She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
cerita di balik sepatu bayi (2)


__ADS_3

#Selamat membaca...


sebulan yang lalu...


Midea di ajak Alma mengunjungi sebuah Mall di salah satu pusat kota Pdg. Alma ingin menghadiahi Dea perlengkapan bayi. mereka mengunjungi salah satu toko terlengkap dan termurah dengan kualitas yang tidak kalah bagus dari produk luar negri.


setelah melakukan beberapa survey pada produk yang di tawarkan oleh toko tersebut. akhirnya Dea dan Alma memilih beberapa baju dan celana serta peralatan bayi yang lainnya. setelah di rasa cukup Dea dan Alma keluar dari toko tersebut setelah membayar.


tiba tiba Dea harus pamit ke Alma untuk ke toilet di karenakan desakan bobot bayi yang mulai membesar di perutnya. sehingga bagian organ organ di dalam tubuh Dea juga ikut merasakan efeknya, sehingga Dea harus sering bolak balik ke kamar mandi setiap harinya. dengan frekuensi yang tidak teratur.


"tante tunggu di taman tengah itu aja ya? ". saran Dea.


"iya. hati hati ya". sahut Alma.


Dea tersenyum dan bergegas pergi ke toilet umum yang terletak tidak jauh dari taman di mana Alma menunggunya.


selang beberapa menit kemudian..


Dea telah menuntaskan hajatnya. ia keluar dari toilet dengan niat menyusul Alma kembali. tetapi baru beberapa langkah, tanpa sengaja netranya melirik ke sebuah toko perlengkapan bayi lainnya. di mana mata nya langsung menangkap beberapa pasang sepatu bayi dengan model yang menurutnya unik. bahkan warna warna yang di tampilkan adalah warna kesukaan Midea.


sedikit lama midea terpaku pada sepatu sepatu mungil tersebut. ia membayangkan jika yang di pakai pada bayinya yang cowok atau cewek akan terlihat gagah dan cantik.


"mau yang mana mbak? ". tanya sang pemilik toko yang tiba tiba datang menghampiri Dea, yang sedari tadi juga telah memperhatikan gelagat Dea.


seketika itu juga Dea tersentak dari hayalan tentang bayinya. ia tersenyum kikuk.


"mari kita ke dalam dulu. mana tau ada yang lain yang mbak suka di toko kami". ajak si pemilik toko ramah.


Dea masuk dan di sodorkan dengan berbagai barang mewah khusus untuk bayi bayi yang terlahir dari keluarga istimewa.


"mungkin mbak suka yang ini? "tawar sang pemilik toko. karena melihat Dea yang masih menatap pada sepatu sepatu branded tersebut.


sang pemilik toko mengambil salah satu sepatu tersebut dan menyerahkannya pada Dea.

__ADS_1


"masing masing warna hanya satu di produksi mbak. jika kehabisan di toko kami. mbak bisa memesan kembali dengan mengisi formulir pemesanan yang kami sediakan. dan proses nya mungkin agak lama ya mbak. karena kami harus menunggu desainernya untuk menyetujui restock atau tidak". jelas sang pemilik toko.


Dea melihat label harga di sepatu tersebut. benar saja dugaannya. karena Dea yakin sebelumnya jika sepatu yang tertera label limited edition ini pasti termasuk barang mahal. yang merogoh kantong cukup dalam bagi dirinya sekarang yang masih menumpang hidup sama seseorang yang menolongnya.


"dollar? ". gumamnya pelan. sambil membolak balikkan sepatu berwarna navy tersebut di tangannya.


Dea tersenyum miris. mengingat akan dirinya yang sekarang , jika dulu ia membeli suatu barang branded mewah dengan harga segini adalah hal sepele baginya.


tetapi kenyataan saat ini, keadaanlah yang membuat ia masih mikir mikir buat membeli barang semewah ini. dan yang menyedihkan adalah barang branded mewah tersebut untuk sang buah hati yang akan hadir kedunia ini.


tetapi jika ia membeli barang ini sekarang otomatis akan mengosongkan seluruh uang yang ia simpan selama ini untuk lahirannya nanti.


suara ponsel Dea berdering, seketika itu juga Dea merogoh tas kecilnya dan menerima panggilan dari tante Alma. akhirnya Dea terselamatkan dari rasa malu karena gagal membeli suatu barang akibat dari tak mampu.


"maaf mbak. lain kali saya akan kembali, saya buru buru harus pergi. terimakasih atas pelayanan nya". pamit Dea seraya mengangguk kikuk.


ia pun segera melangkah keluar dari toko tersebut, meskipun tatapan menghina mulai terpancar dari pemilik toko. tetapi Dea tak perduli. untuk saat ini ia harus bisa menghemat demi kelangsungan hidupnya dan calon bayinya kelak.


...----------------...


"Jasmine". Alma memanggilnya seraya melambaikan tangannya di depan wajah Dea.


sontak membuat Dea menghentikan aksinya dan menatap Alma seraya tersenyum malu karna ketahuan melamun.


"kamu suka? ". tanya Alma meyakinkan hatinya yang memang mengetahui jika putri angkatnya menyukai sepatu tersebut. hal itu jelas terlihat dari pancaran sinar mata Dea.


"suka" sahut Dea.


"aku suka banget. bahkan warnanya juga termasuk dari salah satu yang aku suka tante". lanjutnya seraya masih memegang sepatu berwarna putih tersebut dengan kedua tangannya.


"makasih tante. makasih banyak". ucap Dea tulus dengan netranya yang mulai mengkristal.


"syukurlah kalau kamu suka. tadinya tante pikir kamu tidak menyukai warnanyo. karna papanyo Keyra tidak tau jenis kelamin bayimu. dan tante baru tau dari Rendy kalau calon bayimu itu laki laki". sahut Alma sumringah.

__ADS_1


"tante sama Rendy udah tau kalau aku mengandung bayi laki laki? ". tanya Dea untuk meyakinkan kembali.


"iya. Rendy yang ngasih tau tante ketika ia singgah ke restoran tadi siang. dan Rendy bisa tau ketika ia berniat menyusul kamu ke dokter kandungan tadi pagi". jelas Alma.


"selamat ya Jasmine. semoga bayimu bisa menjadi anak yang sholeh dan bisa menjadi pelindung keluarga yang hebat". doa Alma tulus.


"Aamiin... makasih ya tante". sahut Dea tersenyum bahagia.


"tante punya nomor telpon bunda Astrid?. aku ingin mengucapkan terimakasih pada beliau". tanya Dea berharap.


"Astafirullah Jasmine.. "Alma beristigfar.


"kenapa tante? ". tanya Dea penasaran.


"tante tak teringat pula untuk meminta nomor telpon nya Jasmine. tante benar benar lupa". sahut Alma menyesal.


"ya udah tante. ga apa apa. mungkin cuma Allah yang bisa membalas kebaikan mereka". ucap Dea tulus.


"iya.. semoga mereka di beri kesehatan dan panjang umur supaya bisa kembali lagi kesini". doa Alma tulus. dan di aminkan Dea.


akhirnya malam itu mereka berdua memilih dan memilah barang barang yang harus di bawa untuk proses persalinan nantinya.


Dea yang tidak memiliki pengalaman apapun kerap kali bertanya dan meminta bantuan Alma tentang persalinan.


meskipun Alma tak pernah merasakan menjadi wanita seutuhnya, tetapi pengalaman nya bekerja sebagai perawat di rumah sakit serta seringnya bertemu dengan ibu ibu bersalin membuat Alma mengerti. dan tentu saja ia dengan ikhlas hati membantu putri angkatnya dalam persiapan menyambut cucu.


setelah selesai berberes. Alma pamit pulang. tinggalah Dea sendiri di kamarnya Jasmine. belum puas hatinya melihat sepatu branded tersebut. Dea pun mengabadikan sepatu tersebut dengan kamera ponsel Dea.


ia juga membaringkan tubuhnya dengan posisi miring menghadap ke arah sepatu yang berada di atas rak box bayi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


berikan cinta kalian untuk yang menulis berupa

__ADS_1


like, vote, komen, rate dan favorit.


selamat menjalankan ibadah puasa ya ....


__ADS_2