She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Keyra sakit.


__ADS_3

sebulan yang lalu


sudah tiga hari ini Keyra rewel terus. Mona dan Astrid kewalahan dalam menghadapi Keyra. semenjak empat puluh hari dari kepergiannya Namira. Astrid masih bertahan di rumah Ardiansyah bersama dengan Mona mengurus dan mengasuh cucu mereka satu satunya. sedangkan para suami memilih untuk melanjutkan kegiatan mereka di negara masing masing.


"aduh sayang.. cup cup.. diem ya nak. nanti kita jalan jalan". bujuk mona.


tetapi Keyra tetap saja dalam tangisnya. lalu Astrid membujuk Keyra dengan cara mengambil dari gendongan Mona.


"sayang cucu nenek. cup cup diem ya nak". bujuk Astrid seraya menepuk nepuk pelan punggung Keyra yang kini telah berusia setahun itu.


untuk beberapa saat Keyra terdiam karena mulai mengantuk dan tertidur sejenak. tetapi belum juga setengah jam ia tertidur di pangkuan Astrid. Keyra terbangun dan menangis lagi.


hal ini membuat Mona terpaksa menelpon Justin untuk pulang. dan entah yang ke berapa kali Mona mencoba menghubungi Justin tetapi tetap saja tak satu pun Justin mengangkat telpon atau menghubungi kembali dirinya.


hingga malamnya ketika Seluruh penghuni rumah telah terbuai dengan mimpinya. Mona sengaja menunggu Justin yang selalu pulang larut malam dalam keadaan lesu dan tak memiliki gairah hidup.


Mona juga tau jika sampai detik ini putranya itu selalu pergi dan pulang tanpa semangat. jangankan untuk memberikan perhatian kepada putri semata wayangnya. memperhatikan penampilan diri nya sendiri yang mulai semrawut itu saja ogah di lakukan.


tentu saja hal ini tidak bisa Mona biarkan lama lama. karena itu malam ini ia putus kan menunggu Justin pulang meskipun entah sampai kapan ia akan menunggu putranya itu akan kembali pulang kerumah.


beberapa jam kemudian...


suara mesin mobil Justin memasuki garasi rumah. Mona melihat jam di dinding telah menunjukkan waktu mendekati subuh.


"ya Allah. ini anak amit amit banget pulang jam segini. kapan istirahatnya. mana jam pagi pagi harus berangkat kerja lagi". omel Mona pelan seraya mengintip dari kaca jendela samping yang mengarah ke garasi.


ketika Justin yang baru saja menapakkan kakinya ke rumah, Mona langsung memanggil nya


"Justin". panggilnya.


"ya ma". sahut Justin tanpa menghentikan langkah nya menuju tangga.


"Justin". panggil Mona kesal karena tingkah Justin yang mengabaikan nya.


"ada apa ma? ". tanya Justin lesu tak bersemangat.


"duduk sini mama mau ngomong!". titah Mona.


"aku capek ma. ngantuk. besok aja ya". sahut Justin cuek dan tetap melangkahkan kakinya naik ke tangga.

__ADS_1


"Justin! ". pekik Mona semakin kesal.


tetapi Justin tetap melenggang masuk ke kamar dan mengunci pintu kamarnya. sementara Mona semakin blingsatan dengan tingkah polah putranya itu.


ketika Mona hendak menyusul Justin dan berniat mengedor pintu kamarnya. Astrid keluar dari kamar nya dengan tergesa gesa menuju dapur. Mona melihat tingkah Astrid yang menimbulkan keresahan pada dirinya.


ia mengikuti besannya itu dan melihat nya membalut es dalam sebuah handuk bersih.


"bun. kenapa?. terus itu untuk apa? ". tanya Mona yang mulai khawatir.


"mbak. tolong Ambil kan obat penurun panas untuk anak. sekarang! ". titah Astrid dan segera berlalu meninggalkan Mona yang masih mode bingung.


sesaat dia berfikir ucapan Astrid. lalu ia terhenyak ketika sadar jika anak yang di maksud adalah cucu satu satunya, Keyra. yang sekarang tertidur di kamarnya Astrid.


segera ia mengambil obat pereda panas di lemari khusus obat obatan. ia mengambil satu botol dan setengah berlari menuju kamar Astrid.


Mona melihat Keyra menggigil karena demam tinggi. Astrid terus mengompres dahi dan kaki mungilnya. seraya merapalkan doa meminta kesembuhan untuk cucunya, Keyra. pewaris satu satunya yang ia miliki.


Mona terduduk lemas di pinggiran ranjang. hatinya sakit melihat kondisi cucu nya saat ini. lalu ia membuka penutup obat tersebut dan berkata dengan tabah agar tidak menimbulkan kepanikan di antara mereka.


"bun. ini obatnya".


Astrid melihat Mona telah bersiap dengan sedotan obat penurun panas itu. dengan meneteskan satu tetes yang bermilikan 0.6 cc itu ke mulut Keyra yang mungil.


"38,3 derajat celcius". desis Mona.


"ya Allah. gimana ni mbak. kita bawa kerumah sakit sekarang ya? ". pinta Astrid.


Mona mengangguk angguk kan kepalanya. lalu ia pun segera bangkit dari duduknya. keluar dari kamar Astrid. ia menaiki tangga menuju kamar Justin dan menggedor gedor kan pintu kamarnya dengan sekuat tenaga. rasa kesal, amarah, kecewa bercampur aduk menjadi satu dalam ketukannya di pintu kamar putranya tersebut.


"Justin". teriaknya.


"Justin. bukak pintunya!! ". teriak Mona lantang.


sementara di bawah sana para Art yang terjaga karena teriakan Mona segera mengambil ancang ancang untuk bersiaga jika majikannya itu memanggil mereka.


Astrid yang tak bisa menunggu Mona lebih lama lagi. memilih bi Muna untuk menemaninya ke rumah sakit membawa Keyra yang telah ia gendong dengan kain panjang tersebut.


bi Muna meminta mang Udin agar membawa mereka kerumah sakit terdekat malam itu juga.

__ADS_1


Mona yang mengetahui jika Astrid telah membawa cucunya ke rumah sakit tanpa menunggu nya, semakin blingsatan dan mengambil pentungan stick golf yang terletak di sudut ruangan dan memukul mukul keras ke pintu kamar Justin.


"Justin!! bukaaaaaaaaaaaak!!! ". teriaknya lebih kencang yang menggegerkan satu rumah.


klek klek. suara kunci terdengar di buka dari dalam. Justin yang masih linglung serta mata yang memerah karena masih di dera rasa capek dan kantuk yang luar biasa.


"kenapa sih ma? ". tanya Justin yang menatap mamanya dingin tetapi terlihat kesal.


"ada apa?! ". ada apa kamu tanya?!". brengsek ya kamu Justin. ayah yang ga bertanggung jawab kamu". berang Mona.


lalu ia pun memukul putranya dengan tenaga standar menggunakan golf stick yang ia pegang seraya mengomel dengan kata kata yang ia lontarkan barusan agar putranya kembali normal dan sadar apa yang telah ia lakukan terhadap putrinya selama ini.


"ma. ampun ma. sakit ma". Justin memohon ampun pada mamanya.


sementara Mona yang masih kesal masih terus mengomel baik mulut dan tangannya. hingga akhirnya omelannya terpaksa berhenti karena Justin berhasil menahan dan meraih stick golf tersebut.


"ada apa sih ma. kan aku udah bilang besok pagi aja ngobrol nya. aku capek". pekik Justin kesal.


"Keyra masuk rumah sakit!! ". pekik Mona semakin kesal.


"Apa?!!"?. pekik Justin.


Mona menarik dalam nafasnya. dan merapatkan giginya.


"Keyra sakit. sekarang di bawa bunda Astrid ke rumah sakit karena panas tinggi Justin". ucap Mona seraya menatap tajam dan geram pada putranya.


"Apa. Keyra di rumah sakit!! ". pekik Justin


secepat kilat ia mengambil kunci mobilnya berniat menyusul putrinya.


"tunggu mama Justin". pekik Mona seraya mengejar anaknya ke mobil.


di sepanjang perjalanan ke rumah sakit Mona masih terus mengomel kepada putranya ini.


sementara Justin hanya terdiam pasrah di omeli sang mama. ia hanya berfokus pada keadaan putrinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


hai readers yamg caem..

__ADS_1


mohon dukungan nya buat novel ini. biar semangat ni buat nge up.


tetap du like, vote, komen, rate, fav, d n poin nya ya..


__ADS_2