
# selamat menikmati episode kali ini ya readers....
di kediaman Kehl Ardiansyah
Saat Justin siap siap berangkat menjemput Dee di rumah keluarga Syahrul. Mona tiba tiba muncul di ruang tamu dengan pakaian yang super rapi, tentu saja hal ini membuat Justin heran melihat penampilan sang mama yang lain dari biasanya.
"mama mau kemana?". Tanya Justin.
"jemput cucu lah. Emang kamu pikir mau shoping apa?".
Justin menghela nafasnya sesaat. Rencana nya kali ini setelah berhasil menjemput Dee ia akan mengajak anak itu ke taman bermain yang baru saja di resmikan beberapa hari lalu dan hanya berdua saja dengan putranya.Mumpung Keyra masih bersama papanya ikut ke Jkt memeriksa properti properti mereka.
Tapi kali ini dengan ikutnya sang mama bersamanya otomatis merusak rencana yang sudah ia persiapkan jauh jauh hari. Dan sudah pasti Dee akan lebih dekat dengan omanya ketimbang Daddynya.
"ngapain ikut sih ma. Mending di rumah aja nungguin kami. Mama bikin cemilan apa kek yang buat Dee nya betah di sini". protes Justin.
Mendengar celetukan dari Justin tentu saja membuat Mona mendelikkan matanya sewot dan berkata
"kamu lupa ya?". Gara gara kamu nekat datang sendiri dan mengklaim bahwa Dee darah daging kamu secara langsung tanpa basa basi pada keluarga itu. Kamu sama anak laki laki dari keluarga itu hampir saja baku hantam kan?. Coba seandainya Satria terlambat pulang saat itu. Udah bonyok kamu di hajar sama dua anak laki laki dari keluarga si Retha". Omel Mona.
Justin terdiam sesaat. Pikirannya kembali ke peristiwa beberapa hari yang lalu di mana setelah ia mendapatkan tanda tangan Dea. Justin langsung menemui keluarga Syahrul dimana putranya di asuh oleh mereka.
Justin secara blak blakan memberitahukan seraya menunjukkan semua bukti bukti jika Dee adalah darah dagingnya. Sontak hal tersebut membuat satu keluarga kaget mendengarnya.
Antara percaya dan tidak soal apa yang di sampaikan Justin. Mengingat cerita Dee yang sebenarnya dari mulut Retha dan Satria, bahkan Mereka juga tau bagaimana kehidupan Justin dan keluarganya dari besan mereka.
Rasanya tidak mungkin jika ayah biologis dari seorang Mykehl Deansyah adalah Justin kehl Ardiansyah. Terlebih Tama yang tidak rela jika Dee di bawa pergi hari itu juga karena melihat papa dan mamanya yang mulai percaya pada apa yang di sampaikan oleh abang sepupu dari iparnya itu.
"ma, pa jangan di kasih sekarang Deenya. Tunggu pulang kak Retha dan bang Satria dulu". Rengek Tama yang saat itu ada di rumah menemani Dee yang masih demam karena flu.
Justin yang mendengar Dee bersin bersin segera menghampiri Dee yang sedang di gendong Tama.
"dia flu. Di kasih minum apa hingga dia flu begini?". Tanya Justin khawatir tetapi raut wajahnya menandakan kesal dan kata katanya seperti menghakimi keluarga tersebut.
Tama memutar bola matanya mendengar kata kata Justin barusan. Ia dengan segera membawa Dee masuk ke kamar, tetapi langsung di cegah oleh Justin.
"tunggu. Dia mau di bawa kemana?". Tanya Justin semakin khawatir seraya menahan bahu Tama.
"ya ke kamar lah buat istirahat. masa ke toilet". Sahut Tama ketus.
__ADS_1
"wait. aku harus bawa dia ke Dokter sekarang" ucap Justin.
Tama menghela nafas kasar dan berkata
"udah di bawa sama kak Retha kemarin sore ke dokter spesialis anak yang terbaik di Sumatera bang". Sahutnya bernada sombong.
Papa dan mamanya Tama hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat dua laki laki beda generasi itu berdebat. Pak Syahrul mencoba meleraikan mereka berdua. Tetapi dasar keduanya sama sama keras kepala mereka bersikukuh mempertahankan egonya masing masing.
sampai akhirnya Reza pulang dan melihat percekcokan dua laki laki tersebut pun turut nimbrung untuk menghentikan keduanya.
"udah dek. Bawa masuk dulu Deenya.kasihan". Titah Reza pada adik bungsunya itu.
"wait. I am his father. Aku must bring him to a docter now please". Ujar Justin bersikeras seraya mengulurkan tangannya untuk mengambil Dean dari gendongan Tama.
Sontak tangannya Justin di tepis oleh Reza yang menganggapnya mengganggu ketenangan batita itu dalam pelukan adik bungsunya.
"oi bung dia udah di bawa ke dokter kemaren sore. Jadi kau tak usah khawatir ya. Mengenai kau itu bapaknya atau bukan. Nanti saja kita bahas kalau si Retha sama si Satria pulang ya bung bule". sahut Reza bernada mengejek.
Tentu saja seorang Justin tidak menerima sikap Reza yang menghalang halangi ia menyentuh anaknya. Sehingga akhirnya Justin pun turut bersikeras melawan perbuatan Reza yang menurutnya kasar itu.
"hai bung. Tolong ya jangan menghalang halangi gue buat mendekati anak gue. Lu bukan siapa siapa nya Dee". Sahut Justin menunjuk nunjuk wajah Reza.
"ga tau malu lu. Aku Daddy nya. Ini buktinya. Dia anak gue sah di mata hukum dan agama tau ga lu". Sahut Justin yang lebih ngotot menunjukkan bukti jika dirinya adalah mutlak Daddynya Dee.
"lu yang ga tau malu datang datang ke rumah orang bikin ribut. maksa pulak lagi mau ngambil anak orang sembarangan". Sahut Reza lebih keras lagi.
Melihat tiga pemuda tersebut berdebat membuat mamanya Retha menjadi panik. Ia pun dengan segera menelpon puterinya itu. Sementara pak Syahrul berusaha melerai ketiganya.
"Reza, Tama dan Justin. Cukup jangan bertengkar lagi. Kasihan Deenya!!". Titah Syahrul tegas.
"dia duluan pa". Sahut Reza.
"cukup Za. Papa bilang cukup. Kau dengar tidak. Hah". Titah Syahrul tegas.
"dia duluan papa". Sahut Reza yag tidak terima di tegur oleh papanya sendiri.
"cukup". Hardik Syahrul
Sementara Dee semakin erat memeluk leher tama mendengar tiga pria tersebut semakin keras dalam adu mulut. Pak Syahrul yang melihat Dee seperti itu semakin menjadi tidak tega membiarkan Dee jadi rebutan para pria yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Tama. Bawa Dee ke kamar sekarang!". Titahnya tegas pada anak bungsunya itu.
"Reza, Justin. Duduk kalian berdua sekarang!". Titahnya tegas pada dua pria keras kepala itu.
"sekarang!!". Hardiknya tegas pada keduanya yang melihat mereka masih bergeming dan saling menatap dengan tatapan yang tajam antara keduanya.
Akhirnya Reza melangkah mundur menuju kursi tamu yang ada di sampingnya seraya masih menatap kesal ke arah Justin. Begitu pun dengan Justin.
"kalian ini. sudah tua masih kayak anak anak. Mau jadi preman apa. Hah?!. Hardiknya ketika dua pria tampan itu duduk dengan saling berhadapan.
"yah habisnya dia duluan kan pa. Cari cari perkara datang kesini". Sahut Reza.
"ahh..sudahlah jangan ribut. Diam dulu mulut kau Reza". Bantah pak Syahrul.
Selang beberapa menit kemudian Retha dan Satria pulang dan melihat abang sepupunya itu berada di rumah mertuanya.
"bang Justin??". Pekik Satria pelan bercampur heran.
"mana Dee ma?". Tanya Retha khawatir pada anak angkatnya itu.
"ada di kamar sama Tama. Kamu lihat dulu sana". Sahut si mama yang juga khawatir pada Dee karena kejadian tadi.
sementara Satria yang baru saja bertemu dengan bu'de dan pak de nya dan mereka telah menceritakan semua perihal tentang hubungan Dea dan Justin hingga terlahirlah Dee yang keluarga Ardiansyah itu tidak mengetahui selama ini.
Satria tidak heran melihat sikap Justin saat ini. Mungkin baginya wajar jika mengetahui bahwa dialah ayah biologis dari Dee, batita tampan yang menjadi rebutan semua orang yang melihatnya. Hanya saja saat ini ia belum menceritakan hal ini pada Retha.
"assallammualaikum". Ucap sepasang suami istri paru baya tersebut di depan pintu masuk.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem
terimakasih
Follow my ig
Hazhilka279
#Hazhilka
__ADS_1