She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
menjadi yang terbaik


__ADS_3

# selamat membaca kembali


# khusus yang berumah tangga aja


masih di tengah malam buta. sepasang suami istri yang saling memadu h*sr*t di atas ranjang berukuran king size dari kamar mewah tersebut.


Justin memeluk istrinya dari belakang dengan kedua tangannya yang terus bergerilya di tubuh istri cantiknya.


sementara Namira menyenderkan punggungnya di dada bidang suaminya. menikmati sentuhan sentuhan lembut yang Justin berikan kepadanya. sesekali keduanya saling menautkan bibir mereka.


"kak...". Namira memanggilnya dengan terengah engah.


sementara Justin tak mampu menjawab lagi panggilan dari istrinya karena fikirannya hanya berfokus pada rasa nikmat yang sedang di rengkuhnya dari tubuh molek istri kecilnya meskipun kini tengah berbadan dua.


"kaaaak... ". d*s*h Namira yang juga merasakan hal yang sama dari hentakan yang di berikan oleh suaminya.


"sebentar yang". sahut Justin dengan nafas yang masih memburu.


"kaaak... ". d*s*h Namira yang berkepanjangan.


"sekarang yang... sama sama... ".desah Justin yang hampir mencapai puncaknya


"kaaaaakk.". pekik Namira nikmat seraya meremas kuat rambut suaminya.


lalu di ikuti Justin yang juga menyebut nama istrinya dalam pencapaian nya.


"Ooochi". panggil nya di sela sela hentakan terakhirnya.


lalu keduanya pun terkulai lemas dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang kamar mereka. Justin mengecup lembut tengkuk Namira dan berbisik ke telinga istrinya


"sayang. love you". ujarnya dengan nafasnya yang terengah engah.


Namira tersenyum senang atas perlakuan suaminya hari ini. lalu ia membalikkan tubuh p*l*snya menghadap suaminya dan membalas pernyataan suaminya.


"love you too my handsome hubby".


keduanya saling senyum dan menatap penuh cinta. lalu Justin mengelus pipi sang istri dan mencium keningnya.


"makasih yang untuk hari hari yang udah ikhlas hati nemenin aku. yang buat hidup aku jadi indah dan bahagia karena kehadiran kamu selama ini". ujar Justin tulus.


"sama sama kak. aku juga bahagia. makasih juga atas apa yang kakak lakukan selama ini buat aku dan anak kita". balas Namira tulus.


"itu udah kewajiban aku yang. aku juga lagi berusaha menjadi ayah dan suami yang terbaik buat kalian". ucap Justin lalu mengecup lembut bibir mungil nan full milik istrinya itu.


"mmmm... kak". tegur Namira di kala Justin mulai menggebu.


"udah. nanti terlambat lagi ngantor nya". Namira mengingat kan Justin.

__ADS_1


Justin terkekeh. lalu ia menarik selimut hingga menutupi dada keduanya. dan mereka pun tidur saling berpelukan.


...----------------...


setelah mendapatkan hadiah istimewa dari orang orang terdekatnya Jasmine untuk bayinya. Dea semakin bersemangat dalam bekerja. melalui cctv yang di pasang di kamar bayi, Dea bisa memantau dan mengawasi bayinya dari sini. sehingga Dea merasa tenang dalam melakukan pekerjaannya.


beberapa jam berlalu. para tamu dan pelanggan tetap mulai berdatangan untuk menikmati makanan khas Sumatra itu. Alma yang melihat Dea masih sibuk menyiapkan masakan tambahan di karenakan siang ini ada pelanggan kantoran yang sedang merayakan keberhasilan proyek mereka.


Alma melihat jam dinding yang mulai memasuki waktu dzuhur. Alma tau jika sebentar lagi baby Dean terbangun karena kehausan. Alma pun dengan segera membantu Dea agar pekerjaannya cepat selesai.


saat lagi sibuk sibuknya suara rengekan bayi pun terdengar di ponsel Dea melalui aplikasi khusus yang berhubungan dengan Cctv yang terletak di kamar bayi.


Dea menggigit bibir bawahnya risau. sementara para konsumen makin berdatangan. ia menatap layar ponselnya sementara tangannya penuh dengan ulekan tepung.


Dea bergegas membersihkan tangannya agar bisa cepat menenangkan bayinya.


"bunda kami haus bunda". suara tante Kanita tiba tiba muncul di ponsel Dea.


"Jasmine". tegur Alma.


"iya tante" sahut Dea.


Dea melihat layar monitor jika baby Dean sudah di gendong Kanita. lalu Dea setengah berlari menuju kamar yang di dekorasi khusus untuk bayinya.


setibanya di kamar itu Dea dengan cepat menyambut bayinya dari tangan Kanita.


"iya tante". sahut Dea.


"makasih ya tante. udah mau nenangin bayinya. jadi ngerepotin tante". ucal Dea yang merasa tak enak hati.


lalu ia pun mengambil posisi yang nyaman untuk menyusui bayinya.


"sama sama Jasmine. lagian tante senang kok kalau setiap hari di repotin sama baby ganteng kayak gini". kekeh Kanita.


"tante bisa aja". ujar Dea sumringah.


"ya udah tante tinggal dulu ya?. kamu rileks aja nyusuinya. kamar ini memang tante sediain buat kamu supaya bisa menyusui dan beristirahat dengan tenang.


"makasih ya tante". ucap Dea.


lalu Kanita pun meninggalkan ibu dan bayinya yang sedang menyusui itu. sepeninggalnya Kanita Dea tersenyum memandangi wajah bayinya dan mencium pipi gembul itu.


"terima kasih ya sayang. kamu mau bertahan selama ini dan lahir kedunia ini untuk menemani bunda". ucap Dea tersenyum.


"insya Allah bunda akan berusaha menjadi ibu dan memberikan yang terbaik buat kamu nak". lanjut nya.


...----------------...

__ADS_1


Cindy baru saja keluar dari ruang praktek salah satu dokter yang menangani bekas lukanya pasca operasi sebulan yang lalu.


ketika ia hendak menebus resep di apotik rumah sakit. tanpa sengaja ia bertemu dengan sahabatnya Mery yang juga sedang menunggu obat yang di resepkan.


Cindy memperhatikan tubuh Merry dan juga perut nya yang buncit seperti orang hamil. Cindy menghampiri Merry dan mencoba menyapanya.


"Merry". Cindy memanggilnya.


Merry yang sedang mengetik pesan chat ke suaminya pun menoleh ke arah suara perempuan yang memanggilnya. darahnya berdesir seketika. jantungnya memacu dengan cepat.


"Mer". Cindy tersenyum memanggilnnya.


sementara Merry bergeming menatap tak percaya dengan apa yang di lihatnya hari ini. ia tak percaya jika Cindy yang kabur dari pernikahan suaminya di empat tahun yang lalu kini kembali dan berdiri di hadapannya.


"Cindy". desisnya.


Cindy yang mendengar desisan sahabatnya itu pun mengangguk pelan.


"ya. aku Cindy. teman kamu". ucapnya dengan menatap sendu dan haru pada sahabatnya itu.


lalu dengan langkah cepat ia pun mendekati Mery dan memeluknya meskipun berjarak karena perut buncit Mery yang menghalangi mereka untuk berpelukan lebih erat. Merry yang masih dengan kebingungannya hanya terpaku diam atas apa yang di lakukan Cindy padanya tanpa membalas pelukannya.


tak lama kemudian Cindy pun melepas pelukannya dengan wajah yang sumringah. ia bahagia karena masih bisa di pertemukan oleh sahabatnya itu.


"makasih. kau masih mengingat aku". ucapnya penuh syukur.


Merry hanya menganggukkan kepalanya.


"sudah berapa bulan? ". tanya Cindy yang kini netranya menatap perut Mery.


"lagi nunggu lahiran". sahut Merry datar.


"selamat ya. semoga bisa menjadi ibu yang terbaik untuk anak kamu". ucap Cindy tulus.


"makasih" sahut Merry dengan senyum yang di paksakan.


"oh ya mana suami kau. aku mau ngucapin makasih karena udah menjaga sahabat aku selama ini". tanya Cindy.


Merry semakin bingung di buatnya. baru juga ia membuka mulutnya sebuah suara yang akrab memanggil dengan nama yang di khususkan untuknya.


"Honey. let's go home".


begitupun Cindy yang mendengar suara itu yang tak asing baginya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon dukungan untuk novel ini berupa like, vote, komen, rate dan fav

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2