She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Yang ke dua


__ADS_3

#selamat membaca


#habis buka puasa aja ya bacanya..


#skip buat yang masih remaja...


#khusus yang berumah tangga. ...


Justin merebahkan tubuhnya di samping istri kecilnya yang sedang ngambek. dengan perlahan mendekati dan berkata ke telinga sang istri.


"I love you Namira. really love you. you know that.". ucapnya.


"jadi apapun yang aku lakukan itu semua buat kamu yang". lanjutnya lirih.


"seratus persen ikhlas". lanjutnya kembali.


sementara Namira tersenyum senang tanpa mau membuka selimut yang menutupi kepalanya. ia membiarkan sang suami menunggunya hingga besok. ia memutuskan untuk langsung tidur tanpa memperdulikan jika Justin saat ini sedang menunggu dirinya untuk membuka selimut dan menyapa nya kembali.


"yang". panggil Justin pelan.


tak ada sahutan dari sang istri. tetapi ia tau jika Namira belum tidur.


"tidur membelakangi suami dosa loh". Justin mengingat kan sang istri.


Namira hanya bergeming.


"ntar masuk neraka lho kalau aku ga maafin". ucapnya lagi menakuti sang istri.


Namira yang memejamkan matanya untuk berpura pura tidur sontak membuka matanya. bagaimana pun ia masih ingat pesan ayah bundanya tentang adab pada suami. ia langsung membalik kan tubuhnya menghadap Justin, tanpa membuka sedikit pun selimut yang membalut seluruh tubuhnya.


Justin awalnya merasa senang dan menang karena ia menganggap telah berhasil menaklukkan istri yang sedang marah. tapi nyatanya, Namira tetap menutup dirinya dengan selimut. meskipun posisinya tak lagi membelakangi dirinya.


"mmm.. sama aja kalau kayak gini". bathinnya.


Namira mulai menguap karena rasa kantuk yang mulai memberatkan matanya. ia pun tertidur dalam posisi yang sama.


Justin mendesah pelan dan tetap memilih bertahan tidur menghadap Namira yang berselimut tanpa sedikitpun ia melihat wajah sang istri.


paginya...


Namira membuka matanya perlahan. netranya langsung di hadapkan pada wajah tampan milik suaminya. Namira tersenyum. ia membelai lembut wajah tampan suaminya dan Cup satu kecupan mendarat di bibir pria yang menjadi pertama baginya.


Justin yang telah terjaga karena pergerakan tangan Namira yang membelai wajahnya, ia membiarkan nya sesaat. ia ingin menikmati sentuhan lembut dari tangan halus sang istri. Hingga doorprize yang ia terima pagi ini.

__ADS_1


Justin tersenyum seraya membuka matanya. sorot netranya langsung mengarah ke istrinya yang masih menatapnya penuh rindu.


"morning bee". sapa Justin.


Namira yang ketahuan sedang mengagumi wajah suaminya. seketika itu juga pipinya bersemu merah karena malu. ia teringat jika semalam dia yang ngambek berat sehingga tidak mau tidur melihat Justin.


Cup.


satu kecupan mendarat cepat di pipi sang istri yang merona.


"morning kiss nya lagi dong". goda Justin ke Namira.


Namira hanya menggigit bibir bawahnya. Justin yang melihat tingkah gemas istrinya tak kuasa menahan hasratnya yang muncul tiba tiba karna pancingan Namira di pagi itu.


ia mengecup lembut bibir istrinya berkali kali. hingga kecupannya menuntut untuk melakukan lebih dari itu.


Namira yang menerima perlakuan dari suaminya. akhirnya pun hanya mampu mengeluarkan ******* yang membuat Justin semakin ingin menuntaskan hasratnya segera.


"yang". panggilan kesayangan Justin untuk istri kecilnya.


"mmmm..". sahut Namira yang masih menikmati sentuhan sentuhan lembut suaminya.


"aku jenguk si adek ya? ". pinta Justin seraya bangun dan berdiri di antara lututnya.


Namira memgangguk pelan dengan mata yang sayu. Justin pun membungkukkan setengah tubuhnya. ia sadar jika kini istrinya memiliki perut yang mulai membuncit karena memiliki bobot bayi yang mulai tumbuh besar di dalamnya. ia menciumi kembali bibir sang istri seraya memasukkan miliknya.


"papa bakalan pelan pelan yang". bisik Justin di telinga sang istri.


Namira menggenggam erat kedua bahu Justin. dan akhirnya sepasang suami istri tersebut memadu kasih di pagi hari yang mulai terlihat cahaya matahari yang mengintip di balik awan.


lebih dari satu jam saling melampiaskan hasrat, dan terpuaskan akhirnya mereka pun menuntaskan permainan panas mereka di pagi itu.


Namira dan Justin saling berpelukan dalam peluh. mereka tersenyum puas.


"makasih yang". ucap Justin seraya mengecup kening sang istri.


Namira membalasnya dengan pelukan.


...----------------...


di meja makan dua wanita paruh baya saling berdebat mengenai acara tujuh bulanan Namira yang akan di prediksikan dua bulan lagi


"mbak itu masih lama lho mbak. dua bulanan lagi". ujar Astrid seraya membantu mona mengupas rempah rempah untuk memasak pagi itu.

__ADS_1


"dua bulan itu sebentar bunda. liat kiri kanan ga terasa udah nyampe dua bulan". protes mona.


"iya. tapi saya rasa ga perlu juga di buat semewah dan semegah waktu pertama lah mbak. yang penting doanya". sahut Astrid.


"ga bisa begitu dong bunda. itu namanya ga adil sama cucu. masa Keyra yang perempuan di buat mewah masa yang ini di buat berbeda". bantah Mona.


"waktu itu kita kan ga tau bayinya Namira bakalan terlahir berjenis kelamin apa. dan yang ini juga belum tau apa. sabar aja dulu lah mbak". ucap Astrid.


"iya. pokoknya acaranya Namira ntar kita buat di sini aja. ganti suasana dan ganti tempat. kita undang orang orang penting dan juga wartawan". sahut Mona


"ya sudah terserah mbak aja. tapi kalau menurut saya, lebih baik kita buat kenduri anak yatim piatu aja mbak. lebih afdhal. ". saran Astrid.


"iya bun.. itu juga kita buat. undangan tetap kita adakan. pokoknya cucu cucu dari Kehl Ardiansyah semua harus mendapatkan perlakuan yang sama dan istimewa". sahut Mona dengan nada penekanan.


"itu juga cucu cucunya dari Archidean mbak". Astrid mengingatkan.


"iya bun... tau.. pokoknya cucu cucunya kita harus di istimewa kan". tutup Mona. lalu ia bangun dari duduknya menuju dapur.


sementara Astrid mengekori dengan matanya seraya geleng geleng kepala pelan. ia juga tak habis pikir dengan pemikiran besannya yang terlalu buru buru untuk mengerjakan sesuatu. padahal hari yang di tunggu masih berjarak sekitar dua bulanan lagi.


...----------------...


di teras rumah seraya menikmati kopi. dua laki laki paruh baya bercerita tentang impian mereka yang sama sama kepingin punya cucu laki laki.


"kok sama ya Son". timpal Arfan yang membuka suara tentang keinginannya yang ingin memiliki cucu laki laki.


"tapi kamu udah merasakan main sama anak laki laki kamu Fan. lha aku semua anak perempuan. kalau pun pingin main sama anak laki laki yah palingan main sama anak kamu dulunya ketika masih tinggal berdekatan ". sahut Jason bernostalgia.


Arfan yang di ingatkan tentang masa kecil anak anak mereka menjadi tersenyum sendiri.


"kangen ya?". gumamnya.


"sama? ". tanya Jason penasaran.


"yah sama masa kecil anak anak kita". sahut Arfan.


"untung ada Keyra yang mirip Namira. jadi terkadang berasa gendongin Namira. hahaha". kekeh Arfan. diikuti Jason.


"tinggal kita tunggu aja cucu kedua. kira kira yang lahir Justin Junior atau Namira junior lagi?". kekeh Jason.


akhirnya dua kakek itu pun terkekeh karena asik menerka jenis kelamin cucu kedua mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


selamat menunaikan ibadah puasa ya readers.


jangan lupa untuk like, vote, komen, vote, rate, favorit.


__ADS_2