She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Temanku bukan temanku


__ADS_3

Justin bersiap siap untuk menjemput Keyra dan mertuanya untuk kembali ke Mdn. ia memesan tiket vip menggunakan pesawat karena ingin mempersingkat waktu lebih cepat dalam perjalanannya.


awalnya Justin ingin ikut sepupunya untuk survey ke perkebunan petani jika rapat pagi ini cepat selesai. tetapi nyatanya rapat di hari ini memakan waktu lebih lama dari yang ia targetkan. sehingga ia membatalkan rencana dadakannya. dan lebih memilih untuk tetap menjemput putrinya.


yah meskipun keberangkatannya baru bisa di lakukan selepas maghrib. Justin hanya membawa tas selempang branded miliknya. dan juga mini koper untuk memuat beberapa baju saja.


ia memang tak berniat menginap lebih dari satu malam. karena ia tak suka berlama lama di tempat yang tak memiliki kepentingan sama sekali. ia ke kota pdg hanya menjemput putrinya. dan tak ada niat lain.


...----------------...


Satria menerima chat pesan dari istrinya. ia tersenyum dan membacanya?.


Retha


"bang jadi jemput ga? ".


Satria


"belum bisa berangkat hari ini. karena masih ada tugas rutin. kemungkinan besok".


Retha


"ya udah ga apa apa. adek pulang sama Arjun aja ya? ".


Satria


"naik apa? "


Retha


"pesawat. si Arjun juga harus buru balik ke Mdn".


Satria


"keberangkatan jam berapa? ". biar abang pesan tiketnya sekarang".


Retha


"cieee.. buru buru amat. πŸ˜ƒ. udah ga sabar ya? "


Satria


"😊"


Retha


"tanya Arjun dulu ya?. entar di hubungi lagi. bang hati hati ya di jalan".


Satria


"iya sayang❀".


Retha


"πŸ˜‰β€πŸ’‹".

__ADS_1


Satria senyum senyum sendiri melihat balasan pesan terakhir dari istrinya. ia menutup ponselnya dan menyetir keluar kota ke tempat daerah yang memiliki banyak perkebunan.


...----------------...


Acara tujuh bulanan Dea pun selesai, meskipun tidak berlanjut hingga sore. karena mereka memang tidak mengundang orang luar. hanya keluarga dan kerabat dekat saja yang hadir.


"istirahat dulu Jasmine". Alma melarang Dea yang begitu melihat nya masuk dapur.


"jangan di paksa lagi untuk bekerja. yang di sini biar tante yang bereskan". lanjut Alma.


"tapi besok kita kan harus buka. bumbu untuk besok pasti udah habis kan. karena di pakai untuk acara hari ini". balas Dea.


"iya. nanti tante sama koki yang lain untuk meraciknya kembali". sahut Alma.


"udah pergi sana. istirahat dulu di kamar. kebanyakan gerak nanti perutnya juga bisa kram". sahut Alma.


akhirnya Dea pun menuruti kata kata Alma. ia balik ke kamar yang hotel yang di pinjam kan oleh Kanita.


sementara Arjun, Rendy dan Retha ikut membantu membereskan segala piring dan gelas yang berserakan di meja acara.


"kalian kapan balik ke Mdn ?". tanya Rendy basa basi.


"ngusir ??". seloroh Arjun.


"iya. sepet mataku liat kau. asik kau kau aja yang ku liat dari kemarin kemarin". canda Rendy juga.


"tenang aja habis ini ku pesan tiket pulang balik ku ke Mdn. sekalian ku bawa pulang Retha". Canda Arjun kembali yang pura pura mengambil ponsel dan membuka apk untuk pemesanan tiket pesawat.


melihat temannya mengetik kan sesuatu di ponselnya. Rendy mendekat dan melarangnya.


"hahaha kau takut kami pulang? ". tanya Arjun dengan kekehan.


Rendy melirik Arjun sekilas lalu beralih memandang Retha yang senyam senyum melihat dirinya.


"iya. puas?? ". aku Rendy.


"tenang bung. besok pagi aku pulang. malam ini kita berempat. jalan jalan makan makan. mau tidak? ". tanya Arjun.


"mau mau. aku mau". timpal Retha.


"aku ikut aja". sahut Rendy.


"tapi si Jasmine mau ga?". tanya Rendy ragu ke Arjun dan Retha.


"kita bujuk dia sampai mau". sahut Arjun. ini dia dimana? ". tanyanya kembali.


"tadi aku liat dia ke arah dapur". sahut Retha.


"ya udah aku telpon dia dulu". sahut Rendy.


Rendy pun mencoba menelpon Dea tetapi panggilan nya tidak ada respon dari Dea.


"ga diangkat. aku kirim pesan aja ya? . mana tau dibacanya ntar". ucap Rendy seraya mengetikkan pesan.


sementara Dea yang baru saja memejamkan matanya harus membuka kembali karena sebuah pesan masuk ke ponselnya. ia membuka pesan tersebut dari Rendy. ia tersenyum membacanya dan menjawab dengan satu kata "ok".

__ADS_1


Dea meletakkan kembali ponselnya ke atas nakas dan mengistirahatkan tubuhnya sejenak sebelum di ajak hanging out oleh teman temannya Jasmine nanti malam.


...----------------...


pukul sembilan malam lewat Justin tiba di kota Pdg. dengan menggunakan Taxi Justin menuju Hotel di mana tempat putri dan mertuanya menginap.


sementara Dea, Retha dan Rendy sedang duduk bersila di atas balai yang terbuat dari bambu. mereka menikmati pemandangan malam yang berada di pinggir pantai terdekat dari kota itu. sambil menunggu ikan yang di bakar Arjun.


"nasib nasib. aku yang ajak jalan jalan mau refreshing sama kawan kawan. akuuuu juga yang harus masak lagi untuk mereka". dumel Arjun yang masih mengoleskan kecap manis yang di campur bumbu ikan bakar di ikan yang masih segar tersebut.


Dea yang mendengar dumelan Arjun. tersenyum geli dan turun dari balai untuk membantu Arjun.


"eee.. bumil. jangan ke sini. duduk aja di situ". larang Arjun.


"its ok Jun. sini kipasnya? ". pinta Dea.


"ga. kamu duduk aja di situ. malam ini yang jadi ratunya kamu". tolak Arjun.


"oi frenz. urus ni. ngobek aja lah kalian berdua dari tadi". teriaknya ke pada kedua temannya seraya menunjukkan ke arah Dea.


Retha dan Rendy akhirnya menyudahi basa basi mereka yang basi, lalu menghampiri Arjun dan Dea sambil melihat ke arah grill tersebut.


"udah siap ni Jun? ". tanya Rendy basa basi.


"ahh kalian basi tau ga? " dumel Arjun.


Retha dan Rendy terkekeh geli melihat tingkah temannya yang ngambek. sementara Dea tersenyum kagum melihat keakraban mereka bertiga.


"Jasmine sungguh beruntung memiliki teman teman yang tulus seperti ini". bathinnya.


berbeda jauh dengan dirinya. selama dalam ingatannya tak ada satu pun yang berteman tulus dengan dirinya. semua berteman hanya karena berdasarkan kepentingan semata.


bahkan untuk sebuah pernikahan pun sangat jauh berbeda dengan madunya. lalu ia menundukkan kepalanya seraya mengelus pelan perutnya yang besar untuk memanipulasi netranya yang telah mengkristal.


Retha yang melihat sahabatnya itu tertunduk seraya mengelus perut menghentikan tawanya. lalu bertanya


"udah tau jenis kelaminnya apa Jasmine? "


Dea yang di tanya seperti itu pun menghentikan aksinya mengelus perut. ia mengangkat wajahnya dan menatap Retha bingung dan menggeleng kan kepalanya pelan. Dea melihat Retha tersenyum.


"kapan jadwal untuk check up lagi Jasmine? ". tanya Rendy.


"besok". sahut Dea.


"temenin Ren. check upnya di rumah sakit tempat Rendy bekerja kan? ". tanya Arjun ke Dea seraya mengangkat piring gepeng putih untuk meletakkan ikan bakar yang sudah jadi.


"besok aku jemput ya? ". ujar Rendy.


"ga usah Ren. besok aku bisa naik taxi seperti biasa. lagian kan kamu besok pagi harus dinas bukan? ". tolak Dea.


"besok kita jemput kamu. sekalian antar kita ke bandara. trus baru deh kamu sama Rendy ke rumah sakit. gimana. oke ga saranku? ". tanya Retha ke sahabatnya itu.


Dea memandang mereka satu persatu lalu mengangguk kan kepalanya setuju.


"mantap. sekarang kita santap dulu ikan bakarnya ala chef Arjun sajjad". timpal Arjun.

__ADS_1


dan di sambut kekehan riang tiga sohib tersebut.


__ADS_2