She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Dee dimata Justin


__ADS_3

# selamat menikmati episode ini...


beberapa jam setelahnya..


setelah di rasa cukup mereka mengobrol dan ngopi bareng di kafe favoritnya Andra sore itu. Justin dan Andra pun harus berpisah menuju ke persinggahan nya masing masing.


sesampainya di apartemennya. Justin di sambut oleh bunda Astrid yang masih sibuk dengan masakannya.


"banyak amat masaknya bunda?". mau ada party ya? ". tanya Justin heran.


"iya party penyambutan tamu penting yang sudah dua tahunan tak pulang pulang ke kampung halamannya". sindir Astrid bernada candaan.


Justin tersenyum dan menjawab". iya bunda. Justin minta maaf ya? ".


"sekarang apa yang belum siap ni bunda? ". tanya Justin seraya menggulungkan lengan baju panjang nya.


"ehh.. udah ga usah. kamunya sekarang mandi dulu sana. bentar lagi Satria and the geng datang". titah Astrid lembut seraya menolak tubuh Justin mengarah ke kamar pribadi miliknya.


"beneran ni bunda ga apa ngerjain sendiri?". tanya Justin seraya mengikuti pergerakan bunda Astrid yang mendorong tubuhnya.


"ga apa. dari tadi pagi bunda udah sendirian semenjak di tinggal Keyra sekolah. udah sana. kamunya mandi sekarang ya??!". titah Astrid terdengar tegas.


"iya deh bun". sahut Justin seraya membuka pintu kamarnya.


...----------------...


selepas Dean pergi bersama Retha dan Satria. Midea masuk kembali ke paviliun nya. sosok pria yang ia lihat sekilas tadi tampak seperti Justin atau memang Justin.


"apakah benar yang tadi itu memang Justin. Dea memikirkan kejadian sore tadi.


nada beep yang bertanda pesan masuk membuyarkan lamunannya. Dea membuka pesan tersebut yang berisi pengumuman tentang pembagian dosping dari kampusnya.


dan pesan satu lagi muncul yang berasal dari pak Yudha yang membantu nya selama ini. beliau memberi tahukan tentang surat untuk penelitian dari kampus telah selesai. yang artinya terhitung dari tanggal yang di tentukan dalam surat tersebut, itu berarti Midea harus berada di salah perusahaan yang mengadakan presentasi untuk sebuah karya ilmiah.


"KBC? ". desisnya saat ia mencoba menzoom sebuah foto surat di dalam layar ponselnya.


Midea terpaku menatap layar ponselnya.


"ya tuhan kenapa harus di sana sih?". bathinnya bergemuruh resah.


sebenarnya Midea benar benar tidak ingin lagi berhubungan dengan sesuatu yang berkaitan dengan Justin. baginya sekarang adalah cukup dia dan putranya saja. ia sudah tidak mau berurusan dengan Justin lagi. karena jika sudah menyangkut dengan Justin, selalu saja membuat dirinya resah dan gelisah.


...----------------...


Satria memarkirkan mobilnya di apartemen mewah milih abang sepupunya itu. Retha mengajak dua bocah itu turun di ikuti Satria yang membuka pintu belakang dari mobilnya.


"udah sampe ya ummi? ". tanya Dean seraya memperhatikan keadaan parkiran yang penuh dengan mobil.

__ADS_1


"iya sayang. yok kita kemon. naik ke atas". ajak Retha pada kedua bocah itu.


"iya ummi". sahut Keyra yang mengikuti langkah Retha dan Satria yang memasuki lift.


sementara Dean masih bersikap bingung pada tempat yang di bawa Retha dan Satria.


sesampainya di lantai teratas dari apartemen tersebut. Satria menggenggam tangan Dean dan berjalan ke unit yang di tuju.


sementara dari dalam apartemennya. Justin baru saja keluar dari kamarnya. ia pun segera menghampiri Astrid di meja makan.


"ada yang bisa di bantu bun?.tanya Justin.


baru juga Astrid mau menjawab suara bel terdengar dari luar apartemen nya.


"tuh. mungkin mereka sudah datang". jawab Astrid seraya mngatur piring di atas meja makan.


"biar aku aja uang buka bun". sahut Justin.


lalu Justin berjalan ke arah pintu dan membuka lebar dan menyambut riang tamu yang mereka tunggu.


"Daddy". panggil Keyra seraya memeluk sang ayah.


"Keyra anak Daddy. how are you girl". sapa Justin seraya menggendong Keyra ke dalam pelukannya.


lalu Justin memberi kode pada adik sepupunya itu untuk masuk. sementara Justin dan Keyra masih berdiri di ambang pintu dari unit apartemennya.


"your young?? ". tanya Justin seraya mengernyitkan dahinya itu.


"ya Daddy. that is my young". tunjuk Keyra pada seorang anak laki laki yang masih betah di pangkuannya Satria yang duduk santai di atas sofa.


Justin melihat anak laki laki itu yang berumur setahun di bawah Keyra. Justin tak melihat dengan jelas wajah anak laki laki itu. karena posisi duduk anak tersebut membelakangi nya.


"itukan teman kamu yang di sekolahan kan? ". tanya Justin.


"iya. tapi sekarang udah jadi adik aku. karena aku sama Dee udah jadi anak nya ummi sama abi". jelas Keyra polos.


"ummi sama abi itu siapa nak? ". tanya Justin kepo.


"om Satria sama tante Letha. sekarang mereka ummi dan abbinya aku dan juga Dee". jelas Keyra kembali.


"ya ampun Keyra. ya udah terserah gimana enaknya aja kamu manggil mereka berdua. asalkan tetap hormat sama orang tua ya??? ". pesan Justin pada putrinya.


"iya Daddy. kita ke sana yuk. Daddy kan belum kenalan sama Dee". ajak Keyra.


"oke sayang". ucap Justin seraya mencium pipi putrinya itu.


mereka berdua pun bergabung di ruang keluarga. sementara Justin memperhatikan wajah anak laki laki tampan bernetra biru sama seperti dirinya yang terlihat akrab dan manja dalam pangkuan Satria.

__ADS_1


"anak siapa Satria?". tanya Justin.


"anak temannya Retha. oh iya Dee belum salaman kan sama Daddy nya Keyra. salaman dulu ya sayang". pinta Satria dan menuntun tangannya Dee untuk bersalaman sama Justin, yang sebenarnya adalah ayah biologisnya.


Justin pun mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan tangan imut itu. tetapi baru juga ia mendekati tangannya ke tangannya Dean. Dean buru buru menarik tangannya dan langsung memeluk lehernya Satria seraya memalingkan wajahnya dari Justin.


"loh kok gitu nak. salaman dulu ya sama Daddynya Keyra. Daddy Keyra orang baik kok. sama seperti abi nak". tegur Retha lembut.


Tetapi Dean menggeleng gelengkan kepalanya seraya semakin memeluk erat pelukan nya ke leher Satria.


sementara Justin hanya tersenyum kikuk mendapati dirinya di tolak anak sekecil Dean.


"salah apa gue sama ni anak. kok dianya ga mau salaman sama gue". fikir nya.


sedang kan Keyra mendekati Dean dan ikut membujuk adiknya itu agar mau bersalaman sama Daddy nya.


"Dee...Ayok dong salaman sama Daddy aku". pinta Keyra.


melihat usaha Keyra dalam mencoba membujuk Dean serta tatapan Justin yang sendu, entah karena menahan malu atau karena kecewa. Retha pun menjelaskan sifat dan kebiasaan Dean yang sebenarnya pada Justin.


"maaf ya bang. sebenarnya sifat Dee ga begini sih kalau udah kenal dekat. dia memang begini kalau sama orang yang baru ia jumpai untuk pertama kalinya". jelas Retha yang mulai tak enak hati.


sementara Astrid teringat tentang pertemuan Dee untuk pertama kalinya.


"tapi waktu sama bunda dan mama Mona. Dee nya mau mau aja kok kita ajak duduk bareng sama kita. itu pertama kali kita ketemu samanya Dee". bantah Astrid.


"loh memangnya bunda dan mama pernah ketemu sama Dee sebelum nya? ". tanya Justin penasaran.


"iya waktu kita bertiga jalan jalan ke kota pdg". tutur Astrid.


lalu Astrid mulailah bercerita tentang kronologi pertemuan pertama nya dengan Dean. mendengar ceritanya bunda Astrid membuat hati Justin bergetar dan menatap iba pada batita laki laki itu yang kini masih saja terlihat nyaman di pangkuan dan pelukan Satria.


setelah bunda Astrid menyelesaikan ceritanya. Retha pun menjelaskan sifat dan kebiasaan Dee yang lainnya.


"sebenarnya Dee akan mempercayai dan merasa nyaman pada orang yang pertama kali menolongnya. makanya itu dia mau dekat dengan bunda dan mama mona. itu karena kalianlah yang dianggapnya pahlawan baginya". jelas Retha.


"ohh.. jadi begitu. berarti kami saat itu lagi kebetulan dong saat Dee merasa sendirian dan sedih". tutur Astrid


sementara di mata Justin Dee seperti cerminan dirinya di masa lalu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mohon dukungannya untuk novel ini ya readers. dengan memberikan like, vote, komen, favoritnya dan juga share linknya ya readers yang caem.


please... deh...


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2