengeluaran yang membengkak drastis. ternyata seperti inilah ngidamnya seorang wanita hamil di akhir akhir kehamilannya.


"kak. mama. sini cepat. aku punya sesuatu buat kalian". panggil Namira girang.


"mama sini. aku beliin tas branded rancangan terbaru ni ma". Namira menunjukkan beberapa paper bag yang bertuliskan merk tas dari beberapa perancang ternama.


Mona langsung mendekati Namira ketika ia melihat beberapa nama perancang yang ditunjukkan oleh Namira. sontak Mona bersemangat mengutip barang barang mewah pemberian dari menantu kesayangan nya itu.


sementara Justin semakin terperangah saja melihat para wanita yang ia cintai dan hormati sedang asyik menunjukkan barang barang mewah yang ia dapati hari ini. bahkan Keyra yang juga mendapatkan baju dan sepatu baru dari mamanya juga ikut ikutan tertawa senang.


"alaahhh makkk... bini ku...anakku.. emak ku ..mertuaku...sama aja ternyata". ujarnya pelan nan pasrah.


author : Me TIME babang Justin. ME TIME. 😂😂


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Mohon dukungannya untuk novel ini berupa like, vote, komen, rate, fav dan poinnya..


terimakasih


__ADS_2