She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
she is back


__ADS_3

# selamat menikmati episode ini


"Ayah??? ". begitulah yang ada dalam pertanyaan mereka masing masing.


sedangkan Keyra mulai terlihat cemburu melihat Dean begitu akrab dengan orang yang di panggiln ya ayah. lalu ia bertanya pada daddynya.


"Daddy. apa itu Daddy Dee yang sebenarnya?". tanya Keyra seraya menatap Justin.


"seperti nya iya key. Dee terlihat murung selama ini mungkin karena kangen sama ayahnya. bukti nya sekarang ini dia happy banget ketemu sama ayahnya". ujar Justin yang sesekali menatap Keyra dan Dean.


Keyra yang melihat Dean masih di gendong Rendy dan bahkan kini mereka saling bercengkerama saling melepas rindu. akhirnya membiarkan adiknya itu bersama ayahnya dan Keyra pun mengajak Justin pulang.


"Daddy. kita pulang sekarang yuk? ". ajak Keyra seraya menarik lengan Daddynya.


"loh kita ga tunggu Dee dulu. katanya mau main sama Dee hari ini". ujar Justin.


"ga usah lah Daddy. biarin aja dulu Dee sama ayahnya. aku main sama Daddy aja hari ini". ujar Keyra.


"iya boleh Key" sahut Justin seraya tersenyum.


mendengar perkataan polos dari Keyra. Andra pun membuka suara


"main sama Daddy. om ga di ajak ni".


"iya om Andra boleh ikut kok. tapi gantiin tugas Daddy ya hari ini". tutur Keyra polos berrnada canda.


"hmmm...ujung ujungnya. tetap sifat Daddynya nurun ke anaknya". gerutu Andra pelan.


"apa lu bilang? ". tanya Justin yang mendengar omelan Andra.


"hehehe... ga ada bro". kekeh Andra seraya menyengir kuda.


lalu mereka bertiga pun pergi meninggalkan sekolah menuju apartemennya Justin. di susul oleh Rendy dan Dean ke rumah Rendy. untuk hari ini Dee akan bersama Rendy sepanjang hari, mengingat jadwal tugas akhir Midea masih padat hingga sore.


"Dee. kita jalan jalan ya hari ini". ujar Rendy.


"iya aku mau ayah". sahut Dean sumringah.


"kita mau alan alan kemana ? ". tanya Dean.


"kita ke rumah ayah bentar ya. kita ganti baju dulu". ujar Rendy.


"iya ayah". sahut Dean.


Rendy pun mengemudikan mobilnya berbalik kembali ke rumah keluarganya.


...----------------...


setelah mengantar Keyra kembali ke apartemennya. Justin dan Andra mengunjungi pabrik mereka yang berada di pinggiran kota.


setibanya di sana mereka di sambut oleh Satria dan sekretarisnya. Satria mengajak mereka mengelilingi pabrik untuk memastikan kesediaan stok dan juga melihat lihat ruangan lab.


"masih orang orang yang lama ya dek?". tanya Justin.


"iya bang. nanti kalo ada event yang kita buat. kita yang akan rekrut mereka untuk bergabung di sini". ujar Satria.


setelah di rasa cukup mereka kembali ke ruangan Satria dan menunjukkan berkas berkas hasil pekerjaan di pabrik KBC. Justin memeriksa berkas satu persatu hingga ke tumpukan berkas terakhir.


"itu berkas sejumlah mahasiswa yang akan melakukan penelitian di sini untuk skripsi mereka bang". ujar Satria menjelaskan saat Justin mengambil berkas berkas tersebut.

__ADS_1


"biar bang Andra yang ngecheck seperti biasanya sekaligus tanda tangan". ujar Justin kepada Satria.


"iya bang".sahut Satria.


"seperti biasa ya bro". titah Justin kepada sahabatnya itu.


"oke. ya udah sini sekalian terus. mumpung gue di sini". sahut Andra


lalu Andra menerima tumpukan berkas berisi data mahasiswa yang akan meneliti untuk skripsi mereka. Andra memeriksakan satu persatu dan menandatangi nya sebagai bentuk persetujuan.


hingga netranya terpaku pada satu berkas di mana nama seorang gadis yang pernah di sukainya tertera di salah satu berkas tersebut. Andra seperti mengalami Dejavu. dimana dulunya ia juga menandatangi berkas milik gadis itu dan juga calon istrinya sekarang.


"Jasmine". gumamnya pelan.


ia membaca dengan seksama semua yang berhubungan dengan data pribadi Jasmine. semuanya sama. baik tanggal lahir dan juga angkatan perkuliahan nya.


"bagaimana bisa? ". bathinnya.


Andra menatap Satria yang masih berbincang serius dengan Justin. ia segera menandatangi berkas tersebut dan akan mencari tau tentang gadis itu melalui Satria.


beberapa saat kemudian....


Satria mengantar Justin ke parkiran untuk kembali ke kantor cabang. sedangkan Andra membuat alasan yang tepat untuk tetap tinggal di pabrik. setelah Justin pergi barulah Andra menggali informasi tentang Jasmine melalui Satria.


Andra secara gamblang menanyakan pada Satria tentang satu berkas mahasiswa yang bernama Jasmine sama dengan gadis yang menghilang beberapa tahun lalu.


"apa ini Satria??!". Andra menunjukkan satu berkas yang di maksud.


Satria tersenyum simpul dan berkata


"she is back".


"what do you mean? ". tanya Andra seraya memicingkan matanya.


Satria menghela nafasnya sejenak dan kembali berkata


"Jasmine is back".


Andra termangu sesaat lalu kembali bertanya


"bagaimana bisa Satria? ". dan kapan ia kembali kenapa aku tidak mengetahui nya sama sekali". ucapnya dengan tenggorokan yang tercekat.


"pantas saja hingga saat ini orang orangnya tidak mengetahui keberadaan gadis itu dan belum juga ada kabar mengenai gadis itu hingga sekarang. ternyata dia sudah di sini selama ini". bathin Andra


Satria kembali mengatur nafasnya untuk menceritakan tentang awal mula dirinya bertemu dengan Jasmine untuk pertama kalinya setelah Jasmine menghilang kepada lelaki yang di hadapannya kini.


Satria juga menceritakan detail kehidupan Jasmine yang sekarang tanpa ia ketahui perasaannya Andra yang selama ini menyimpan perasaan untuk Jasmine.


Dan tanpa Satria tau bahwa apa yang ia ceritakan akan berdampak pada perasaan Andra terhadap Cindy, calon istrinya yang dalam hitungan hari akan di nikahinya.


"seperti itulah kehidupan Jasmine sekarang bang". Satria menuntaskan ceritanya secara terperinci.


Andra bergeming. dada nya bergemuruh pilu mendengar tragisnya hidup gadis yang pernah ia sukai. Andra kembali berandai andai pada masa lalu.


...----------------...


Cindy menemui Retha di apartemennya Merry yang baru saja tiba dari itali beberapa jam yang lalu. Mery membagikan oleh oleh untuk Retha dan juga Cindy.


"terimakasih cinta". ucap kedua wanita cantik itu seraya mengambil dua paperbag dari tangan Merry.

__ADS_1


"nah ini untuk anaknya Jasmine sama si Jasmine. tolong kau kasihkan ke dia ya. eh ajaklah dia kemari main main ke apartemen ku.


"Jasmine? ". Ucap Cindy tiba tiba seraya mengernyitkan dahinya.


Merry dan Retha saling pandang. mereka baru menyadari jika Cindy belum tau jika Jasmine telah kembali.


"ehmmm... iya Cin. Jasmine udah kembali. sekarang ia tinggal di sini untuk melanjutkan kuliah nya yang sempat tertunda dulu". ucap Merry.


"sudah berapa lama?". tanya Cindy penasaran.


"sudah tiga tahunan ini Cin. sebelum kamu pulang kembali ke sini". ucap Retha hati hati.


"apa dia yang tinggal di paviliun kamu Tha? ". tanya Cindy seraya menatap Retha.


"iya". sahut Retha mengangguk pelan.


Deg... serrr...


Jantung Cindy berdegup kencang. darahnya berdesir kuat. berarti wanita yang ia jumpai di paviliun Retha adalah Jasmine bukan Midea Hasxander.


"she is back". gumam Cindy pelan menatap nanar ke arah depan dengan fikiran yang berkecamuk.


melihat perubahan sikap Cindy, Merry mencoel paha Retha secara tersembunyi dengan maksud untuk meminta tindakan selanjutnya untuk menghadapi Cindy. sebab ia tau perasaan Cindy sama seperti dirinya yang galau saat melihat Cindy kembali ke sini.


Ia yakin jika saat ini Cindy merasa galau dan takut jika calon suaminya Andra akan berubah fikiran dan berbelok untuk mengejar Jasmine kembali. mengingat hingga saat ini status Jasmine seperti single parent.


"Cin". panggil Retha pelan seraya menggigit bibir bawahnya.


Cindy tersentak dari lamunannya dan tersenyum simpul dengan wajah di buat se ceria mungkin meskipun di hatinya teramat galau seraya berkata


"syukurlah dia selamat".


tetapi kedua sahabat nya tau persis bagaimana risaunya hati Cindy saat ini.


"Tha". panggil Cindy pelan.


"apakah kedua anak yang berada di paviliun kamu adalah anaknya?". lanjutnya penasaran.


"cuma satu Cin. anakya laki laki sedangkan yang satu lagi anak perempuan adalah keponakannya bang Satria". sahut Retha yang langsung mengetahui arah pembicaraan Cindy.


"syukurlah kalau dia sudah berkeluarga dan bahagia".ucap Cindy yang merasa sedikit lega.


"nanti kapan kapan kita ngumpul bareng ya? ". ajak Retha.


"boleh". sahut Cindy tersenyum tetapi hatinya masih merasa ganjil.


sementara Merry menatap Retha seraya menggeleng gelengkan kepala atas tindakan Retha yang menutupi kehidupan Jasmine yang sebenarnya.


sedangkan Retha hanya mampu mengangkat kedua bahunya dan menggerakkan bibirnya tanpa menimbulkan suara ia berkata pada Merry


"terpaksa".


akhirnya Merry pun mengikuti caranya Retha. ia pun tidak bisa berbuat banyak atas apa yang terjadi untuk hari ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mohon dukungannya untuk novel ini dengan memberikan like, vote, komen, favoritnya dan sharw link nya ya readers


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2