She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Hadiah


__ADS_3

Hampir setengah jam lamanya Justin menunggu serta menyaksikan istrinya


membagikan hadiah ke semua orang yang mendapatkan jatah dari shopping shoppingannya hari ini.


hingga tinggallah beberapa paperbag terakhir yang belum di buka oleh Namira. semua yang hadir di situ masih menunggu Namira yang akan membuka paperbag tersebut dan melihat isinya.


akan tetapi Namira masih saja terlihat santai dalam memunguti paperbag yang tersisa. karena ia merasa telah menunjukkan hasil perburuannya hari ini dan telah menghadiahi semua yang tinggal atau pun yang bekerja di rumah ini.


"yang. kok yang itu ga di buka sih. emang isinya apaan?. rahasia ya? ". tanya Justin penasaran seraya memainkan alisnya.


"oh ini cuma baju bayi dan setelan anak anak. mau lihat?". ujar Namira.


lalu ia pun segera membuka dan mengeluar kan seluruh isi dari paperbag paperbag tersebut. hingga tak satu pun yang Namira biarkan tersisa.


"oohh. cuma itu doang ya?". tanya Justin pasrah.


"iya". sahut Namira tersenyum polos.


Justin hanya manggut manggut menyimpan kekecewaan. sebenarnya ia berharap jika Namira membeli sesuatu yang sexy untuk istrinya itu gunakan ketika menghabiskan malam bersamanya. tetapi apa mau di kata memang beginilah jika memiliki istri yang masih muda dan polos. apa apa memang selalu Justin yang berinisiatif duluan jika menyangkut urusan ranjang.


Justin melihat dan memperhatikan kembali baju baju bayi dan memang semuanya setelan bayi dan anak anak. tetapi yang Justin dan semua yang ada di situ lihat pun kebanyakan setelan anak cowok berumur tiga atau empat tahunan.


"kok kebanyakan setelan anak cowok tiga tahunan si Mir? ". tanya Mona heran.


"anaknya pasti cowok mbak". timpal Astrid menduga duga.


"oh ya?? ". udah di USG ya??". pekik Mona dengan wajahnya yang sumringah.


"beneran anak cowok Yang? ".timpal Justin dengan wajahnya yang lebih sumringah dari mamanya.


"belum tau". jawab Namira polos.


"belum tau?? ". maksudnya memang belum tau sama sekali calon anak kita itu cowok atau cewek?!". tanya Justin memastikan.


"iya". sahut Namira polos.


"lalu buat apa beli banyak banyak setelan anak cowok yang tiga tahunan gini yang?? ". tanya Justin


"suka aja liatnya kan keren keren tu". sahut Namira polos.


"iya memang. tapi dua tahun ke depan model yang begini udah ga jamannya lagi yang". ujar Justin seraya mengambil satu setel baju dengan blazer anak tersebut.


"paling bisa di pake kemejanya yang putih sama jeansnya doang. selebihnya out model. lagian nunggu tiga tahun anaknya masih lama yang. kamunya aja masih tahap nunggu lahiran hingga sekarang". Justin kembali berkomentar.

__ADS_1


"eng..gaaak??. baju anak cowok itu jarang yang out model. kalau yang cewek sih iya. tiap bulan mesti up to date.". bantah Namira.


"iya. tapi kan kita belum tau anak kita yang ini cowok atau cewek yang??". ujar Justin memberi pencerahan untuk istrinya.


"pasti punya. tenang aja". ucap Namira seraya mengedipkan sebelah matanya.


akhirnya Justin dan yang lainnnya pun tidak bisa membantah lagi. baginya percuma juga berdebat dengan ibu hamil. apa lagi jika menyangkut soal ngidam.


...----------------...


Justin baru saja terjaga dari tidurnya. ia melirik ke Jam dinding kamarnya dimana waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi. ia memiringkan tubuhnya ke kiri untuk memeluk kembali tubuh polos istrinya. dengan niat melakukan olahraga panas untuk ketiga kalinya.


Justin membuka matanya lebar lebar ketika ia merasa kosong pada sebelah ranjangnya. ia mengangkat kepalanya mencari di setiap sudut kamarnya.


"Ochi". ia memanggil istrinya dengan nama kesayangannya.


"Ochi". Justin memanggilnya kembali saat tak ada sahutan.


tetapi suasana kamar tetaplah hening. lalu Justin bangun dan segera membersihkan dirinya. ia masuk ke kamar mandi dan tersenyum karena menghirup wangi sampo dan sabun milik istrinya itu. yang berarti Ochinya telah bangun dan mandi beberapa saat yang lalu.


setelah ia menyelesaikan ritual mandinya Justin bergegas turun untuk mencari istrinya. Justin mendengar suara canda dan gelak tawa di ruang keluarga dan juga suara tawa istri kecilnya itu. Justin tersenyum dan ikut bergabung dengan semua yang berkumpul di situ.


"eeee.. yang lagi cuti baru bangun rupanya". cibir Mona kepada putra semata wayangnya itu.


Justin tak menyahut dan mendekati sang istri lalu berbisik ke telinga istrinya.


sementara Namira hanya menampilkan senyum manisnya mendengar pertanyaan dari suaminya itu.


"makan dulu ya? ". ajak Namira.


"iya makan dulu sana. hari ini Namira yang masak loh. enak banget". puji Mona tulus.


"kok sempat Yang. kapan bangunnya? ". tanya Justin heran.


"ya di sempat sempatin dong". ujar Namira.


"emang kamunya ga capek Yang?. semalam sampe deket subuh kita maen nya udah dua kali". ujar Justin vulgar tanpa filter.


Sontak yang mendengar percakapan pasutri muda itu melebarkan kelopak mata mereka masing masing dan berusaha menahan tawa dan senyum geli mereka.


sementara Namira dengan wajah merona malu menundukkan wajahnya seraya mencubit pinggang sang suami.


"awww. sakit Yang". rengek Justin dengan tampang memelas tapi bloon.

__ADS_1


"ayok makan". ajak Namira tegas.


lalu dengan segera menarik lengan suaminya untuk menghindari rasa malu yang berkepanjangan akibat ucapan vulgar suaminya.


bak kerbau di cucuk hidungnya Justin pun menuruti dan mengikuti sang istri. meskipun setelah berada di ruang makan Namira bakalan mengomeli suaminya kembali.


sementara di ruangan keluarga barulah para orang tua itu melepaskan senyum dan tawa mereka karena tingkah polah anak anaknya.


...----------------...


setelah puas mengomeli sang suami atas ucapan vulgarnya barusan. akhirnya Namira menyendokkan nasi serta lauk pauk yang sebagian ia masak hari ini ke piring Justin.


"hmmm. kelihatannya enak ni Yang terus harum lagi". ujar Justin yang langsung tercium bau rempah rempahan dari kuah sayur yang di bawa bi Muna dari dapur.


Justin pun menyendokkan nasi dan sayur asem buatan istrinya di tambah sambal belacan yang pas rasa asin, asam, manis dan pedasnya ke dalam mulutnya.


"mmmmn". Justin menikmati sensasi rasa masakan istrinya yang mulai pintar memasak itu.


"gimana yang? ". tanya Namira antusias.


"top markotop yang". puji Justin menirukan seorang ikon kuliner terkenal pak "Bondan Winarno" tersebut.


Namira tersenyum senang.


"beneran Yang?". tanya Namira kurang yakin.


"iya". sahut Justin mantap.


"wah ga sia sia dong aku bangun lebih pagi agar bisa belajar masak sama bunda". sahut Namira senang.


"tumben Yang. tapi aku senang kok. dari kemarin kamu ngasih aku surprise dan service terus". sahut Justin seraya mengunyah makanannya.


"kamu suka hadiahnya?". tanya Namira


"sukaaaa banget". sahut Justin.


pagi itu semua bahagia karena Namira. tetapi sebenarnya adalah awal kedukaan buat mereka karena Namira juga. siapa yang akan menyangka hadiah yang mereka dapat adalah hadiah terakhir perpisahan dari wanita cantik itu.


...----------------...


hai readers... wait for me in the Next chapter


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Mohon dukungannya untuk novel ini. berupa like, vote, komen, rate, fav dan poin.


terimakasih


__ADS_2