She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Dee menghilang


__ADS_3

# selamat menikmati episode ini kembali ya readers...


Justin memberi pilihan pada putranya untuk memilih warna kesukaannya. Dee melihat begitu banyak warna yang di tawarkan. Tetapi pilihannya hanya pada satu warna yaitu warna putih.


"Dee suka putih ya?". Tanya Justin.


"untuk unda kalau uyang anti. Unda cuka utih". sahut Dean lugu.


Justin tersenyum mendengar kata kata anak seusia Dee yang teringat sama ibunya. Lalu ia teringat janjinya pada Midea yang akan mempertemukan Dee setiap seminggu sekali. Itu artinya dua hari lagi batas waktu untuk Justin mencari alasan agar bisa memberikan Dea jawaban yang pas atas ketertundaannya mempertemukan Dea dengan Dee selama ini.


"Dee mau ketemu sama bunda?". Tanya Justin.


"mau". Sahut Dean seraya mengangguk senang.


"tapi nanti ya. Belum bisa sekarang". Sahut Justin.


"iya". Sahut Dean.


Justin tersenyum melihat tingkah Dean yang mulai bersikap manis padanya di bandingkan saat pertama kali bertemu. Lalu ia mengajak Dean ke tempat penjualan mainan yang lain nya seraya menggenggam tangan mungil putranya.


"Dee. You and Keyra are my heart. Everything to me now". gumamnya seraya menatap sang putra yang memegang balon raksasa miliknya.


Suara ponsel Justin berdering nyaring. Justin melihat panggilan telpon dari papanya.


"dimana kamu Justin?". Tanya Arfan saat Justin menyapanya.


"lagi di taman bermain pa". Sahutnya.


"oh..ya sudah. silahkan lanjutkan nanti kalau sudah selesai kamu telpon Keyra ya". Titah Arfan


"what happen with her pa?. is she sick?". Tanya Justin khawatir.


"ga. Ga apa apa. Katanya mau minta pendapat kamu soal kado yang cocok untuk anak laki laki". Jelas Arfan.


"ohhh..siapa yang ulang tahun pa?". Temannya?". Tanya Justin penasaran.


"hehe..masa ulang tahun anak sendiri ga tau sih. Gimana sih kamu. Kata mama Deenya udah akrab sama kamu". cibir Arfan.

__ADS_1


"hah. Dee mau ulang tahun?". Beneran nih.kapan pa?". Tanya Justin penasaran.


Di saat Justin dan Arfan masih saling berteleponan tanpa sadar jika Dee yang tadinya sedang asyik dengan balonnya melepaskan genggaman tangannya dari Justin.


Dee melihat sebuah foto yang menggunakan kan mini dress dengan wajah Midea yang natural bak remaja yang menghadiri prom night di sekolahnya hanya saja di situ tertera satu botol minuman soda yang hanya bisa terdapat di klub klub hotel mewah.


ia mendekati foto papan iklan tersebut seraya memanggil


"bunda...bunda..". Panggilnya dan semakin jauh langkahnya menjauhi Justin tanpa di sadari.


"bunda..bunda...". Panggilnya saat sudah berada di papan iklan tersebut.


"mmuach....bunda..."ucapnya setelah mengecup foto dari papan iklan tersebut.


Saat ia menyadari jika foto itu adalah palsu Dean cemberut seraya memperhatikan sekeliling yang terlihat asing baginya. Tapi saat ia melihat seorang perempuan berhijab seperti penampilan Dea sekarang. Dean langsung berjalan menyusul perempuan itu.


"bunda...bunda...". Panggilnya seraya berlari berharap ia bisa mengimbangi langkahnya dengan wanita yang berjarak beberapa meter di hadapannya.


tetapi Dean kehilangan jejak wanita tersebut. Ia memperhatikan di sekelilingnya. Kembali ia memanggil ibunya.


"bunda....bunda....". Dean memanggil bunda nya sembari berjalan kembali mencari sosok yang ia kira adalah bundanya.


Sementara dari beberapa menit yang lalu Justin sudah kelimpungan mencari Dean kemana mana setelah menyadari jika putranya itu telah terlepas dari genggaman tangannya tanpa di sengaja.


Begitu pun Mona yang langsung mencari Dean saat Justin menelpon Mona jika Dean Menghilang.


"Dee..Dee...". Panggilnya sekuat tenaga dengan rasa yang amat khawatir.


ia mengutuki diri sendiri yang begitu ceroboh nya dalan mengawasi Dean sehingga putra nya terlepas dari pengawasannya.


Ia teringat bagaimana tadinya ia begitu penasaran ingin mengetahui tanggal hari ulang tahun putra nya itu melalui papanya dalam sambungan ponsel miliknya.


Justin segera menelpon sang mama menanyakan keberadaan Dean padanya. Tentu saja hal ini membuat Mona ikut ikutan panik dan memarahi putranya itu atas kecerobohan dalam mengawasi cucunya.


"kamu itu gimana sih Tin. Baru juga di kasih kepercayaan jagain Dee sebentar aja kamunya ga mampu". omel Mona di ponselnya setelah mendapat kabar dari putranya jika cucunya menghilang.


"maaf ma..aku ga sengaja". sahutnya bernada panik dan khawatir.

__ADS_1


"udah jangan kebanyakan ngomong. Cari dulu anaknya sampai dapat". Titah Mona kesal dan langsung mematikan ponselnya.


hampir satu jam Justin berkeliling mencari Dean begitu pun Mona sampai harus melaporkan ke bagian informasi tentang anak hilang.


Masih dengan nafas yang tersengal sengal Justin berhenti sesaat mengatur kembali nafasnya yang tak beraturan. Ia memperhati kan di sekelilingnya orang orang yang berlalu lalang dengan riang tanpa mau perduli pada apa yang ia pikirkan tentang anaknya yang menghilang.


"Dee. Dimana kamu nak. Maafin Daddy sayang. Daddy lalai menjaga kamu". Ucapnya dengan nada yang mulai terisak.


"Dee. Kembalilah ke Daddy sayang. Daddy janji akan turuti semua yang kamu minta sayang". Ucapnya kembali


Saat ia mulai melangkah mencari anaknya kembali, tiba tiba dari kejauhan sebuah balon raksasa yang ia belikan untuk putranya itu terlihat melambai lambai di atas ribuan kepala manusia.


Justin menarik sudut bibirnya karena ia berfikir sudah mulai ada harapan untuk menemukan putranya yang hilang.


Langkah Justin semakin di percepat bahkan ia harus berkali kali bersentuhan dengan tubuh pengunjung lain saat balon raksasa milik Dean semakin jelas terlihat.


Dan benar saja ia melihat putranya sedang berdiri menghadap pada sebuah papan iklan dimana wajah wanita yang sangat ia kenal tentunya. Siapa lain jika bukan seorang wanita yang banyak mengacaukan hidupnya dan hanya satu memberikan hadiah manis selama hidupnya yaitu seorang batita tampan yang kini sedang berdiri di hadapannya yang sedang memandangi foto ibunya sendiri.


"bunda....I lop you mmmuach". Ucap Dean seraya meletakkan telapak tangan mungilnya di bibirnya dan melambaikan pada foto bundanya sendiri. Sedangkan tangan satunya masih memegang erat balon raksasanya.


"Dee". Panggil Justin perlahan seraya mendekat pada sang putra.


"Dee". Panggilnya lebih keras seraya meletakkan telapak tangannya di bahu sang putra dan memutar tubuh kecil nya yang gembul menghadap dirinya.


Dean mengikuti arah pergerakan tangan Justin pada bahunya agar menghadap ke belakang di mana Daddy Justin tersenyum ke padanya dengan netra yang mengkristal.


Justin segera berlutut dan langsung memeluk tubuh itu dengan erat. Rasa kehilangan sesaat yang ia rasakan tadinya berganti dengan rasa haru bahagia karena dapat menemukan putranya kembali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem


terimakasih


Follow my ig


Hazhilka279

__ADS_1


#Hazhilka


 


__ADS_2