
Midea tiba di mall yang di maksudkan Retha. ia menuju ke lantai di mana putranya itu sedang bermain. tiba di lantai yang di maksud Dea langsung mencari sang putra dan tak lama ia pun melihat putranya sedang bermain dengan Keyra.
"Dee". panggilnya ke putranya dengan sumringah.
"Jasmine". panggil Retha
"sini". ajak Retha untuk duduk di sampingnya yang tak jauh dari Satria dan anak anak.
"mau minum apa?".tawar Retha.
"samain aja". sahut Dea.
Retha pun memesan minuman yang sama untuk Dea. sementara Dea tersenyum bahagia melihat raut bahagia yang terpancar dari wajah tampan putranya. Dea masih memperhatikan kedua balita itu yang masih bersemangat memainkan permainan di zona tersebut.
"yeay.... hole... hole.... ". teriak keduanya secara tiba tiba.
"menang ya kak. tikus udah mati semua? ". tanya Satria yang masih merekam tingkah lucu kedua bocah tersebut.
"iya om. kita menang. apa kakak bilang kalau kamu pukul yang kuat . kita bakalan menang". ujar Keyra.
"kak Keyra Hebat ya? ". puji Satria.
"siapa dulu dong Daddynya". sebuah notifikasi di kolom komentar dari Justin terbaca oleh Satria.
Satria segera menutup setelan streamingnya. lalu beralih ke panggilan video.
"bang". panggil Satria kepada abang sepupunya saat wajah tampan itu bertengger di layar ponselnya.
"mana Keyra? ". tanya Satria.
"tuh". tunjuk Satria dengan mengarahkan pada ponselnya ke arah Keyra yang berada di samping Dean
"Keyra". panggil Satria kepada ponakannya agar berbicara pada Daddynya.
"Daddy mau bicara sama kamu. nih". Satria memberikan ponselnya pada Keyra.
"Daddy??!". panggil Keyra antusias.
"hey anak Daddy. how are you girl? ". are you happy? ". tanya Justin.
"off course Daddy. I am so happy". sahut Keyra dengan riang.
"jalan sama siapa aja Key? ". tanya Justin penasaran.
"sama oom dan tante trus ada dek Dee". jawab Keyra.
"cuma itu? ". tanya Justin masih penasaran karena tadinya ia seperti mendengar suara wanita yang tak asing di telinganya yang menyebut kata Dee
__ADS_1
Keyra celingak celinguk melihat yang lain yang ia kenal. tetapi di hadapannya hanya ada Retha, Dean dan Satria.
"iya. cuma itu". jawab Keyra yakin.
karena tanpa ia tau jika bundanya Dean telah datang ke zona itu untuk melihat permainan mereka. tetapi rasa kebelet pipis menderanya sehingga bundanya Dean harus permisi untuk ke toilet bentar.
"ohhh. ya sudah". sahut Justin yang tak kepo lagi dengan rasa penasarannya.
"mungkin mirip atau akunya yang halu kali". bathinnya.
"nenek mana? ". kok ga ikut kalian? "tanya Justin yang sedari tadi tak melihat bunda Astrid.
"pergi sama oma Hana". sahut Keyra polos.
"ohh..ya sudah". jawab Justin.
"Daddy kapan kesini? ". disini itu enak lho". tanya Keyra.
"ohh ya.. beneran nih? ". tanya Justin .
"iya.. temen Keyra juga banyak". sahut Keyra semakin bersemangat.
"ayo dong Daddy kesini". ajak Keyra.
"iya nanti Daddy ke situ ya. mana om Satria? ". tanya Justin.
"iya sayang". sahut Satria seraya mengambil ponselnya dan mengarahkan ke wajahnya.
"bang kapan kesini? ". tanya Satria.
"minggu depan bang Andra nikahan. terus minggu depannya. perusahaan kita bakalan di buka lagi presentasi untuk mahasiswa sekaligus merekrut calon peneliti baru dari mereka yang terbaik". jelas Satria.
"bang kapan pulang ke Indonesia?". tanyanya.
"mungkin minggu depan". sahut Justin masih ragu.
"kami tunggu bang". sahut Satria.
"iya. udahan ya. aku titip Keyra". Justin terpaksa menutup video callnya saat ada notifikasi email baru masuk ke ponselnya dari seseorang yang di anggapnya penting yaitu asisten pribadinya Alan.
"oke bang". sahut Satria.
...----------------...
Justin membuka email masuk tersebut yang berupa gambar foto gelang yang memiliki inisial huruf J. di situ tertera pesan dari Alan yang bertuliskan.
"maaf pak jika saya mengganggu. seminggu yang lalu ketika saya berada di hotel milik keluarga bapak. seorang OB memberitahukan jika ia menemukan sebuah gelang berwarna silver yang memiliki inisial huruf J di kamar pribadi bapak. OB itu mengira itu adalah milik bapak jadi dia menyerahkan nya pada saya. sekarang saya simpan di ruangan pribadi bapak yang berada di kantor pusat. oh iya Bapak kapan kembali ke Indonesia".
__ADS_1
Justin menarik dalam nafasnya. ingatannya kembali ke beberapa tahun yang lalu saat badai sedang melanda kota itu. saat di mana ia merasa menjadi orang terbejat sedunia. tetapi saat itu juga ia menjadi seorang pria yang membenci wanita seperti Midea.
ting. sebuah pesan email yang lain pun masuk ke ponselnya. ia membuka kembali email yang berisikan file hasil lab forensik tentang identitas seseorang dari darah yang berceceran di seprai putih yang ia simpan beberapa tahun lalu.
Justin membaca tulisan yang tertera di bawahnya. blood virgin 99.9. %. female age 22 years old. blood group O. identity unknown. dan masih banyak lagi hasil lab tentang darah perawan tersebut yang Justin tidak meneruskan untuk membacanya setelah identitas dari seorang perempuan yang ia cari masih juga tidak ia ketahui.
"who are you girl. are you fine right now?". bathinnya.
"apa yang terjadi jika dia sudah menikah. apakah dia bahagia? ". apakah suaminya bisa menerima jika gadis itu tidak perawan lagi? "
"akh. brengsek mereka. seandainya aku tdak di jebak oleh mereka pada malam itu. mungkin saat ini ia tidak mendapati dirinya yang masih di rundung rasa bersalah pada seseorang".
sekelumit pemikiran bertarung di otaknya tentang seorang gadis yang ia cari selama ini. ia masih menyimpan rasa bersalah pada gadis itu.
akhirnya Justin membuat sambungan telpon menggunakan jaringan internet dengan ponselnya.
"ya pak". sahut Alan saat menekan tombol hijau.
"Alan. saya akan kembali ke Indonesia segera. siapkan apartemen saya dan juga ruangan saya". titah Justin ke asistennya itu.
"maaf pak. apartemen yang mana? ". yang pernah di tinggali sama bu Midea atau apartemen yang lainnya". tanya Alan ragu.
"yang lainnya". sahut Justin.
"saya akan kembali ke Indonesia dua hari lagi". lanjutnya.
"baik pak". sahut Alan.
"pak. saya senang mendengar bapak kembali ke sini". ucap Alan tersenyum tulus.
"terimakasih Alan". balasnya.
lalu kedua nya pun menutup pembicaraan melalui internet itu.
"mungkin aku harus mulai mencari tau siapa gadis yang menyelamatkan aku malam itu. jika ia belum menikah karena kondisi nya. aku akan bertanggung jawab". bathinnya.
"akan tetapi jika ia sudah menikah dan bahagia. aku juga harus meminta maaf padanya". lanjutnya.
Justin melihat kembali dua foto yang di kirimkan ke ponselnya dengan seksama.
" I hope you are alright girl". doanya tulus di hatinya saat ini.
...----------------...
Mohon dukungannya untuk Novel ini dengan memberikan vote, komen, favoritnya dan share linknya ya readers please...
terimakasih
__ADS_1