She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Ketika Dean bertemu....


__ADS_3

# selamat menikmati episode ini


satu jam yang lalu


"bobo yang nyenyak ya nak. nenek kerja dulu". bisiknya seraya mengecup lembut kening Dean.


lalu Alma beranjak dari situ dan berniat kembali bekerja. ia menutup pintu dan menghidupkan speaker khusus yang mengarahkan pada ponselnya.


Alma kembali ke dapur melakukan aktivitasnya. belum juga satu jam Alma berada di meja kasir. suara dering berdering nyaring di ponsel nya Alma. Alma menerima telpon dari teman sejawatnya terdahulu. yang memberitahukan jika salah satu teman dekat mereka saat bertugas telah meninggal dunia. maka Alma pun berniat untuk pergi melayat.


Alma menitipkan Dean yang tertidur di kamar pada salah satu karyawati yang telah lama membantunya selama ini.


"ambo titip Dean yo. nanti kalau dia bangun buatkan makanan yo?". titah Alma pada karyawati tersebut.


"iya bu". sahut karyawati yang bernama Mira tersebut.


lalu Alma pun pergi dengan menggunakan taxi ke rumah duka. tak lama kemudian seiring Alma pergi pengunjung Restoran pun mulai berdatangan dan minta di layani segera. sehingga Mira pun harus turun tangan membantu teman temannya yang lain.


sementara di dalam kamar Dean. Dean mulai membuka matanya perlahan. ia mengejap ngejapkan matanya dan mulai membangun kan tubuh gembulnya dan duduk sejenak memperhatikan seluruh kamar yang hening.


Dee mulai menyadari jika dirinya sekarang di tinggal sendiri disini oleh sang nenek. lalu ia pun memanggil sang nenek.


"nek.. nek..". Dean memanggil Alma dengan sebutan nenek.


"nek.. nek.. ". panggilnya lagi karena tak ada sahutan.


sepi dan sunyi itulah suasana kamar Dean saat ini. ia mulai gelisah dan takut lalu ia pun beranjak turun dari ranjangnya menuju pintu meraih tuas pintu. karena tubuhnya belumlah cukup tinggi mencapai gagang pintu tersebut. Dean mencoba sekali lagi meraih gagang pintu tetapi tangan mungilnya masih belum mampu mencapainya.


Dean bingung dan merasa sedih. ia pun mulai terisak dan menangis seraya memanggil neneknya.


"nek.. nek.. ".


"tok.. tok... ". Deanpun memanggil Danang dengan sebutan atok.


tetapi sekeras apapun ia berusaha memanggil kedua orang yang kini berada dekat dengannya, tetap saja yang ia panggilpun tak kunjung datang. semakin pecahlah tangis Dean.


tetapi batita yang terlahir dari seorang ibu yang tabah dan pintar dalam menghadapi sesuatu masalah. sifat itu pun menurut pada diri batita tersebut.

__ADS_1


Dean berinisiatif mendorong kursi meja belajar dan memanjat untuk bisa membuka pintu tersebut. akhirnya pintu berhasil ia buka dengan sekali tarikan ke bawah. lalu ia turun dari kursi tersebut dan berjalan ke luar.


suasana luar Hotel pun tampak lengang. tak ada satu manusia pun yang terlihat. karena Dean sudah hafal betul Denah hotel dan pintu keluar yang terhubung menuju Restoran. Dean pun berinisiatif mencari Alma disana. matanya masih sembab karena menangis.


Dean melihat banyak orang yang baru turun dari mobilnya. tanpa ada yang tau keberadaan nya orang orang tersebut berjalan memasuki Restoran tanpa melihat ke sekeliling mereka.


Dean mulai terbawa perasaan. rasa sedih menyelimuti nya kembali. ia pun terisak dan menangis lalu berjalan menuju taman samping Restoran seraya memanggil Alma dengan sebutan nenek.


"nek.. nek.. ". panggil Dean terisak isak.


ia terus berjalan berniat mencari Alma ke dapur Restoran. langkah kecilnya dan isak tangisnyalah yang membuat dua orang nenek memperhatikannya dari kejauhan. yah merekalah Mona dan Astrid.


Mona yang memang memiliki rasa empati pada anak anak tergerak hatinya untuk menolong Dean. Mona pun mendekati Dean dan menggendongnya.


lalu ia pun membawa Dean dalam pangkuannya dan duduk bersama Astrid dan Keyra. menenangkan Dean agar berhenti menangis seraya memeluknya dan mengusap usap rambut lembut yang berwarna hitam kecoklatan tersebut.


"Masya Allah mbak. kasihan bener anaknya. mana ganteng lagi. mana mamanya nak? ". tanya Astrid pada batita tersebut yang kini di pangkuan Mona.


Dean menggeleng gelengkan kepalanya terisak . ia masih bingung pada kedua orang yang ada di hadapannya. hanya saja saat ini ia mulai sedikit tenang dalam pelukan nenek cantik yang memiliki mata yang hampir sama dengan netranya. yang sebenarnya adalah nenek biologis dari MyKehl Deansyah putra dari Justin Kehl Ardiansyah cucu dari Ramona Kehl dan Arfan Ardiansyah.


"do you wanna my icecreame? ". tawar Keyra seraya menyodorkan satu sendok icecream ke mulut Dean.


Dean yang mulai berhenti terisak melihat ke arah icecream di Sendok Keyra. sementara Keyra semakin mendekati sendoknya ke mulut Dean.


"ayok di mam. enak lho". bujuk Keyra.


sementara Astrid dan Mona tersenyum kagum pada cucunya yang gemoy itu. sementara Dean bergeming ia memalingkan wajahnya menatap Mona lalu beralih ke Astrid.


"mungkin adeknya ga suka kak sama icecream nya. udah biasa makan mungkin". ujar Astrid.


Keyra pun menurunkan tangannya dengan mimik kecewa. lalu bertanya pada neneknya.


"trus adeknya mau makan apa? ". tanya Keyra.


"coba kasihkan coklat Keyra yang ada di tas kecil Kakak". tawar Astrid.


"oh iya". sahut Keyra antusias.

__ADS_1


lalu Keyra pun membuka tas punggung kecilnya yang berisi makanan kecil dan cemilan kesukaan Keyra yang sengaja di sediakan oleh Justin dari Aussie. karena Justin memang tidak mau putrinya jajan sembarangan. ia memang sengaja memesan khusus pada koki yang terkenal dengan ke higienisannya.


Keyra mengambil permen dan coklat yang di kemas khusus. lalu memberikan pada Dean untuk memilih.


"which one do you like? ". tawar Keyra pada Dean.


"adek mau yang mana nak?. yang ini coklat yang ini permen". jelas Mona yang melihat Dean masih bergeming melihat kedua makanan yang ada di tangan Keyra.


"kasih dua duanya kak. kakak kan masih ada yang lain di tas". ujar Astrid pada Keyra.


"nih ambil". titah Keyra lalu menyodorkan dua jenis cemilan tersebut ke Dean.


lalu Dean pun mengambil dua cemilan tersebut. ia memperhatikan dengan membolak balikan kemasan cemilan yang di bungkus kertas silver tersebut.


"kak". ucap Dean seraya menyodorkan sebatang coklat ke Mona dengan maksud agar Mona membuka kemasan coklat tersebut.


"oma yang bukain ya? ". tanya Mona.


"iya". jawab Dean.


lalu Mona pun membuka kemasan coklat tersebut untuk Dean yang sebenarnya adalah cucu biologisnya yang ia tidak tau.


"nih sayang". ucap Mona seraya menyuapi Dean dengan coklat tersebut.


Dean menerima suapan coklat tersebut dan mengunyah nya secara perlahan. sedangkan Mona, Astrid dan Keyra tersenyum lucu melihat tingkah Dean yang mulai terlihat menggemaskan ketika makan.


"hihihi.. he is so cute grandma". celoteh Keyra seraya tertawa kecil menampilkan sederet gigi putihnya yang kecil.


siang itu tanpa ada yang tau dan di sengaja jika Dean telah bertemu dengan keluarganya..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon dukungannya untuk Novel ini dengan memberikan like, vote, komen, fav and sharelink


please..


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2