
# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
selesai membereskan piring makan nya dan Dean. Ayah dan anak itu pun bersiap untuk berangkat ke kantor kecil nya Justin. ia melihat Dean membawa kembali mainan nya yang lain setelah robot robotan nya ia bawa.
"mobil yang ini di bawa juga?". Tanya Justin memastikan saat ia melihat putra nya itu kesulitan membawa beberapa robot dan juga beberapa mobil mainan polisi dan pemadam kebakaran.
Dean mengangguk lalu berkata
" mau tangkap olang ahat sama padamin ota alo kebakalan".
"hahaha...oke Daddy bantuin bawa ya?". Tawar Justin dengan tertawa kecil.
Lalu Justin mengambil sebuah boxware yang sebelumnya berisi buku buku lama di ruang pustaka kecilnya. Justin mengeluarkan buku buku tersebut dan mengosongkan isinya. Lalu memasukkan seluruh mainan Dean yang di pegang nya ke dalam boxware tersebut.
"mainan Dee udah aman di sini. Lets go". Ajak Justin pergi berangkat menuju ke kantornya lagi.
...----------------...
Selama berada di kantor nya Justin. Dean terlihat anteng anteng saja dengan mainan yang di bawa dalam boxware nya. Kali ini mainan Dean lebih banyak dari yang kemarin. Otomatis ruang kerja Justin menjadi lebih berantakan dari hari sebelumnya karena mainan putranya itu.
Tetapi Justin membiarkan Dean dengan segala imajinasi nya yang ia salurkan melalui mainan nya. Justin pun tak lupa merekam kegiatan putra kesayangannya itu melalui ponselnya yang sengaja ia letakkan menghadap Dean selama bocah itu bermain.
satu hari kemudian....
Jadwal keberangkatan Justin ke Indonesia pun tiba. dari sepanjang perjalanan dari Australia ke Indonesia Justin memperhatikan Dean yang tampak terlihat tenang itu. sesampainya di indonesia Justin di jemput oleh Alan di bandara.
"selamat datang kembali pak". Sambut Alan.
"are you tired Dee?".tanya Justin pada Dean yang sedari tadi diam saja.
" I am sleepy". Sahut Dean seraya menguap.
"hehe..ya udah bobo aja dulu ya". Saran Justin
lalu ia merengkuh tubuh kecil nan gembul itu untuk tiduran di atas jok belakang mobilnya dengan paha Justin sebagai sandaran untuk kepala sang putra.
"kapan jadwal perjamuan makan untuk semua model yang menjadi ambasaddor produk kita?". Tanya Justin ke Alan seraya mengelus elus kepala Dean yang kini mulai memejamkan matanya.
"malam besok pak". Sahut Alan.
"baik.kamu atur aja gimana perjamuannya". Titah Justin.
" Semua sudah di atur pak. Jadi bapak hanya datang menyambut mereka dan memberi sedikit kata sambutan". Jelas Alan.
"baguslah". Sahut Justin.
__ADS_1
Alan membelokkan stir mobilnya memasuki halaman rumah mewah milik keluarga Ardiansyah tersebut.
Justin turun sembari menggendong Dean yang sudah terlelap tidur di pangkuannya tadi.
Mona yang mengetahui jika putra dan cucu nya akam tiba sore ini langsung keluar saat mobil Alan memasuki halaman rumah mereka untuk menyambut putra dan cucu nya itu datang.
"adu..h...cucu...". Mona terpaksa menghentikan kata kata sambutannya saat Justin meletakkan satu jari kirinya di bibirya sebagai kode untuk mengecilkan suara Mona.
"apa...Dee ...ketiduran ya?". Tanya Mona setengah berBisik.
Justin mengangguk pelan.
"ooooh..sini ...sini.. bawa langsung aja ke kamar atas yang udah mama siapin untuk Dean". Ujar Mona.
"yang ada tulisan nama lengkapnya Dee ya?. Mykehl Deansyah" ucap Mona setengah teriak saat Justin mulai menjauh dari Mona menuju tangga.
"husss....si Mama ini ya?". Hardik Justin pelan.
"oh..hehe...ya..iya..iya...sorry keceplosan". Sahut Mona terkekeh pelan.
Justin menaiki tangga yang menuju kamar pribadi nya. Ia tidak mengikuti saran sang mama yang menyuruhnya untuk menidurkan Dean di kamar sebelah Keyra. Justin lebih memilih membawa Dean masuk ke kamar pribadinya dan menidurkan bocah itu di atas ranjang nya yang dulu sering ia tiduri bersama Namira.
"sekarang kamu juga bagian terpenting di kamar ini selain kakakmu. Kamu juga berhak menikmati fasilitas Daddy. karena kamu adalah anak Daddy , darah daging Daddy". Ucap Justin seraya menatap wajah sang putra.
lalu Justin masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
...----------------...
"jadi pa. Alan mengaturnya di ballroom hotel papa yang sering di jadikan tempat seminar". Sahut Justin.
'oh. Oke nanti papa hubungi manajernya agar mempersiapkan segala sesuatunya". Ujar Arfan.
"makasih pa". Sahut Justin.
lalu ayah dan anak itu menghabiskan malam dengan bercengkerama dengan Keyra dan Dean yang sedang bermain bersama.
Tak lama kemudian Mona datang membawa cemilan untuk di santap ringan di suasana santai malam ini.
"oma buat pretzel?". Tanya Dean saat memakan satu kue kering nya.
"iya sayang. Tapi oma ga punya banyak cetakan. Jadinya pretzel nya ala kadarnya aja ya. Yang pentingkan rasanya sayang". Ucap Mona.
"its oke oma. Never mind". Sahut Dean.
"duuhh..pinter nya cucu oma. English nya udah lancar ya sekarang". Puji Mona.
__ADS_1
"siapa dulu dong kakaknya". Celetuk Keyra bangga.
"hahaha si kakak bisa aja". Timpal Arfan dengan kekehannya.
"iya opa. Aku yang ajarin dan nyuruh Dee ngomong pake english kalau di aussie karena orang orang sana beyum ngerti apa yang di ucapkan sama Dee". Jelas Keyra bangga.
"hmmm...kamu memang cocok jadi kakaknya si Dee Keyra". Puji Mona gemas melihat cucu cantik kesayangannya itu.
Justin mencoba pretzel buatan mamanya
"tumben mama bikin kue kayak gini. Biasanya main beli aja". celetuk Justin seraya memakan satu kue kering bikinan mamanya.
"mama lagi nyobain resep nya si Arjun". Sahut Mona.
Glek. Justin menelan salivanya kasar. Lalu menatap Mona dan bertanya
" Arjun ?".
"iya. Orang Mdn. Yang jadi koki di kafe dan restonya sendiri . Yang waktu itu mama ajak kalian makan bareng di sana. Masa kamu lupa sih Tin?". Jelas Mona.
"oh iya papa ingat sekarang. Yang mama jadinya nambah nambah kan sama masakan kare nya". timpal Arfan
"papanya Dee ya oma?". tanya Keyra memastikan.
"iya. Kok kakak tau om Arjun itu papanya Dee?". Tanya Mona.
"iya umi letha sering delivery in kalau umi malas masak. keseringan antar ke lumah ya om Arjun sendiri kalau udah cole". Jelas Keyra.
"ohh..kenyang dong kakak jika hampir setiap harinya di deliveriin masakan papa nya Dee". Cibir Justin bernada cemburu.
"iya..habis masakan papa nya Dee enak sih. kakak jadi selera makan kalau udah di masakin sama om Arjun". Ujar Keyra polos tanpa merasa perduli jika Daddy nya sudah merasa gerah sedari tadi semenjak omanya menyebut nama Arjun.
"Dia lagi..dia lagi..". Gerutu Justin dengan wajah yang di tekuk sebal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem
terimakasih
Follow my ig
Hazhilka279
#Hazhilka
__ADS_1