She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
the punishment


__ADS_3

# Selamat menikmati kembali episode nya ya readers..


setibanya di kediaman Satria. Retha segera keluar dari mobilnya untuk segera melihat Dean di paviliunnya. sementara Satria menyusul di belakang Retha. setibanya di paviliun pasutri tersebut mencari Dean yang seharusnya masih berada di paviliun ini.


"Dee". panggil Retha saat ia memasuki paviliun tersebut.


Retha mencari Dean ke kamar tidur yang biasa Dean dan Dea tiduri.


"Dee!! ". pekiknya keras dengan raut wajah yang mulai panik.


"ada dia nya? ". tanya Satria yang tiba tiba muncul di belakang nya.


"ga ada bang. aduh gimana ini bang". ujar Retha lirih.


suara ponsel Retha bergetar hebat di saku celana kulotnya. Retha mengambil dan menerima panggilan masuk dari bu'de nya.


'Retha. maaf ya bu'de terlambat ngasih tau ke kamunya mengenai Dee. Dee ada bersama kita sekarang. soalnya tadi sore si Justin datang ke rumah kamu tapi ga ada orang satu pun. lalu abang kamu ketemu Dee yang lagi sendiri di paviliunnya. ya udah deh di bawa pulang aja sama abang kamu itu". jelas Mona panjang lebar.


"hmmmm...oh ya ampun Dee. apa dia menangis bu'de? ". tanya Retha khawatir.


"ya dia menangis mungkin karena di tinggal sendirian kali. tapi ini udah ga apa apa lagi kok. tuh dianya udah biasa lagi. ini lagi main sama Keyra. sebentar lagi mereka bu'de suruh bobo". jelas Mona panjang lebar.


"ohh.. iya.. bu'de. sekali lagi makasih ya bu'de. sumpah bu'de tadinya kita berdua panik banget saat tau jika Dee udah ga ada di rumah. dan sekarang Retha udah lega kalau Dee ada di rumah bu'de". sahut Retha.


"oiya ngomong kalian tadi pada kemana sih?. kok pada ninggalin Dee


"ohh.. itu si Jasmine ada urusan mendadak bu'de. biasalah namanya juga mahasiswi tingkat akhir. mungkin masalah skripsinya aja sih. sedangkan akunya belum pulang karena singgah ke market dulu bentar bu'de". dusta Retha dengan berbagai alasan yang tiba tiba muncul di otaknya.


"ohh gitu.. ya udah malam ini biar Dee nya sama kami aja dulu ya Tha? ". ujar Mona.


"iya bu'de makasih ya? ". ucap Retha sedikit lega.


sementara Satria berdiri dengan tangan bersidekap di dada nya yang bidang memandang tingkah sang istri yang berbohong pada orang tua.


"ehemm... udah telpon nya? ". tanya Satria dengan mimik yang datar setelah melihat istrinya memasukkan ponselnya ke saku celana sang istri.


"mmm.. udah bang. udah lama berdiri di situ?". tanya Retha hati hati.


ia menyadari jika sejak dari kantor polisi suaminya itu sudah mulai menunjukkan sikap kesal terhadap dirinya. apa lagi ada pak Indra salah satu atasannya yang lain selain pak Andra dan bang Justin.


"cukuplah buat mendengarkan cerita bohong yang di katakan si pembuat onar di kantor kepolisian kepada seorang ibu yang sudah menolongnya ". sahut Satria datar.


"mmmm... itu... aku terpaksa bang.. supaya bu'de ga khawatir tentang permasalahan yang terjadi sama bundanya Dee". sahut Retha hati hati.


"ooo.. gitu". sahut Satria datar.


"pulang sekarang! ".titahnya datar seraya membalikkan tubuhnya menuju rumah.


Retha pun menuruti titah sang suami yang mulai bersikap dingin karena dirinya juga. sesampainya di rumah mereka berdua langsung masuk ke kamar. sementara Satria yang sedari tadi pulang kerja belum sempat membersihkan dirinya hari ini. ia langsung masuk ke kamar mandi melewati Retha begitu saja yang sedang duduk di tepi ranjang.


Retha menggigit bibir bawahnya tatkala melihat kecuekan sikap suami terhadap dirinya. ia mengeluh pasrah atas sikap Satria setelah suaminya itu menghilang di balik pintu kamar mandi.


belum selesai ia menarik dalam nafasnya tiba tiba pintu kamar mandi di buka. sontak Retha memalingkan wajahnya ke Satria yang berdiri di depan pintu kamar mandi.


"ayok masuk!". titah Satria.


"hah. ngapain? ". tanya Retha pelan.


"masuk!!". titah Satria dengan menatap tajam sang istri.


Retha menelan salivanya kasar lalu bangkit dari duduknya dengan berjalan pelan ke arah kamar mandi. ia berdiri sejenak menatap Satria. lalu tanpa basa basi Satria menarik tubuh Retha masuk ke kamar mandi.


klik. klek. Satria mengunci pintu kamar mandi tersebut sebanyak dua kali. jika pun ada tiga maka ia akan mengunci dirinya dan juga istri nya di kamar mandi.


seolah tau tugas sang istri maka Retha pun buru buru menyetel air mandi hangat di bath up. niatnya adalah agar meredakan kemarahan sang suami. meskipun selama ini Satria tidak pernah marah marah padanya. tetapi jika ia sudah ilfeel karena kesalahan nya. suaminya itu pasti bersikap dingin dan cuek seperti ini.


"mudah mudahan habis ini dia ga bersikap seperti ini lagi padaku. kabulkanlah ya Allah doa dari istri yang di abaikan malam ini. Aamiin.. .". Retha berdoa di hatinya.

__ADS_1


setelah bath up telah penuh terisi dengan air hangat. ia pun menuangkan sedikit sabun cair dan minyak esential untuk aroma theraphy agar fikiran dan tubuh dari sang suami bisa menjadi rileks dan fresh kembali.


"udah siap bang. silahkan masuk ". tawar Retha menunjukkan bath up yang siap untuk di cemplungi tersebut.


masih bersikap dingin Satria menatap tajam sang istri lalu menyuruhnya masuk ke bath up dengan sedikit gerakan mata dan lehernya.


"apa aku harus mandi lagi ya bang? ". tanya Retha polos.


karena sore tadi setelah belanja ia sudah mandi dengan wangi sabun kesukaan Satria.


mendengar jawaban sang istri Satria mendekat ke arah istri dan membuka kancing kemeja sang Istri.


"ada bau bau napi di sini" .sindir Satria yang terus melakukan aktifitasnya.


glek. Retha menelan saliva nya. ucapan sang suami menohok dirinya. ia terdiam dan membiarkan Satria mencopot semua yang melekat di tubuhnya hingga kini ia benar benar polos di hadapan suaminya.


Satria mendorong tubuh Retha untuk masuk ke bath up.


"bang". panggil Retha.


Satria tetap diam. ia pun membuka segalanya yang menutup tubuh kekarnya hingga ia tampil sama dengan istrinya di ruangan kamar mandi minimalis tetapi di desain begitu mewah.


Satria memang sengaja menghabiskan dana ratusan juta untuk sebuah kamar dan kamar mandi seperti ini. karena ia ingin pasangan hidupnya merasa nyaman tinggal di sini meskipun rumahnya tidak lah besar seperti rumah rumah pemilik saham KBC lainnya.


"bang". panggil Retha pelan saat memandang tubuh polos suaminya.


jantungnya berdegup kencang. darahnya berdesir hebat melihat pemandangan yang menggoda imannya sebagai perempuan normal. untungnya pria yang di hadapan ini adalah suaminya sendiri.


Satria memasukkan kedua kakinya ke dalam bath up. lalu ia duduk di pinggir bath up dengan sedikit meregangkan kedua pahanya. sedangkan Retha berada di tepat di hadapan junior Satria yang mulai on fire itu.


"kamu tau hari ini kamu salah? ". tanya Satria datar seraya menatap Retha dingin.


"kalau orang salah biasa di apain? ". tanya Satria dengan tatapan mengintimidasi istrinya.


"di... hukum". sahut Retha menundukkan wajahnya.


Satria menarik sudut bibirnya melihat tingkah istrinya yang polos jika menyangkut kemarahan dirinya.


"kamu tau hari ini kamu salah? ". tanya Satria datar seraya menatap Retha dingin.


"kalau orang salah biasa di apain? ". tanya Satria dengan tatapan mengintimidasi istrinya.


"di... hukum". sahut Retha menundukkan wajahnya.


Satria menarik sudut bibirnya melihat tingkah istrinya yang polos jika menyangkut kemarahan dirinya.


"sekarang jalani hukuman kamu!". titah Satria seraya membuka lebar kedua pahanya.


Retha mendongakkan wajahnya dan seketika itu pula matanya melebar tatkala melihat J*n**r Satria berdiri tegak dan siap menunggu untuk Retha menjalani hukuman nya.


"silahkan nyonya Satria Kehl Nasution untuk menjalani hukumanmu sekarang". titah Satria.


"hukumannya model gini bang? ". tanya Retha sok lugu.


"mmm.. buruan". titah Satria yang mulai berkurang kesabaran nya.


lalu Retha membungkuk kan tubuhnya dan menatap Satria sesaat yang juga sedang menatap dirinya dengan nafas yang memburu karena menahan nafsu yang mulai menggebu sejak melihat tubuh polos istri cantiknya itu.


Retha membuka lebar mulutnya dan happp...


hukuman pun di mulai.


Satria sudah mulai tidak tahan tetapi ia tidak mau menyerah duluan. ia menarik kepala Retha ke belakang agar miliknya terlepas dari ******* mulut Retha. Satria membawa tubuh Retha naik ke atas pangkuan nya. sepasang kuncup milik Retha yang berukuran pas di tangan Satria menjadi incaran lidah Satria untuk memainkan nya.


"*hh.. *hh.. ". d*s*h*n dan lenguhan Retha membuat Satria semakin berh*sr*t ingin melahap habis tubuh molek istrinya.


kedua pasangan suami istri itu semakin hanyut dalam hasrat nya. kini Satria membalikkan tubuh sang istri untuk memunggungi nya. Satria menghampiri sang istri lewat belakang. permainan panas di mulai dengan menghentakkan milik Satria lebih dalam seraya menampar B****g Retha.

__ADS_1


"istri nakal. rasain ini". racau Satria seraya menampar b****g Retha dalam permainan nya.


"aww..sakit bang" keluh Retha dalam nikmat nya atas permainan sang suami.


"biarin. sese...kali kamu... memang ha...rus di hukum su..paya jangan.... liar... seperti... tadi". racau Satria dengan nafas yang tak beraturan.


kini kedua tangannya m*r***s milik istrinya. permainan itu semakin panas dengan kondisi cuaca yang mulai dingin di luar rumah akibat hujan gerimis mulai membasahi bumi.


sudah lebih dari dua jam berlalu dalam percintaan dua insan yang saling mencintai itu. kini posisi mereka saling berhadapan dengan bibir saling menyatu sementara permainan itu masih terus di lanjutkan hingga kedua nya pun saling terlampias kan dan juga saling terpuaskan.


"ahhh hahaha... selesai hukuman pertama buat kamu sayang". ucap Satria terkekeh puas melihat wajah istrinya yang kelelahan akibat permainan nya yang cukup lama malam ini.


"memang ada yang kedua bang? ". tanya Retha dengan nafas yang terengah engah dan juga khawatir jika ada hukuman yang kedua untuknya.


malam ini memang Retha kewalahan menghadapi permainan Satria. mungkin karena ia sudah kelelahan akibat perdebatan dengan anggota kepolisian tadi sore. belum lagi ia harus berdebat dengan abang kandung nya itu. rasanya tubuh Retha remuk di amuk Sang suami malam ini.


"mmm... Ayok kita mandi beneran". ajak Satria seraya mengangkat tubuh sang istri untuk naik ke gendongan nya menuju shower untuk di mandikan dengan niatnya.


Jika Retha dan Satria adalah contoh dua insan yang saling mencintai dan saling membuat pasangan nya bahagia satu sama lain secara berdampingan maka justru sangat berbeda dengan Justin dan Midea yang sedari awal mereka berjumpa masing masing memang memiliki sifat saling menjatuhkan pasangan nya masing masing.


seperti saat ini. dimana semua anggota kepolisian sudah pada pulang karena sudah selesai bertugas dan di gantikan dengan yang piket malam itu. tetapi tidak dengan Midea, hingga kini ia masih berada di ruang penyidikan untuk terus di mintai keterangan tentang dirinya.


Midea sudah tau arah pertanyaan polisi untuk dirinya segera mengakui jika dirinya adalah Midea Hasxander. tetapi Midea tidak sebodoh itu juga harus menyerah pasrah akan nasib yang mereka takdir kan untuk dirinya.


Midea sudah bertekad tidak akan mengakui identitas dirinya yang sebenarnya. ia akan tetap bersikukuh jika dirinya adalah Jasmine. meskipun nantinya ia akan meminta tolong pada tante Alma. ia yakin jika tante Alma akan menggunakan segala macam koneksi nya untuk membebaskan dirinya.


sementara dari sebuah ruangan yang bersebelahan dengan ruang penyidik seorang petugas memberi ijin kepada Justin untuk masuk ke salah satu ruangan di sebelah ruang penyidik. itu di karenakan selama ini kasus yang berhubungan dengan Midea Hasxander kebanyakan yang berhubungan dengan KBC yang di rugikan oleh seorang Midea.


dari kaca cermin dua arah Justin berdiri sembari menatap dan memperhatikan mimik wajah Dea yang datar. Justin salut pada Dea yang masih bertahan dengan sikap diamnya.


"teguh sekali dia pak. dari awal penangkapan nya hingga sekarang ia belum mau membuka suaranya. ia hanya menggeleng dan mengangguk kan kepalanya saja pak". komentar salah satu petugas yang turut andil dalam menangani kasus ini.


Justin menghela nafasnya sesaat. ia tersenyum simpul dan berkata


"terimakasih pak sudah mau memproses kasus ini. saya maunya dia mengakui identitas aslinya saja". sahut Justin.


"iya pak. kami pun maunya begitu. dengan dia mengakui identitas asli maka kasus yang lainnya pun akan mudah untuk kita proses" ujar petugas tersebut.


beberapa jam kemudian para penyidik mulai kelelahan dan gerah atas sikap Dea yang memilih diam. akhirnya mereka menyerah dan memilih untuk beristirahat. mereka membawa Midea keluar untuk di masukkan ke sel tahanan sementara. Midea di tempatkan asing dari tersangka lainnya. hal ini di lakukan agar Midea tidak berfikiran macam macam untuk keluar dari tahanan ini. dengan cara melawan petugas yang hanya berjumlah dua atau tiga orang yang berjaga.


Midea hanya bisa terdiam di sudut kamar tahanan. ia meringkuk pasrah bukan berarti ia menyerah. di otak nya sedang lelah memikirkan cara agar bisa bebas segera dan bisa bertemu lagi dengan putranya.


tanpa Dea tau Justin memperhatikan tingkah Dea. di hati kecilnya ada rasa iba yang muncul tiba tiba pada wanita itu. hanya saja Justin menepisnya dengan segera. karena ia tidak mau kejadian dulu terulang lagi saat ia masih bersama Namira.


bagi Justin seorang Midea pantang di beri peluang sedikit pun. wanita itu akan membuat keonaran di mana mana jika kita lengah sedikit saja. mungkin dengan begini caranya seorang Midea memang pantas menerima hukuman nya.


waktu semakin larut. ia pamit pulang pada polisi yang menangani operasi penangkapan Midea. sebelum pulang Justin memesan satu paket makanan dan minuman melalui delivery ia pun menitipkan pada salah satu petugas.


"jangan bilang dari saya ya pak". pesan Justin kepada petugas jaga malam ini.


"baik pak". sahut petugas tersebut.


Justin pergi dari kantor polisi di mana Dea di tahan sementara. Justin mentitahkan pada salah satu anak buahnya agar menjaga dan mengawasi istri nakal dan gilanya selama berada di kantor polisi tersebut. bagaimana pun Justin juga ingin Dea selamat lahir dan bathin hingga ia menyelesaikan masa hukuman nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


authornya


hehehe... kena deh di hukum sama pak dosen ganteng nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem


terimakasih


Follow my ig

__ADS_1


Hazhilka279


#Hazhilka


__ADS_2