
# selamat menikmati episode kali ini ya readers....
Di pagi hari saat Dean masih tertidur lelap Justin baru saja membuka matanya perlahan saat sinar matahari masuk dari celah kamar apartemen mewahnya. Justin melirik ke samping untuk melihat putranya apakah masih terlelap atau sudah membuka matanya.
Pagi ini Justin di jadwalkan ada meeting siang ini. Jadi pagi ini ia bisa mengurus Dean sebentar.
"hey boy. Wake up". Panggil Justin membangunkan sang putra yang masih lelap dalam mimpinya yang sesekali ia tersenyum manis dalam mimpinya.
"hmmm..boy. Masih enak sama mimpinya ya nak". gumam Justin pelan.
lalu ia beranjak dari ranjang menuju ke kamar mandi. Justin membiarkan Dean sejenak. Setelah selesai mandi ia akan membangun kan Dean.
Saat di kamar mandi tanpa sepengetahuan Justin jika Dean telah membuka matanya saat terdengar air shower di kamar mandi.
Dean beranjak dari ranjang menuju kamar mandi dan mengetuk pintu kamar mandi.
Justin yang mendengar ketukan pintu dari luar langsung mengenakan handuk dan membuka pintu
"Dee". Panggilnya heran karena melihat Dean yang sudah berdiri di hadapannya kini.
"Dee au andi. Dee cekolah ali ini". ucap Dean polos.
"ayok kita mandi bareng". Ajak Justin seraya membuka baju putranya itu.
pagi itu di awali rasa bahagia di hati Justin karena untuk pertama kalinya Ia memandikan sang putra.
Beberapa menit kemudian...
Mona terhenyak saat melihat dua laki laki tampan beda generasi itu menuruni tangga menuju meja makan.
"masya Allah cucu oma ganteng banget Udah mandi ya Sayang?". Sambut Mona sumringah karena melihat Dean sudah tampil rapi lengkap dengan setelan sekolahnya.
"udah Oma". Sahut Dean mengangguk kan kepalanya saat tiba di meja makan.
"siapa yang mandiin sayang?". Tanya Mona basa basi meskipun ia tau jika Daddynya yang mandiin.
"tuuuuu". Sahut Dean seraya memonyongkan bibirnya menunjuk ke arah Justin.
__ADS_1
Mendengar jawaban dari Dean sontak membuat Justin melirik kecewa pada putra nya itu. Ia pikir putranya itu akan menyebut kata Daddy sebagai jawaban atas pertanyaan mamanya. Nyatanya jauh dari harapan.
Justin pikir apa yang di lalui semalam bersama putranya itu telah menjadikan dirinya Hero satu satunya di hati anaknya itu.
Mona yang melihat sorot kecewa di mata putranya karena kelakuan Dean yang menurut nya kurang sopan itu pun menegur secara halus pada cucunya.
"kok jawabannya gitu. Itu kan Daddy sayang. Kalau di tanya jawabnya Daddy dong.masa itu". Mona memberi nasehat untuk pertama kali cucu keduanya itu.
"itu kan Daddy nya kak Keyla oma.. bukan Daddyny Dee. Dee kan ga unya Daddy". Sahut Dean polos seraya menundukkan wajahnya.
Mona dan Justin terkesiap mendengar jawaban polos dari anak berusia hampir tiga tahun itu. Mereka pikir kedekatan yang mereka bangun dari kemarin sudah bisa membuat Mona dan Justin ada di hati batita tampan itu.
"Dee". Panggil Mona pelan.
"Daddy yang ada di hadapan Dee sekarang ini adalah Daddynya Dee juga selain Daddynya kak Keyra. Begitu pun oma sayang. Oma ini adalah omanya Dee juga. Begitupun opa sayang. Apa yang ada sama kak Keyra itu adalah milik Dee juga. karena Dee adalah adik nya kak Keyra. Kak Keyra dan Dee adalah anak Daddy. Cucu oma dan opa sayang". jelas Mona dengan tenggorokan yang tercekat.
Miris hatinya mendengar jawaban polos dari salah satu pewaris Kehl Ardiansyah. Begitu pun Justin yang mengepal erat tangannya tatkala mengingat kelakuan Midea yang menyebabkan ia tidak mengetahui jika ia memiliki seorang putra.
Bagaimanapun bagi seorang keluarga Kehl Ardiansyah. Yang namanya keturunan mereka meski pun terlahir dari istri mana pun tetap akan mereka akui sebagai keturunan mereka. Mereka akan tetap memberi kan kesempatan pada perempuan yang melahirkan keturunan mereka sebagai istri. meskipun istri tersebut hanya sebatas di atas kertas.
Yah meskipun akhirnya mereka akan mendepak perempuan atau istri yang tidak bisa di atur seperti Midea.
Bagi mereka bibit, bebet dan bobot dari keluarga itu adalah yang paling utama. Tak perduli calon istri dari putra mereka berasal dari keluarga miskin sekalipun. Asalkan mereka dari keluarga baik baik mereka akan menerima dengan tangan terbuka.
"nanti kak Keylanya malah oma. Kan Kak Keyla ga punya bunda kayak Dee yang punya bunda sama umi". sahut Dean kembali.
Sebenarnya di hati seorang Dean masih lebih nyaman tinggal bersama umi dan abinya. Malah sekarang ini ia merindukan masakan papa dan bundanya.
"Dee...". Panggil Justin pelan.
"kak Keyra ga akan marah sayang. Malah kak Keyra senang kalau Dee adalah adiknya. Apa lagi kak Keyra lagi mau buat surprise ke Dee nantinya". Jelas Justin berharap putranya itu mengerti.
"Dee bentar lagi mau ulang tahun kan?". Itu berarti Dee udah besar. Berarti Dee harus panggil Daddy untuk Daddy sekarang". Titah Justin lembut seraya menunjukkan dirinya sendiri.
"Dee mau kan??". Panggil Daddy untuk Daddy sekarang?". ucap Justin memohon pada Dean yang menatapnya datar.
"ya udah nanti aja. Tunggu Dee udah becal". Tolak Dean polos.
__ADS_1
Justin menutup matanya seraya menggigit bibir bawahnya menelan rasa kekecewaan atas penolakan sang putrau ntuk memanggil nya Daddy. Sementara Mona geleng geleng kepala melihat tingkah Dean yang mulai terlihat sikap keras kepalanya hasil dari keturunan salah satu orang tuanya. Entah itu Justin atau pun Midea.
"ya Allah cucu ku. Mbok di jadikan anak yang penurut dan patuh sama orang tuanya". Doa Mona di hatinya.
"kapan sayang?". Tanya Justin penasaran.
"Dee..kapan dong sayang Dee manggil Daddy. Ga lama lagi ulang tahun Dee loh. Daddy harap pas ulang tahun Dee nanti Dee udah panggil Daddy ya buat Daddy yang ini". Pinta Justin setengah memaksa saat Dean hanya bergeming.
"mmm...Dee lapal oma. Dee oyeh mamam?". tanya Dean saat netranya melihat telur mata sapi dan ayam goreng kesukaannya apa lagi di tambah perutnya mulai terasa keroncongan karena sebutir makanan belum masuk ke perutnya selain segelas susu yang ia minum tadinya.
Mona dan Justin terperangah mendengar celotehan Dean yang terdengar menghindar saat di tanya lain dari jawaban yang di maksud.
Justin dan Mona saling menatap heran lalu menatap kembali batita tampan yang ada di hadapan mereka.
"boleh". Sahut mereka bersamaan yang akhirnya tak tega juga membiarkan bocah itu menunggu lama.
Karena bagi mereka memang sudah seharus nya mereka bertiga memulai sarapannya sejak tadi. Akhirnya demi Dee mereka mengalah dan tidak melanjutkan pembicaraan yang tadi serta lebih fokus pada kegiatan sarapan mereka di pagi itu.
Sementara Justin hanya memandang takjub pada sifat Dean yang terlihat seperti Dea dalam menghindari masalah yang menghimpit dirinya. Entah itu kebetulan dia melihat makanan yang di sukainya atau ia malas menjawab pertanyaan darinya.
Tetapi yang jelas pagi ini. Kejadian demi kejadian yang di alaminya bersama bocah itu menambah koleksi kenangan lagi di hati Justin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Author nya : kena deh abang Justin di kerjain Dean. Makanya nanya jangan maksa dong.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan menshare link nya.
Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers
Di ig Hazhilka
Di NT Hazhilka279
#Hazhilka
__ADS_1
ig Zhil olshop
Terima kasih.