She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
kelahiran


__ADS_3

# selamat menikmati episode ini guys..


Dea tersentak bangun karena merasakan kembali tendangan di perut nya. tetapi kali ini lebih kuat dari yang sebelumnya.


Dea mencoba duduk di tepi ranjang lalu menuju ke kamar mandi karena merasa mulas. setelah beberapa menit berada di kamar mandi Dea pun keluar dari sana.


karena rasa ngilu dan nyeri di antara sela kedua pahanya maka Dea keluar dari kamar dengan niat untuk menghilangkan rasa kram dan tekanan di bawah pusarnya. dengan berjalan mondar mandir di dalam rumah.


""A’uudzu billahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru” (Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari keburukan yang sedang aku rasakan dan yang aku khawatirkan)”. ucap Dea merapalkan doa untuk menghilangkan rasa sakit yang di pelajarinya selama mengikuti kajian bersama Alma dan Kanita di setiap jumatnya.


setengah jam kemudian..


"pufff". Dea mendengus kelelahan.


ia berhenti sejenak mengatur nafasnya dan mencoba mengistirahatkan tubuhnya di sofa tetapi


"akh.. akh.. ". pekik Dea kesakitan


perut nya seperti memutar. rasa ngilu dan tekanan di bawah pusarnya semakin kuat seolah olah bayinya ingin segera di keluarkan dari perutnya dan melihat dunia.


"Deeek... sabar ya nak". panggil Dea kepada bayinya.


"akh... ". pekik Dea lebih kuat karena tendangan yang ia terima lebih dahsyat lagi dari yang sebelumnya.


sementara dari dalam kamar Jasmine. Alma terjaga dari tidurnya karena mendengar seseorang yang menahan sakit. ia melirik jam weker yang berada di atas nakas. yang menunjukkan tepat pukul dini hari. lalu ia pun segera keluar kamar karena menduga rintihan yang ia dengar itu berasal dari suara Dea.


Dan benar saja dugaannya, Alma melihat Dea yang sedang meringis kesakitan di sofa ruang keluarga tersebut. Alma yang sedari kemarin merasa khawatir dan segera menghampiri Dea.


"Jasmine". panggilnya cemas.


Dea hanya menoleh ke Alma.


"sakit lagi yo. kita kerumah sakit sajo yo. biar di check sudah bukaan apa belum". saran Alma.


Dea pun mengangguk setuju sebab rasa ngilu dan tekanan yang ia terima saat ini lebih terasa sakit dan durasi lebih lama dari yang kemarin.


"sebentar yo biar tante telpon uda Danang dulu". ucap Alma lalu pergi ke kamar Jasmine mengambil ponselnya.

__ADS_1


sementara Dea mencoba bangun dari duduknya untuk berjalan lagi agar bisa meredakan sedikit rasa sakit yang ia terima saat ini. tetapi baru juga ia berdiri dan mau melangkah. ia merasakan sesuatu telah membasahi c*l*n* d*l*mnya dan cairan bening mengalir di sela sela paha hingga ke ke betisnya.


Dea melirik ke bawah menyingkap daster dan juga c*l*n* d*l*mnya. seketika itu juga Dea kaget dan mulai panik melihat noda berwarna coklat bercampur merah terdapat di sana.


"tante ! ". panggil Dea panik.


sementara Alma yang masih dengan telpon nya untuk memberitahu kan suaminya agar bersiap siap ke rumah sakit. ia bergegas menjumpai Dea. Alma pun juga sama kagetnya melihat cairan bening yang mengalir di sela sela kaki Dea.


"Jasmine". panggilnya cemas.


"tante ini gimana? ". ucao Dea semakin panik dan takut.


jika selama ini Dea memiliki keberanian dan juga sering bertindak nekat. tetapi untuk saat ini dia benar benar merasa takut. karena ini adalah pengalaman pertama baginya. ia takut tidak bisa melahirkan anaknya dengan selamat.


"iyo Jasmine. sebentar tante ambil tas bayinyo dulu. tarik napasnya dalam dan buang pelan pelan yo". saran Alma.


lalu ia meninggal kan Dea sebentar untuk mengambil dua tas yang berisi perlengkapan bayi dan juga perlengkapan bersalinnya Dea yang berada di kamar bayi.


Alma meletakkan dua tas tersebut ke lantai lalu segera setelahnya Alma membantu Dea berjalan ke pintu depan.


selama di perjalanan menuju rumah sakit. Alma terus membimbing Dea agar beristigfar dan berzikir. Dea mengikuti apa yang di ucapkan Alma dengan nafas yang tersengal sengal menahan rasa sakit dan tekanan yang semakin kuat.


setibanya di rumah sakit.


Rendy yang sebelum nya di hubungi oleh uda Danang telah dulu tiba di rumah sakit untuk mempersiapkan segala sesuatunya baik menghubungi Dokter kandungan ataupun kepala kebidanan agar Dea yang akan tiba tiba melahirkan nantinya bisa cepat mendapatkan pertolongan.


Dea di sambut oleh beberapa bidan dan perawat yang berjaga untuk di bawa ke ruang persalinan. di ruang persalinan seorang bidan senior datang menghampiri Dea setelah melihat riwayat medis Midea di poli kandungan.


"baik bun. sabar ya. sekarang tarik dalam dalam nafasnya. buang perlahan ". ujar bidan tersebut.


lalu ia mengecek pintu rahim milik Dea.


"ini sudah bukaan tujuh ya bun. kita tunggu beberapa menit lagi. bunda sabar ya. tetap semangat bunda. tarik dalam nafasnya lalu buang pelan pelan ya bun". ujar sang bidan


Bidan senior tersebut membimbing Dea dengan sabar. sementara Dea mengikuti instruksi dari bidan tersebut. rasa sakit semakin menderanya. keringat dingin bercucuran membasahi keningnya lalu mengalir ke pipinya.


"akh.. sakit Dek . cepat sayang !. ". pekik Dea seraya berbicara pada bayinya agar segera menemuinya sekarang.

__ADS_1


tetapi bukan nya mereda malah semakin menjadi tekanan dan rasa ngilu yang ia rasakan.


"akkkhh...... ". pekik Dea berkepanjangan. kali ini ia merasa KO menghadapi bayi yang di perkirakan berbobot 4 kilo gram yang di dalam perutnya.


beberapa menit pun berlalu Bidan itu mengecek kembali jalan rahim Dea.


"ayok bun. dua bukaan lagi ya bun? . tarik nafas dalam dan keluarkan pelan pelan ya bun". bidan tersebut memberikan semangat pada Dea yang mulai kewalahan.


sementara di luar ruang persalinan tersebut. Rendy, Alma dan Danang menanti dengan harap harap cemas.


dua jam lewat tlah berlalu masih juga belum ada tanda tanda kelahiran dari ruang tersebut. hal ini semakin membuat Alma semakin cemas saja. ia bangun untuk mengintip dari jendela ruangan tersebut yang sebenarnya tertutupi tirai.


"duduklah dek. tidak usah panik begitu. kito doakan sajo Jasminenya biar lancar dan selamat persalinan nyo". ujar Danang yang melihat istrinya mondar mandir tersebut.


"iya tante. tenang aja dulu disini. kita sama sama berdoa untuk Jasmine". timpal Rendy.


lalu Alma pun menuruti saran dari kedua lelaki beda generasi itu. mereka pun berdoa bersama.


Dari balik dinding ruang tunggu. Dea semakin merasakan kehadiran sang buah hati di pintu rahimnya.


"ayok bun. ini udah muncul kepalanya. tarik lagi nafasnya dalam ya bun. lalu dorong yang kuat bayinya. semangat bunda.". ujar sang Bidan.


Dea benar benar merasa kewalahan. saat saat seperti inilah ia butuh seseorang yang mendampingi nya. menggenggam erat tangan seseorang untuk ia jadikan pelampiasan atas rasa sakit yang ia rasakan. bayangan Justin pun melintas di pelupuk matanya. matanya memancarkan rasa rindu dan juga amarah pada suami paksanya itu.


ketika ia merasakan tekanan lebih kuat akibat pergerakan bayi di bawah pusarnya. Dea di instruksi kan mengambil kembali sedalam mungkin nafasnya untuk ia keluarkan bersamaan dengan ejanannya.


"sekarang ya bun. dorong lebih kuat! ". titah sang bidan senior.


lalu Dea pun mengejan dengan kuat hingga tanpa sadar ia meneriakkan sebuah nama yang mengubah hidupnya.


..."JUSTIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNN!!! ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


berikan cinta kalian kepada novel ini berupa like, vote, komen, rate fav dan poin.


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2