
# Selamat menikmati episode ini kembali ya readers.
saat Midea berjalan keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan yang puas dan bangga. Midea sempat melirik Justin, tetapi sialnya Midea tertangkap oleh netra Justin yang memang sedari tadi terus saja memantau dan mengekori pergerakan Midea. sedari awal ia memang begitu penasaran pada mahasiswi yang bernama Jasminka tersebut.
Indra memperhatikan Justin dan sesekali melirik ke Midea. begitu pun Andra yang mengekori pergerakan Midea hingga mahasiswi itu menghilang di balik pintu ruangan ini.
Indra belum bisa berkomentar untuk yang terjadi di hari ini. ia hanya mengawasi kedua sahabat nya itu. terlebih pada Andra. ia mencoba mencegah sesuatu yang akan terjadi pada hati Andra untuk gadis itu.
sementara untuk Justin, ia akan membiarkan sahabat nya itu mengejar sesuatu yang memang pantas untuk di kejar selama itu tidak merugikan pihak mana pun. sebab Indra yakin jika mahasiswi yang bernama Jasmine itu adalah seseorang yang masih berstatus single. setidaknya begitulah menurut kebiasaan yang ia ketahui pada umumnya.
apa lagi perempuan pintar jaman sekarang. sangat jarang di jumpai mau berkomitmen di usia muda kecuali terpaksa. mereka lebih memilih memperjuangkan cita cita mereka dahulu, membangun karie hingga sukses. setelahnya barulah mereka mau membangun rumah tangga.
keberuntungan berada di pihak Justin kali ini. ia bisa dengan segera mengikuti Midea secara diam diam ketika waktu memberitahu kan jika saat ini adalah jadwal Istirahat mereka.
Midea berjalan kembali ke toilet dekat mushalla kantor ini dengan niat membasuh wajahnya sekaligus ia melaksanakan salah satu fardhu bersama dengan teman teman mahasiswa yang lainnnya.
tanpa Midea tau jika pergerakan Midea di pantau oleh Justin dari jarak yang tidak di ketahui oleh Midea tentunya.
saat Midea membuka kacamatanya dan membasuh wajahnya karena tuntutan air wudhu. maka dua titik hitam yang sengaja Midea lukis di kedua pipinya pun menghilang seketika.
tentu saja hal ini membuat Justin mencurigai mahasiswi yang di sebut bernama Jasmine itu. tetapi tidak serta merta langsung menghampiri Midea. ia masih butuh banyak bukti untuk membuktikan kecurigaan nya. apa lagi saat seorang temannya mengomentari kedua pipinya dengan ucapan
"tuh kan udah cantik lagi. ga kayak tadi bisa bisanya ada dua tompel tinta di pipi gara gara panik mau presentasi. sampai sampai kita pangling ini si Jasmine atau bukan ya?. hahahaha..."celetuk salah satu mahasiswi tersebut.
"Jasmine... jasmine...saking antusias nya presentasi dia lupa kalau bekas tinta yang nempel di pipi lupa di bersihin. hihihi... ". celetuk mahasiswi yang lain.
Justin pun pergi saat ponselnya bergetar di saku celananya bersamaan dengan Midea dan timnya masuk ke musholla.
Justin kembali ke ruangan nya dan meminta pada salah satu penanggung jawab event tersebut untuk membawa data seluruh peserta ke ruangannya.
...----------------...
Justin membaca kembali ke seluruhan data mahasiswa yang bernama Jasminka. semakin ia tau data diri Jasmine semakin ia penasaran tentang gadis itu. ada sejuta pertanyaan yang bersarang di kepalanya sekarang mengenai kisah hidup gadis itu.
__ADS_1
Justin mengeluarkan ponselnya dan mengabadikan data diri Jasmine di kamera ponselnya. lalu ia mengirimkan data tersebut ke asisten pribadi nya yang sengaja ia tugaskan untuk mengawasi kantor pusat yang berada di Jkt saat Indra tak ada.
"cari tau mengenai gadis ini se detail mungkin. kalau bisa secepatnya". tulis Justin pada chat pribadi nya dengan Alan.
"baik pak. saya usahakan secepat mungkin". balas Alan.
suara pintu di ketuk dari luar. Satria masuk seraya tersenyum.
"hai bang. ga ikutan makan siang sama dua abang ganteng yang lain?". tanya Satria heran saat melihat Justin masih sibuk dengan berkas yang telah di serahkan pada bang Andra, sebagai wakil dari KBC tempo lalu.
"belum laper. mungkin bentar lagi". sahut Justin yang masih memperhatikan berkas milik gadis yang bernama Jasmine.
"itu kan berkas yang udah abang serahkan ke bang Andra kan? ". tanya Satria heran.
"iya". sahut Justin datar.
"kenapa bang? ". ada yang ga beres atau gimana? ". tanya Satria penasaran.
"bukan. mau lihat yang lebih layak lagi". dusta Justin.
Justin tersenyum simpul. lalu menyusun berkas mahasiswa yang lain menjadi satu tumpukan. dan memisahkan satu berkas mahasiswi yang bernama Jasmine tanpa sepengetahuan Satria.
Justin menatap adik sepupunya dan berkata
"ya tak juga lah adek ku sayang. kau pikir abang mu ini bakalan punya pemikiran seperti itu. yah sudah pastilah mereka semua ku interview. tenang saja kau dek. aman itu". tutur Justin menirukan logat adek Sepupu nya itu yang memiliki garis keturunan marga batak.
"bah.. baru beberapa hari di Mdn sudah pandai pulak kau menirukan logat suku bapak ku". kekeh Satria.
"hahahaha.... ". mereka tertawa bersama.
"ya iyalah.. manusia memang mesti harus belajar setiap harinya. biar tambah pintar". kekeh Justin.
lalu tak lama kemudian dua sahabat Justin muncul di pintu dan berdiri santai seraya berkata.
__ADS_1
"oi bro. ngekeh aja kalian berdua. mau makan ga? ". ayok. waktunya ga lama lagi ni. ". ajak Indra.
sedangkan Andra hanya berdiri di pintu menatap dua saudara itu dengan gaya sok coolnya bak Ceo garang yang bersikap arogan.
sementara sekretarisnya Andra hanya tersenyum senyum geli melihat atasannya yang biasanya penuh canda kini tampil sok cool. mungkin sudah menjadi kebiasaan seorang Andra saat ada mahasiswa yang akan magang di kantor ini. Andra akan berubah menunjukkan sikap yang serius seperti ceo ceo pada umumnya.
hari ini sekretarisnya sudah maklumi mengenai sikap atasannya itu karena event hari ini. meskipun atasannya itu baru saja menikah. yah kalau emang udah kebiasaan yah memang sulit di ubah sih.
ke empat pria tampan dan mapan itu pun akhirnya berjalan bersama menuju cafe favoritnya Andra yang tak jauh dari kantornya mereka.
Sontak seluruh mahasiswa yang di lewati oleh mereka menjadi terpana di tambah dengan Mr. Alex yang baru saja turun dari lift satunya dan bergabung dengan mereka saat di minta oleh ke empat pria tampan itu.
maka kini lima pria tampan berjalan melewati beberapa mahasiswa yang melintas termasuk Midea yang baru saja kembali dari musholla.
Midea menundukkan wajahnya dan segera membalikkan tubuhnya membelakangi dari lima pria tampan itu. Justin melirik Midea dan mengangkat sudut bibirnya. kali ini ia akan mencari jawaban dari rasa penasaran nya.
"Jasmine". gumamnya pelan saat melewati Midea yang berpura pura ngobrol dengan temannya.
sementara kedua temannya sedang asyik menatap dirinya dengan terpana. Justin semakin melebarkan senyumnya karena melihat sikap gadis yang terasa menggelitik baginya.
saat rombongan pria tampan itu pergi barulah Midea berani menatap punggung lelaki yang pernah ia cintai dengan sangat gila.
"Syukur lah jika ia tak mengenal diriku yang sebenarnya". ucap Midea di dalam hatinya.
next chap...
semarah apa ya Justin kalau tau Jasmine yang sebenarnya udah ga ada. dan apa yang bakalan ia lakukan terhadap istri nya yang seorang mantan pasien rumah sakit jiwa menyamar sebagai gadis yang udah di anggap meninggal menurut salah satu surat kabar di Jkt.
tetap di sini ya readers....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem
__ADS_1
terimakasih