She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Saat Dean terbangun tengah malam


__ADS_3

# selamat menikmati episode kali ini ya readers....


" Mykehl Deansyah. My son have a nice dream boy. Love you and keyra". Gumam Justin seraya mencium pipi gembul tersebut.


Lalu ia memejamkan matanya seraya memeluk putranya. Malam ini adalah malam yang sangat mengejutkan baginya. Semua perasaan timbul dalam satu waktu di hari ini.


Sementara di balik jeruji besi Midea belum bisa tidur karena kepikiran akan putranya.


"Dee. Bunda kangen sayang. Bunda pingin banget ketemu sama kamu, memeluk kamu. Kamu selama ini ngapain aja sayang". Midea berkeluh kesah di dalam hatinya.


Ia masih berharap pada janji yang telah di sepakati oleh Justin. Tetapi sudah dua kali Justin mengingkari janjinya.


"brengsek kamu Justin. Bisa bisanya kamu mengingkari kesepakatan yang sudah kita setujui bersama". Maki Dea di hatinya seraya mulai menitikkan air matanya.


Ia menyesali telah mempercayai Justin saat itu. fikirannya menerawang ke masa yang lalu saat dirinya dan suami paksanya itu menandatangani kesepakatan tentang hidup nya yang ingin bebas dari kejaran Justin yang ingin memasukkannya kembali ke rumah sakit jiwa.


Sekarang ia mengutuki kebodohannya yang telah mempercayai Justin kembali untuk kedua kalinya.


"harusnya aku tak sebodoh ini". Rutuknya kesal sembari menenggelamkan wajahnya di antara kedua lututnya sembari menangis.


...----------------...


di tengah malam buta Dean terjaga dari tidurnya karena kehausan. Ia memperhatikan keadaan di sekeliling kamar di mana ia berada. Semua tampak membingungkan baginya karena kamar ini adalah kamar yang lain dari biasanya ia tiduri saat berada di rumah keluarga umminya.


Dean melihat ke arah Justin yang tampak terlelap dalam tidurnya. Ia menyentuh pipi Justin dengan hati hati, kali ini ia harus meminta bantuan dari Daddynya Keyra itu untuk membuatkannya susu seperti biasa saat ia masih bersama bundanya atau pun umminya.


"Dy. Daddy Kak Keyla. Angun...". Panggil Dean pelan dan masih hati hati menggoyang goyangkan pipinya.


Tetapi Justin masih saja berada di alam mimpinya tanpa terusik sedikit pun akan suara polos Dean dan sentuhan tangannya.


"Dy. Daddy kak Keyla. Angun dong..ayok angunlah. Dy.. Daddy... Dy Daaaaaddy..". panggilnya sedikit lebih keras dari yang tadi seraya menjepit hidung mancung milik Justin.


Justin yang tadinya berada di fase mimpi perlahan mendengar samar suara Dean di telinganya serta ia merasakan hidungnya tersumbat sehingga dengan otomatis mulutnya terbuka untuk meraup oksigen agar masuk ke paru parunya.


di karenakan ia mulai keluar dari mimpinya di tambah ia kesulitan dalam bernafas serta suara Dean yang terdengar di telinganya dengan menyebut kata Daddy.


Justin pun membuka matanya perlahan dengan netra yang langsung menatap wajah sang putra yang berada sejengkal dari wajah nya. hanya saja tangan mungil Dean masih menjepit hidungnya.

__ADS_1


"angun dong. Dee haus". Ujar Dean yang mulai melepaskan jepitan hidung Justin tatkala Dean melihat Justin membuka matanya.


Justin menarik kecil sudut bibirnya mengingat kelakuan sang putra kecilnya dalam membangunkan dirinya.


"kenapa sayang?". Tanya Justin yang masih kurang paham akan maksud dari sang putra yang telah membangunkan dirinya.


"Dee haus. Dee mau cucu". Sahut Dean yang masih duduk di depan Justin yang masih terlentang itu.


"Dee mau susu ya?". Tanya Justin memastikan.


"iya". Sahut Dean seraya menganggukkan kepalanya.


Lalu Justin menggeliat untuk merenggang kan otot ototnya sejenak sebelum ia bangun dari tidurnya.


"ayok kita buat susunya". Ajak Justin ke Dean seraya meminta putranya untuk naik ke punggungnya.


Dean pun mengikuti Justin dengan menuruti permintaan Justin dengan naik ke punggung nya. Lalu ayah dan anak itu berjalan menuju dapur.


Saat tiba di dapur meletakkan Dean ke bangku di samping meja racik. Lalu Justin mengambil botol susu yang telah di sediakan oleh sang mama sebelumnya. Justin menakar susu ke dalam botol seperti biasa. Ia masih teringat akan ilmunya membuat susu saat mengasuh Keyra


"Dee aja yang tuang". Pinta Dean saat Justin telah selesai menakar susu ke dalam botol.


"cul". Sahut Dean singkat seraya turun dari bangkunya menghampiri Justin dan menunggu Justin memberikan botol susunya ke pada dirinya.


Karena Justin ingin lihat sejauh mana perkembangan sang putranya, maka ia pun memberikan botol susu itu ke Dean. Ia memperhatikan cara Dean menuangkan air hangat ke botol susu yang telah berisi susu bubuk tersebut.


Justin tersenyum saat Dean telah selesai menuangkan air hangat ke botol susunya.


"udah". Ucap Dean seraya menunjukkan botol susu yang telah terisi air hangat tersebut.


"pinter anak Daddy". Pujinya senang seraya menutup tutup botol susu tersebut.


"bunda yang ajalin Dee". Celotehnya.


Justin tersenyum simpul lalu memberikan botol susu tersebut ke putranya. Dean langsung menyambarnya dan memberikan pipi kanannya kepada Justin. Justin yang tau maksud dari batita tampan tersebut langsung membungkuk dan cup satu ciuman lembut mendarat di pipi gembul itu.


Justin hanya melongo saat Dean tanpa permisi berlalu dari situ menuju pintu keluar dari dapur tetapi langkahnya berhenti dan memutar tubuhnya menghadap Justin.

__ADS_1


"ayok bobok agi" ajak Dean seraya melambaikan tangannya ke Justin.


"hahaha...ayok". Kekeh justin senang melihat tingkah bocah cerminan dirinya.


Justin menggenggam tangan Dean dan membawanya kembali ke kamar. Hingga di kamar Dean langsung naik ke tempat tidur dan mengucapkan kalimat basmalah dengan suara cadelnya yang terdengar lucu di telinga Justin. Lalu menyedot botol susunya melalui ****** dari botol tersebut dengan lahap.


"good boy". Gumam Justin pelan saat melihat tingkah Dean yang sudah banyak belajar di usianya yang hampir mencapai tiga tahun itu.


Yah, tak lama lagi bocah tampan itu akan berulang tahun yang ke tiga. Hingga kini Justin belum memiliki gambaran tentang hadiah apa yang pantas dan berharga untuk putranya itu.


"Dee. Daddy janji akan membahagiakan kamu sayang. Dan akan membayar semua waktu waktu yang telah terlewati begitu saja tanpa Daddy di sisi kamu". Justin bergumam di hatinya seraya menatap batita itu yang mulai terlihat mengantuk kembali.


Justin menundukkan tubuhnya sedikit lalu membelai belai rambut coklat yang lurus nan lembut itu. Sedangkan netranya terus menatap wajah tampan nan polos itu.


"you are so handsome my son. Semoga jadi anak sholeh ya". Justin berdoa di hatinya.


Botol susu terlepas dari mulut Dean bahkan susu yang ada di botol tersebut pun telah habis di minum Dean. Justin mengambilnya dan meletakkannya di atas nakas.


Ia kembali merebahkan tubuh tegapnya di samping putra kecilnya. hari ini bertambah lagi kesan indah antara dirinya dan anaknya meskipun hanya dengan sebotol susu saat Dean terjaga di tengah malam begini.


"makasih Dee untuk hari ini. Daddy bahagia bisa memberikan kenyamana buat kamu saat ini. Semoga ke depannya kamu bisa lebih dekat sama Daddy dan lebih sayang juga untuk Daddy selain bunda dan ummi serta orang orang yang dekat dengan kamu". Ucapnya seraya mengelus elus pipi gembul itu.


bahkan Justin tersenyum simpul saat melihat bibir Dean bergerak gerak seperti mengemut sesuatu.


"have a nice dream my son". Ucapnya lalu memejamkan kedua matanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan menshare link nya.


Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers


Di ig Hazhilka


Di NT Hazhilka279


#Hazhilka

__ADS_1


ig Zhil olshop


Terima kasih.


__ADS_2