She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Rahasia Alan 2


__ADS_3

# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


netra Alan terus menelisik pada berkas kopian yang di bawa temannya itu. Alan masih menahan teman nya itu di apartemen miliknya hanya untuk mendapatkan jawaban dari setiap pertanyaan yang muncul di otaknya secara tiba tiba nantinya.


"oi bro".panggil perawat yang bernama Bima tersebut.


"mmm". Sahut Alan dengan gumaman seraya netranya terus menelisik ke setiap berkas.


"gue boleh pulang ga?". ga ada lagi yang mau lu tanyak kan?". Kan semua udah gue jelasin". Celetuk Bima.


"sebentar dan sabar. Buru buru amat. gue belum selesai". Sahut Alan seraya mendelik tajam ke arah Bima.


"ya udah cepetan ada pertanyaan apa lagi?". Sahut Bima.


"ini kenapa?". Tanya Alan seraya mengernyit kan dahinya saat melihat hasil city scan dalam bentuk print warna.


"hmm..ini pembekuan di otaknya. yang artinya pasien tersebut mengalami amnesia buat sementara". Jelas Bima.


"amnesia??". Tanya Alan terhenyak.


"iya. Pasien itu mengalami amnesia yang cukup lama dan belum tau kapan ia bisa mengingat kembali siapa dirinya". Jelas Bima meyakinkan temannya itu.


"berarti Midea...??. Memang saki". Gumam Alan pelan.


"berarti kecelakaannya cukup parah". Alan berdesis.


"yah begitulah. Manusia mana sih yang kuat " kalau ga tubuhnya ikutan remuk akibat hantaman dahsyat seperti itu. Bersyukur


dia bisa selamat". Jelas Bima seraya melipat dengan kedua tangannya merapat ke dada bidang nya.


Alan bergeming sesaat lalu ia teringat jika selama ini belum pernah sekali pun Alan mendengar dari mulut Midea soal keluarga dari wanita itu.


Jika dua wanita yang pernah dekat dengan majikannya itu selalu saja terselip pembicaraan soal keluarga dari si wanita. Bahkan pernah juga saat wanita wanita lain yang tertarik pada bossnya itu selalu saja membujuk Justin untuk berkencan dengan mereka atas nama hubungan keluarga.


Alan semakin penasaran tentang masa lalu nyonya paksa dari bossnya itu seperti apa. lalu netranya menangkap ke berkas rekam medis yang lain di mana seorang dokter ahli visum menandatangani berkas pasien yang bernama Midea.


"Bim". Panggil Alan pelan seraya menunjuk kan sebuah kertas di mana seorang Dokter visum menandatanginya.


Bima menatap kertas yang di tunjukkan oleh Alan. Lalu mengambilnya dan membaca nya dengan seksama maksud dari kertas medis tersebut.


"mmm...di sini pasien mengalami kekerasan seksual Lan". Bima menjelaskan secara perlahan.


"maksudnya?". Tanya Alan kurang mengerti.

__ADS_1


"pasien kemungkinan mengalami kekerasan seksual. Yang artinya bisa jadi ia di perkosa sebelumnya". Jelas Bima.


"di perkosa?". Desis Alan pelan.


"sebenarnya pasien ini siapanya kamu sih?". Kok kamu segitu ngebetnya mencari tau tentang riwayat medisnya yang dulu?". Tanya Bima penasaran.


meskipun sebelumnya ia di beri jawaban hanya untuk sekedar butuh info tambahan dalam pekerjaannya, tetapi tetap saja Bima kurang puas atas jawaban dari temannya itu.


"kan gue udah bilang sebelumnya. Kok di tanyain lagi sih?" sahut Alan sewot.


"mmm...iya ga gue tanyak lagi. Udah kan sekarang sesi tanya jawabnya. Kan udah habis berkas berkas nya yang lu periksa dan yang gue jelasin".


"oke. Makasih untuk kerjasamanya". Sahut Alan.


"iya. Karena lu aja. Klo yang lain ogah gue nyari nyari gituan. Resiko nya besar klo sempat bocor ke media". Ucap Bima jujur.


"iya gue hargai kok jasa lu. Pokonya lu tenang aja. Rahasia ini aman gue simpan sampai gue di tanam di kuburan". Sahut Alan bernada canda tetapi terdengar serius.


"hehehe bisa aja lu Lan". Kekeh Bima.


Sepeninggalnya Bima. Alan sendiri kembali menelusuri jejak Midea di masa lalu. Ia mencoba mencari kembali informasi melalui model model yang seangkatan dengan Dea dahulu termasuk Celindra, istri dari Hutamy pratama seorang Ceo dari perusahaan penyediaan alat dan jasa cleaning service.


Tanpa sepengetahuan siapa pun Alan mencoba menghubungi Celine yang di kabar kan pernah dekat dengan Midea lantaran salah satu model dari agency xander tersebut pernah melihat Celine dan Midea duduk dalam satu meja di salah satu coffe shop dekat dengan apartemen nya Xander Agency tersebut.


Alan masih menunggu di sebuah coffe shop di salah satu pusat perbelanjaan. Celine meminta Alan untuk bertemu di sini selepas ia berbelanja kebutuhan rumahnya.


Beberapa menit kemudian...


seorang wanita cantik masuk ke coffe shop di mana Alan sedang menunggunya. Wanita cantik itu langsung tersenyum ke arah Alan dan mengambil posisi duduk bersebrangan di depan Alan.


"hallo. Aku Celindra. seorang model yang menjadi ambasaddor di salah satu produk boss nya anda". Sapa Celine berusaha ramah.


"ya saya tau mbak". Sahut Alan datar.


Celine tersenyum lalu bertanya


"ada apa anda meminta saya untuk bertemu dengan anda?".


"ada yang ingin saya tanyakan. Saya harap anda menjawanya dengan jujur. Karena saya butuh informasi ini". sahut Alan bernada harap.


"ya akan saya usahakan selama itu bukan ranah privacy". Sahut Celine.


"saya ingin tau mengenai Midea Hasxander lebih jauh". Sahut Alan.

__ADS_1


"wow. Sudah lama sekali nama itu tidak pernah terdengar di telingaku. Hmmm...apa kabar ya dia nya?". pekik Celine pelan.


"maklum selama ini aku berada di luar negri jadi aku tidak tau kabar apa pun tentang Midea. Maaf mungkin anda akan mendapat kan jawaban yang mengecewakan hari ini". Ujar Celine jujur.


"its ok. Tetapi yang saya ingin tau adalah mengenai kisah hidup Midea sebelum dia bergabung di Xander agency". Ujar Alan.


"maksudnya?". Tanya Celine tak mengerti.


"mungkin Midea pernah bercerita tentang keluarganya pada anda atau dia menceritakan sesuatu hal yang berhubungan dengan kisah hidupnya di masa lalu". ujar Alan berharap Celine tau tentang hidupnya Midea.


"tidak pernah. Kami bukanlah teman dekat yang seperti anda kira. Jadi tidak ada yang namanya curhatan di antara kami". Sahut Celine jujur.


Alan menghela nafasnya sesaat. Karena di rasa cukup sabar dalam menhadapi Celine yang baginya belum cooperatif akhirnya Alan langsung bertanya pada intinya.


"lalu bagaimana tentang pertemuan kalian di salah satu coffe shop dekat apartemen nya Xander agency?". Tanyanya dengan tatapan yang mulai mengintimidasi.


Celine terhenyak kaget seraya menatap Alan heran lalu ia tertawa geli seraya mengejek sinis. Ia tak habis fikir pada seorang pria yang ada di hadapannya ini, yang semua tau dan ingin tau tentang kegiatan orang lain.


"aduh maaaaassss detektif. Bukankah hal seperti itu wajar di kalangan para wanita untuk duduk duduk santai dan mengobrol biasa. Lagian aku sama Midea itu kebetulan bertemu saja saat itu". Jelas Celine berdusta.


Alan menarik sudut bibirnya sinis.


"baiklah jika memang begitu adanya. Saya tidak akan memaksa anda untuk mencerita kan yang sebenarnya. Terima kasih untuk pertemuan sia sia ini. Sebenarnya maksud saya adalah saya ingin membantu Midea menemukan masa lalunya". pamit Alan seraya bangun dari duduknya dan berpura pura pergi untuk memancing Celine.


Sementara Celine sudah mulai tergugah hatinya saat Alan akan mengucapkan kalimat terakhir.


"tunggu". Panggil Celine ke pada Alan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya.


Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers


Di ig Hazhilka


Di NT Hazhilka279


#Hazhilka


ig Hazhilka279


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2