She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
its all about of Midea 2


__ADS_3

# Selamat menikmati kembali episode nya y a readers..


Satria melangkah buru buru menuju lift tanpa memperdulikan orang orang yang menyapa nya termasuk Andra dan Indra yang bertemu di koridor kantor menuju lift.


Satria melesat masuk begitu saja ke dalam lift saat Andra dan Indra menyapa nya. kedua pria itu menatap heran satu sama lain saat melihat tingkah Satria yang buru buru dan terlihat panik.


mereka pun memutuskan untuk mencari tau dengan menyusul ke ruangan Justin.


"Tin. itu si Satria kenapa buru buru gitu? ". tanya Andra.


sementara Justin pun juga bersiap siap pergi dengan keadaan yang buru buru dan terlihat panik juga.


"mau kemana Tin? ". tanya Indra heran.


"gue duluan ya. sampai jumpa besok. siapkan berkas produk terbaru besok. sekalian untuk presentasi kita ke para investor". titah Justin sebelum meninggal kan ruangan nya.


belum juga Andra dan Indra menanyakan tentang yang lainnya, Justin sudah melesat pergi.


"mereka kenapa ya?? ". tanya Andra ke Indra.


sementara Indra hanya mengangkat kedua bahunya.


"gue duluan ya. sampai besok". ucap Andra yang permisi pulang duluan dari Indra.


sementara Indra memilih membereskan berkas yang berserakan di Meja kerja Justin karena besok harus di buat laporan.


saat ia membereskan berkas kerja di meja Justin. Indra melihat satu laci yang tidak bisa tertutup rapat karena terganjil sesuatu di situ. Indra menarik ganjilan tersebut di laci yang tidak bisa.


Indra melihat sebuah buku nikah yang berwana hijau tua. ia membuka untuk melihat isinya.


serrr.... darah Indra berdesir saat melihat dua foto terpampang jelas di situ. dimana satu foto Justin dan satunya lagi adalah satu foto berwajah mahasiswi yang sempat Indra berniat menjodohkan Justin dengan Jasmine.


tetapi nama yang tertera di dalam buku nikah ini sangat berbeda dengan kartu pengenal mahasiswi yang ingin ia jodohkan tersebut.


"Midea Hasxander?? ".desisnya pelan saat membaca nama mempelai wanita yang ada di buku nikah tersebut.


"bagaimana bisa?? ". gumamnya heran.


Indra ingat betul saat skandal yang terjadi antara Justin dengan seorang perempuan yang bernama Dea, seorang pasien yang kabur dari rumah sakit jiwa di Bdg.


"apa dia? ". desisnya pelan mengingat ingat wajah perempuan saat hadir secara tiba tiba di acara ulang tahun perusahaan yang di selenggarakan di kota Bdg.


dan juga perempuan yang menyebabkan perusahaan harus membayar kompensasi terhadap supir taxi yang uangnya di curi oleh seorang perempuan yang mengakui istri Justin.

__ADS_1


belum lagi perusahaan merugi ratusan juta malam itu saat harus menarik seluruh satu merk produk yang tercemar dari pasaran bahkan harus membayar kompensasi terhadap konsumen yang terkena dampak nya akibat ulah perempuan yang di sebut Dea.


"jadi dia istri pertama nya Justin? ". gumamnya.


ia mulai mengingat ingat dan membanding kan tanggal pernikahan Justin dan Namira dengan tanggal pernikahan Justin dan Midea.


"apa karena perempuan ini di poligami oleh Justin makanya dia tidak terima. dan nekat melakukan apa pun demi membalaskan dendamnya". ucap Indra yang mulai berspekulasi macam macam terhadap sahabatnya itu.


Indra meletakkan buku nikah tersebut ke dalam laci. lalu ia melihat berkas lainnya yang tampak mencurigakan baginya. ia mengambil keseluruhan dari berkas tersebut. membuka dan membacanya satu satu.


"ya Allah. jadi gadis yang bernama Jasmine itu udah ga ada? ". bathinnya.


"jadi yang kemarin itu siapa? ". ia bertanya di hatinya.


Indra terus membaca berkas yang berhubungan dengan Midea hingga ia terhenyak kaget saat melihat daftar riwayat kesehatan milik perempuan yang mulai membuat dirinya cemas.


"ya Allah. lindungi mereka semua". doanya cemas.


Indra teringat Satria yang selalu bersikap baik pada wanita samaran itu. apa lagi yang ia dengar jika Jasmine palsu tinggal di paviliun nya Satria. itu berarti bisa saja bakalan terjadi sesuatu pada istrinya Satria.


"astafirullah ya Allah". ucapnya.


Indra teringat bagaimana Justin dan Satria buru buru meninggalkan kantor dengan wajah panik. lalu Indra pun dengan cepat memasuk kan kembali berkas tersebut ke dalam laci. dengan langkah seribu pun ia ingin menyusul kedua orang yang akrab dengannya.


sesampainya di rumah. Satria buru buru keluar dari mobilnya. melangkah cepat memasuki rumahnya. ia terhenyak saat ada sebuah pot bunga jatuh berantakan di lantai teras rumah mereka.


"Retha". panggil Satria


"Retha". panggilnya lebih keras.


"Dek.. ". panggil nya lebih keras lagi dan semakin panik.


Satria mencari ke seluruh rumah tetapi ia tak dapat menemukan siapa pun. bahkan Dee yang biasanya tidur siang di rumah nya pun tidak terdengar suaranya.


Satria menyusuri jalan setapak yang menuju paviliunnya. ia menggedor pintu kaca untuk memastikan keberadaan dua wanita yang berada dalam tanggung jawabnya selama ini


"Retha...Retha.. "panggil Satria yang mencoba membuka pintu depan yang terkunci itu.


rumah dan paviliunnya kosong tak ada seorang pun. matahari semakin menurun yang tertinggal hanyalah semburat jingga nya saja yang tampak bertengger indah di balik gedung gedung pencakar langit kota itu serta sisa sisa pepohonan yang masih bertahan di lahan yang ada di kota yang mulai terik itu. termasuk pohon pohon yang sengaja di tanam oleh Satria di rumah mungil nan asrinya.


"ya Allah apa yang terjadi?".bathinnya cemas.


Satria mencoba menelpon Retha kembali. kali ini nada sambung terdengar kembali. Satria menunggu lama jawaban dari istrinya itu.

__ADS_1


"angkat dong sayang". harapnya cemas.


waktu panggilan berakhir. Satria mencoba sekali lagi untuk menghubungi istrinya itu.


saat nada panggilan tersambung dan dari sebrang panggilannya di terima. Satria sedikit lega.


"hallo bang". sahut Retha terisak.


"Retha.. Retha.... kamu kenapa dek. kamu di mana sayang?? ". ucap Satria dengan rentetan pertanyaan.


meskipun perasaan hatinya tadi begitu cemas dan khawatir akan keadaan istrinya. kini rasa khawatir itu sudah sedikit mereda saat mendengar suara Retha.


"bang...bang. ..". panggil Retha masih terisak.


"dek.. jangan nangis lagi ya... kamu harus tenang sayang. jelasin ke abang. kenapa?". terus kamu sekarang ada di mana Tha,??? ". tanya Satria yang mulai khawatir lagi saat mendengar isak tangis istrinya.


"abang kesini ya... sekarang?? ". pinta Retha.


"iya.. iya.. abang ke situ. tapi kamu di mana dek?? ". tanya Satria yang berusaha menenangkan istrinya yang masih terisak itu.


"abang tolongin kita sekarang. bebasin kita sekarang". pinta Retha yang terus terisak.


"iya dek.. iya sayang.. abang tolongin tapi kamu ada di mana? ". tanya Satria yang mulai tidak sabaran.


"tolongin Jasmine sekarang ya bang"racau Retha yang masih terisak dan panik.


"iya sayang..iya..kamu ada dimana Tha??. jawab??". mohon Satria dalam kecemasan nya.


authornya ..


ada di mana ya mereka berdua??? ""


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem


terimakasih


Follow my ig


Hazhilka279


#Hazhilka

__ADS_1


__ADS_2