
Alma menarik dalam nafasnya. ia telah mendengar cerita tentang Retha yang pulang dari luar negri dan ingin ketemu dengan dirinya. ia pun teringat Jasmine. mungkin ini saatnya ia harus menceritakan tentang Jasmine pada Retha.
"nak Retha". panggil Alma pelan.
"ya tante". sahut Retha dengan senyum.
Alma menggenggam tangan Retha. di sambut oleh Retha. mereka kini saling bergenggaman tangan.
"Jasmine kembali". Alma memberitahu Retha.
Retha terhenyak. ia mengendurkan genggaman tangannya.
"ma maksud tante?". tanya Retha meminta keyakinan.
"iya Jasmine sudah pulang Retha". sahut Alma.
lalu Alma menceritakan bagaimana pertemuan nya dengan anak angkatnya tersebut. bahkan dengan rasa sedih Alma pun menceritakan bagaimana kondisinya sekarang. sehingga membuat isak tangis dari kedua perempuan beda generasi itu pun pecah.
"Jasmine". Retha memanggil nama sahabatnya sambil menangis.
"dimana Jasmine sekarang tante?. boleh aku ketemu dia?". pinta Retha seraya mengusap air matanya yang masih terus mengalir di pipi.
"ada disini. masak sama tante. di restoran ini". sahut Alma yang juga ikut mengusap pipinya yang basah.
"ada hal yang harus kamu lakukan Retha. sama seperti Rendy bertemu lagi dengan Jasmine. berpura pura lah kamu tidak mengenal Jasmine sebelumnya. anggaplah kamu baru pertama kali bertemu". jelas Alma.
"iya tante. akan aku lakukan apa pun itu. aku ga akan maksa Jasmine untuk ingat masa lalunya. aku janji tante". janji Retha ke tante Alma.
Setelah perbincangan yang cukup mengharukan tersebut berakhir. Alma mengajak Retha ke restorannya untuk bertemu anak angkatnya tersebut.
Retha mengikuti langkah Alma ke restoran yang di tuju. jantungnya berdebar debar tatkala langkahnya semakin memasuki ruang di mana terdapat banyak meja dan kursi yang terbuat dari bahan kayu yang di ukir indah. serta dekor ruangan yang bernuansa santai dengan pemandangan alam dan taman buatan.
Retha di ajak Alma memasuki sebuah ruang yang tak kalah bagus dengan ruang makan umum di luar tadi. hanya saja ruang ini adalah ruang khusus pengguna VVIP.
"tunggu di sini sebentar ya. tante panggilkan Jasmine dulu di dapur". ucap Alma lalu meninggalkan Retha di ruang vvip agar momen pertemuan ini tidak menarik perhatian pengunjung restoran yang sedang menikmati hidangan makan siang hari itu.
Alma menghampiri Dea di dapur yang sedang asyik menata toping ice cream untuk di berikan ke pengunjung sebagai dessert bagi mereka yang membawa anak anak. sementara Arjun dan Rendy berada di dekatnya.
"Jasmine"panggilnya.
Dea menoleh ke arah sumber suara. diikuti Arjun dan Rendy. Alma melihat ke dua lelaki tampan tersebut yang selama ini telah menolong dan menemani putri angkatnya. Arjun dan Rendy yang mengetahui arti tatapan mata Alma. langsung mengangguk kan kepalanya.
"ya tante. ada apa? ". sahut Dea.
__ADS_1
"ikut tante sebentar yuk". ajak Alma sambil tersenyum. dan menarik lengan Dea pelan.
"tolong lanjutin ya? ". pinta Dea kepada kedua sahabatnya Jasmine tersebut.
"sipp". sahut keduanya.
Dea mengikuti langkah Alma ke ruang VVIP. ketika ia ikut masuk ke ruang yang di masuki Alma. Dea melihat seorang perempuan cantik berhijab yang pandangannya terus mengarah ke dirinya.
Sementara Retha terus saja memandang antara percaya dan tak percaya perempuan yang memang mirip dengan sahabat nya yang menghilang dulu. apa lagi wajahnya terlihat lebih manis dan imut dalam balutan pashmina yang pernah ia hadiahi untuk Jasmine ketika Jasmine berulang tahun terakhir kali sebelum insiden tersebut.
"Jasmine". gumamnya pelan.
Retha semakin yakin perempuan yang di hadapanya ini Jasmine, meskipun perutnya telah membuncit. kini mereka bertiga saling berhadapan, dimana Alma membuka percakapan di antara kedua sahabat tersebut.
"Jasmine. ini adalah Retha. keponakan tante. selama ini ia tinggal di luar negri. dan baru saja kembali. dia ingin ketemu sama kamu yang telah membantu tante disini. dia ingin mengucapkan terima kasih sama kamu". dusta Alma.
"hai. aku Retha". Retha memperkenalkan dirinya dengan suara bergetar.
"Jasmine". Dea memperkenalkan dirinya sebagai Jasmine. mengikuti dugaan mereka jika ia adalah Jasmine.
"terimakasih sudah membantu tanteku selama ini". Retha mengeluarkan basa basinya.
"sama sama". sahut Dea seraya tersenyum kecil.
Dea yang melihat netra Retha yang terus saja memandang perutnya langsung mengelus lembut perutnya sambil berkata.
"jalan tujuh" dan ia masih saja terus mengelus perutnya.
"oi ya Retha. tante mau buat acara tujuh bulanan dalam minggu ini. kamu ikut ya?". ujar Alma.
"Jasmine. acara kenduri nya mau di buat di hari apa sayang? ". tanya tante Alma.
"kenduri?. tujuh bulan?. untuk aku? ". tanya Dea meminta keyakinan.
"iya. tante mau buat kenduri kecil kecilan. hanya orang terdekat yang kita undang". sahut Alma.
"terserah tante saja". sahut Dea.
"kita buat tiga hari lagi ya? ". tanya Alma ke Dea.
"ya tante. gimana bisanya tante aja".sahut Dea.
sementara Retha yang masih saja terus terpaku memandangi sahabatnya. hatinya miris melihat Dea yang bersikap cuek kepada dirinya. Retha mengerti akan hal itu. tetapi bagaimanapun. ini sangat menyakiti hatinya. sahabat yang dulunya dekat. kini memang tak mengenali dirinya.
__ADS_1
"tante aku permisi ya?". mau nerusin pekerjaan aku". Dea pamit ke Alma.
Alma menganggukkan kepalanya. dan Dea pun pergi meninggalkan Alma dan Retha.
sepeninggalnya Dea, Retha langsung terduduk dan mengeluarkan seluruh air mata yang slama ini ia tahan. ia menangis sekencang kencangnya.
Alma yang mengetahui perasaan Retha pun ikut terhanyut dalam suasana sedih tersebut. ia merangkul bahu Retha dan membawanya ke pelukannya.
"sabar ya Tha". ucap Alma menenangkan Retha.
"aku ga sanggup tante. bagaimana bisa Jasmine melupakan kita semua tante. apa lagi aku. sahabat dekatnya. yang selalu ada di dekatnya". sahut Retha yang terus saja menangis bahkan lebih keras, mengingat semua kenangan Retha bersama Jasmine.
"iya nak. tante tahu itu. tapi apa lagi yang bisa tante buat nak. bagaimana pun tante juga harus menyelamatkan psikologis Jasmine dan juga bayinya". sahut Alma terisak.
"tante". panggil Retha seraya memandang Alma.
"siapa ayah dari bayi tersebut. dimana suaninya tante?? ". tanya Retha terisak.
Alma menggeleng pelan kepalanya dan melepaskan pelukannya. ia menundukkan kepalanya.
"tante jawab aku. siapa dan dimana suaminya tante". desak Retha.
Alma menggeleng kan kepalanya dengan kuat.
"tidak. tidak tau. tante tidak tau Retha". sahut Alma dan menangis deras. mengingat kembali kondisi putri angkatnya ketika pertama kali bertemu.
Retha yang mendengar jawaban Alma semakin mengencangkan tangisnya. ia tak menyangka jika hidupnya Jasmine bakalan semenderita itu. apa lagi ia tidak pernah melihat jenazah mamanya. tiga tahun menghilang lalu pulang dengan kondisi yang malang.
"Jasmine". ia memanggil sahabatnya dengan bahu yang bergetar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
jangan lupa untuk
like
vote
komen
rate
trus tekan ini ❤ ya???
__ADS_1